ANALISIS STRUKTUR UMUR

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
UKURAN NILAI PUSAT UKURAN NILAI PUSAT ADALAH UKURAN YG DAPAT MEWAKILI DATA SECARA KESELURUHAN JENIS UKURAN NILAI PUSAT : MEAN , MEDIAN, MODUS KUARTIL,
Advertisements

Statistika dan Aplikasi Komputer Sesi 2: Ukuran Sentral dan Persebaran
Teori Graf.
Laju Pertumbuhan Penduduk
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
SUBBIDANG DATA DAN INFORMASI
START.
Menunjukkan berbagai peralatan TIK melalui gambar
Bulan maret 2012, nilai pewarnaan :
BPS BKKBN DEPKES ORC MACRO
Menempatkan Pointer Q 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
Tugas Praktikum 1 Dani Firdaus  1,12,23,34 Amanda  2,13,24,35 Dede  3,14,25,36 Gregorius  4,15,26,37 Mirza  5,16,27,38 M. Ari  6,17,28,39 Mughni.
Tugas: Perangkat Keras Komputer Versi:1.0.0 Materi: Installing Windows 98 Penyaji: Zulkarnaen NS 1.

TENDENSI SENTRAL.
UKURAN PEMUSATAN Rata-rata, Median, Modus Oleh: ENDANG LISTYANI.
1 Diagram berikut menyatakan jenis ekstrakurikuler di suatu SMK yang diikuti oleh 400 siswa. Persentase siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler.
di Matematika SMA Kelas XI Sem 1 Program IPS
Sri Moertiningsih Adioetomo Kuliah Penduduk dan Pembangunan
UKURAN FERTILITAS.
Tabel Kematian (Life Tabel)
BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL DIREKTORAT PELAPORAN DAN STATISTIK DISAJIKAN PADA RADALGRAM JAKARTA, 4 AGUSTUS 2009.
Mari Kita Lihat Video Berikut ini.
Statistika Deskriptif
Bab 6B Distribusi Probabilitas Pensampelan
ANALISA NILAI KELAS A,B,C DIBUAT OLEH: NAMA: SALBIYAH UMININGSIH NIM:
WORKSHOP INTERNAL SIM BOK
Proyeksi Penduduk Zainul Hidayat
Pertumbuhan Penduduk Oleh : Rouhdy Rangga ( )
BARISAN DAN DERET ARITMETIKA
STATISTIK - I.
UKURAN PENYEBARAN DATA
Ukuran Pemusatan dan Ukuran Penyebaran
DISTRIBUSI FREKUENSI oleh Ratu Ilma Indra Putri. DEFINISI Pengelompokkan data menjadi tabulasi data dengan memakai kelas- kelas data dan dikaitkan dengan.
Rabu 23 Maret 2011Matematika Teknik 2 Pu Barisan Barisan Tak Hingga Kekonvergenan barisan tak hingga Sifat – sifat barisan Barisan Monoton.
Soal Latihan.
Luas Daerah ( Integral ).
Yonny Koentjoro Agroteknologi – Faperta – UPN “Veteran” Jatim
UKURAN-UKURAN DALAM ANALISIS DEMOGRAFI
Media Geografi Media Pembelajaran ini dibuat hanya untuk kalangan sendiri di lingkungan SMP 1 Karangmojo. Bagi yang menghendaki meniru atau mengcopy media.
PEMINDAHAN HAK DENGAN INBRENG
NILAI RATA-RATA (CENTRAL TENDENCY)
UKURAN PEMUSATAN DATA Sub Judul.
Fungsi Invers, Eksponensial, Logaritma, dan Trigonometri
PENGUKURAN GEJALA PUSAT / NILAI PUSAT/UKURAN RATA-RATA
Peluang.
Bulan FEBRUARI 2012, nilai pewarnaan :
AREAL PARKIR PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA
Bahan Kuliah IF2091 Struktur Diskrit
USAHA DAN ENERGI ENTER Klik ENTER untuk mulai...
UKURAN FREKUENSI PENYAKIT
DISTRIBUSI FREKUENSI.
Bersyukur.
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
UKURAN MORTALITAS Nunik Puspitasari, S.KM, M.Kes
• Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah•
Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit
7. RANTAI MARKOV WAKTU KONTINU (Kelahiran&Kematian Murni)
Pohon (bagian ke 6) Matematika Diskrit.
Korelasi dan Regresi Ganda
DISTRIBUSI PELUANG Pertemuan ke 5.
UKURAN PEMUSATAN MK. STATISTIK (MAM 4137) 3 SKS (3-0)
PENDAFTARAN TANAH Pendaftaran Tanah (Pasal 1 angka 1 PP No.24 Th 1997)
GAMBARAN DEMOGRAFI Prof. Dr. Sri Moertiningsih S. Adioetomo.
PROYEKSI PENDUDUK PROVINSI JAMBI
STRUKTUR DAN PERSEBARAN PENDUDUK
KOMPOSISI penduduk.
Struktur data dan persebaran penduduk
Identifikasi dan Analisis Potensi Daerah : Aspek Demografi
Peluang dan Tantangan BONUS DEMOGRAFI INDONESIA.
Transcript presentasi:

ANALISIS STRUKTUR UMUR

PIRAMIDA PENDUDUK

Konsep Piramida penduduk adalah cara penyajian lain dari struktur umur penduduk Dasar piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk, dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan menurut umur

Kegunaan Untuk melihat gambaran mengenai sejarah perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang akan datang Struktur umur penduduk saat ini merupakan hasil kelahiran, kematian dan migrasi masa lalu Sebaliknya, struktur umur penduduk saat ini akan menentukan perkembangan penduduk di masa yang akan datang Dengan melihat gambar piramida penduduk, secara sekilas kita mengetahui struktur umur penduduk dan implikasinya terhadap tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk (baik balita, remaja, dewasa, laki-laki dan perempuan, dan lansia) sekaligus melihat potensi tenaga kerja serta membayangkan kebutuhan akan tambahan kesempatan kerja yang harus diciptakan

3 Macam Bentuk Piramida Penduduk secara Umum Piramida penduduk yang mempunyai dasar lebar menunjukkan terjadinya kelahiran yang tinggi diwaktu-waktu yang lalu Piramida penduduk yang berbentuk kerucut menunjukkan kelahiran besar di waktu yang lalu tetapi kematian bayi yang tinggi menyebabkan proporsi penduduk yang dapat hidup terus keusia dewasa dan menjadi tua lebih sedkit Piramida penduduk dengan badan gemuk dan dasar yang sama atau lebih kecil dan dengan ujung atas yang membesar menunjukkan bahwa beberapa waktu yang lalu telah terjadi jumlah kelahiran yang cukup besar, tetapi tingkat kematian bayi menurun sehingga jumlah bayi yang lahir dan tetap hidup mencapai usia dewasa lebih banyak dari jumlah sebelumnya

Gambar Piramida Penduduk Indonesia, SP 2000 (data dirapikan)

Interpretasi  Gambar piramida penduduk Indonesia tahun 2000 menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang berada pada kelompok umur dibawah 9 tahun sudah mulai berkurang karena penurunan jumlah kelahiran selama 10 tahun yang lalu. Kecuali usia 10-14 tahun, jumlah penduduk diatas 9 tahun menunjukkan jumlah yang membengkak pada badan priamida penduduk. Ini menunjukkan besarnya penduduk yang mencapai usia kerja

Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1971 Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1971, SP 1980, SP 1990, SP 2000 Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1971

Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1980 Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1971, SP 1980, SP 1990, SP 2000 Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1980

Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1990 Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1971, SP 1980, SP 1990, SP 2000 Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1990

Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 2000 Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1971, SP 1980, SP 1990, SP 2000 Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 2000

