Rencana Pembahasan Working Party Interkoneksi Kedepan

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENGAWASAN OPERASIONAL PERBANKAN OTORITAS JASA KEUANGAN
Advertisements

Perkeretaapian Khusus Tahap III Tahapan Menuju Perubahan Regulasi Jakarta 21 Juni 2011.
Perkeretaapian Khusus Fase III Pendekatan yang diusulkan terhadap perubahan peraturan Jakarta 20 Mei 2011.
PEDOMAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (GOOD MANUFACTURING PRACTICES) INDUSTRI MAKANAN, HASIL LAUT DAN PERIKANAN Direktorat Jenderal Industri Agro.
Bab 1 Pemasaran Mengatur Hubungan Pelanggan yang Menguntungkan
STANDAR PELAYANAN MINIMAL Setda Propinsi Jawa Tengah
Dasar Sistem Telekomunikasi V
©Ayi Purbasari, S.T., /2008 Materi 3 Kuliah IT-505 PSBO ©Ayi Purbasari, S.T., /2008.
Draft scoop of discussion Working Party: ENUM Working Group: Numbering March 03, 2010.
Ringkasan Lampiran PP 05 th 2010 ttg RPJMN
INFRASTRUCTURE FRAMEWORK REGULATORY FRAMEWORK ORGANIZATIONAL FRAMEWORK
WP OPEN ACCESS 23 Februari MASUKAN-MASUKAN Sampoerna Telekomunikasi Indonesia Indosat Ditjen Postel Systrada.
Draft Regulasi Internet. Permohonan Ijin Surat Permohonan Lampiran –Rencana Usaha (Business Plan) Biaya Investasi Perkiraan Pendapatan Target Pemasaran.
Bab II Visi & Misi Bisnis
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
TABEL INPUT OUTPUT REGIONAL.
Pengendalian Muatan Berlebih di Indonesia: Sebuah Perspektif Baru Kajian Awal [Pre-Scoping Study] Jakarta, 10 Mei 2011 Clell Harral Rustam Rauf Shirley.
Peluang dan Tantangan digitalisasi bagi Televisi Lokal
RPM SANKSI DENDA TERHADAP PENYELENGGARA TELEKOMUNIKASI 23 Juli 2007.
Konsep Sistem Informasi
SISTEM INFORMASI KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL
Oleh: Jonathan Parapak
14. Strategi Menilai Manfaat Teknologi Informasi
Pengukuran Kinerja Sektor Publik
MATERI KEGIATAN PELAYANAN PENGADUAN PUBLIK
MANAJEMEN DESAIN Desain Produk Industri Universitas Pembangunan Jaya
Algoritma Penjadwalan Disk
Perijinan ISP.
Next Generation Network
SOLUSI KOMUNIKASI HEMAT melalui VOICE over IP Komarudin S.K Jakarta, 21 Pebruari 2002 Direktur Operasi dan Pemasaran.
2. Kompetensi Analis Bisnis
Rencana Pengaturan Ulang POI dan POC Interkoneksi
Return of investment (roi)
2. Kompetensi Analis Bisnis
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
Struktur, Perilaku dan Kinerja Pasar
Analisis Kebutuhan dan Spesifikasi Perangkat Lunak
Semarang, 14 Desember 2000 REGULASI VOICE OVER INTERNET PROTOCOL (VoIP) Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunmikasi.
5. Perhitungan Cost-Benefit Sederhana untuk Manfaat yang Tangible
ANALISIS PADA INTEGRASI PERTIMBANGAN LINGKUNGAN
Pengukuran Kinerja Sektor Publik
Materi Pertemuan ke-4 Sistem Informasi E-Business
1. Paradoks Produktivitas Teknologi Informasi
NEXT GENERATION NETWORK
Sistem Terdistribusi.
DAN PERANAN TI BAGI PERUSAHAAN
Interpreuner dan pengembangan usaha 1 Enterpreneur dan Pengembangan usaha Enterpreneur Sistem Bisnis Image Enterpreneur Sistem Bisnis Informasi Model Test.
Menuju Next Generation Network
LOGO TINJAUAN LISENSI PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI TERHADAP PENOMENA NGN WORKING GROUP ON LICENSING DIREKTORAT JENDERAL POS.
Pertemuan 12 Pemahaman Interkoneksi
MSAN (Multi Services Access Node)
Konsep dan Prinsip Analisis
Materi Pertemuan ke-4 Sistem Informasi E-Business
Sistem Informasi E-Business
Ministry of Communications and Informations
LAPORAN PROGRAM KERJA MASTEL TAHUN 2003
Konvergensi Teknologi Informasi dan Komunikasi
Working party 7: LAYANAN KONVERGENSI e-Commerce
Perijinan ISP.
Draft Regulasi Internet
Pertemuan 20 Pengorganisasian dan Pentingnya Fungsi TI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
DAN PERANAN TI BAGI PERUSAHAAN
Next Generation Network
Struktur Tugas dan Fungsi Utama Layanan Teknologi Informasi
New Media, Market & Industri Kreatif
DAN PERANAN TI BAGI PERUSAHAAN
Menuju Konvergensi Network
Manajemen Layanan TI.
SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA SMAN 9 BANDUNG BERBASIS SMS GATEWAY Oleh : Rendra Indarmawan PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNIK.
Transcript presentasi:

