LANDASAN PENGETAHUAN, NILAI DAN KETERAMPILAN PEKSOS DALAM INTERVENSI MAKRO (Body of Knowledge, Values and Skills) by Jim Ife OLEH DIDIET WIDIOWATI.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DASAR KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI
Advertisements

Bab 3 BISNIS : SEBUAH PROFESI ETIS ?
FOKUS INTERVENSI PEKERJAAN SOSIAL
Oleh : Ns. Lili Fajria.S.Kep, M.Biomed
OLEH : DIDIET WIDIOWATI
KEBIDANAN SEBAGAI PROFESI
NILAI PERSONAL DAN NILAI LUHUR PROFESI DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
KONSEP PERILAKU DAN ORGANISASI
BAB VI ETIKA PROFESI HUKUM
Hakekat Profesi Guru Pengertian Profesi Ciri-ciri & syarat profesi
Pertemuan 13 Team dan group.
ISSUE ETIK DAN MORAL DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
Berbagai masalah dalam menerapkan keterampilan secara tepat antara lain : A. PERMASALAHAN DENGAN BUKU PANDUAN Buku buku panduan hanya bersifat penuntun.Hal.
KEDUDUKAN INTERVENSI MAKRO (CO/CD) DI DALAM PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL
METODE COMMUNITY ORGANIZATION COMMUNITY DEVELOPMENT
KERANGKA KERJA MEMAHAMI MASALAH KOMUNITAS MAUPUN MASALAH ORGANISASI
METODE SOCIAL GROUP WORK
KEPEMIMPINAN Leadership
TANGGUNG JAWAB ETIK PEKERJA SOSIAL TERHADAP PROFESI PEKERJAAN SOSIAL
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL
STUDI PERILAKU ORGANISASI
ETIKA PROFESI PURWATI.
BUDAYA ORGANISASI dan Etika Organisasi
Profesi Suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian dari para anggotanya. Artinya, tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih.
PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
By : DEVI SILVIA dan ERNI SUHERNI
MODUL PEMBIMBING Modul terdiri dari: Pendahuluan PIGP
MENUMBUHKAN SIKAP PROFESIONALISME GURU SEKOLAH MINGGU BUDDHA
DASAR PENGETAHUAN DAN NILAI PRAKTIK MAKRO
KOMUNITAS SEBAGAI OBJEK DAN SUBJEK ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
PERANAN-PERANAN PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT
Studi Dalam Berorganisasi
KODE ETIK PEKERJAAN SOSIAL
Ilmu Sosial Budaya Dasar Profesional Masuk Desa
NILAI DAN NORMA.
Mata Kuliah Manajemen Pelatihan dan Pengembangan
Pertemuan 2 ETIKA PROFESI.
STANDAR KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN
KERANGKA REFERENSI PEKERJAAN SOSIAL
PROSES DALAM PEKERJAAN SOSIAL DENGAN INDIVIDU DAN KELUARGA
Studi Dalam Berorganisasi
PERTEMUAN KE-4 PROFESI ETIS
BUDAYA ORGANISASI dan Etika Organisasi
Studi dalam Berorganisasi
METODE-METODE PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL I HAKEKAT PEKERJAAN SOSIAL
IMPLIKASI ETIK DARI TEKNOLOGI INFORMASI
PERILAKU KELOMPOK DALAM ORGANISASI
Hakikat sistem sumber dalam pelayanan kesejahteraan sosial
ETIKA PROFESI.
NILAI PERSONAL DAN NILAI LUHUR PROFESI DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
SISTEM PEMBINAAN PROFESIONAL
Oleh : Ns. Lili Fajria.S.Kep, M.Biomed
etika Fahrobby adnan S.KOM., MMSI
Ethical Implications of Informations Technology
BAB I PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI
KONSEP ETIK PRAKTIK KEPERAWATAN
BUDAYA DAN ETIKA ORGANISASI (Pertemuan ke-13)
Netting, Kettner & McMurty
BUDAYA ORGANISASI dan Etika Organisasi
Studi Dalam Berorganisasi
KEBIJAKAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU
BAB I KONSEP PROFESI PENDIDIKAN
PERAN, ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB PSIKOLOG
ETIKA PROFESI.
Organisasi dan Kode Etik Profesi
PRINSIP-PRINSIP INTERVENSI MAKRO (The 22 Principles of CD – Jim Ife) OLEH : DIDIET WIDIOWATI 12/8/2018.
ETIKA PROFESI KESEHATAN MASYARAKAT
Analisis Instrumen PKG PAI
Peranan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling (BK)
PERTEMUAN 3: KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING PERKEMBANGAN
Transcript presentasi:

LANDASAN PENGETAHUAN, NILAI DAN KETERAMPILAN PEKSOS DALAM INTERVENSI MAKRO (Body of Knowledge, Values and Skills) by Jim Ife OLEH DIDIET WIDIOWATI

PENGETAHUAN PEKERJAAN SOSIAL DALAM INTERVENSI MAKRO (Community Work Knowledge)

Mary Richmond (1917) secara umum pengetahuan Pekerjaan Sosial dikelompokan 3 (tiga) golongan : Pengetahuan tentang klien atau kelompok sasaran (target group), yaitu individu, keluarga kelompok, organisasi, masyarakat, serta kebijakan (IPOLEKSOSBUD). Pengetahuan tentang lingkungan sosial, yaitu pengetahuan yang berkaitan dengan individu, keluarga, kelompok, organisasi, masyarakat, kebudayaan, serta kebijakan idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya. Pengetahuan tentang profesi pekerja sosial profesional yang meliputi pengetahuan tentang diri sebagai seorang pekerja sosial, profesi dan intervensi pekerjaan sosial.

Produksi ,Distribusi, Konsumsi COMMUNITY Community (Warren) adalah Kombinasi dari unit-unit sistem sosial yang melaksanakan fungsi sosial secara luas, relevan dan saling tergantung dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat. Fungsi-fungsi Community ( Warren ,1978 ). Produksi ,Distribusi, Konsumsi Bentuk kegiatan masyarakat dalam rangka menemukan, mendistribusikan dan memenuhi kebutuhan masyarakat baik kebutuhan pokok, benda maupun jasa. Socialization (Sosialisasi) Sosialisasi dapat dilakukan melalui pemberian pemahaman terhadap norma-norma, tradisi-tradisi serta nilai yang ada dalam komunitas atau melalui pembentukan sikap.

Social Control (Kontrol Sosial) Fungsi ini menunjukan suatu proses dimana anggota masyarakat hrs memastikan pelaksanaan norma, nilai-nilai dan peraturan-peraturan. Fungsi ini dilaksanakan oleh lembaga yang memiliki Tj berbagai sektor seperti pemerintah, pendidikan, keagamaan dan pelayanan sosial. Kaitan fungsi ini dengan pekerjaan sosial adalah bahwa pekerjaan sosial memberikan pertolongan sekaligus merujuk klien dari atau ke lembaga pengawasan sosial. Pekerjaan Sosial dalam memberikan pelayanan dapat melalui sekolah-sekolah, LSM, Kantor-kantor pengawasan dll. Social Participation. (Partisipasi Sosial) Fungsi ini memberikan kesempatan pada masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan. Dalam fungsi ini termasuk interaksi orang dalam kelompok masyarakat, perkumpulan , serta Ormas dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial Mutual Support.( Dukungan sosial ) Fungsi berikut ini adalah pemberian dukungan yang berasal dari keluarga, teman-teman, tetangga, sukarelawan maupun orang-orang yang ahli dalam masyarakat.

ORGANISASI Pengertian Menurut DAF’S, Organisasi adalah kesatuan Sosial, yang kegiatannya diarahkan secara langsung untuk mencapai tujuan sistem yang telah ditetapkan Menurut TALCOT PARSON, Pengembangan organisasi adalah prinsip mekanis yang didalamnya membedakan masyarakat dalam memperoleh sesuatu dan mencapai tujuan berdasarkan kemampuan individu. Menurut BRAGER dan HALLOWAY, Organisasi pelayanan kemanusiaan adalah suatu kesatuan sosial yang memiliki aturan yang lebih luas dari organisasi formal, dan memiliki status untuk meningkatkan tujuan sosial, emosional, fisik dan intelektual serta beberapa komponen populasi /kelompok sasaran

Organisasi Pelayanan Sosial dan Unsur-unsurnya. Menurut MARTIN, organisasi memfokuskan pelayanan serta kegiatannya dalam tingkatan yang berbeda dalam setiap struktur birokrasi pelayanan yang berhubungan dengan aturan yang lebih spesifik. Untuk membuat suatu keputusan dalam suatu organisasi tngkatannya adalah sebagai berikut ; Directors and senior Administrators. Middle Manager. Direct Services Providers. Support and maintenance staff. Individual Clients/ target population.

