NILAI TUKAR PETANI (NTP)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Rosihan Asmara Fakultas Pertanian Unibraw
Advertisements

TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Bab 1 Pemasaran Mengatur Hubungan Pelanggan yang Menguntungkan
METODE PENGHITUNGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)
Data produksi ( ) • Produksi padi, pada tahun 2007 mencapai 57,05 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN BAB 14 Oleh : Zaenal Abidin MK SE 1.
Survei Struktur Ongkos Usaha Tani Tanaman Pangan
Angka indeks Angka indeks adalah suatu ukuran statistik yang menunjukkan perubahan-perubahan atau perkembangan-perkembangan keadaan/kegiatan/peristiwa.
Pengantar Toko Survei Data Literatur Toko Pertemuan 1-3
Umum Pengenalan Tempat Kol (1) dan (2) Kol (3) dan (4) Kol (5) Kol (6)-(9) Kol (10) dan (11) Kol (12) dan (13) Kol (14) dan (15) Baris Penjumlahan 100%
Official Statistics Lingkup Kegiatan : Deputi Produksi
BAHAN AJAR KELOMPOK 3.
THE RATIO ESTIMATOR VARIANCE DAN BIAS RATIO PENDUGA SAMPEL VARIANCE
TABEL INPUT OUTPUT REGIONAL.
STATISTIK PETERNAKAN.
Metodologi Penghitungan Upah Buruh Tani Sub Direktorat Statistik Harga Pedesaan BPS Jakarta, 3 Juni
SUBDIT STATISTIK HARGA PRODUSEN
KELOMPOK V / KELAS 2A NAMA: PEMBAHASAN: AYU ROSITA SARI ( )
ILMU EKONOMII Oleh FEBRIANI, SE, M.SI.
Teori Tingkah Laku Konsumen Teori Nilaiguna (Utility)
STRUKTUR BELANJA DAERAH
STANDARD PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR (SPM)
Biaya Produksi.
STATISTIKA OLEH : SURATNO, S.Pd SMAN 1 KALIWUNGU Kelas XI IPS
MODUL 13 ANGKA INDEKS Indikator ekonomi menarik minat masyarakat karena merupakan indikator keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan. Indikator.
TUGAS EKONOMI MAKRO MENGUKUR OUTPUT NASIONAL DAN PENDAPATAN NASIONAL
SEPULUH PRINSIP EKONOMI dan ALIRAN MELINGKAR EKONOMI
Dasar-dasar Ilmu Ekonomi
ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN BAB 10 Oleh : Zaenal Abidin MK SE 1.
Pendugaan Parameter dan Besaran Sampel
Luas Daerah ( Integral ).
Klasifikasi/Pengelompokan/ Penggolongan/Stratifikasi
Workshop Rehabilitasi & Rekonstruksi Usaha Peternakan Sapi
1 DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN DIREKTORAT ANGGARAN II GEDUNG SUTIKNO SLAMET LANTAI 13 JL.WAHIDIN RAYA NO.1 JAKARTA.
PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS KEUANGAN PEMERINTAH
LANGKAH-LANGKAH melaksanakan SURVEI CONTOH
Tim Analisi Pola Pangan Harapan (PPH) BPPKP Prov. Kalteng
MANFAAT NILAI TUKAR PERIKANAN oleh: Dr. Ir. Sasmito H
Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya
Penarikan sampel dua fase ( Two phase / Double sampling )
SURVEI CONTOH PERTEMUAN KE-5.
Kegiatan ekonomi masyarakat
Inventarisasi dan Identifikasi Kegiatan Statistik Hortikultura 2013
PERTANIAN PERTEMUAN 8 Powerpoint Templates.
SURVEI CONTOH PERTEMUAN KE-4.
KEGIATAN EKONOMI KESEHATAN Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH.
NILAI TUKAR PETANI (NTP)
SISTEM NERACA NASIONAL & PDB/PDRB
Dasar-dasar Ilmu Ekonomi
Department of Business Adminstration Brawijaya University
PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN NEGARA
BAB XI ANGKA INDEKS Oleh : Andri Wijaya, S.Pd., S.Psi., M.T.I.
NILAI TUKAR PETANI (NTP)
PDB RATIH JUWITA.
Indeks Harga dan Perkembangannya
BERITA RESMI STATISTIK
Perkembangan Inflasi di Kota Surabaya
Resista Vikaliana, S.Si. MM
Harga Indeks ANGKA INDEKS (Konsep Angka Indeks, Indeks Relatif
STATISTIK 1 Pertemuan 10: Angka Indeks Dosen Pengampu MK:
Indeks harga dan inflasi
STATISTIK 1 Pertemuan 5: Angka Indeks Dosen Pengampu MK:
STATISTIK 1 Pertemuan 8: Angka Indeks Dosen Pengampu MK:
STATISTIKA Pertemuan 4: Angka Indeks Dosen Pengampu MK:
INFLASI.
ANGKA INDEKS Oleh : AHMAD NURDIN HASIBUAN
STATISTIK 1 Pertemuan 9: Angka Indeks Dosen Pengampu MK:
STATISTIK 1 Pertemuan 4: Angka Indeks Dosen Pengampu MK:
ANGKA INDEKS Jaka Wijaya Kusuma M.Pd.
PEMANFAATAN DATA SUSENAS MODUL KONSUMSI
Transcript presentasi:

Statistik Harga Pedesaan Subdit Statistik Harga Pedesan Direktorat Statistik Harga

NILAI TUKAR PETANI (NTP)

SEJARAH PENGHITUNGAN NTP NTP Pertama dengan Tahun Dasar 1976=100, Mencakup 4 provinsi (di Jawa) dan 2 Sub sektor, yaitu Tanaman Bahan Makanan (TBM) & Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR). NTP kedua Menggunakan Tahun Dasar 1983=100, Mencakup 4 provinsi (di Jawa) dan 2 Sub sektor, yaitu Tanaman Bahan Makanan (TBM) & Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR).

NTP ketiga Mengunakan Tahun Dasar 1987=100, Mencakup 14 Provinsi (4 Provinsi Jawa dan 10 Provinsi luar Jawa) dan 2 Sub sektor, yaitu Tanaman Bahan Makanan (TBM) & Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR). NTP keempat Menggunakan Tahun Dasar 1993=100, Mencakup 23 Provinsi (4 Provinsi Jawa dan 19 Provinsi luar Jawa) dan Sub sektor, yaitu Tanaman Bahan Makanan & Tanaman Perkebunan Rakyat. NTP kelima Menggunakan Tahun Dasar 2007 = 100, Mencakup 32 Provinsi dan 5 Sub sektor, yaitu Tanaman Pangan, Hortikultura, Tanaman Perkebunan Rakyat, Peternakan, dan Perikanan

A. Pengertian Umum NTP merupakan indikator proxy kesejahteraan petani NTP merupakan perbandingan antara Indeks harga yang diterima petani (It) dengan Indeks harga yang dibayar petani (Ib)

@ Indeks Harga Yang Diterima Petani (It) Penimbang yang digunakan untuk It adalah nilai produksi yang dijual petani dari tiap jenis barang hasil pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, peternakan, perikanan. Penghitungan diagram timbangan diperlukan tiga macam data pokok yaitu : a. Kuantitas Produksi Tiap Jenis Tanaman b. Harga Produsen Pertanian c. Persentase Marketed Surplus

Persentase Marketed Surplus Perbandingan antara nilai produksi yang dijual petani dengan nilai produksi yang dihasilkan per jenis tanaman pertanian. Dalam penghitungan nilai produksi yang dijual digunakan rumus : NMSi = % MSi x Pi x Qi dimana: NMSi = Nilai produksi yang dijual untuk jenis barang i % MSi = Persentase Market Surplus untuk jenis barang i Pi = Harga produsen untuk jenis barang i Qi = Kuantitas produksi untuk jenis barang i

@ Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib) a. Kelompok Konsumsi Rumah Tangga b. Kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal Sub Kelompok Biaya Produksi, Upah dan Lainnya Penimbang untuk kelompok ini adalah ongkos/biaya yang dikeluarkan oleh petani tetapi tidak termasuk ongkos produksi yang berasal dari produksi sendiri. Sub Kelompok Penambahan Barang Modal Jenis barang yang dicakup pada kelompok ini adalah barang yang penggunaannya tahan lama (durable goods) seperti cangkul, bajak dan lainnya. Indeks Kelompok Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) juga merupakan proxy Inflasi Pedesaan

It Nasional Maret ‘09 (2007=100) = 117,46 ; artinya tingkat harga produk pertanian mengalami kenaikan secara rata-rata hampir 1,17 kali lipat dibanding dgn produk yg sama pada thn 2007. Ib Nasional Maret `09 (2007=100) = 119,96 ; artinya tingkat harga kebutuhan petani naik 1,19 kali lipat dibanding dgn tingkat harga pd tahun 2007.

B. Arti Angka NTP NTP > 100, berarti petani mengalami surplus. Harga produksi naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya. Pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya. NTP = 100, berarti petani mengalami impas. Kenaikan/penurunan harga produksinya sama dengan persentase kenaikan/penurunan harga barang konsumsi. Pendapatan petani sama dengan pengeluarannya. NTP< 100, berarti petani mengalami defisit. Kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya. Pendapatan petani turun, lebih kecil dari pengeluarannya.