Rencana Pembahasan Working Party Interkoneksi Kedepan STUDY GROUP PENGEMBANGAN REGULASI TELEKOMUNIKASI Koordintor : Nanang Suryana 23 Februari 2010

Pendahuluan Penyelenggara telekomunikasi mulai mengimplementasikan teknologi berbasis NGN sebagai dasar berinterkoneksi yang pada gilirannya mempercepat konvergensi jaringan dan layanan di masa mendatang Interkoneksi menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian baik pada masa transisi maupun pada saat semua operator sudah menggunakan jaringan berbasis NGN Perlu disiapkan mekanisme pengaturan interkoneksi di era NGN baik dari aspek teknis maupun bisnis baik untuk masa transisi maupun pada masa implementasi fully NGN dengan tetap menjamin terjadinya hubungan any-to-any dan end-to-end, serta perilaku non diskriminasi yang berbasis biaya dan menjaga iklim kompetisi yang sehat. Berdasarkan hasil pembahasan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya dirasa masih ada beberapa permasalahan terkait interkoneksi pada jaringan NGN yang perlu ditindaklanjuti untuk pembahasan berikutnya

Tujuan Kegiatan study group ini adalah Pengembangan model interkoneksi akibat adanya perkembangan teknologi jaringan NGN Mengkaji transisi regulasi dari interkoneksi eksisting ke full NGN Menyusun regulasi dengan mempertimbangkan aspek technical regulation, business regulation dan social regulation yang tertuang dalam regulasi masa transisi dan masa full NGN yang akan diterapkan di Indonesia.

Ruang Lingkup Interconnect Mengidentifikasi fase transisi pengembangan model interkoneksi dari model eksisting ke arah interkoneksi pada jaringan NGN Mengkaji objektivitas regulasi Interkoneksi dengan memperhatikan penetrasi pelanggan, kelanjutan advance service, stimulus investasi, dan pengembangan inovasi Mengkaji standar interface antar penyelenggara untuk setiap level interkoneksi, baik pada masa transisi maupun setelah implementasi NGN secara penuh Mengkaji simplifikasi Sentral Gerbang eksisting Mengkaji pengaturan ulang POC-POI (baik jumlah maupun coverage- nya) agar terjadi bisnis yang fair antar operator, serta mengurangi potensi perselisihan Menyusun pengaturan interkoneksi pada jaringan NGN dan system pentarifan interkoneksi NGN baik pada masa transisi maupun pada masa fully NGN Mengkaji regulasi interkoneksi baik yang menyangkut technical regulation, business regulation maupun social regulation serta Melakukan Regulatory Impact Analisys (RIA) terhadap industri.