Fungsi Organisasi : Menurut Miles : Melaksanakan kepemimpinan yang efektif. Mengembangkan struktur Organisasi dan jaringan kerja kerja. Melaksanakan seleksi, latihan, penilaian dan pengembangan SDM. Melaksanakan pengawasan dan komunikasi yang memadai. Memberikan motivasi dan Sistem penghargaan.

NILAI-NILAI PEKERJAAN SOSIAL DALAM INTERVENSI MAKRO (Community Work Values)

NILAI DASAR PRAKTEK MAKRO Menurut GUSTAFSON ( 1983) Karakteristik Profesi ada 3 (tiga ) yaitu : Profesi ( Manusia ) harus mempunyai tujuan untuk menemukan kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu profesi harus memiliki orientasi tujuan dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai dimasyarakat yang akan dilayani. Profesi mempunyai Pengetahuan tentang tehnis,konsep dan teori profesional yang dapat dipertanggung jawabkan. Dan kemampuan menerapkan pengetahuan dan ketrampilan. Pekerja Sosial harus memiliki kontrol sosial yang merupakan akreditas kegiatan yang menjaga kode etik pekerjaan sosial, dan memberikan nilai dasar sebagai petunjuk dalam praktek pekerjaan Sosial. Menurut NASW ada beberapa Kode ETIK Pekerja Sosial : Perilaku dan Sifat-sifat utama sebagai Pekerja Sosial Kualitas Kepribadian . Kompetensi dan Kemampuan Profesional Pelayanan. Integritas Belajar dan meneliti

2. Tanggung Jawab Etik Pekerja Sosial terhadap klien : Hak-hak prerogasi klien. Konfidensialitas dan pendirian Imbalan. Mengutamakan kepentingan klien. 3. Tanggung Jawab Etik Pekerja Sosial terhadap sejawat : Menghargai, jujur dan menghormati. Tanggung jawab terhadap klien temannya. 4. Tanggung Jawab Etik Pekerja Sosial terhadap Badan Sosial yang mempekerjakan Tanggung Jawab Etik Pekerja Sosial terhadap Profesi. Memelihara integritas profesi. Pelayanan Masyarakat. Pengembangan Pengetahuan Tanggung Jawab Etik Pekerja Sosial terhadap masyarakat Pekerja sosial harus mempromosikan kesejahteraan umum masyarakat

CIRI-CIRI PROFESIONAL Menurut Gustafson ( 1982) Ciri-ciri profesional dikembangkan atas pemahaman akan 1. Panggilan moral sebagai pekerja sosial dalam praktek profesional. suatu profesi tanpa keterpanggilan moral, akan kehilangan sensitifitas kemanusiaan sehingga usahanya akan sia-sia. 2. Kualitas Motivasi merupakan indikasi bahwa peksosi menjadi bagian dari profesi, yg memiliki komitmen yg tinggi. 3. Adanya Visi, Sebagai organisasi profesional yang telah tumbuh dan berkembang, merupakan tempat bagi pekerja sosial untuk mengembangkan program dan berbagai tujuan..

KETRAMPILAN-KETRAMPILAN PEKERJAAN SOSIAL DALAM INTERVENSI MAKRO (Community Work Skills)

KETERAMPILAN-KETERAMPILAN POKOK DALAM COMMUNITY WORK Komunikasi personal Berkelompok dan Pertemuan Pendidikan masyarakat Menyusun struktur dan proses penggalian sumber masyarakat Menulis Memotivasi, memberi semangat dan melakukan aktivitas Memecahkan konflik ,negosiasi dan mediasi Representasi dan advokasi Presentasi masyarakat Bekerja dengan media Managemen dan organisasi Riset atau Penelitian

TERIMA KASIH