Dahulu kala di negeri Cina,

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Proyek Bahasa Indonesia
Advertisements

Semuanya Indah Jangan Menangis Mama
RENUNGAN HARI INI KOLONEL czi widagdo hendro s 1.
Aku di Antara Mama dan Papa
Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke  dunia.
SELANJUTNYA INSPIRASI LUK. 15:11-32
PUJIAN UNTUK ANAK KITA oleh Munif Chatib
Apakah anda menyayangi organ hati anda? Bagaimana anda bisa menyayangi jika anda tidak mengenalnya?
Belanja di Toko Kebahagiaan Seorang muda yang selalu resah dan gelisah menemui seorang bijak dan bertanya, “Berapa lamakah waktu yang saya butuhkan untuk.
Lima Pintu Menuju Keindahan dan Kebahagiaan
Bacalah mungkin penting bagi qta!
Aku Lahir Dari Perut Ibu
Bacalah dengan teliti, ini sangat penting!
SabdaKehidupan April 2009 “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang”. (Mt 24:42).
BERSYUKUR sumber: milis agusman_1981
MY DAD MY BEST EVER BY: MF to CQ.
CIGARRETTE.
LIMA KEBUTUHAN DASAR PSIKHIS MANUSIA.
BENTUK KARYA SASTRA PROSA (cerpen,novel, hikayat)
Harta Karun dari Air Terjun
Kisah Seorang Gadis Buta
By:Wiwin Widiyaningsih
SARANA PENDIDIKAN AHLAK MULIA
TEKNIK PRESENTASI Seorang trainer atau educator sangat berperan sekali didalam suksesnya suatu pelatihan.
Kasih Sejati Seorang Ibu
KUMPULAN PUISI BY: ASRIADI
Keesokan paginya, Shizuka tampak terbangun dengan ceria. dia memberi makan ikan-ikan disekitarnya. Tiba-tiba, dari dalam tenda, terdengar suara teriakan.
1. Kuatkan tekad dengan mempelajari dampak rokok
PILAR KEPEMIMPINAN #7 MENGEMBANGKAN PERSAHABATAN
Seorang Pengusaha memiliki 4 orang istri
10 Sikap Hidup Hidup Bahagia.
Sepucuk Surat untuk Anakku
PELAJARAN 10.
BAHASA INDONESIA KELAS V SEMESTER GANJIL BAHAN AJAR.
TAAT DAN PATUH KEPADA ORANG TUA
Apakah anda menyayangi organ hati anda?
Wanita.
Pemburu dan Peternak Domba
Latihan Kasus.
Jusuf di Kala Muda (bagian 1)
DIMENSI RESPON DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK Mariyono Sedyowinarso
Anda Berharga di Mata Tuhan
PERTEMUAN KEEMPAT PERILAKU KOMUNIKASI : ASERTIF DAN MENGATASI MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI
Mencari Kebahagiaan Alkisah pada suatu senja temaram, tampak seorang perempuan cantik berusia empat puluhan, berpakaian indah dan santun, turun dari mobil.
Diet yang Bukan Diet Beginilah orang langsing mempertahankan berat ideal mereka. Mereka tidak memelihara kemalasan karena kemalasan adalah musuh penurunan.
DIMENSI TINDAKAN DALAM KOMUNIKASI TERAPEUTIK Mariyono Sedyowinarso
Pohon Apel Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya.
SOPAN Hormat akan atau kepada ketertiban menurut adab yang baik, merupakan bagian dari perilaku diri yang terekspresi dari kualitas moral, nurani dan juga.
Modul Praktik Klinik Psikiatri FKUI
Pertemuan 12 Psikologi Pendidikan Keluarga
Apa pun yang Terjadi, Bersyukurlah!
Hidup Adalah Anugerah Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri,
Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke  dunia.
BERSAHABAT DENGAN EMOSI & MENDENGAR AKTIF
LISTENING, OBSERVING, QUESTIONING, RESPONDING
GAYA BAHASA PADA ANAK.
MENGOMENTARI BUKU CERITA YANG DIBACA
HIKMAH AIR DALAM OLAHJIWA.
Nabi Yusuf By Ibam.
Ingatlah lima aturan sederhana supaya bahagia
Oleh: Alifah Fajriyyatul Izzah (02)
Yang benar vs yang salah
KEPRIBADI AN  AKHLAK  BUDI PEKERTI  TATA TERTIB  KEBIASAAN TINGKAH LAKU, SOPAN, BAIK, MENYENANGKAN U/ PERGAULAN, SOSIALISASI, BERMASYARAKAT AL-GHAZALI.
MODEL KELUARGA MUSLIM MASA KINI. 1.KETIKA AKAN MENIKAH JANGANLAH MENCARI ISTERI, TETAPI CARILAH IBU BAGI ANAK-ANAK KITA. JANGANLAH MENCARI SUAMI, TETAPI.
MODEL KELUARGA MUSLIM MASA KINI
Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke  dunia.
Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke  dunia.
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN KERJA
MODEL KELUARGA MUSLIM MASA KINI
Lesson 10 for June 8, 2019 MASA KESUSAHAN.
Transcript presentasi:

Dahulu kala di negeri Cina, adalah seorang gadis bernama Li-Li. Ia baru menikah dan tinggal di wisma mertua indah.

