SISTEM BERBASIS KASUS Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Advertisements

GRAPH.
BAB III Metode Simpleks
Operations Management
TUGAS UAS LOGIKA & ALGORITMA * KNAPSACK PROBLEM *METODE GREEDY
Dibuat oleh : Nama : yani yulianti Kelas : 11.1A.04 Nim : No absen : 57.
Pertemuan ke-2 Oleh : Muh. Lukman Sifa, Ir.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Analisis Rangkaian Listrik Sesi-7 1.
MENU UTAMA PENDAHULUAN PERTEMUAN 1 PERTEMUAN 2 PERTEMUAN 3 PERTEMUAN 4 SOAL-SOAL LATIHAN PENUTUP.
Operations Management
Algoritme dan Pemrograman
ALPEKA BOS TS LEMBAR KERJA.
DETERMINAN MATRIKS Esti Prastikaningsih.
Teknik Pencarian Solusi Optimal Metode Grafis
Tugas UAS Logika & Algoritma Knapsack Problem Metode Greedy
Matematika Diskrit Dr.-Ing. Erwin Sitompul
Model Heuristik Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT. Materi Kuliah [8]:
Latihan Soal.
MODEL TRANSPORTASI METODE STEPPING STONE Evi Kurniati, STP., MT.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -II” 2.
Matematika Diskrit Dr.-Ing. Erwin Sitompul
BAHAN AJAR TEORI BILANGAN
METODE SIMPLEKS OLEH Dr. Edi Sukirman, SSi, MM
SISTEM PERSAMAAN LINIER
MINGGU KE- 15 PENJABARAN ISI SATUAN ACARA PENGAJARAN
Riset Operasional Pertemuan 10
Sistem Manajemen Basis Data Teknik Konkurensi
SOAL MENGURAIKAN DAN MENYUSUN GAYA
Analisis Variansi.
MODEL TRANSPORTASI.
Analisis Variansi.
Fisika Dasar Oleh : Dody
TURUNAN DIFERENSIAL Pertemuan ke
by Syf. Elly Daryati, S.Hut
Created by: erriinna.
BAB V ukuran pemusatan Dipersiapkan oleh : Ely Kurniawati
Dosen : Herlawati,S.SI,MM,M,KOM Bina Santika A.04 Dosen : Herlawati,S.SI,MM,M,KOM Bina Santika A.04.
GUGUS BILANGAN NYATA > + BB BC ≈ BA.
KNAPSACK PROBLEM DALAM METODE GREEDY
Diketahui bahwa kapasitas M= 30kg. Dengan jumlah barang n= 3
SISTEM PERSAMAAN LINEAR
Pertemuan 2 Mencari Titik Berat
ALGORITMA GENETIKA.
Pertemuan 5 P.D. Tak Eksak Dieksakkan
Turunan Numerik Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus Informatika I
OPERATOR LOGIKA Berikut adalah operator logika :
Tahap 2 Tugas PPK Preliminary process selection and economic review (market analysis, site selection)
Bab 10 Struktur Sekor Struktur Sekor
INDUCTION MOTOR PRINSIP KARAKTERISTIK PENGATURAN.

PEMULIAAN TANAMAN Pemilihan Pasangan Silangan Galur Kacang Tanah Tahan terhadap Penyakit Karat (Puccinia arachidis. Speg. )
Metode Eliminasi Gauss Jordan
P O H O N.
Bab 9B Analisis Variansi Bab 9B
SISTEM PERSAMAAN LINEAR
Rekayasa Trafik Telkom/Elektro /Universitas Gunadarma
Determinan Matrik dan Transformasi Linear
BASIC FEASIBLE SOLUTION
Masalah Identifikasi.
SISTEM PAKAR.
BASIS PENGETAHUAN DAN METODE INFERENSI
Model Heuristik Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT. Materi Kuliah [8]:
Materi Kuliah [11]: (Sistem Pendukung Keputusan)
Kode MK : TIF01405; MK : Kecerdasan Buatan
Sistem Pakar Berbasis Kasus
SISTEM BERBASIS KASUS Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT.
METODOLOGI PENELITIAN HUKUM (KULIAH II)
SISTEM BERBASIS KASUS Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT.
GUNAWAN Materi Kuliah [8]: (Sistem Pendukung Keputusan)
GUNAWAN Materi Kuliah [11]: (Sistem Pendukung Keputusan)
Transcript presentasi:

SISTEM BERBASIS KASUS Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT. Materi Kuliah [11]: (Sistem Pendukung Keputusan)

Sistem Berbasis Pengetahuan Sistem berbasis pengetahuan adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pengetahuan-pengetahuan dalam basis pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan.