C. Kegunaan dan Manfaat Dari Indeks Harga Yang Diterima Petani (It), dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan petani. Indeks ini digunakan juga sebagai data penunjang dalam penghitungan pendapatan sektor pertanian. Dari Indeks Harga Yang Dibayar Petani (Ib), dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dikonsumsi oleh petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat di pedesaan, serta fluktuasi harga barang yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Perkembangan Ib juga dapat menggambarkan perkembangan inflasi di pedesaan.

NTP mempunyai kegunaan untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga. Angka NTP menunjukkan tingkat daya saing produk pertanian dibandingkan dengan produk lain. Atas dasar ini upaya produk spesialisasi dan peningkatan kualitas produk pertanian dapat dilakukan.

D. Ruang lingkup Cakupan Komoditas: Sub Sektor Tanaman Pangan seperti: padi, palawija, Sub Sektor Hortikultura seperti : Sayur-sayuran, buah- buahan, tanaman hias & tanaman obat-obatan Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) seperti: kelapa, kopi robusta, cengkeh, tembakau, dan kapuk odolan. Jumlah komoditas ini juga bervariasi antara daerah.

Sub Sektor Peternakan seperti : ternak besar (sapi, kerbau), ternak kecil (kambing, domba, babi, dll), unggas (ayam, itik, dll), hasil-hasil ternak (susu sapi, telur, dll). Sub Sektor Perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya. Barang/jasa untuk kelompok makanan dan non makanan Cakupan Wilayah: Wilayah yang dicakup dalam penghitungan NTP meliputi 32 Provinsi kecuali Prov. DKI Jakarta

E. Pengumpulan Data Harga Dilakukan wawancara langsung dengan menggunakan daftar HKD-1, HKD-2.1, HKD-2.2, HD-1, HD-2, HD-3, HD-4, HD-5.1, HD- 5.2, dan HP-6 Daftar HKD-1 mencatat harga eceran barang kelompok makanan untuk keperluan konsumsi rumah tangga petani. Pencatatan harga dilakukan setiap bulan pada hari pasaran yang terdekat dengan tanggal 15. Daftar HKD-2.1 mencatat harga eceran barang/jasa kelompok non makanan (dalam hal ini untuk jenis konstruksi, jasa dan transportasi) untuk keperluan konsumsi rumah tangga petani. Pencatatan harga dilakukan setiap bulan pada hari pasaran yang terdekat dengan tanggal 15.

Daftar HKD-2.2 mencatat harga eceran barang kelompok non makanan ( dalam hal ini adalah jenis aneka perlengkapan rumah tangga dan lainnya) untuk keperluan konsumsi rumah tangga petani. Pencatatan harga dilakukan setiap bulan pada hari pasaran yang terdekat dengan tanggal 15. Daftar HD-1 mencatat harga produsen yang dihasilkan petani dan harga eceran barang/jasa untuk keperluan produksi pertanian sub sektor tanaman pangan (tp). Pencatatan harga dilakukan pada kecamatan terpilih pada tanggal 15 dengan menanyakan harga transaksi antara tanggal 1 sampai dengan 14 pada bulan yang bersangkutan.

Daftar HD-2 mencatat harga produsen yang dihasilkan petani dan harga eceran barang/jasa untuk keperluan produksi pertanian sub sektor tanaman hortikultura. Pencatatan harga dilakukan pada kecamatan terpilih pada tanggal 15 dengan menanyakan harga transaksi antara tanggal 1 sampai dengan 14 pada bulan yang bersangkutan. Daftar HD-3 mencatat harga produsen yang dihasilkan petani dan harga eceran barang/jasa untuk keperluan produksi pertanian sub sektor tanaman perkebunan rakyat (tpr). Pencatatan harga dilakukan pada kecamatan terpilih pada tanggal 15 dengan menanyakan harga transaksi antara tanggal 1 sampai dengan 14 pada bulan yang bersangkutan.

Daftar HD-4 mencatat harga produsen yang dihasilkan petani dan harga eceran barang/jasa untuk keperluan produksi pertanian sub sektor peternakan. Pencatatan harga dilakukan pada kecamatan terpilih pada tanggal 15 dengan menanyakan harga transaksi antara tanggal 1 sampai dengan 14 pada bulan yang bersangkutan. Daftar HD-5.1 dan HD-5.2 mencatat harga produsen yang dihasilkan petani dan harga eceran barang/jasa untuk keperluan produksi pertanian sub sektor perikanan tangkap dan budidaya. Pencatatan harga dilakukan pada kecamatan terpilih pada tanggal 15 dengan menanyakan harga transaksi antara tanggal 1 sampai dengan 14 pada bulan yang bersangkutan.

