Keteknikan Hutan Kuliah V.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Teori Graf.
Advertisements

PENYEBARAN DATA Tujuan Belajar :
Kelas XII SMA Titian Teras Jambi
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
PERCOBAAN FAKTORIAL DENGAN RANCANGAN ACAK KELOMPOK Prof. Kusriningrum
UNDANG-UNDANG NO. 33/2004 TENTANG0
Kontrak Perkuliahan Kuliah Bahasa Inggris dimulai pada minggu ke-1 tanggal 23 Februari 2009 Responsi Bahasa Inggris dimulai pada minggu kedua tanggal 2.
PROVINSI PULAU SUMBAWA
Bulan maret 2012, nilai pewarnaan :
Jumlah buku Harga buku … Perbandingan seharga Jumlah pekerja Waktu selesai 410 hari 8…. 5 hari + - Perbandingan berbalik harga.
MG-6 DAUR DAN ETAT PEMANENAN KAYU
TEKNIK RISET OPERASIONAL

TENDENSI SENTRAL.
Evaluasi kualitas pembelajaran
Bab 11A Nonparametrik: Data Frekuensi Bab 11A.
BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL DIREKTORAT PELAPORAN DAN STATISTIK DISAJIKAN PADA RADALGRAM JAKARTA, 4 AGUSTUS 2009.
KETEKNIKAN HUTAN KTM 342 Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
N A B (NILAI AMBANG BATAS)
Uji Non Parametrik Dua Sampel Independen
Assalamu’alaikum Wr.Wb
BANGUN RUANG L I M A S K E R U C U T.
Bab 6B Distribusi Probabilitas Pensampelan
Ali Syaifulloh, S.Kom. 1. Installasi Win Server Konfigurasi Aktif Directory 3. Konfigurasi DNS 4. Konfigurasi User & Group 5. Installasi Win XP.
KURVE NORMAL. Distribusi Normal – Suatu alat statistik untuk menaksir dan meramalkan peristiwa-peristiwa yang lebih luas dan akan terjadi. Ciri –Ciri.
BAB 12 PERDAGANGAN MARGIN.
LATIHAN SOAL DATA TUNGGAL
Keteknikan Hutan Kuliah III Kuliah 2.
Perencanaan pemanenan kayu
Contoh DAFTAR Subjek Frekuensi (f) a – b 1 c – d 2 e – f 3 .. Jumlah.
BAB V ukuran pemusatan Dipersiapkan oleh : Ely Kurniawati
PENERAPAN BILANGAN BULAT DAN PECAHAN
Soal Bab 9 Soal kasus 1 CONTOH SOAL
DISTRIBUSI FREKUENSI oleh Ratu Ilma Indra Putri. DEFINISI Pengelompokkan data menjadi tabulasi data dengan memakai kelas- kelas data dan dikaitkan dengan.
BILANGAN PECAHAN.
Pendugaan Parameter dan Besaran Sampel
PERKEMBANGAN KELULUSAN SMP/MTS, SMA/MA DAN SMK KOTA SEMARANG DUA TAHUN TERAKHIR T.P DAN 2013.
Cost Effectiveness Analysis (CEA)
SEGI EMPAT 4/8/2017.
MG-11 ANALISIS BIAYA MANFAAT ANALISIS PROYEK KEHUTANAN BERDISKONTO
NILAI RATA-RATA (CENTRAL TENDENCY)
UKURAN PEMUSATAN DATA Sub Judul.
Bab 16 Sekor Komposit dan Seleksi Sekor Komposi dan Seleksi
Regresi dan Korelasi Linier
Kuliah ke 12 DISTRIBUSI SAMPLING
Bulan FEBRUARI 2012, nilai pewarnaan :
AREAL PARKIR PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA
EVALUASI KINERJA LABORATORIUM OLEH: WAHYU WIDODO.
KINERJA SAMPAI DENGAN BULAN AGUSTUS 2013
DISTRIBUSI NORMAL.
PENGUJIAN HIPOTESA Probo Hardini stapro.
Koefisien Korelasi Pearson dan Regresi Linier Sederhana
Kenalan dulu, yuk !. Kenalan dulu, yuk ! Nama : Alifia Dyah Ratu Anisa Tempat/tgl lahir : Dili, 12 Juli Alamat : Sukolilo Park Regency M-4 No.
SEGI EMPAT Oleh : ROHMAD F.F., S.Pd..
Graf.
PENYAJIAN DATA.
Statistika Deskriptif: Statistik Sampel
ULTISOL DAN PERMASALAHANNYA
Bab 8A Estimasi 1.
DISTRIBUSI FREKUENSI.
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
Perbandingan (II.F) Prakata Kata-kata Motivasi Tujuan Teori & Rumus
MARI BELAJAR MATEMATIKA
Teknik Numeris (Numerical Technique)
PRODUKSI DAN BIAYA JANGKA PENDEK
DISTRIBUSI PELUANG Pertemuan ke 5.
MG-7 ANALISIS MARJINAL PEMANENAN KAYU
MG-6 DAUR DAN ETAT PEMANENAN KAYU
Pembukaan wilayah hutan (pwh)
Metode penelitian Pengukuran pertumbuhan anakan Mangium
Transcript presentasi:

Keteknikan Hutan Kuliah V

Bahasan: Parameter Jalan Hutan                     Bahasan: Parameter Jalan Hutan Parameter Jalan Hutan: 1. Road Spacing – Density 2. Road Standard Rencana kegiatan Kuliah V: 1. Materi 2. Simulasi latihan

                    Road Spacing Spasi jalan biasanya diekspresikan sebagai jarak rata-rata antara jalan satu dengan yang lainnya dalam suatu wilayah hutan Berkorelasi langsung dengan jarak sarad rata-rata Alternatif bagi road spacing: road density

Aplikasi Road Spacing Penyaradan dua arah Penyaradan satu arah                     Penyaradan dua arah Road spacing = S Jarak sarad maksimum = ½ S Jarak sarad rata-rata = ¼ S ½ S Penyaradan satu arah Road spacing = S Jarak sarad maksimum = S Jarak sarad rata-rata = ½ S S

Faktor yang mempengaruhi                     Faktor yang mempengaruhi Kualitas dan kuantitas hutan Biaya pembuatan jalan per satuan panjang Biaya eksploitasi dengan cara lain

Efek road density terhadap biaya penyaradan                     Efek road density terhadap biaya penyaradan RD berbanding terbalik dengan biaya pembuatan jalan Diperlukan suatu kombinasi antara biaya penyaradan dan biaya pembuatan jalan yang akan memberikan biaya keseluruhan yang paling rendah

Max.Short Haul Distance Contoh numerik                     Road Density Max.Short Haul Distance Cost of Road Cost of Short Haul Total Cost 2 1320 0.408 10.3 10.71 4 660 0.816 7.4 8.22 6 440 1.224 5.9 7.12 8 330 1.632 5.0 6.63 10 264 2.064 4.6 6.64 12 220 2.448 4.2 6.65 14 188 2.856 3.9 6.76 16 175 3.264 3.7 6.96 18 147 3.672 3.4 7.07

                    Road Density Jumlah panjang jalan hutan dalam satuan luas hutan (m/ Ha) RD = M : L RD = Road density (m/ Ha) M = total panjang jalan (m) L = luas areal hutan (Ha)

                    Latihan Perusahaan HTI “Bina Hutan” mempunyai areal seluas 40.000 Ha. Perusahaan mengusahakan species Acacia mangium dengan tujuan kayu perkakas dengan rotasi 20 tahun. Untuk rencana pemanenan tahun 2007, tahun ini perusahaan membangun jalan sepanjang 80 km untuk luas kawasan yang direncanakan akan dipanen. Berapa kerapatan jalan pada areal tersebut?

Optimum Road Density C.T.V.Q ORD = 50  ----------- R                     Model Von Sagebaden C.T.V.Q ORD = 50  ----------- R ORD = Optimum road density (m/ Ha) C = Biaya penyaradan langsung (Rp/ m3/ Hm) T,V = Faktor koreksi lapangan untuk jalan sarad dan angkut Q = Potensi hutan (m3/ Ha) R = Biaya pembuatan jalan (Rp/ Hm)

Persen Pembukaan Wilayah (E%)                     Perbandingan antara luas areal yang sudah dibuka oleh adanya jalan angkutan dengan luas seluruh areal hutan yang dinyatakan dalam % Nilai E% (Backmund, 1966): < 65% : sangat jelek 65% - 70% : agak baik 70% - 75% : baik 75% - 80% : sangat baik > 80% : istimewa Semakin tinggi E%, semakin baik jaringan jalan (merata di seluruh areal hutan)

                    Cara menghitung E% Mengidentifikasi areal yang terbuka dengan membuat sabuk pada seluruh jalan. Lebar sabuk = ½ RS pada kedua sisi jalan E% = Luas areal terbuka: luas total x 100%

Terima kasih dan sampai jumpa minggu depan…