Pendahuluan  Entity Beans : Bean yang berinteraksi dengan data dan penyimpanannya 2 cara memanage persistence : - Bean-Managed Persistence -> punya banyak.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Erick Kurniawan, S.Kom, M.Kom
Advertisements

Pemrograman Berbasis Komponen
U M L Unified Modeling Language
IT603 Ramos Somya.  Mahasiswa mampu memahami konsep dan penerapan komputasi mobile dan aplikasinya.
MIDP, MIDLet & Antar Muka J2ME
JAVA Network Programming. Apa itu JAVA? ● Bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Sun Microsystems sejak tahun ● Dikembangkan.
EJB Best Practices and Performance Optimizations
Pemrograman Jaringan Socket Programming Aurelio Rahmadian.
Dahlan Abdullah / Website : PENGANTAR SISTEM BD TERDISTRIBUSI.
Chapter 9 Adding Functionality to Your Beans [menambahkan fungsi-fungsi pada Bean] Sumber : Ed Roman, Scott Ambler, Tyler Jewell, Mastering Enterprise.
Komunikasi antar Proses
Sistem Komunikasi.
Menggunakan Java Bean dalam java server pages
Interaction Diagram.
Konsep Pemrograman Web
Java Database Connectivity (JDBC) JDBC adalah Application Programming Interface (API) yang dirancang untuk mengakses Database.
Metode Perancangan Program
CORBA “Common Object Request Broker Architecture”
Ajax Tutorial.
Sistem Terdistribusi 06 – Client Server Oleh : Muh. Ary Azali.
PROSES DESIGN SISTEM BASIS DATA
Deployment Diagram.
Inter Process Communication
Oleh : HILMY NUR R. – RYAN ABDI W. – KAISHA SATRIO N.H. – DENY SATRYA P. – F.X. YUDHA GAMMA C.H
REMOTE SERVICE.
PERTEMUAN KE 2 JAVA SERVER PAGES (JSP) BY : TITO SUGIHARTO
BAB I                       Mata Kuliah  Sistem Terdistribusi _______________________ Model & Komunikasi Oleh : Laseri, S.Kom.
SISTEM TERDISTRIBUSI Definisi :
Advanced Enterprise Java Beans Concept I oleh: Ade Melani Lusiana Darmawan Suryamita Harindrari Pamela Indrajati
COMPONENT DIAGRAM DEPLOYMENT DIAGRAM
Advanced Enterprise Java Beans Concept I oleh: Ade Melani Lusiana Darmawan Suryamita Harindrari Pamela Indrajati
JDBC Java2 Advanced.
JDBC.
Simple Object Access Protocol
CLIENT – SERVER Diskusi III.
Java Remote Object Invocation (RMI)
Distributed Object CORBA and RMI
Pemrograman Berorientasi Objek Lanjut
Model Sistem.
Komunikasi (Sistem Terdistribusi).
BAB I                       Mata Kuliah  Sistem Terdistribusi _______________________ Model SISTER Oleh : Laseri, S.Kom.
ARSITEKTUR SISTEM TERDISTRIBUSI
Arsitektur SisTer.
Arsitektur SisTer.
KEAMANAN PADA SISTEM TERDISTRIBUSI
Component & Deployment Diagram
Mobile Computing 7 Middleware.
Semantic Web: Web Services
CLIENT-SERVER DATA TRANSFER
4 PROSES Mata Kuliah Sistem Operasi Mata Kuliah : Sistem Operasi
Kuliah Jaringan Komputer
PERTEMUAN KE 1 PENGENALAN J2EE BY : TITO SUGIHARTO
Process and Tread Saifudin Anshory Abd. Chariz Fauzan Wahyu Hartono
BAB I                       Mata Kuliah  Sistem Terdistribusi _______________________ PROSES SISTER Oleh : Laseri, S.Kom.
10 Perancangan Arsitektural
PIBJ (PEMROGRAMAN INTERNET BERBASIS JAVA)
PIBJ (PEMROGRAMAN INTERNET BERBASIS JAVA)
SISTEM BASIS DATA TERSEBAR
Review Sistem Terdistribusi
JSF Java Server Faces.
JAVA.
KEAMANAN PADA SISTEM TERDISTRIBUSI
Oleh : Laseri, S.Kom BAB I                       Mata Kuliah  Sistem Terdistribusi _______________________ PROSES SISTER.
Komunikasi antar Proses
Keamanan Pada Sistem Terdistribusi Nama Kelompok : 1.M.Ulfi Taufik Nurahman Nurmanudin Syaifuna
JDBC (Java Database Connectivity)
SISTEM BASIS DATA TERSEBAR
SISTEM TERDISTRIBUSI Definisi :
KEAMANAN PADA SISTEM TERDISTRIBUSI
TCP Socket Programming
Transcript presentasi:

Pendahuluan  Entity Beans : Bean yang berinteraksi dengan data dan penyimpanannya 2 cara memanage persistence : - Bean-Managed Persistence -> punya banyak kelemahan, tidak kompatible bila menggunakan storage yang berbeda, berguna dalam mengontrol operasi pada database. - Container-Managed Persistence -> tidak perlu melakukan implementasi-implementasi dengan code untuk mempertahankan data, semua dilakukan container tool, hal ini sangat membantu pengembangan bean.