Dalam waktu singkat, Li-Li tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Karakter mereka sangat jauh berbeda. Dan Li-Li sangat tidak menyukai kebiasaan ibu mertuanya.

Hari berganti hari, begitu pula bulan berganti bulan. Li-Li dan ibu mertuanya tak pernah berhenti berdebat dan bertengkar.

Yang makin membuat Li-Li kesal adalah adat kuno Cina yang mengharuskan ia untuk selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertuanya dan mentaati semua kemauannya.

Semua kemarahan dan ketidakbahagiaan di dalam rumah itu menyebabkan kesedihan yang mendalam pada hati suami Li-Li, seorang yang berjiwa sederhana.

Akhirnya, Li-Li tidak tahan lagi terhadap sifat buruk dan kelakuan ibu mertuanya. Dan ia benar-benar telah bertekad untuk melakukan sesuatu.

Li-Li pergi menjumpai seorang teman ayahnya yaitu Sinshe Wang yang mempunyai Toko Obat Cina. Ia menceritakan situasinya dan minta dibuatkan ramuan racun yang kuat untuk diberikan pada ibu mertuanya.

Sinshe Wang berpikir keras sejenak. Lalu ia berkata, "Li-Li, saya mau membantu kamu menyelesaikan masalahmu, tetapi kamu harus mendengarkan saya dan mentaati apa yang saya sarankan."

Li-Li berkata, "OK pak Wang, saya akan mengikuti apa saja yang bapak katakan, yang harus saya perbuat."

Sinshe Wang masuk ke dalam, dan tak lama ia kembali dengan menggenggam sebungkus ramuan.

Ia berkata kepada Li-Li, "Kamu tidak bisa memakai racun keras yang mematikan seketika, untuk meyingkirkan ibu mertuamu, karena hal itu akan membuat semua orang menjadi curiga. Oleh karena itu, saya memberi kamu ramuan beberapa jenis tanaman obat yang secara perlahan-lahan akan menjadi racun di dalam tubuhnya.

Sinshe Wang melanjutkan, “Setiap hari, sediakan makanan yang enak-enak dan masukkan sedikit ramuan obat ini ke dalamnya. Lalu, supaya tidak ada yang curiga saat ia mati nanti, kamu harus hati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya. Jangan berdebat dengannya, taati semua kehendaknya, dan perlakukan dia seperti seorang ratu."

Li-Li sangat senang. Ia berterima kasih kepada pak Wang dan buru-buru pulang ke rumah untuk memulai rencana membunuh ibu mertuanya. Minggu demi minggu, bulan demi bulan pun berlalu. Setiap hari Li-Li melayani mertuanya dengan makanan yang enak-enak, yang sudah "dibumbuinya".

Ia mengingat semua petunjuk dari Sinshe Wang tentang hal mencegah kecurigaan. Maka ia mulai belajar untuk mengendalikan amarahnya, mentaati perintah ibu mertuanya, dan memperlakukannya seperti ibunya sendiri.  

Setelah enam bulan lewat, suasana di dalam rumah itu berubah secara drastis. Li-Li sudah mampu mengendalikan amarahnya sedemikian rupa sehingga ia menemukan dirinya tidak pernah lagi marah atau kesal.

Ia tidak pernah berdebat lagi dengan ibu mertuanya selama enam bulan terakhir karena ia mendapatkan bahwa ibu mertuanya kini tampak lebih ramah kepadanya. Sikap si ibu mertua terhadap Li-Li telah berubah, dan mulai mencintai Li-Li seperti puterinya sendiri. Ia terus menceritakan kepada kawan-kawan dan sanak familinya bahwa Li-Li adalah menantu yang paling baik yang ia peroleh.

Li-Li dan ibu mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti layaknya seorang ibu dan anak yang sesungguhnya. Suami Li-Li sangat bahagia menyaksikan semua yang terjadi.

Suatu hari, Li-Li pergi menjumpai Sinshe Wang dan meminta bantuannya sekali lagi. Ia berkata, "Pak Wang, tolong saya untuk mencegah supaya racun yang saya berikan kepada ibu mertua saya tidak sampai membunuhnya!”

“Ia telah berubah menjadi seorang wanita yang begitu baik, sehingga saya sangat mencintainya seperti kepada ibu saya sendiri. Saya tidak mau ia mati karena racun yang saya berikan kepadanya."

Sinshe Wang tersenyum. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya. "Li-Li, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Saya tidak pernah memberi kamu racun. Ramuan yang saya berikan kepadamu itu hanyalah ramuan penguat badan untuk menjaga kesehatan beliau.”

“Satu-satunya racun yang ada, adalah yang terdapat di dalam pikiranmu sendiri, dan di dalam sikapmu terhadapnya, …” “… tetapi semuanya itu telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan kepadanya ..."

Sadarkah anda bahwa sebagaimana anda memperlakukan orang lain maka demikianlah persis bagaimana mereka akan memperlakukan anda? Ada pepatah Cina kuno berkata: "Orang yang mencintai orang lain, akan dicintai juga sebagai balasannya."