keganasan pada tumor kulit pasti INDIKASI BIOPSI KULIT

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
INTEGUMEN Membentuk lapisan terluar tubuh.
Advertisements

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM INTEGUMEN
KULIT.
Sistem Ekskresi t K i u l by : Beryl Sadewa.
SISTEM INTEGUMEN Ananda PB.
Askep Keganasan Kulit Melani Kartika Sari.
JARINGAN EPIDERMIS DAN DERIVATNYA Kelompok : 1
DEGENERASI DAN NEKROSIS SEL
(Fungsi dan pemeliharaannya)
Burhannudin Ichsan Neoplasma.
BIOPSI ).
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)
Biopsi Payudara dengan bantuan pencitraan yang invasif minimal
TRAUMA PADA INTEGUMEN Oleh Ns. M.Shodikin,S.Kep.
Penyakit kulit bulosa ( yang immunobullous )
PROSEDUR PEMERIKSAAN PENYAKIT
Penyakit Paru Restriktif
Patologi Umum.
ASUHAN KEPERAWATAN MELANOMA MALIGNA
SISTEM INTEGUMEN Retno Sumara.
KULIT KULIT : Sapi : 6 – 8 % Domba : 12 – 15 % Kambing : 8 – 12 %
KULIT DAN ADNEKSA    .
Integument.
OLEH AYU LESTARI Tingkat IIIB
Penyakit Paget (baru ada pd wanita)
KULIT KULIT : Sapi : 6 – 8 % Domba : 12 – 15 % Kambing : 8 – 12 %
Asuhan kebidan pada ibu dengan gangguan sistim reproduksi pertemuan II
Pendahuluan dan Kontrak Belajar Patology Kesehatan Masyarakat
Kanker Payudara Oleh : Dr. Shandra Breast Cancer by dr. yuli shandra.
Penyakit Mata Kerja.
PENYAKIT KULIT DARURAT SINDROMA STEVEN JOHNSON. Definisi.
Askeb IV SILVIA PRADIPTA.
Asuhan Pada Wanita/Ibu Dengan Gangguan Sistem Reproduksi
Fibrio adenoma Kista Sarcoma Filodes sarcoma
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI
DASAR DIGNOSIS KLINIS NEOPLASMA
INTEGUMEN / CUTIS / CUTAN
ANATOMI & FISIOLOGI.
Prosedur pemeriksaan dan deteksi dini
DASAR DIGNOSIS KLINIS NEOPLASMA Azamris.Dr. H.SpB.(K).onk.Prof Sub.bagian bedah onkologi. Bagian Bedah FKUNAND/Rs.Dr.M.Djamil. Padang.
PROSEDUR PEMERIKSAAN PENYAKIT
Oleh: Susri syahjana putri
PROSEDUR PEMERIKSAAN DAN DETEKSI DINI
SISTEM INDERA PERABA.
FIBRIO ADENOMA, KISTA SARCOMA, DAN SARCOMA
OLEH Dr. Moh. Natsir M. Abdul
MERILIZA WATI S NIM: TINGKAT III B.
FIBRIO ADENOMA KISTA SACROMA FILODES SARCOMA
Fibroadenoma mammae, sarcoma filodes dan sarcoma
FIBRIO ADENOMA,KISTA SARCOMA ,SARCOMA
Penyakit Kanker / Tumor Jantung. Tumor yang dimulai di jantung disebut tumor primer Bisa terbentuk di setiap jaringan jantung Bisa bersifat kanker atau.
SISTEM EKSKRESI KULIT.
Embriologi : Kulit Gina Puspa Endah
BIOPSI Pembimbing : Dr. H. T. Farizal Fadil, Sp. B (K) trauma
Miliaria.
BASIC KNOWLEDGE BIOPSY
Anatomi Kulit Jati Nurwigati B1.
Sistem Integumen.
MENGENAL, MENCEGAH & MENGOBATI KANKER PAYUDARA DIAWAL PAGI
PERTOLONGAN PERTAMA PADA LUKA BAKAR
KULIT / INTEGUMEN.
JARINGAN PADA KULIT.
OLEH : FAIK AGIWAHYUANTO, S.Kep., M.KES
KEGAWAT DARURATAN PASIEN DENGAN LUKA BAKAR EVA YUSTILAWATI,S.Kep.,Ns.,M.KEP. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR.
Transcript presentasi:

keganasan pada tumor kulit pasti INDIKASI BIOPSI KULIT 4/6/2010 HISTOPATOLOGI KULIT Dermatology FK UWKS TUJUAN PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI –membantu mendiagnosa penyakit kulit –mengetahui mekanisme penyakit pada level cellular –menentukan adanya/ derajat keganasan pada tumor kulit –tidak selalu merupakan diagnosa pasti INDIKASI BIOPSI KULIT – bila dicurigai adanya keganasan pada epidermis maupun dermis, dalam hal ini pemeriksaan batas tepi bebas tumor diperlukan – untuk lesi kulit yang gambaran klinik nya kurang jelas / belum pasti diagnosanya – untuk keperluan pemeriksaan imunofluoresensi terutama untuk blistering disorders atau lupus erythematosus Diagnostic Value dari suatu biopsy • Hasil akhir dx histopathology ditentukan oleh proses biopsi, tenggang waktu sebelum di masukkan ke formalin, teknik cutting. • Keahlian dalam membaca • Sudah ada differential diagnosa secara klinik Clinician & Dermatopathologist Close cooperation between the clinician and the diagnostic dermatopathologists is not only desirable, but essential 1