Piramida Penduduk Indonesia berdasarkan data SP 1971, SP 1980, SP 1990, SP 2000 Keempat piramida di atas menunjukkan adanya perubahan struktur umur penduduk Pada tahun 1971 melebar di bawah yang berarti masih banyaknya jumlah penduduk muda ( umur 0-14 tahun) Sejalan dengan pertambahan tahun bentuk piramida semakin cembung di tengah dan semakin sempit di bagian bawah yang berati jumlah penduduk muda semakin turun, sedangkan jumlah penduduk dewasa semakin meningkat Bagian atas piramida yang sedikit melebar menunjukkan semakin banyaknya jumlah penduduk lanjut usia (umur 65 tahun ke atas)

MEDIAN AGE

Pemilihan Ukuran Pemusatan Logika penggunaan ukuran Bentuk sebaran Masalah penerapan aritmatika Sensitivitas terhadap variasi sebaran Ukuran pemusatan yang paling sering digunakan dalam sebaran umur adalah median.

Kelemahan Penggunaan Rata-Rata Hitung dalam Sebaran Umur Kemencengan sebaran Kurang bermakna Bermasalah dengan sebaran umur yang diakhiri dengan interval terbuka (65+ atau 75+)

Pertimbangan Penggunaan Median dalam Ukuran Pemusatan Bentuk umum sebaran umur populasi (menceng kanan) Model sebaran demografi lainnya yang juga cenderung menceng kanan, seperti: Keluarga/RT menurut jumlah ART Tingkat kelahiran dan kelahiran menurut urutan Tingkat kelahiran menurut umur bagi wanita kawin Usia penduduk yang mendaftar sekolah Usia penduduk lajang

Formula yang Digunakan Keterangan: lMd : Batas bawah kelas nilai tengah N Jumlah semua frekuensi ∑ fx Jumlah frekuensi semua kelas sebelum kelas nilai tengah fMd Frekuensi kelas nilai tengah i Interval kelas nilai tengah

Penduduk Kota A Tahun 2010 Berapa umur median? Contoh: Umur Penduduk 0-4 66.082 5-9 64.652 10-14 49.285 15-19 35.866 20-24 37.316 25-29 36.568 30-34 30.830 35-39 25.455 Umur Penduduk 40-44 22.852 45-49 18.053 50-54 17.105 55-59 9.829 60-64 11.236 65-69 4.850 70-74 4.414 75+ 4.204 Berapa umur median?

Umur Penduduk ∑ fx 0-4 66.082 5-9 64.652 130.734 10-14 49.285 180.019 15-19 35.866 215.885 20-24 37.316 253.201 25-29 36.568 289.769 30-34 30.830 320.599 35-39 25.455 346.054 Umur Penduduk ∑ fx 40-44 22.852 368.906 45-49 18.053 386.959 50-54 17.105 404.064 55-59 9.829 413.893 60-64 11.236 425.129 65-69 4.850 429.979 70-74 4.414 434.393 75+ 4.204 438.597 N/2 = 438.597/2 = 219.298,5

Penduduk Kota B Tahun 2010 Berapa umur median? Latihan: Umur Penduduk 0-4 102.378 5-9 111.295 10-14 98.692 15-19 79.035 20-24 74.473 25-29 69.239 30-34 58.404 35-39 52.399 Umur Penduduk 40-44 42.556 45-49 36.134 50-54 31.114 55-59 21.473 60-64 22.749 65-69 12.858 70-74 10.554 75+ 10.521 TT 4.695 Berapa umur median?

Penduduk Muda/Tua? Penggolongan penduduk muda/young population (berstruktur umur muda) dan penduduk tua/old population (berstruktur umur tua) dapat dilakukan dengan cara: Melihat umur mediannya Umur Median Kategori  20 tahun 20-29 tahun  30 tahun Penduduk muda Penduduk “Intermediate” Penduduk tua

Umur Penduduk Tua Penduduk Muda 0 - 14 15 - 64 65 + < 30%  60% Melihat komposisi umur di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun Umur Penduduk Tua Penduduk Muda 0 - 14 15 - 64 65 + < 30%  60%  10%  40% =55% =5%

Struktur umur penduduk dipengaruhi oleh tiga variabel demografi, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi. Faktor sosial-ekonomi suatu negara akan mempengaruhi struktur umur penduduk melalui ketiga variabel demografi tersebut. Perbedaan struktur umur akan menimbulkan pula perbedaan dalam aspek sosial-ekonomi, seperti masalah angkatan kerja, pertumbuhan penduduk, dan masalah pendidikan.

