Nama: A R S A M TTL: Bonto-Bonto, 24 September 1991 Alamat: BTN Wesabbe Blok A No. 28 Studi : S1 Keperawatan STIKES NHM Notel : 085299595454 Organisasi.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TAHAPAN PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI
Advertisements

PEDOMAN TATA CARA MENDIRIKAN KOPERASI
TEKNIK PERSIDANGAN Oleh: Alfian Arif Bintara Dipresentasikan dalam:
Teknik Presentasi Sambas Miharja, SST.
Oleh: Dedy Try Yuliando Oleh: Dedy Try Yuliando
ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA
BAB II Proses Pembentukan Undang-Undang
Diskusi & Rapat Efektif Dirangkum oleh: Anang Hermawan
SMART MEETING : Seni Memuluskan Pencapaian Tujuan Organisasi (LK)
Nama : Hj. Ilas Sulasiah, S.Pd. NIM : NIP :
Arti Sekretaris dan Kesekretariatan
   Achievement Motivation By :
PERANAN SATPOL PP DALAM KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT
Komunikasi Lisan Kelompok Manajemen Rapat
DASAR-DASAR MANAJEMEN RS
BERBICARA Berbicara adalah proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran atau bunyi bahasa yang bermakna yang disampaikan kepada.
ACARA BIASA.
KONSEP GUGUS KENDALI MUTU (GKM) / Quality Control Cyrcle (QCC)
Proses Hukum di KPPU Laporan Pemeriksaan pendahuluan
TEHNIK BERSIDANG BY : Nursyamsu
Oleh : Ermawati (Pimpinan MPM REMA UPI 2013)
PERTEMUAN 15.
LDKS 2010 SMKN 1 PLERED PURWAKARTA
DASAR PEMIKIRAN Setiap permusyawaratan dalam sebuah organisasi formal pasti membutuhkan persidangan-persidangan. Hal ini dilakukan secara fokus dan berimbang.
PRAKTEK HUKUM ACARA MAHKAMAH KONSTITUSI
Sidang Lembaga Kemahasiswaan: Perspektif Teoritik
Pekerjaan Sekretaris Meneriman tamu
PIDATO.
Ertemuan 10 Komunikasi Lisan.
PEMBEKALAN PENGAWAS UN TAHUN 2015
Etika menerima Tamu dan Bertelepon
JABATAN PROFESIONAL DAN TANTANGAN GURU DALAM PEMBELAJARAN
Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil
Pelatihan Saksi Peserta Pemilukada
Tata Cara Bersidang Permusyawaratan dalam MUBES, KONGRES, RAKER membutuhkan persidangan-persidangan. Hal ini dilakukan secara fokus dan berimbang untuk.
Teknik Presentasi.
Kerja Sama Tim & Meningkatkan Kemampuan Interpersonal
Diskusi & Rapat Efektif Maiza Fikri, ST.,M.M
SENGKETA INFORMASI PUBLIK
Diskusi & Rapat Efektif Dirangkum oleh: Raswan Udjang
Universitas Bina Nusantara 12 Maret 2001
PENGELOLAAN KELAS.
TAMPILKAN SLIDE INI: PERKENALAN
Ertemuan 10 Komunikasi Lisan.
PENUNTUTAN Dr. SETYO UTOMO,SH., M.Hum.
PERKEMBANGAN ANAK USIA TK
PENGEMBANGAN ORGANISASI
Ertemuan 10 Komunikasi Lisan.
PEMINDAHAN HAK DENGAN LELANG
Cara Belajar Yang Efektif
6/11/2018 Orientasi Pengajaran Mikro Dwi Anggraeni Siwi/
SIDANG DAN TEKNIK PERSIDANGAN
PERTEMUAN 15.
KEKUASAAN, WEWENANG, DAN PENGARUH
Pengelolaan rapat Novi Trisnawati.
PRESENTASI Ayu Saputri
BERBICARA Berbicara adalah proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran atau bunyi bahasa yang bermakna yang disampaikan kepada orang.
Materi pokok bimbingan konseling belajar
DISKUSI Oleh: A. Maneke.
Arti Sekretaris dan Kesekretariatan
TELECENTER SEBAGAI FASILITATOR PERUBAHAN KOMUNITAS
Keterampilan komunikasi dalam lingkungan bisnis
Nugroho Ibnu Purwandityo
TEKNIK PERSIDANGAN Pengantar Musyawarah Anggota
Assalammuallaikum Wr. Wb.
Hukum Acara Peradilan Konstitusi
Arti Sekretaris dan Kesekretariatan
Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Arti Sekretaris dan Kesekretariatan Sekretaris adalah seseorang yang membantu seorang pemimpin atau badan pimpinan atau perusahaan, terutama untuk penyelenggaraan.
Transcript presentasi:

Nama: A R S A M TTL: Bonto-Bonto, 24 September 1991 Alamat: BTN Wesabbe Blok A No. 28 Studi : S1 Keperawatan STIKES NHM Notel : Organisasi : OSIS MAN PANGKEP PRAMUKA MAN PANGKEP PIK-KRR KKR MPM STIKES NH 2009-Sekarang HMKP 2010-Sekarang

Sidang adalah pertemuan formal suatu organisasi untuk membahas masalah tertentu agar menghasilkan keputusan sebagai sebuah kebijakan organisasi.