Indikasi lain biopsi kulit 1.Mycobacteria: 4/6/2010 H&E H&E CONTOH PEMERIKSAAN DIF Indikasi lain biopsi kulit Untuk keperluan kultur pada kasus infeksi 1.Mycobacteria: terutama mycobacteroum atypical infection, untuk menentukan spesies kumannya 2.Deep fungus Untuk keperluan terapi: 1. Kultur melanosit untuk terapi vitiligo 2. Kultur keratinosit untuk terapi burn MACAM2 BIOPSI KULIT(1) – Eksisional : untuk mengambil lesi tunggal, pemotongan berbentuk elips pada batas luar lesi dengan menyertakan jaringan subkutis – Insisional : pemotongan sebagian dari lesi (dilakukan pada lesi yang besar) dengan menyertakan jaringan sub kutis – Punch biopsy : dengan menggunakan disposable punch 3-4 mm ( min Ø3 mm), prosedur singkat 2

Dilakukan pada lesi yang terbatas pada epidermis 4/6/2010 Shave Biopsy MACAM2 BIOPSI KULIT(2) – Kuretase : untuk lesi hyperkeratotik, Dilakukan pada lesi yang terbatas pada epidermis – Shave biopsy : untuk lesi kulit permukaan dan sedikit menonjol dari epidermis – Snip biopsy : dengan menggunakan gunting, pada lesi yang menonjol – FNAC : Fine Needle Aspiration Cytology – FNAB : Fine Needle Aspiration Biopsy Fixative -- The biopsy sample(s) must be dropped directly in to the fixative supplied by the pathology laboratory (the fixative bottles have be changed since this photograph). The sample cannot be left to dry on a gauze or towel -- they must be dropped directly in the fixative. Punch Biopsy 3

– Segera masukkan ke larutan fiksasi 4/6/2010 TIPS MELAKUKAN BIOPSI KULIT – Segera masukkan ke larutan fiksasi formalin 10%, volume cairan fiksasi minimal 20 kali volume jaringan – Jelaskan lokasi spesimen, bentuk makroskopis dan ukuran spesimen, bentuk makroskopis dan ukuran – Sertakan gambaran klinik, paling baik dengan foto, diagnosa dan DDnya Biopsy pada Melanoma Melanoma : dilarang melakukan biopsy secara insisional atau dengan punch karena bisa membuat sel kanker menyebar Bila mencurigai suatu lesi dengan melanoma, eksisi luas sampai ke selaput otot. (wide and deep excisional biopsy GAMBAR HISTOLOGI KULIT NORMAL KELAINAN HISTOPATOLOGI PADA EPIDERMIS • hiperkeratosis : penebalan stratum korneum – dibedakan menjadi parakeratosis dan ortokeratosis – parakeratosis : bila inti2 sel masih terlihat – ortokeratosis : tidak terdapat inti pada penebalan stratum korneum • tipe padat (kompak) • tipe anyaman keranjang (basket-woven) • berlapis (lamelar) GAMBAR HISTOPATOLOGI HIPERKERATOSIS KELAINAN HISTOPATOLOGI PADA EPIDERMIS • hiperplasia : – penebalan epidermis karena bertambahnya jumlah sel2 • hipertrofi : – penebalan epidermis karena membesarnya ukuran sel2 4

KELAINAN HISTOPATOLOGI PADA EPIDERMIS spinosum 4/6/2010 KELAINAN HISTOPATOLOGI PADA EPIDERMIS • akantosis : penebalan stratum spinosum • akantolisis : hilangnya daya kohesi antar sel2 epidermis sehingga menyebabkan terbentuknya celah, vesikel atau bula dalam epidermis KELAINAN HISTOPATOLOGI PADA EPIDERMIS • degenerasi balon (degenerasi retikuler) : edema di dalam sel epidermis, sehingga sel menjadi besar dan bulat seperti balon • nekrosis : kematian sel atau jaringan setempat pada organisme yang masih hidup KELAINAN HISTOPATOLOGI PADA EPIDERMIS • diskeratosis : – keratinisasi yang terlalu dini sel-sel epidermis, mempunyai eosinofilik sitoplasma, piknotik nucleus dan pada perinuklear tampak filamen2 keratin yang tersusun padat – kerusakan selular yang irreversible akibat gangguan proses keratinisasi atau sebagai akibat apoptosis • terdapat pada actinic keratosis dan karsinoma sel skuamosa PADA DERMIS • papilomatosis : – papil yang melebar dan memanjang • supervisial vasculitis : – adanya infiltrat sel2 radang, tampak sel darah merah dan sel plasma pada perivaskuler area, tampak kerusakan dinding pembuluh darah (necrotizing vasculitis), kadang2 tampak debu nucleus (nuclear dust) Intracellular edema( ballooned keratinocyte ) and Spongiotic vesicle 5

KELAINAN HISTOPATOLOGI PADA DERMIS – penimbunan cairan pada dermis 4/6/2010 KELAINAN HISTOPATOLOGI PADA DERMIS • edema dermis : – penimbunan cairan pada dermis • fibrosis : – penambahan fibroblas dan kolagen • sklerosis : – penambahan jumlah kolagen disertai dengan pengurangan jumlah fibroblas, – susunannya tampak homogen dan eosinofilik 6