Maria Immaculata Iwo, Sekolah farmasi itb

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Fisika Keperawatan Stikes Nusantara
Advertisements

SISTEM KARDIOVASKULER
LOADING.
2. Kontrol rangsangan dan konduksi jantung
SISTEM RESPIRASI & KARDIOVASKULAR
JANTUNG.
Sistem Kardiovaskuler
ANATOMY & PHYSIOLOGY CARDIVASCULAR SYSTEM
PEMBULUH DARAH DAN TEKANAN DARAH
Matrissya Hermita Biopsikologi UG
FISIOLOGI JANTUNG Ayu Prawesti. M.Kep.
SISTEM SIRKULASI DARAH
ANATOMI JANTUNG Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Esa Unggul.
SISTEM PEREDARAN DARAH dan KARDIOVASKULAS
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
ANATOMI SISTEM SIRKULASI
Peredaran darah manusia
Mengapa mengukur tekanan darah dilakukan di lengan?
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
PROGRAM PASCASARJANA UNESA
Sirkulasi Cair Tubuh PURWO SRI REJEKI.
Respon – Adaptasi akut & kronis tubuh terhadap latihan Fisik
LILIK HERAWATI Faal Kardiovaskular LILIK HERAWATI
KARDIOVASKULAR Habiba Aurora.
FLUIDA.
FISIOLOGI PEMBULUH DARAH DAN PENGATURAN TEKANAN DARAH
Sistem Kardiovaskular
WELCOME TO BIOLOGY WORLD Loading…………… Presented by Yuli Yanti.
SISTEM SIRKULASI.
Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA
PEMBULUH DARAH DAN TEKANAN DARAH
Oleh: Dra. Hj. Aseptianova, M.Pd. Tutik Fitri Wijayanti, M.Pd.
TEKANAN DARAH.
Maria Immaculata Iwo Sekolah Farmasi ITB
KELISTRIKAN JANTUNG IRMA NUR AMALIA, M.KEP.
Azmila IB Desi sarly M.keb
MAHMUDDIN & MARIO LAURENZA MD
MOTIVASI.
Sistem Kardiovaskular
SISTEM SIRKULASI TERNAK.
SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA
SISTEM KARDIOVASKULER
Klasifikasi , Kodifikasi Penyakit dan Masalah Terkait
MENGETAHUI PERUBAHAN ANATOMI DAN FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I II DAN III DALAM BIDANG SISTEM KARDIOVASKULER Aldilah alfi izlami ib
SISTEM KARDIOVASKULER
FUNGSI SIRKULASI (FISIOLOGI KARDIOVASKULER)
Sistem Kardiovaskular
SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA
Tugas Biologi Ari Febrina Endang W Lia Marda Liza Mei Cicilia
Tutik Fitri Wijayanti, M.Pd.
Siklus Jantung Rahmatina B. Herman.
Conducted by: Jusuf R. Sofjan,dr,MARS
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
FARMAKOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
pembuluh darah & limfatik
SISTEM SIRKULASI.
PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA.
KELAS : XI SMA – SEMESTER : I SMA MUHAMMADIYAH KISARAN
Ns. Maria Imaculata Ose S.Kep
Aktivitas Mekanik Jantung Rahmatina B. Herman.
ANATOMI & FISIOLOGI SISTEM CARDIOVASCULER
Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
Siklus Jantung Rahmatina B. Herman.
Faal Kardiovaskular FAIK AGIWAHYUANTO.
K ONSEP OKSIGENASI By: Ns.Rehmaita. DEFINISI 1. Oksigen adalah salah satu kebutuhan yang paling vital bagi tubuh. Kekurangan oksigen kurang dari 5 menit.
Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
GAGAL JANTUNG AKUT Suatu sindrom gagal jantung yang timbulnya berlangsung dengan cepat dan singkat akibat disfungsi otot jantung (disfungsi sistolik, diastolik,
SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA. Tujuan Pembelajaran Mendeskripsikan alat-alat peredaran darah pada manusia Menjelaskan proses peredaran darah pada manusia.
OLEH : UNTUNG HIDAYAT, S.KEP.NERS, S.H, M.KN ANATOMI FISIOLGI JANTUNG.
Transcript presentasi:

