WELCOME IN THE GROUP 3 “DEUTEROMYCOTA”

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
WELCOME TO EDUCATION OF BIOLOGY
Advertisements

Oleh : Nanik Setyaningsih, S.Pd.
FUNGI (JAMUR) 2. Standar Kompetensi: Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup.
Dasar-dasar Perlindungan Hutan Copyright © 2006 DCC (Development of Course Content ) Team LabLINKeshut 4 Bagian 2 C H A P T E R Perlindungan hutan terhadap.
KINGDOM FUNGI Copyright © Sugeng Publishing – silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama.
Mengidentifikasi Mikroorganisme dan peranannya
PROTISTA MENYERUPAI JAMUR
JAMUR.
Aditya Pusparajasa, S.Si
Tibyanuddin Muhammad Fadly M Sri Intan Suristyanti A
KINGDOM FUNGI Copyright © Sugeng Publishing – silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama.
JAMUR (FUNGI) organisme uniseluler atau multiseluler berbentuk benang (hifa), eukariotik, tidak berklorofil, dan dinding selnya tersusun dari zat kitin.
Fungi Leonardus, S.Si..
SK / KD / IND SUMBER MATERI KE LUAR.
JAMUR.
Disini, kalian akan saya ajak mengenal duniaku..
BAB III. JAMUR Pendahuluan Ciri-ciri Jamur
DUNIA FUNGI.
MIKROBIOLOGI (FUNGI) Oleh : Aep Hermawan Aulia Lena P.M
J A M U R KELAS X SEMESTER 1. J A M U R KELAS X SEMESTER 1.
Januar Try Santosa Tri Asneti Puspita Sari Triwulan Puspita Sari Anggun Rijiani Kelompok 2.
Basidiomycota Januar Try Santosa Tri Asneti Puspita Sari
FUNGI.
Penyakit Tumbuhan yang Disebabkan Bakteri Badriyah ( )
KINGDOM FUNGI. PENDAHULUAN CIRI UMUM KLASIFIKASI PERANAN BAGI KEHIDUPAN PERANAN BAGI KEHIDUPAN EVALUASI.
Jamur Oleh: Didun Niaton.
HIFA DAN MISELIUM Kapang adalah fungi multiseluler yang mempunyai filamen, dan pertumbuhannya pada makanan mudah dilihat.
Mikroba yang merugikan dalam bidang pertanian dan perkebunan dari golongan ( Jamur,Bakteri, Virus ) dan cara penanggulangannya.
Annisa Verska XII IPA 2 Kel.2
Oleh : Ayu B. Sumariangen, Amd,Farm
HIFA DAN MISELIUM Kapang adalah fungi multiseluler yang mempunyai filamen, dan pertumbuhannya pada makanan mudah dilihat.
HIFA DAN MISELIUM Kapang adalah fungi multiseluler yang mempunyai filamen, dan pertumbuhannya pada makanan mudah dilihat.
Jamur.
Fungi.
Mengidentifikasi Mikroorganisme dan peranannya
KAPANG DAN KHAMIR.
BAKTERI DAN JAMUR 17 JANUARI 2013.
FUNGI.
KINGDOM FUNGI silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama.
JAMUR Zygomycota Basidiomycota Deuteromycota
MATERI PEMBELAJARAN BIOLOGI
Bahan ajar Biologi sma FUNGI.
BAB VI. JAMUR.
TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu menjelaskan ciri-ciri kingdom Fungi melalui diskusi dengan benar. Pesera didik mampu menyebutkan klasifikasi.
KINGDOM FUNGI KLASIFIKASI CIRI- CIRI UMUM PERANAN By: Aini Maskuro.
Bab 5 JAMUR.
JAMUR.
BAB VI JAMUR.
Oleh : Sahid Yunianto S.Pd
Ciri Karakteristik jamur Klasifikasi Jamur Peranan Jamur
Fungi (cendawan/jamur)
TUGAS BIOLOGI BAYU ANTARISKA 10 XII IPA 5.
FUNGI 2 april 2014.
FUNGI DEUTEROMYCOTA CREATED BY : Aprilian Hurus S (06)
JAMUR (FUNGI) organisme uniseluler atau multiseluler berbentuk benang (hifa), eukariotik, tidak berklorofil, dan dinding selnya tersusun dari zat kitin.
Assalamu’alaikuM….
SMK KESEHATAN SAMARINDA
SIMBIOSIS DAN PERANAN JAMUR
FUNGI ATAU JAMUR.
SUSILO, M.Si BIOLOGI CENDAWAN.
KINGDOM FUNGI Copyright © Sugeng Publishing – silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama.
PROTISTA dan JAMUR Tim PPL UMM
DESTALIA LANNY RACHMAWATI
KINGDOM FUNGI Copyright © Sugeng Publishing – silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama.
Mikrofungi Kelompok 8 Juliana Anisa ( ) Ayunda Rizkha ( ) Talcha Ainun ( ) Pendidikan IPA C 2017.
KAPANG DAN LINGKUNGAN SERTA MEDIA PEMBELAJARAN. Kelompok 3 1.YANI ALFIANA ( ) 2.YANI ( ) 3.SUSI AYU W.( )
JAMUR Bisa disebut …. Fungi, Mushroom atau Mycota Ilmunya adalah MIKOLOGI.
Untuk SMP Kelas VII Di bumi keanekaragaman makhluk hidup sangat beranekaragam dan semakin lama bertambah banyak, tentu saja keanekaragaman juga bertambah.
Fungi.
Biologi MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SMA, SMK DAN SLB Firdaos Asyari, S.Pd SMAN 1 Suela Verifikator : Rita Wahyuningsih,
Transcript presentasi:

WELCOME IN THE GROUP 3 “DEUTEROMYCOTA” AJRIN MOESALLI IBRAHIM FITRI RATNASARI NENENG IKLIMA

DEUTEROMYCOTA Deuteromycetes meliputi jamur yang tingkat reproduksi seksualnya belum diketahui, sehingga disebut jamur tidak sempurna. Kebanyakan Deuteromycetes bersel banyak yang membentuk hifa tak bersekat, namun beberapa jenis merupakan organisme bersel tunggal yang membentuk pseudomiselium (miselium semu) pada kondisi lingkungan yang menguntungkan. Pada jenis-jenis tertentu ditemukan hifanya bersekat dengan sel yang berinti satu, namun kebanyakan berinti banyak.

REPRODUKSI DEUTEROMYCOTA Deuteromycetes berkembang biak dengan membentuk spora aseksual melalui fragmentasi dan konidium yang bersel satu atau bersel banyak. Deuteromycetes bukan merupakan kelompok jamur yang sesungguhnya karena bila suatu jamur telah diketahui reproduksi seksualnya, akan dimasukkan ke dalam kelompok lain yang sesuai dengan tingkat reproduksi seksualnya tersebut.

SIKLUS HIDUP Reproduksi aseksual dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus disebut konidiofor. Kemungkinan jamur ini merupakan suatu perkembangan jamur yang tergolong Ascomycocetes ke Basidiomicetes tetapi tidak diketahui hubungannya.

Contoh jamur divisi deuteromycota yang pindah ke divisi lain. Jamur oncom (Monilia sitophila). Setelah diketahui reproduksinya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukan ke dalam Ascomycotina. Neurospora berasal dari kata neuron (sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya menyerupai bentuk akson.

Rhizoctania solani (Busuk rimpang) Rhizoctania solani (busuk rimpang), tergolong dalam kelas Hyphomycetes subdivisi Deuteromycotina, namun sejak tahun 1956 dinamai Thanathephorus cucumeris karena ditemukan basidiospora dan basidium sehingga dimasukan ke dalam ordo Aphyllophorales

Rhizoctonia solani paling diketahui menyebabkan berbagai penyakit tanaman seperti busuk leher, busuk akar. Rhizoctonia solani menyerang inangnya ketika mereka berada di tahap remaja.

Ciri-ciri deuteromycota Hifa bersekat-sekat. Tubuh berukuran mikroskofis. Hidup sebagai saprofit Reproduksi secara aseksual dengan konidia. Jamur tidak sempurna. Reproduksi seksual belum diketahui Heterotrof. Eukariotik. Habitatnya di tempat lembab. Tidak berklorofil.

