Metode Mikrobiologis-2

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KUMPULAN SOAL 4. FLUIDA H h
Advertisements

TEST UJI COBA UJIAN NASIONAL Oleh : M. Bisri Arifin, S.Pd
SOAL-SOAL RESPONSI 5 TIM PENGAJAR FISIKA.
Uji Kontaminan Mikroba dalam Pangan Bakteri Coliform (samb.2)
BIAYA PRODUKSI Seluruh beban keuangan yang dikeluarkan oleh produsen untuk memproduksi suatu barang atau jasa.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Aritmatika Sosial.
Dwi Retno Andriani, SP.,MP
Pendugaan Secara Statistik()
Latihan Soal-soal 1. Untuk menaikkan suhu alkohol dari 20 oC sampai titik didihnya, yaitu 80 oC diperlukan 4800 kalori. Berapakah kapasitas kalor tersebut.
SPEKTROFOTOMETRI 1. Ultra Violet (λ nm) 2
MODEL TRANSPORTASI METODE STEPPING STONE Evi Kurniati, STP., MT.
Nama : Dwi Rizal Ahmad NIM :
TEKNIK ISOLASI Ir. Woro Hastuti Satyantini, M. Si
Stoikiometri Larutan + Koloid
Latihan Soal Persamaan Linier Dua Variabel.
KURVE NORMAL. Distribusi Normal – Suatu alat statistik untuk menaksir dan meramalkan peristiwa-peristiwa yang lebih luas dan akan terjadi. Ciri –Ciri.
DEPRESIASI AKTIVA TETAP BERWUJUD
ALAT-ALAT OPTIK MATA KACAMATA KAMERA KACA PEMBESAR MIKROSKOP TELESKOP.
Tugas: Power Point Nama : cici indah sari NIM : DOSEN : suartin marzuki.
(Manajemen Persediaan)
CHAPTER 5 TEMPERATUR AND HEAT.
PEMUAIAN
HOMEPROFIL MENU SK/KD MATERI SIMULASI GAMBAR VIDEO SOAL.
Fakultas Teknik Sipil - Geoteknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
BIAYA PENGGABUNGAN USAHA
B. PENGUKURAN DAN ANGKA PENTING
Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA 3 Muai Volume Kelas X-Semester 2.
SEGI EMPAT 4/8/2017.
Sistem Osmosis Tujuan : - Mempelajari proses osmosis yang terjadi pada sel. - Mempelajari pengaruh osmosis terhadap perubahan bentuk sel. Pendahuluan Osmosis.
Oleh : Kelompok 1 Saepudin Sutina M. Ferdiansyah S Arkasha Ratna N Venessa Alia
PERTUMBUHAN MIKROBA Mikroba hidup di sekitar kita dan hidup di sembarang lingkungan di bumi. Pertumbuhan mikroba merupakan aspek penting dalam mempelajari.
FISIKA TERMAL BAGIAN 2.
ULANGAN HARIAN FISIKA FLUIDA.
Kemampuan Pseudomonas aeruginosa dalam menguraikan PNP (P-nitrofenol)
SEGI EMPAT Oleh : ROHMAD F.F., S.Pd..
Priyo Budi Purwono, dr Mata Kuliah Mikrobiologi FKM Unair
TUGAS DASAR-DASAR PEMISAHAN ANALITIK
Kelompok 5 Desta Saputri ( ) Diah Nur’aini ( ) Dita Apriani ( )
Protease Inhibition Assays
PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN
Fungsi Penerimaan.
Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VIII Semester : 2
MODUL XII MIKROBIOLOGI TANAH
3. Pertumbuhan populasi mikrobia dalam batch culture
By: Evaliati Amaniyah, SE, MSi
Perhitungan Jumlah Mikrobia
Praktikum Mikrobiologi Lingkungan
Copyright © 2004 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings PowerPoint ® Lecture Slide Presentation prepared by Christine L. Case Microbiology.
IDENTIFIKASI BAKTERI Zainab, M.Si., Apt.
PERTUMBUHAN MIKROBA.
Praktikum Mikrobiologi Pangan 3 Andini Hanif S.Si, M.Si MIKROBIOLOGI AIR PEMERIKSAAN AIR.
ANALISIS MIKROBIOLOGI
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI
PERTUMBUHAN MIKROORGANISME
PERTUMBUHAN MIKROORGANISME
Praktikum higienE makanan
Isolasi dan identifikasi Mikroorganisme
PERHITUNGAN ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT)
PERTUMBUHAN MIKROORGANISME
ANALISIS KUANTITATIF MIKROORGANISME
Perhitungan mikroorganisme
Identifikasi Mikroba.
Pertumbuhan mikroba.
Oleh : Sri Kumalaningsih Bioindustri Minggu 7
Praktikum mikrobiologi
Isolasi bakteri.
KUALITAS MIKROBA AIR MINUM ISI ULANG
PERTUMBUHAN MIKROBA.
JENE VIDA CHRISTANTI, S.Sos. PRINSIP HITUNGAN CAWAN Metode yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam bahan pangan terdiri dari : –
Transcript presentasi:

Metode Mikrobiologis-2

8. Enumerasi mikrobia Total counts Viable count Berat kering Breed slide method Petroff-Houser chamber Haemocytometer Viable count Spread-plate technique Pour-plate technique Filtration MPN (Most Probable Number) Berat kering Spectrophotometric

Breed’s Slide method Sejumlah volume (0,1 ml) sampel dibuat preparat smear di atas gelas benda dengan luas tertentu (1 x 4 cm2) Difiksasi, lalu diwarnai dan dikeringkan Diamati di bawah mikroskop cahaya Densitas bakteri (sel/ml) = (As x N)/(Af x V) N: jumlah rerata sel/bidang pandang (sel) As: Luas area smear (As = 400 mm2) Af:: Luas bidang pandang (mm2) V: volume sampel (ml) DF: (dilution factor) = faktor pengenceran Densitas (sel/ml) = (400 x N x)/(Af ) (x 1/10) Densitas (sel/ml) = (400 x N x)(10)/(Af ) Densitas dalam suspensi (sel/ml) = (400 x N x DF x 10)/(Af )

Total count: Petroff-Hauser Chamber

Haemocytometer

Total count: Haemocytometer Luas kotak di tengah (L1) = 1 mm2 (dibagi 25 = 1/25 mm2) Kedalaman (d) = 0,02 mm Volume (V1) = 1mm2 x 0,02 mm = 0,02 mm3 = 0,02 x 10-3 cm3 (1 cm3 = 1000 mm3) = 2 x 10-5 cm3 (= 2/105 cm3 =2/100.000 cm3) =1/50.000 cm3 = 1/50.000 ml Contoh: Jika jumlah sel dalam kotak (L1) = 28 sel (= 28 per 1/50.000 ml) = 28 x 50.000 sel/ml = 1.400.000 sel/ml

Bidang Pandang

Luas kotak (L2) = 1/25 mm2 Kedalaman (d) = 0,02 mm Volume (V2) = 1/25mm2 x 0,02 mm = 8 x 10-4 mm3 = 8 x 10-4 x 10-3 cm3 = 8 x 10-7 cm3 = 8 x 10-7 ml = 8/107 ml = 1/ 1.250.000 ml Contoh: Jika jumlah sel dalam kotak (L2) = 28 sel (= 28 sel per 1/1.250.000 ml) = 28 x 1.250.000 sel/ml = 35.000.000 sel/ml

Luas kotak (L3) = 1/400 mm2 Kedalaman (d) = 0,02 mm Volume (V3) = 1/400 mm2 x 0,02 mm = 5 x 10-5 mm3 = 5 x 10-5 x 10-3 cm3 = 5 x 10-8 cm3 = 5 x 10-8 ml = 5/108 ml = 1/ 20.000.000 ml Contoh: Jika jumlah sel dalam 5 kotak (L2) = 500 sel Dalam 5 kotak L2 terdapat: 5 x 16 kotak L3 = 80 kotak L3 Maka Jumlah rerata sel per kotak L3 = 500/80 sel/(1/1.20.000.000 ml) = 6,25 sel/(1/1.20.000.000 ml) = 6,25 x 20.000.000 sel/ml