Maria Immaculata Iwo, Sekolah farmasi itb KARDIODINAMIK Maria Immaculata Iwo, Sekolah farmasi itb

EDV= end diastolic volume (130 mL) ESV= end sistolic volume (50 mL) KARDIODINAMIK EDV= end diastolic volume (130 mL) ESV= end sistolic volume (50 mL) SV = Stroke volume (80 mL) SV = EDV – ESV  EDV & ESV   SV   CO maria immaculata iwo, sf itb

EDV : (sebelum kontraksi ventrikel dimulai) dipengaruhi oleh : Jumlah darah di ventrikel pada akhir diastol (sebelum kontraksi ventrikel dimulai) dipengaruhi oleh : waktu pemenuhan (lama diastol ventrikel) Venous return Waktu pemenuhan:  tergantung HR. HR makin cepat  waktu pemenuhan  pendek venous return :  CO ; vol.darah : pola sirkulasi perifer aktivitas otot skelet, pompa thoracoabdominal faktor lain  kecepatan aliran darah melalui vena cava maria immaculata iwo, sf itb

ESV Darah yang tertinggal di ventrikel pada akhir sistol Faktor yang mempengaruhi ESV : Preload Afterload Kontraktilitas ventrikel = EDV derajat peregangan otot jantung selama ventrikel diastole EDV >>  preload >>  SV >> maria immaculata iwo, sf itb

Kontraktilitas SSO Hormon-hormon Obat kondisi normal  kons. ion di cairan ekstraselular Inotropik positif: meningkatkan kontraktilitas  menstimulasi masuknya Ca++ ke dalam sel otot, dengan demikian meningkatkan kekuatan dan lama kontraksi ventrikel Hormon : E, NE, Thyroxin, Glukagon  inotropik + Inotropik negatif :  memblok pergerakkan Ca++ dan mendepresi metabolisme otot jantung kondisi normal maria immaculata iwo, sf itb

Akt SSO  derajat kontraksi & perubahan ESV Stimulasi S. simpatikus  inotropik positif ; stim R/ α & β  ESV  Stimulasi parasimpatikus  efek inotropik negatif Aktivitas parasimpatikus :  HR  (efek pada nodus SA & AV)  ESV ,  SV,  CO Hormon: E, NE, H Thyroid, glukagon Inotropik positif -  kons.ion (Ca++ & K+ ) ekstraselular maria immaculata iwo, sf itb

 Gaya untuk membuka katup semilunar & untuk memompa darah Afterload  Gaya untuk membuka katup semilunar & untuk memompa darah Makin >> afterload  ESV ?  Kontriksi pemb darah perifer  penyumbatan sirkulasi  Apabila afterload terlalu tinggi  ventrikel tidak mampu pompa darah  Afterload   SV  ↑ afterload ↑ tek. Darah arterial maria immaculata iwo, sf itb

Cardiac Output (Curah jantung)  jumlah darah yang dipompa dari jantung tiap menit CO = HR x SV HR : kecepatan denyut jantung SV : volume stroke HR  , SV   CO  HR = 75 beats/min SV = 70 mL/beat Volume total darah 5 L  semua darah melalui tubuh/min = 5250 mL/min maria immaculata iwo, sf itb

Volume Stroke (SV) Volume darah yang dipompa ke luar dari ventrikel, tiap denyut jantung SV (normal) = 70 mL/beat ( ± 60% darah yang masuk ke jantung) SV dipengaruhi oleh keregangan sel-sel otot jantung  Keregangan  Venous Return (VR) (darah yang kembali masuk ke jantung) Kemampuan ventrikel meregang (stretched) Volume VR  Kecepatan VR   SV  maria immaculata iwo, sf itb

 me↑ kecepatan & kekuatan denyut jantung,  Olah raga  me↑ kecepatan & kekuatan denyut jantung,  VR ↑, SV   Aktivitas otot skelet (pompa otot)  darah-vena cava  kembali ke jantung  VR   SV   Kehilangan darah – parah  VR   SV  Kecepatan denyut yang ekstrim/cepat  VS   VR? maria immaculata iwo, sf itb