Memunculkan sebuah keputusan yang mengikat dan akan menentukan perjalanan organisasi maupun individu- individu yang terlibat di dalamnya.

Sebelum sidang dimulai maka yang perlu dipersiapkan antara lain: 1. Tempat / Ruangan 2. Waktu 3. Agenda Acara (Pembahasan) 4. Perlengkapan dan Peralatan 5. Peserta

1. Tempat / Ruangan Yang perlu diperhatikan adalah  Apakah tempat tersebut sudah cukup memadai untuk berlangsungnya sebuah sidang? (tempat untuk peserta sidang dan sarana penunjang)  Apakah tempat tersebut sudah cukup aman dan nyaman untuk berlangsungnya sebuah sidang? (terbebas dari segala gangguan seperti anak-anak atau kendaraan yang lalu lalang)

2. Waktu Demi disiplin sidang, faktor waktu mesti diperhatikan. Jangan sampai sidang berlangsung tanpa ada kepastian waktu, olehnya itu harus ditentukan durasi sidang, kapan sidang dimulai dan diakhiri serta kapan waktu istirahat jika sidang berlangsung lama. Sehingga para peserta sidang juga ikut disiplin dalam persoalan waktu.

3. Agenda Acara (Pembahasan) Sebelum sidang berlangsung para peserta harus sudah tahu materi apa yang akan dibahas. Jangan sampai peserta menduga-duga maksud pertemuan, akhirnya akibat ketidakjelasan agenda pembahasan membuat sidang bisa ngelantur kemana-mana dan tidak akan tercipta kata mufakat sebagaimana yang diharapkan.

4. Perlengkapan dan Peralatan Sebagai contoh, jika sidang berlangsung di tempat yang luas maka diperlukan pengeras suara. Sementara dalam sidang formal perlu juga disiapkan palu untuk memutuskan/menetapkan hasil sidang.

5. Peserta Jumlah peserta sangat berpengaruh dalam sebuah persidangan. Bahkan menjadi salah satu syarat untuk dimulainya sebuah musyawarah yang didalamnya dilakukan sebuah persidangan.

Dalam sebuah sidang ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan antara lain: 1. Pimpinan Sidang 2. Tata Tertib 3. Notulen

1. Pimpinan Sidang Pimpinan sidang bisa dari pimpinan organisasi atau ditunjuk oleh peserta sidang. Tergantung dari jenis sidang itu sendiri. Pimpinan sidang haruslah orang yang mengerti teknik bersidang. Sukses atau gagalnya persidangan sangat ditentukan oleh keahlian dan kecakapan pimpinan. Banyak sidang berlangsung chaos dan amburadul karena kesalahan pimpinan. Pimpinan sidang haruslah mempunyai sifat-sifat kepimpinan, berwibawa, peka, disiplin, bisa mengelola konflik, santun dan sifat-sifat positif lainnya. Artinya, pimpinan sidang harus bisa mengarahkan sidang ke arah keputusan secara efektif dan efisien.

2. Tata Tertib Di dalamnya harus diatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta etika dan aturan main persidangan. Dengan adanya tata tertib yang diberlakukan maka akan menciptakan kondisi persidangan yang kondusif. Selain itu, dengan adanya tata tertib dalam persidangan maka akan membuat persidangan lebih terarah dan teratur. Sebagai Contoh: 1.HP di non-aktifkan atau di silent 2.Dilarang merokok 3.dlll

3. Notulen Notulen adalah orang yang bertugas mencatat segala hasil atau keputusan yang ada dalam persidangan. Dengan demikian akan memudahkan pimpinan sidang saat pembacaan hasil atau keputusan sidang.

Aturan ketukan palu sidang :  Satu kali ketukan digunakan untuk : A.Menerima dan menyerahkan pimpinan sidang B.Mengesahkan keputusan sidang point demi point C.Memberikan perhatian agar peserta sidang tidak gaduh D.Menschorshing atau mencabut kembali schorshing sidang (15 menit) E.Memcabut kembali / membatalkan ketukan terdahulu yang dianggap keliru

Aturan ketukan palu sidang :  Dua Kali ketukan palu sidang : A.Schorshing sidang yang lamanya 2x15 menit atau 2X30 menit B.Membuka / menutup sidang atau acara sidang C.Mengambil keputusan dan mengesahkan hasil sidang akhir secara keseluruhan

Contoh menggunakan ketukan palu sidang : Membuka acara sidang : Dengan Rahmat Allah SWT, sidang secara resmi saya buka. tok... Menutup acara sidang : Dengan Rahmat Allah SWT, sidang secara resmi saya tutup. tok... Pengesahan Keputusan : Dengan ini keputusan sidang dinyatakan sah. tok...tok...

Cara menyampaikan pendapat : Interupsi point of order : meminta kesempatan untuk berbicara Interupsi point of Information : meminta atau memberikan penjelasan Interupsi point of Clarification : meminta diperjelas