FLUKS CAHAYA [ F ] = ARUS CAHAYA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ERGONOMIKA TEMPAT DAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA
Advertisements

STAF PENGAJAR FISIKA DEPT. FISIKA, FMIPA, IPB
STAF PENGAJAR FISIKA DEP. FISIKA IPB
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Cara menghitung penerangan dalam
Sidang Tugas Akhir Skripsi Jurusan Desain Interior
UTILITY 1. Instalasi listrik penerangan. 2. Instalasi listrik tenaga.
Tata Cahaya Buatan Pertemuan 3
Ceiling Plan Desain Interior II Pertemuan 31,32 & 33
Teknik Pencahayaan pada fotografi
PLTS OM SWASTIASTU.
PROGRAM LINEAR.
STAF PENGAJAR FISIKA DEP. FISIKA IPB
ANALISIS BIAYA PROYEK 1 BESARAN-BESARN FISIK TEKNOLOGIS
b. Tujuan MINGGU VIII UJIAN TENGAH SEMESTER
MINGGU XI PERANCANGAN DENAH LAYOUT KAMAR TIDUR UTAMA APARTEMEN .
KOMPUTER GRAFIS TEKNIK CAMERA Dalam 3D Studio Max, kamera dibuat dengan memilih tombol create dalam command panel, lalu.
SUDUT Diah Sylvia W., S.Pd..
BAHAN AJAR IPA KELAS V SEMESTER II
BESARAN-BESARAN TEKNO EKONOMI
PENCEGAHAN/PEMADAM KEBAKARAN
1 MASALAH KEBAKARAN Pencegahan Kebakaran pada suatu gedung karena dapat menimbulkan kerugian berupa : - korban manusia harta benda terganggunya proses.
MODUL 6 UKURAN LETAK DATA n 1 4 2(n 1) 3(n 1) n  1 4 7 1 4
Minggu ke 13 II.1. II.2. II.3. Energi matahari Sistim pendingin (penyegaran udara) Cara penyaluran energi matahari menjadi pendingin I.1.LATAR BELAKANG.
Pengukuran Lingkungan Kerja
 Mahasiswa dapat menyelesaikan ketiga deret tersebut.
TURUNAN DIFERENSIAL Pertemuan ke
Surface Rendering dan Warna
Fisika Dasar Oleh : Dody
Contoh – contoh dan penjelasan tugas anomali:
MODUL 11 γ (6) γ (6) = 5 γ (5) = 5 ! γ (6) 2.!.γ (2,5) γ (6) = Jawab :
SEGI EMPAT 4/8/2017.
Difraksi celah tunggal, celah ganda, celah persegi , celah lingkaran, celah banyak, dan daya urai optik EKO NURSULISTIYO.
MEDAN LISTRIK.
MEDAN LISTRIK.
Konsep dasar pembiasan Cahaya Pembiasan cahaya pada lensa tipis
Klik ENERGI LISTRIK Tujuan : Menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi besar energi listrik Alat dan bahan : Power Suplay Amperemeter Voltmeter.
INTERFERENSI PERTEMUAN 08-09
Judhistira Aria Utama, M.Si. Jur. Pendidikan Fisika FPMIPA UPI
Pembiasan cahaya Pembiasan cahaya adalah pembelokan gelombang cahaya
PEMANTULAN CAHAYA Widya Jati Ningrum Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
CAHAYA.
FAKULTAS ILMU ILMU KESEHATAN – JURUSAHAN KESMAS,
Difraksi banyak celah Interferensi konstruktif bila beda lintasan antara celah berurutan adalah kelipatan dari 
Gerak 2 Dimensi 2 Dimensional Motion
Judhistira Aria Utama, M.Si. Jur. Pendidikan Fisika FPMIPA UPI
GETARAN DAN GELOMBANG FISIKA KHILDA KH
MEDAN LISTRIK.
ENERGI DAN DAYA LISTRIK
PENERANGAN DI TEMPAT KERJA
Matakuliah Pembelajaran IPA MI
Balok Yang akan kita pelajari: Unsur-unsur balok Luas permukaan balok
Siswo Wardoyo, S.T., M.Eng. KONTAKTOR DAN PENGASUTAN MOTOR
KELOMPOK X OPTIKA GEOMETRI GUNAWAN ( D )
PENERANGAN DAN FOTOMETRI
KONSEP DASAR KAMAR BEDAH
DETEKSI CAHAYA OLEH MATA
Pengukuran Intensitas Penerangan
Fisika Bangunan I Pengantar Fisika Bangunan Pencahayaan HVAC
Penerangan ruangan.
Penerangan di tempat kerja
Sinar dan pencahayaan.
Modul 12. Fisika Dasar II I. FOTOMETRI Tujuan Instruksional Khusus
KONSERVASI ENERGI PADA SISTEM PENCAHAYAAN SNI
Ceiling Plan Desain Interior 1 Pertemuan 21-22
MENGGAMBAR INSTALASI LISTRIK
Materi Pertemuan ke 23 : Mahasiswa dapat menguasai lighting sistem dan dapat menerapkannya pada gambar kerja/bestek bangunan.
BESARAN DAN SATUAN Presented by : Agus kusmana.
Penerangan Dalam Ruangan
Pengukuran Intensitas Penerangan
Transcript presentasi:

FLUKS CAHAYA [ F ] = ARUS CAHAYA PENERANGAN SIFAT CAHAYA Tergantung dari bahan : - Memantul (Refleksi) - Menembus (Transmisi) - Membias - Menyerap 1. 2. FLUKS CAHAYA [ F ] = ARUS CAHAYA LUMEN  Jumlah cahaya yang dipancarkan oleh sebuah sumber cahaya yang memiliki intensitas cahaya (I), Melalui sudut ruang () Radian per detik F = I * [ Lumen ] Untuk sumber isotropik : Lumen lampu : F = 4 * I INTENSITAS CAHAYA [ I ] = KUAT CAHAYA CANDLE  Besar fluk cahaya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya persteradian (sudut ruang) I = F / [ LUMEN / SR = CANDLE ] 3. KUAT PENERANGAN [ E ] = ILUMINASI LUX  Jumlah fluks cahaya yang jatuh pada suatu luaspermukaan. E = F/ A [ Lumen / M2 = LUX ] ATAU : F=E*A A = Luas permukaan [M2] DATA PERANCANGAN INSTALASI http://www.mercubuana.ac.id

 Desain ruangan  Barang-barang yang ada didalam ruangan  Jenis pencahayaan yang diinginkan 1. DOWN LIGHT 2. SPOT LIGHT 3. LAMPU BAK JENIS DAN BENTUK ARMATUR LAMPU BAK a. b. c. d. e. f. Lampu balok Lampu balok TK, Memakai tutup dipinggirnya Lampu bak tanpa reflektor Lampu bak dengan reflektor Integrated Diffuser Lampu bak dengan acrylic sebagai penutupnya 4. LAMPU TABULAR 5. LAMPU DEKORATIF 6. LAMPU MEJA KERJA/BELAJAR 7. LAMPU HALOGEN DATA KUNCI 1. LAMPU Watt Per M2 = Intensitas daya  Perkantoran  Apartemen = (15 = (10 – 30) WATT/M2 – 20) WATT/M2  Hotel  Rumah sakit = (12,5 – 25) WATT/M2 = (12,5 – 30) WATT/M2  Kampus http://www.mercubuana.ac.id = (15 – 30) WATT/M2

: Gang / Lobby : 1 Buah per 15 m2 STOP KONTAK 1. Apartemen Per Kamar / Ruangan 2. H o t e l Per kamar / Ruangan : Miknimal 1 buah : Minimal 2 Buah : Gang / Lobby : 1 Buah per 15 m2 3. Kantor  1 Buah per 15 m2  Stop kontak terbagi atas :  Stop kontak normal Stop kontak power dan emergency a’ 100 Watt 1.000 Watt JUMLAH TITIK LAMPU (n) ExA n= Dengan ---------------------  LAMPU x x D : n = Jumlah titik lampu yang dibutuhkan = (50 - 65) % UNTUK SISTEM PENERANGAN = CU LANGSUNG, DENGAN WARNA PLAFON DAN DINDING, TERANG D = PENYUSUTAN = (0,6 – 0,8) A = LUAS RUANGAN [M2] E = KUAT PENERANGAN [LUX]  LAMPU = JLH LAMPU x WATT LAMPU x LUMEN/WATT KUAT PENERANGAN (E) http://www.mercubuana.ac.id