Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA BBBB aaaa bbbb 2 2 2 2.... B B B B eeee ssss aaaa.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL JAKARTA
Advertisements

BELAJAR FISIKA ITU MUDAH
Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA C C Pemuaian Gas Pemuaian GasKelas X- Semester.
Menjelaskan Hukum Newton sebagai konsep dasar dinamika, dan mengaplikasikannya dalam persoalan-persoalan dinamika sederhana.
PERSAMAAN GERAK LURUS smanda giri.
BELAJAR FISIKA ITU MUDAH Artinya : Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”(HR. Ibnu Abdil Bari) طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضِةٌ عَلَى.
Vektor dalam R3 Pertemuan
Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi
BELAJAR FISIKA ITU MUDAH
Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi
B AHAN A JAR F ISIKA K ELAS XI IPA. M ATA P ELAJARAN : F ISIKA K ELAS /S EMESTER : XI/2 S TANDAR K OMPETENSI : M ENERAPKAN KONSEP DAN PRINSIP MEKANIKA.
Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA KKKK aaaa cccc aaaa P P P P eeee mmmm bbbb eeee.
Bab 7.Arus Dan Tegangan AC Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi
V E K T O R Arini Hidayati, S.Pd SMA MAARIF NU PANDAAN
Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi
KESETIMBANGAN SISTEM GAYA-GAYA KOPLANAR
BAB 2 VEKTOR Besaran Skalar Dan Vektor
Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya
BELAJAR FISIKA ITU MUDAH
VEKTOR FISIKA KELAS X SEM. 1. CONTOH: APLIKASI PENJUMLAHAN VEKTOR.
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
VEKTOR VECTOR by Fandi Susanto.
ADVANCED TRIGONOMETRY page 126
Materi Kuliah Kalkulus II
ROTASI BENDA TEGAR.
BELAJAR FISIKA ITU MUDAH Artinya : Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”(HR. Ibnu Abdil Bari) طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضِةٌ عَلَى.
Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA BBBB aaaa bbbb A A A A llll aaaa tttt.
Mata Pelajaran Kelas XI Semester 2
Aljabar Vektor (Perkalian vektor-lanjutan)
Pertemuan 3 Aljabar Vektor (Perkalian vektor-lanjutan)
Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA MMMM IIII KKKK RRRR OOOO SSSS KKKK OOOO PPPPKelas.
MEDAN LISTRIK.
MEDAN LISTRIK.
Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA AAAA rrrr uuuu ssss D D D D aaaa nnnn T T T T eeee.
ROTASI BENDA TEGAR.
PEMERINTAH KOTA PONTIANAK
MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA
BARISAN DAN DERET GEOMETRI.
ALJABAR VEKTOR & MATRIKS (Vector Analysis & Matrices)
G E R A K G E R A K G E R A K K o m p e t e n s i D a s a r Indikator
MGMP MATEMATIKA SMK DKI JAKARTA
Integral Lipat-Dua Dalam Koordinat Kutub
BAB V (lanjutan) VEKTOR.
VEKTOR KELAS X SEMESTER 1. VEKTOR KELAS X SEMESTER 1.
1 Pertemuan Dinamika Matakuliah: D0564/Fisika Dasar Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
MEKANIKA TEKNIK.
Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin…..
Hasil kali silang dua vektor
VEKTOR FISIKA KELAS X SEM. 1. CONTOH: APLIKASI PENJUMLAHAN VEKTOR.
Intan Nurjannah. R B θ A + = A B B -B-B R = A+B S = A-B A.
GERAK MELINGKAR SMA Kelas XI Semester 1. GERAK MELINGKAR SMA Kelas XI Semester 1.
Pertemuan 3 MEKANIKA GAYA
OPERASI VEKTOR Pertemuan 3
PERKALIAN VEKTOR Di sini ditanyakan apa yang dimaksud dengan fisika.
Besaran Vektor faridisite.wordpress.com.
VektoR.
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
PERPUTARAN ( ROTASI ) Selanjutnya P disebut pusat rotasi dan  disebut sudut rotasi.  > 0 jika arah putar berlawanan arah putaran jarum jam.
Teorema Pythagoras AB2 = AC2 + BC2 c2 = a2 + b2
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : X MIA / Ganjil Materi Pembelajaran : Vektor Alokasi Waktu : 1 x 120 menit.
M-03 SISTEM KOORDINAT kartesius dan kutub
VEKTOR SK DAN KD INDIKATOR ANALISIS VEKTOR PERKALIAN VEKTOR
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
PENJUMLAHAN VEKTOR FISIKA KELAS X SEM. 1
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
Komponen vektor merupakan proyeksi vektor pada sumbu sistem koordinat
VEKTOR FISIKA KELAS X SEM. 1. CONTOH: APLIKASI PENJUMLAHAN VEKTOR.
PENJUMLAHAN VEKTOR FISIKA KELAS X SEM. 1
Transcript presentasi:

Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA BBBB aaaa bbbb B B B B eeee ssss aaaa rrrr aaaa nnnn V V V V eeee kkkk tttt oooo rrrrKelas X- Semester 2 Penjumlahan Vektor Dengan Cara Analitik

BELAJAR FISIKA ITU MUDAH Artinya : Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”(HR. Ibnu Abdil Bari) طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ

DAFTAR ISI 1.Rumus Vektor Resultan Rumus Vektor ResultanRumus Vektor Resultan 2.Langkah-langkah Penjumlahan Langkah-langkah PenjumlahanLangkah-langkah Penjumlahan 4.Evaluasi 3.Menentukan Arah Vektor Resultan Menentukan Arah Vektor ResultanMenentukan Arah Vektor Resultan

5. PENJUMLAHAN VEKTOR DENGAN CARA ANALITIK Dengan menggunakan rumus komponen vektor yang telah kita pelajari, dapat diturunkan rumus besar vektor resultan dari dua buah vektor, yaitu : r = vektor resultan dari vektor a dan b θ = sudut apit antara antara a dan b 1.Rumus Vektor Resultan Rumus Vektor ResultanRumus Vektor Resultanatau

Dengan Theorema ( rumus ) Pythagoras r 2 =a2a2 +b2b2 +2ab cos θ Karena : a x =a,, b x = bcos θ,danb x 2 + b y 2 = b 2,maka 1. Penurunan rumus : Untuk menyederhanakan perhitungan vektor a dan b kita rotasi ( putar ) sehingga vektor a berimpit dengan sumbu-x. ( Gambar 2 ) Gambar 2 Gambar 1 5. PENJUMLAHAN VEKTOR DENGAN CARA ANALITIK

Langkah-langkah menjumlahkan vektor dengan cara analitik 1)Uraikan masing-masing vektor pada sumbu-x dan sumbu-y ( Gambar a ) F1F1 F 1x F 1y F 3x F 2x F 2y F2F2 F3F3 F 3y 2)Tentukan nilai masing-masing komponen α1α1 α2α2 α3α3 3)Jumlahkan semua vektor komponen sumbu-x dan sumbu-y,( Gambar a & b) F 1x F 3x F 2x FxFx F 1y F 2y F 3y FyFy 4)Gambar vektor F x dan F y pada koordinat kartesius ( Gambar d ), 5)Hitung vektor resultan F dengan persamaan : F FXFX FYFY α 5). Tentukan arah vektor resultan F (α), dengan rumus : Gambar aGambar b Gambar cGambar d

Mentukan Arah Resultan Vektor Untuk menentukan arah resultan vektor dari salah satu komponennya dapat digunakan dua cara, yaitu : 1)Dengan rumus tangen sudut apit antara kedua komponennya 2)Dengan aturan atau persamaan sinus FxFx FyFy F α θ β 5. PENJUMLAHAN VEKTOR DENGAN CARA ANALITIK

Contoh 1 Dua buah vektor masing-masing F1 = 8 N dan F2 = 6 N, dengan titik tangkap berimpitan.Tentukan besar dan arah resultan vektor, jika kedua vektor : a.S aling tegak lurus b.M engapit sudut 600 Mentukan Arah Resultan Vektor Penyelesaian : a.Kedua vektor saling tegak lurus θ = 90 0 Besar resultan vektor Arah vektor Cara 2 : Cara 1:

b.Kedua vektor mengapit sudut 60 0 Besar resultan vektor Arah resultan vektor

Contoh 2 Dua buah vektor V 1 = V 2 = 10 N, saling mengapit sudut Tentukan besar dan arah resultan kedua vektor itu. Penyelesaian : Besar resultan vektor Arah resultan vektor

Contoh 3 Tiga buah buah vektor F 1 = 30 N, F 2 = 20 N dan F 3 = 18 N, seperti gambar. Tentukan besar dan arah resultan ketiga vektor itu. F2F2F2F2 F3F3F3F3 F1F1F1F1 37 o 63 o XY Penyelesaian F2F2F2F2 F3F3F3F3 F1F1F1F1 37 o 63 o XY F 1 x F1yF1yF1yF1y F 2 x F 2 y F 1 x = F 1 Cos 37 F 1 x = 30 0,8 = 24 N F 1 y = F 1 Sin 37 F 1 y = 30 0,6 = 18 N F 2 x = -F 1 Cos 63 F 2 x = -20 0,6 = -12 N F 2 y = F 1 Sin 63 F 2 y = 20 0,8 = 16N F 3 x = F 1 Cos 90 F 3 x = = 0 N F 3 y = - F 1 Sin 90 F 3 y = = -18 N Fx = F 1 x + F 2 x + F 3 x Fx = Fx = 12 N Fy = F 1 y + F 2 y + F 3 y Fy = – 18 Fy = 16 N

XY FyFyFyFy F Fx = 12 N Fy = 16 N α Arah vektor resultan F ( Arah vektor resultan F (α )