Petroff-Hausser Chamber Luas kotak terkecil (L) = 1/400 mm2 ; Kedalaman (d) = 0,200 mm Volume kotak terkecil (V) = 1/400 x 0,200 mm3 = 1/400 x 2/10 mm3 = (1/400 x 2/10) x 1/1.000 cm3 = (2/4000) x 1/1000 cm3 = 2/4.000.000 cm3 = 1/2.000.000 ml

Haemocytometer Luas kotak terkecil (L) = 0,025 mm2 ; Kedalaman (d) = 0,1 mm = 1/10 mm = 1/400 mm2 Volume kotak terkecil (V) = 1/400 x 1/10 mm3 = 1/4.000 mm3 = (1/4.000) x 1/1000 cm3 = 1/4.000.000 cm3 = 1/4.000.000 ml

Haemocytometer

Bidang pandang

Spermatozoa

Viable count Metode Pengenceran sample Plating pada medium padat dan diinkubasikan Hitung jumlah koloni Kerapatan mikrobia/ml sample dapat dihitung: = jumlah koloni x faktor pengenceran e.g. jika sampel yang diencerkan 10-6 x diinokulasikan sebanyak 0,1 ml ke dalam medium padat. Setelah diinkubasikan ditemukan sejumlah 50 koloni. Berapakah kerapatan mikrobia per ml atau gram sampel ?

Plate Count

HPC: Heterotrophic Plate Count

Persayaratan Plate Count Jumlah koloni/petridish 30 – 300, jika tidak ada yang memenuhi, dipilih ang terdekat Koloni spreader tidak dipakai Perbandingan hasil pengenceran yang berurutan: jika  2 : hasilnya direrata jika > 2 : dipakai pengenceran yang lebih kecil 4. Jika ada ulangan maka jumlah koloni direrata

Kerapatan sel (cfu/ml) Perhitungan Pengenceran Jumlah koloni/Petridish Kerapatan sel (cfu/ml) 10-4 350 280 2.800.000 10-5 25 24 300 spreader 4.300.000 62 50 250 270 2.600.000 70 80

Membran filter Kerapatan sel sangat rendah: Sejumlah volume sampel difilter Filter diletakkan di atas medium Dihitung jumlah koloni yang tumbuh Dihitung kerapatan per volume sampel N.B. Metode ini digunakan jika kerapatan mikrobia dalam sampel sangat rendah !

Metode MPN Sampel diencerkan lalu diinokulasikan ke dalam medium cair Diinkubasikan lalu di amati adanya pertumbuhan mikrobia Kerapatan dihitung berdasarkan jumlah sampel yang positif tumbuh Jumlah tabung positif di antara 5 ulangan masing2 pengenceran 10-2 10-3 10-4 10-5 10-6 10-7 10-8 10-9 5 4 3 Jika dipilih ; 5 4 3 dengan pengenceran 10-4, 10-5 dan 10-6 maka angka MPN untuk tiap 100 gram atau ml sampel: 280 x 105/100 ml sampel Angka 280 diperoleh dari Tabel MPN (Hoskins)

Metode Berat Kering (Biomasa) Kultur mikrobia disample dengan volume tertentu (ml) Dikeringkan pada 80°C sampai beratnya konstan Kerapatan dinyatakan dengan mg-DCW/ml atau g-DCW/ml

Metode Spektrofotometri Kultur cair mikrobia diambil Dimasukkan ke dalam kuvet Dibaca nilai OD pada panjang gelombang tertentu, mis OD-600 nm OD: Optical Density

9. Karakterisasi dan Identifikasi Metode konvensional-tradisional Metode Kimiawi Metode Molekular

Characterization and Identification Identification of microorganisms can be based on various characters: Morphology: rely on morphological characters Physiology and metabolic: obtained by growing microorganisms on various media and under various growth condition Serology: based on running immunological reaction Genetic

Morphology Characteristics

Physiology and metabolic test OF TEST INDOLE TEST MICROTITER PLATE

Serological test Salmonella serological reaction

DNA Hybridization

DNA Fingerprinting