F. Pemilihan Sampel (Kecamatan) Dengan rancangan sampling dua tahap, yaitu : Tahap pertama, dari setiap provinsi dipilih secara purposive bersyarat, dipilih sejumlah kabupaten yang merupakan daerah sentra produksi pertanian, Tahap kedua, dari setiap kabupaten terpilih, dipilih sejumlah kecamatan yang merupakan sentra produksi pertanian.

G. Pemilihan Pasar Pemilihan Pasar di kecamatan terpilih berdasarkan kriteria : Paling besar di kecamatan tersebut Beraneka ragam barang yang diperdagangkan Kebanyakan masyarakat berbelanja di sana Dapat dijamin kelangsungan (kontinyuitas) pencatatan harganya. Pasar terletak di desa pedesaan.

Responden Harga Konsumen Pedesaan, adalah H. Pemilihan Responden Responden Harga Konsumen Pedesaan, adalah Di setiap pasar diwawancarai 3-4 pedagang untuk setiap jenis harga barang yang diperjualbelikan. Dokter praktek, rumah sakit, tukang pangkas rambut, tukang jahit, sekolah dsb. Responden Harga Produsen Pertanian adalah Petani yang dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut: Tinggal di desa pedesaan (kecamatan pedesaan) Menjual bermacam hasil produksi pertanian Pencatatan harga terjamin secara kontinyu.

Penghitungan Nilai Tukar Petani (NTP)

Skema Penyusunan Diagram Timbang NTP (2007=100) INPUT PROSES OUTPUT OUTCOME Sensus Pertanian 2003 (ST03) Survei Pertanian /SPNV/ SBIdan SPI(perikanan) Departem en Terkait SP Tahun Dasar (SPTD) Survei Harga Pedesaan Struktur Input PDRB (Ratio Surplus Usaha Pertanian terhadap Total Input ) SURVEI Struktur Ongkos Usaha Tani (SOUT) Susenas modul konsumsi & SBH 2007 Proyeksi RT P ertanian 2007 Nilai Produksi pertanian Ratio Marketed Surplus (2007) Ratio BPPBM dan KRT Nilai BPPBM dan Struktur BPPBM Nilai KRT per bulan dan Strukturnya Pembanding Paket komoditas KRT Bobot Per sub sector/Propinsi/ Nasional Diagram Timbang ( IT) RH (Relatif Harga) Timbang (IB) Indeks Harga yang Diterima petani (IT) Dibayar Petani (IB) NTP - Persubsektor propinsi/Nasional Gabungan propinsi Gabungan Skema Penyusunan Diagram Timbang NTP (2007=100)

Formula NTP Provinsi per Subsektor ∑PnQo Iti = ───── × 100 % ∑PoQo Iti = Indeks Harga Yang diterima Petani Subsektor i Pn = Harga Komoditi pada bulan berjalan Po = Harga Komoditi pada tahun dasar Qo = Kuantum tahun dasar Ibi = ─────── × 100 % Ibi = Indeks Harga Yang dibayar Petani Subsektor i Iti NTPi = ── × 100 % Ibi NTPi = NTP Subsektor I di suatu Provinsi i = Tanaman Pangan, Hotikultura, Perkebunan Rakyat, Peternakan, Perikanan

Formula NTP Provinsi (Gabungan Subsektor) NTPp = ∑NTPi × wi x 100 % NTPp = NTP Gabungan Subsektor di suatu Provinsi NTPi = NTP Subsektor I di suatu Provinsi Wi = Jumlah Rumah Tangga Subsektor i di Provinsi i = Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Rakyat, Peternakan, Perikanan

Formula NTP Nasional Per Subsektor ∑ITi Wi NTPNi = ────── × 100 % ∑IBi Wi NTPNi = NTP per Subsektor di Indonesia (Nasional) ITNi = Indeks Harga Yang Diterima Petani per Subsektor di Indonesia (Nasional) IBNi = Indeks Harga Yang Dibayar Petani per Subsektor di Indonesia (Nasional) Wi = Jumlah Rumah Tangga per Subsektor di suatu Provinsi i = Provinsi

Fomula NTP Nasional (Gabungan Subsektor) NTPN = ∑NTPNi x wi x 100 % NTPN = NTP Nasional NTPNi = NTP per Subsektor di Indonesia (Nasional) Wi = Jumlah Rumah Tangga per Subsektor i di Indonesia (Nasional) i = Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Rakyat, Peternakan, Perikanan

Arigatou gozaimasu