Sistem Berbasis Kasus Sistem berbasis kasus menggunakan metode penalaran yang juga berbasis kasus (CBR) Case-Based Reasoning (CBR) merupakan model penalaran untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep analogi. Pada dasarnya, CBR akan membandingkan suatu kasus baru dengan kasus-kasus lain yang sudah tersimpan sebelumnya. Selain itu, juga akan dilakukan penandaan terhadap kasus-kasus, serta menemukan kembali kasus-kasus yang mirip.

Sistem Berbasis Kasus

Sistem Berbasis Kasus Retrieve adalah menemukan kembali kasus yang paling mirip dengan kasus baru yang akan dievaluasi. Reuse adalah menggunakan kembali informasi atau pengetahuan yang telah tersimpan pada basis kasus untuk memecahkan masalah kasus. Revise adalah memperbaiki solusi yang diusulkan. Retain adalah menyimpan pengetahuan yang nantinya akan digunakan untuk memecahkan masalah kedalam basis kasus yang ada.

Sistem Berbasis Kasus Contoh: Kode Kasus Jenis perusahaan (X1) Total aset dlm milyar (X2) Gejala/tanda yang dialami (X3) Tipe Permasalahan Solusi K1 I X2 < 5 G1, G2, G3 A S1 K2 II X2  30 G2, G4 B S2 K3 G4, G7, G9 C S3 K4 10  X2 < 20 G8, G9 D S4 K5 G1, G4, G5 S5 K6 III G5, G7 S6 K7 G2, G3, G7 K8 G5, G8, G9 S7 K9 20  X2 < 30 G1, G4 K10 5  X2 < 10 G4, G6 S8

Sistem Berbasis Kasus Apabila terdapat kasus baru yang muncul, maka sistem harus menguji tingkat kemiripan kasus tersebut dengan kasus-kasus yang telah ada pada basis kasus. Sebagai contoh, misalkan ada suatu perusahaan dengan jenis II; total aset 13 milyar; memiliki gejala G5 dan G8, maka harus dihitung terlebih dahulu berapa tingkat kemiripan kondisi perusahaan tersebut pada basis kasus.

Sistem Berbasis Kasus Untuk menghitung tingkat kemiripan digunakan rumus: dengan: Ti = nilai kesamaan dengan kasus ke-i. nX1 = banyaknya kesamaan subobjek X1. nX2 = banyaknya kesamaan subobjek X2. nX3 = banyaknya kesamaan subobjek X3. N = banyaknya elemen pada basis kasus.

Sistem Berbasis Kasus Hasil penghitungan: Kode Kasus T K1 K2 0,25 K3 K2 0,25 K3 K4 0,75 K5 0,4 K6 0,5 K7 K8 0,8 K9 K10

Sistem Berbasis Kasus Dari hasil tersebut tersebut, apabila digunakan nilai threshold () = 0,7 sebagai nilai minimal kemiripan, maka hanya kasus keempat (T4 = 0,75) dan kedelapan (T8 = 0,8) yang dianggap mirip dengan kasus baru. Karena nilai T8 lebih baik dibanding dengan T4 (T8 > T4), maka lebih direkomendasi kemiripan dengan kasus kedelapan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tipe kerusakan yang dialami adalah C dengan solusi S7.

Sistem Berbasis Kasus Apabila terdapat kasus baru, ada suatu perusahaan jenis II; total aset 11 milyar ; memiliki gejala G1 dan G2, maka nilai kemiripan yang dihasilkan adalah: T1 = 0,4; T2 = 0,5; T3 = 0; T4 = 0,5; T5 = 0,6; T6 = 0,25; T7 = 0,2; T8 = 0,4; T9 = 0,25; dan T10 = 0.

Sistem Berbasis Kasus Apabila digunakan nilai threshold () = 0,7 sebagai nilai minimal kemiripan, maka dari kesepuluh kasus tersebut tidak ada satupun yang memiliki nilai kemiripan di atas 0,7. Oleh karena itu, si pengambil keputusan harus memberikan kesimpulan baru terkait dengan jenis permasalahan dan solusi yang diberikan. Kasus baru tersebut nantinya akan ditambahkan pada basis kasus yang ada.