Angka Ketergantungan

Formula Rasio ketergantungan anak Rasio ketergantungan anak digunakan untuk menunjukkan besarnya beban tanggungan anak bagi usia produktif di suatu daerah pada suatu waktu tertentu

Formula Rasio ketergantungan lanjut usia Rasio ketergantungan anak digunakan untuk menunjukkan besarnya beban tanggungan penduduk lanjut usia bagi usia produktif di suatu daerah pada suatu waktu tertentu

Formula Rasio ketergantungan Rasio ketergantungan anak digunakan untuk menunjukkan besarnya total beban tanggungan penduduk tidak produktif bagi usia produktif di suatu daerah pada suatu waktu tertentu

Kegunaan Menunjukkan potensi dampak dari perubahan struktur umur penduduk untuk pembangunan sosial dan ekonomi Menunjukkan tren yang luas dalam kebutuhan dukungan sosial Angka rasio ketergantungan yang tinggi menunjukkan bahwa populasi yang aktif secara ekonomi dan perekonomian secara keseluruhan menghadapi beban yang lebih besar untuk mendukung dan memberikan pelayanan sosial yang dibutuhkan oleh anak-anak dan oleh orang-orang tua yang sering tergantung secara ekonomi Rasio ketergantungan anak yang tinggi, misalnya, menunjukkan bahwa investasi yang lebih tinggi perlu dibuat di sekolah dan tempat penitipan anak

Bonus Demografi Sering juga disebut demografic dividend Atau demografik gift Dikaitkan dengan munculnya suatu kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk menaikkan kesejahteraan masyarakat The window of opportunity

Pengertian Bonus Demografi Keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya Rasio Ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilitas jangka panjang (Wongboonsin, dkk. 2003) Dampak transisi demografi yang menurunkan proporsi umur penduduk muda dan meningkatkan proporsi penduduk usia kerja. Menjelaskan hubungan pertumbuhan penduduk dan ekonomi (Mason, 2001)

Lanjutan Bonus demografi terjadi karena penurunan kelahiran yang dalam jangka panjang menurunkan proporsi penduduk muda sehingga investasi untuk pemenuhan kebutuhannya berkurang dan sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga (Ross, 2004)

Bagaimana proses Bonus Demografi terjadi? Proses transisi demografi karena penurunan fertilitas dan mortalitas Terjadi perubahan struktur umur penduduk: penurunan fertilitas akan menurunkan proporsi anak-anak (keberhasilan KB) penurunan kematian bayi akan meningkatkan jumlah bayi yang terus hidup dan mencapai usia kerja Rasio ketergantungan menurun karena penurunan proporsi penduduk muda dan peningkatan proporsi penduduk usia kerja

Asumsi Fertilitas TFR 2.34 tahun 2000, menurun menjadi 2.1 tahun 2015, dan mencapai 1.85 tahun 2050 Tetapi jumlah bayi yang lahir masih sekitar 4 juta per tahun mencapai 3,5 jt tahunn 2050 Replacement level, NRR=1 harus dicapai tahun 2010-2015 Terus menurun menjadi 0.89 tahun 2050. Sumber: Adioetomo, 2008

Sumber: Adioetomo, 2008

Pergeseran umur penduduk Jumlah anak dibawah 15 tahun menurun, tetapi masih 50 juta tahun 2050 Jumlah penduduk usia kerja meningkat drastis mencapai 170,9 jt tahun 2015, mencapai 195,2 tahun 2040 dan menurun menjadi 191,5 tahun 2050 Jumlah lansia meningkat pelahan sampai tahun 2035 lalu meningkat pesat mencapai 49,6 tahun 2050 sama dengan jumlah anak. Sumber: Adioetomo, 2008

Sumber: Adioetomo, 2008

Sumber: Adioetomo, 2008