Pompa Thoracoabdominal (respirasi  CO) Inhalasi Ekspansi r.thorax, udara  paru-paru Darah  vena cava inferior  atrium kanan dari bagian bawah tubuh ( r. abdominal) Ekshalasi Tek. dalam rongga thorax <, udara dari paru-paru di dorong ke luar, darah di vena cava  atrium kanan  mekanisme Pompa Thoracoabdominal Inhalasi  darah vena terakumulasi di vena cava VR   meregangkan dinding atrial  SV  (H. Starling)  HR  (Reflex atrial) maria immaculata iwo, sf itb

Skeletal muscle pump. a. When skeletal muscles contract and compress a vein, blood is squeezed past a valve. b. When muscles relax, the backward flow of blood closes the valve. Contracted skeletal muscles Relaxed skeletal muscles maria immaculata iwo, sf itb

Koordinasi aktivitas SSO terhadap jantung Cardiac center  medula oblongata cardioacceleratory cardioinhibitory Stimulasi p. kardioakselelatori  aktivitas saraf simpatikus (cardiac plexus) Stimulasi p. kardioinhibitori  akt. s parasimpatikus (vagus) Inputs :  Serabut sensori vagus Hipothalamus  cardiac plexus Medula oblongata (cardiac center)  Baroreseptor s.vagus (N X)  Khemoreseptor s.glossofaringeal (N IX) cardiac center Vasomotor center cardiac center maria immaculata iwo, sf itb

HR Cardiac Output SV SV EDV Persyarafan otonom Reflex atrial Faktor yang mempengaruhi Cardiac Output SSO Hormon EDV ESV Faktor yang mempengaruhi HR Aktivitas otot skelet Volume darah VR  HR  Filling time  dalam sirkulasi perifer HR Cardiac Output SV SV EDV Persyarafan otonom Reflex atrial maria immaculata iwo, sf itb

  dalam sirkulasi perifer  afterload  Persyarafan otonom  Hormon Faktor yang mempengaruhi stroke volume   dalam sirkulasi perifer  afterload  Persyarafan otonom  Hormon  Filling time  EDV  preload Stroke Volume Cardiac Output ESV kontraktilitas ESV ESV maria immaculata iwo, sf itb

Regulasi kardiovaskular Ada 3 faktor yang mempengaruhi fungsi SKV : 1. Faktor-faktor lokal 2. Mekanisme Neuronal  aliran darah 3. Mekanisme hormonal  Refleks  Baroreseptor  Khemoreseptor Faktor lokal  autoregulasi di tingkat jaringan Sfinkter prekapilari dilatasi  vasodilator kontriksi vasokonstriktor maria immaculata iwo, sf itb

Vasodilator lokal  meningkatkan aliran darah Meningkatnya kadar CO2; menurunnya kadar O2 jaringan Asam laktat dan asam lain yg terbtk oleh sel jaringan Melepaskan NO  faktor perelaksasi der. endotelium (EDRF) Meningkatnya konsentrasi ion Kalium dan ion Hidrogen di cairan interstisial Histamin & NO yang dibebaskan selama inflamasi lokal Naiknya suhu lokal Relaksasi o. polos sfinkter prekapilari maria immaculata iwo, sf itb

Vasokonstriktor lokal  Agregasi platelet  Kerusakan jaringan Prostaglandin (PG), Thromboksan (TxA2),  Endothelin senyawa-senyawa yang mengkonstriksi sfinkter prekapilari maria immaculata iwo, sf itb

Cardiovascular center Mekanisme Neuronal Cardiac centers Vasomotor centers Pusat Cardiac p. kardioakseleratori  CO (SS) p. kardioinhibitori   CO (SPS) Pusat Vasomotor populasi besar  vasokonstriksi populasi kecil  vasodilatasi arteriol di otot skelet & di otak Kontrol vasokonstriksi  SSS  NE Kontrol vasodilatasi Cardiovascular center maria immaculata iwo, sf itb

Synap-synap vasodilator  kholinergik Knob-knob synaptic  Asetikholin Stim. pelepasan NO dari sel-sel endothelial lokal NO  vasodilatasi Synap-synap vasodilator  nitroxidergik  NO relaksasi otot polos pembuluh maria immaculata iwo, sf itb