Contoh jamur divisi deuteromycota serta peranannya 1. Epidermophyton floccosum Morfologi sel Memiliki dinding halus sekitar 1-1,5 mikrometer dengan kurang dari 10 dinding bagian dalam macroconidia tersebut. mempunyai makrokonidia berbentuk tongkat, terdiri atas satu sampai lima sel. berdinding tebal dan terdirin atas 2-4 sel dan tersusun pada satu konidiofora. Pada gambaran mikroskopis bentuk hifa lebar dan tersusun pada satu konidiofora.

Morfologi koloni Koloni Epidermophyton floocosum bewarna kuning kehijauan, yang dengan mudah bermutasi menjadi bentuk pertumbuhan berlebihan bewarna putih sekali, sementara oranye sampai coklat di balik dengan perbatasan kuning sesekali, mengangkat dan melipat di tengah, dengan pinggiran datar dan pinggiran terendam pertumbuhan sementara budaya yang lebih tua dapat mengembangkan jumbai pleomorfik putih miseluler.

2. Microsporum gypseum Microsporum gypseum merupakan fungi yang umum menginfeksi kulit dan rambut. Penyakit yang disebabkan infeksi fungi ini antara lain tinea kapitis (infeksi jamur pada kulit kepala dan rambut) dan tinea favosa (infeksi jamur pada kulit kepala dan kulit muda).

Microsporum gypseum memiliki dinding sel yang mengandung kitin bersifat heterotrof, menyerap nutrien melaui dinding selnya, dan mengeksresikan enzim-enzim ekstraseluler ke lingkungannya.

3. Sclerothium rolfsii (Penyebab Busuk Pada Tanaman Budidaya) 4. Helminthosporium oryzae atau Drechslera oryzae Jamur tersebut merusak kecambah dan buah, menimbulkan noda-noda pada daun, buah yang terserang menyerupai beludru, padi dan jagung. Noda pada daun Buah tomat

5. Mellazenia furfur Malassezia furfur merupakan flora normal dan terdapat pada mukosa dan kulit. Jamur ini berupa kelompok sel-sel bulat, bertunas, berdinding tebal, dan hifanya berbatang pendek dan bengkok. Malassezia furfur menghasilkan konidia sangat kecil (mikrokonidia) pada hifanya, tetapi di samping itu juga menghasilkan makrokonidia besar, multiseptat, berbentuk gelendong yang jauh lebih besar daripada mikrokonidianya.

6. Trygophyton sp., penyebab penyakit kurap. Panu disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Jamur ini tidak datang dari tanah atau binatang, tetapi ditemukan pada kulit manusia sebagai penghuni tetap pada lapisan atas kulit bersama dengan mikroba lainnya. Jamur ini tidak akan menjadi penyakit jika tidak ada faktor-faktor pendukung (pakaian yang lembab, panas dan tidak ada aliran udara). 6. Trygophyton sp., penyebab penyakit kurap. 7. Trichophyton tonsurans Jamur ini dapat menyerang beberapa bagian tubuh manusia terutama pada bagian kulit kepala dan rambut. Berbentuk pensil dengan ujung-ujung yang tumpul dan berdinding halus. Tiap-tiap spesies berbeda dalam morfologi dan pigmentasinya. Tricophyton tonsurans memperbanyak diri dengan membelah, biasanya banyak juga cepat, dan memungkinkan untuk menghasilkan cabang-cabang yang pendek. Koloninya biasa dalam bentuk serbuk.

KESIMPULAN Jamur deuteromycota merupakan jamur yang tidak sempurna (imperfecti), karena belum diketahui system reproduksinya. Jika jamur telah diketahui reproduksinya, maka akan masuk ke kelas yang lain. Seperti yang terjadi pada jamur oncom (Monilia sitophila) yang berubah namanya menjadi Neurospora sitophila karena termasuk kelas ascomycota. Jamur ini berkembang secara aseksual dengan cara konoida. Beberapa contoh jamur deuteromycota bersifat parasit sehingga lebih menyebabkan dampak negatif seperti menimbulkan penyakit baik pada hewan, tanaman maupun manusia.

TERIMAKASIH Atas segala perhatiannya Semoga bermanfaat Mohon maaf Bila ada kesalahan