Fitur-Fitur CMP Entity Bean 1. CMP Entity Beans merupakan SubClass 2. CMP Entity Beans tidak memiliki Fields 3. Method get dan set didefinisikan di Subclass 4. CMP Entity Beans memiliki skema Persistence yang Abstrak 5. Entity Beans memiliki bahasa Query 6. CMP Entity dapat Beans memiliki metode ejbSelect ()

Life Cycle sebuah Entity Bean CMP  3 state dasar : 1.Tidak ada (Sebelum Born) 2.Pooled State 3.Ready State

Pengenalan terhadap Message- Driven Beans beans khusus yang dapat diakses melalui messaging(pemberian pesan) dan tambahan baru pada spesifikasi EJB 2.0 messaging : cara alternatif untuk pemanggilan method secara remote...? -"middleman" antara pemberi pesan(client) dan penerima pesan(server) - asynchronous programming

(Cont.) perbandingan antara messaging dengan RMI-IIOP meliputi 3 hal penting: - performance - reliability - bantuan terhadap banyak pemberi(pesan) dan banyak penerima(pesan) kerugian messaging -> (performance bisa lebih lama disebabkan overhead dari menggunakan messaging middleman)

Message-oriented middleware(MOM) JMS - standard messaging, didisain untuk menghilangkan kerugian yang dihadapi MOM-based products. * Bagaimana penjaminan pengiriman pesan dilakukan? * variasi dari penjaminan pengiriman pesan: - pengiriman pesan tersertifikasi (sertified message delivery) - simpan dan kirim Messaging Domains: * Publish/subscribe * Point-to-point

(Cont.) JMS API * menempatkan JMS driver * membuat JMS connection * membuat JMS session * menempatkan JMS destination * membuat fJMS producer & JMS consumer * kirim dan terima pesan

Integrasi JMS dengan EJB menggunakan Java object yang menerima pesan JMS untuk memanggil komponen EJB menggunakan jenis komponen EJB yang ada untuk menerima pesan JMS

Pengertian Message-driven beans Message-driven beans : komponen EJB khusus yang dapat menerima pesan JMS JMS : API yang digunakan untuk mengirim pesan ke message-driven beans karakteristik utama message-driven beans: 1. tidak memiliki home interface, local home interface, remote interface, atau local interface 2. memiliki business method yang tunggal dan dapat menerima tipe message apapun. 3. tidak memiliki return value

(Cont.) 4. tidak dapat mengirim exception kembali ke client 5. tidak memiliki state 6. dapat menjadi durable atau nondurable subscribers

Mengembangkan Message-driven Beans Semantics Bean Implementation class (dengan catatan kalau ada space atau masih ada gunakan source codenya yaitu LogBean.java) Dasar dari pembuatan message-driven beans : - Implements javax.ejb.MessageDrivenBean interface - Implements javax.jms.MessageListener interface - Membuat method setMessageDrivenContext(..)

(Cont.) - Membuat method ejbCreate() tanpa parameter - Membuat method onMessage(..) - Membuat method ejbRemove() Deployment Descriptor Client Program

Konsep Lanjut Transaksi Security Load Balancing Duplikasi konsumsi di sebuah cluster

Message-Driven Bean Gotchas Message ordering Kehilangan ejbRemove()Calls Poison Messages

Bagaimana Mengembalikan hasil ke Message Producer Client membuat temporary destination Client mengikutsertakan nama temporary queuenya di JMSReplyTo Client membuat session baru dan mendaftarkan MessageListener Client mengirimkan pesan Message yang sudah dikonsumsi,direspon dan dikirim dengan menggunakan JMSReplyTo dan JMSCorrelationID Class MessageListener dari Client secara asynchronous mengkonsumsi message

An Alternative Request/Response paradigm(cont.) Kekurangan dari Cara tersebut ialah : Harus dalam keadaan block ketika menunggu sebuah response Tidak dapat menggunakan transaksi Masa Mendatang : Asynchronous method invocation