Prinsip-Prinsip Pengembangan Regulasi Interkoneksi di Indonesia Menjamin terjadinya any to any dan end to end Perilaku non discriminatory dan menjaga iklim kompetisi yang sehat Menciptakan efisiensi industri dengan sistem pentarifan yang berbasis biaya disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang dikembangkan

Rencana Pengaturan Interkoneksi Teknis : Interkoneksi Switch Based Level pada SG (POI) Level Signaling SS7 Parameter QoS : diatur Bisnis : Layanan : Voice dan SMS Voice Centric : konsep waktu dan jarak SMS : SKA Charging : Cost based Regulasi Regulated Reporting to Regulator EKSISTING Teknis : ??? Bisnis : ??? Regulasi : ??? FULLY NGN Teknis : ??? Bisnis : ??? Regulasi ??? TRANSISI

Interkoneksi NGN Kedepan

Arsitektur Jaringan Interkoneksi Pada Masa Transisi Pola Interkoneksi Titik Interkoneksi Interkoneksi dengan penyelenggara jaringan berbasis TDM (sirkit switch based) Media Gateway (MGW) Interkoneksi dengan penyelenggara jaringan berbasis NGN (IP based) Border gateway atau Session Border Controller

Pengaturan Interkoneksi Kedepan 1. Masa Transisi No Aspek Hal-hal yg perlu diatur Usulan Rencana Pengaturan 1 Teknis - 2 Bisnis 3 Regulasi 2. Masa Fully NGN No Aspek Hal-hal yg perlu diatur Usulan Rencana Pengaturan 1 Teknis - 2 Bisnis 3 Regulasi

Rencana Pengaturan Interkoneksi Masa Transisi No Aspek Usulan Rencana Pengaturan 1 Level interkoneksi - 2 Parameter dan Standar QoS yg perlu diatur 3 Layanan Interkoneksi yg diregulasi 4 Model Charging untuk setiap layanan tersebut 5 Metode Pembebanan interkoneksi 6 Penyelenggara yg dapat berinterkoneksi 7 Lainnya

Rencana Pengaturan Interkoneksi Masa Fully NGN No Aspek Usulan Rencana Pengaturan 1 Level interkoneksi - 2 Parameter dan Standar QoS yg perlu diatur 3 Layanan Interkoneksi yg diregulasi 4 Model Charging untuk setiap layanan tersebut 5 Metode Pembebanan interkoneksi 6 Penyelenggara yg dapat berinterkoneksi 7 Lainnya

Simplifikasi Sentral Gerbang (POI) No Aspek Usulan Rencana Pengaturan 1 Simplifikasi sentral gerbang yg menjadi POI - Masa Transisi : ?? - Masa Fully NGN : ?? 2 Pengaturan simplifikasi jumlah POI 3 Lainnya - Apakah perlu adanya simplifikasi jumlah sentral gerbang yang menjadi POI pada masa transisi dan masa fully NGN ? Apabila ya, bagaimana pengaturan simplifikasi jumlah POI tersebut, apakah diserahkan kepada rencana operator Incumbent atau SMP (Significant Market Power) atau berdasarkan kajian akademis dengan mempertimbangkan konsentrasi demand ?

Pengaturan Ulang POI dan POC Interkoneksi No Aspek Usulan Rencana Pengaturan 1 Perlu adanya pengaturan ulang POI dan POC interkoneksi - Masa Transisi : ?? - Masa Fully NGN : ?? 2 Model Pengaturan Ulang POI dan POC Interkoneksi 3 Lainnya - Apakah perlu adanya pengaturan ulang zone pembebanan interkoneksi atau POC Interkoneksi pada masa transisi dan Fully NGN ? Jika Ya, Bagaimana sebaiknya rencana pengaturan POI dan POC interkonkesi tersebut baik pada masa transisi maupun Fully NGN ? Apakah 1 POI = 1 POC ? Disesuaikan dengan Kondisi eksisting dengan mempertimbangkan kedekatan lokasi dan jarak Disesuaikan dengan rencana pengaturan POI dan POC interkoneksi operator Incumbent atau SMP

Dampak Pengaturan Interkoneksi Kedepan No Stakeholders Dampak Pengaturan Interkoneksi Masa Transisi Masa Fully NGN 1 Operator dan Industri - 2 Regulator 3 Masyarakat

Next Steps Melakukan penyebaran kuesioner sebagai bahan pembahasan lebih lanjut tentang Pengembangan Pengaturan Interkoneksi Kedepan Meminta masukan dan tanggapan dari para peserta WP Interkoneksi berdasarkan Kuesioner yang disebarkan untuk pembahasan lebih lanjut Menentukan rencana pertemuan berikutnya

Terima Kasih