Reflex Baroreseptor REFLEX yang mengontrol fungsi kardiovaskular Baroreseptor  respon terhadap  BP Khemoreseptor  respon terhadap  komposisi kimia darah arterial dan serebrospinal Reflex Baroreseptor Monitor derajat peregangan dinding organ  Reflex Baroreseptor terdapat di : sinus karotid sinus aortic dinding atrium maria immaculata iwo, sf itb

 Bila tekanan darah meningkat Meningkatnya output dari baroreseptor  ubah aktivitas di pusat kardiovaskular  efek yang muncul: Me  CO (akibat stimulasi parasimpatikus dan inh. aktivitas simpatikus) Penyebaran vasodilatasi periferal Akibat inhibisi neuron exitatori di pusat vasomotor CO   HR  (efek Ach pada SA node) Vasodilatasi  RP   BP  maria immaculata iwo, sf itb

Bila tekanan darah turun di bawah normal  Output baroreseptor juga  Efek utama: Me↑ CO melalui stimulasi saraf simpatikus ke jantung (stimulasi p. kardioakseleratori & diikuti dengan inhibisi pusat kardioinhibitori) Penyebaran vasokonstriksi periferal (akibat stimulasi neuron-nruron vasokonstriktor simpatetik oleh pusat vasomotor) Baroreseptor atrial  monitor tekanan darah pada akhir siklus sistemik di vena kava dan atrium kanan  darah vena terpindahkan maria immaculata iwo, sf itb

Komposisi darah arterial REFLEX Khemoreseptor  memberi respon terhadap  kadar O2, CO2 pH Terdapat di : Carotid bodies  dekat sinus carotid Aortic bodies  dekat lengkung aorta Permukaan ventrolateral medulla oblongata  komposisi di CSF  control fungsi respirasi, aliran darah ke otak Di darah & Cairan serebrospinal Komposisi darah arterial maria immaculata iwo, sf itb

 bila kons. O2 di aortic bodies   efeknya serupa CO2 Stimulasi p.vasomotor & kardioakselerator pH  inhibitor p. kardioinhibitori Efeknya : Pe ↑ CO Vasokontriksi peripheral Tekanan darah arterial ↑  bila kons. O2 di aortic bodies   efeknya serupa  Stimulasi kuat pada khemoreseptor carotid & aortic penyebaran akt. simpatikus  HR  dan CO  maria immaculata iwo, sf itb

 Kadar CO2 CSF   mentriger vasodilatasi p. serebral, vasokontriksi banyak organ,  akibatnya aliran darah meningkat dan suplai O2 ke otak meningkat Stimulasi khemoreseptor  stimulasi pusat respirasi CO Kecepatan respirasi   VR  (pompa respirasi) maria immaculata iwo, sf itb

Aktivitas CNS & pusat kardiovaskular Aktivitas di daerah lain di otak juga mempunyai CV Misalnya: aktivitas SSO : Aktivitas SS  Stimulasi p. kardioakseleratori & p. Vasomotor  CO  Tekanan darah  Aktivitas S.Ps  Stimulasi p. kardioinhibitori  reduksi CO maria immaculata iwo, sf itb

  tekanan darah Aktivitas pusat-pusat yang lebih tinggi di otak  Proses berpikir & emosi   tekanan darah, CO & tonus vasomotor  Cemas, takut, marah  me↑ tekanan darah maria immaculata iwo, sf itb

Aktivitas CNS & pusat kardiovaskular (CV) Aktivitas di daerah lain di otak juga mempunyai CV Misalnya: aktivitas SSO : Aktivitas SS  Stimulasi p. kardioakseleratori & p. Vasomotor  CO  Tekanan darah  Aktivitas S.Ps  Stimulasi p. kardioinhibitori  reduksi CO maria immaculata iwo, sf itb

NE & E dari medulla adrenal  CO , BP  Mekanisme Hormonal  system endokrin NE & E dari medulla adrenal  CO , BP  ADH  vasokontriksi peripheral  BP  Angiotensin II (AII) EPO ANP (atrium), BNP (ventrikel) maria immaculata iwo, sf itb