Perjalanan hidup kadang menyedihkan tetapi mau bagaimana itulah yang membuat hidup ini serasi, tiada keberhasilan tanpa ada kegagalan dan tiada penyesalan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Banyak sekali orang yang mengatakan bahwa apabila mencintai seseorang haruslah dengan perasaan yang timbul dari hati yang timbul sendirinya dan tidak bisa.
Advertisements

Materi kuliah Pemilu dan Perilaku Politik
GLOBALISASI dan DAMPAKNYA
Menilai Diri Sendiri Nur Hidayat.
ASAS DALAM MATERI MUATAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Anggota kelompok : Heri Fatkhurrokhim Sri Mila Lestari Danik Lestari
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Dosen Pengajar: Mujiana
FILSAFAT PANCASILA ( PANCASILA NILAI DASAR FUNDAMENTAL )
KEWARGANEGARAAN BY: BPK. MUJIANA. ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.
WARGA NEGARA HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA
By: Nurul Damayanti PBI / B
KEWARGANEGARAAN Nama: DIAN PUSPASARI NIM:
WAWASAN NUSANTARA Oleh : Aditya Hendra Moh. Khoirul Anwar
MAKNA LIMA SILA DALAM PANCASILA
Pertemuan 2 NEGARA DAN BANGSA Matakuliah: O0032 – Pengantar Ilmu Politik Tahun: 2008.
SISTEM POLITIK INDONESIA
KONFLIK.
Demokrasi dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
NASIONALISME Oleh Fajar Iswahyudi.
PARTAI POLITIK Ahmad Nasher.
WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN
Wawasan Kebangaan dan Nasionalisme Indonesia
PANCASILA Sebagai Alat Pemersatu Bangsa
DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN I DAN II Oleh Fajar Iswahyudi
Pengertian Negara Etimologi
PELANGGARAN HAK DAN PENGINGKARAN KEWAJIBAN SEBAGAI WARGANEGARA
NILAI DAN PRINSIP Nilai-nilai 1945
NAMA KELOMPOK : Okti Panca Istihanah Ola Desilia Puji Ananda
Partai Politik dan Pemilu
NILAI DAN PRINSIP Nilai-nilai 1945
AKTUALISASI PANCASILA DALAM BIDANG POLITIK
SISTEM PEMILU.
PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK
MATAKULIAH: MSDM INTERNASIONAL PERTEMUAN KE IV
WARGA NEGARA HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA
PEMERINTAHAN YANG BERSIH
AKTUALISASI PANCASILA DALAM BIDANG EKONOMI
Kosongkan Cangkir Tehmu
Pendidikan kewarganegaraan
Pendidikan kewarganegaraan
PANCASILA dan IMPLEMENTASINYA
Stratifikasi sosial.
Keragaman Suku Bangsa dan Budaya
EKONOMI Kelas / Semester : X / 1 Permasalahan Ekonomi.
Apa dan Mengapa Demokrasi?
Pertemuan 6 Kesetaraan dan hak budaya dalam masyarakat majemuk
BAB 3 Berkomitmen Terhadap Kaedah Pokok Fundamental
WARGA NEGARA HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA
CITA CITA PENDIRI NEGARA
BAB XI GEREJA DAN DUNIA.
PILAR KEPEMIMPINAN #4 KEBERANIAN
BAB XI GEREJA DAN DUNIA.
EKONOMI Permasalahan Ekonomi.
Pendidikan kewarganegaraan
Geostrategi Nasional Pengertian geostrategi:
MULTIPARTAI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KETAHANAN NASIONAL
IDENTITAS NASIONAL KELOMPOK 2 Ayu Asmira (G )
Teori konstitusi.
PPT PKn.
Kelemahan dan Kelebihan Otonomi Daerah
IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA
Stratifikasi sosial.
Makna Bhinneka Tunggal Ika
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
Modul ke: Fakultas Program Studi PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Gunawan Wibisono SH MSi 05 Demokrasi Indonesia.
Pendidikan Kewarganegaraan
PARTAI POLITIK Aryani Yeni Eko Wati. Pengertian Partai Politik (3) Berdasarkan UU No. 2 tahun 2008 ttg Partai Politik pasal 1 (ayat 1) : Organisasi yang.
Apa itu ? IDENTITAS & INTEGRASI
Pertemuan 6 Kesetaraan dan hak budaya dalam masyarakat majemuk
Ilmu Sosial dan Kebudayaan Masalah-masalah/ Isu-isu yang Terjadi pada Abad 21 Gayuh Tristanti Dewi Warsono.
Transcript presentasi:

Perjalanan hidup kadang menyedihkan tetapi mau bagaimana itulah yang membuat hidup ini serasi, tiada keberhasilan tanpa ada kegagalan dan tiada penyesalan kalau tiada kesia-sian di waktu dulu. Orang baik kadang disenangi, kadang di benci karena menyulitkan bagi yang berbuat jahat.Tetapi tanpa itu semua dunia ini tidak akan pernah seimbang tetapi bukan berarti kita hanya diam saja ketika melihat kejahatan. Melihat apa yang terjadi sekarang ini orang-orang banyak tidak menyadari akan menang dan kalah masih dalam mengarungi kehidupan.Banyak yang terambang dalam kenistaan demi kehormatan jabatan, mengunakan kekuasaan untuk kemewahan dan saling menjatuhkan satu sama lain untuk suatu kesuksesan pribadi atau golongan.Saya kadang-kadang bingung mengapa manusia selalu serakah akan kekuasaan mudah buta ketika di hadapannya adalah tahta dan selalu menggunakan tipu muslihat untuk menjatuhkan orang lain, gara gara beda partai saja terjadi permusuhan, beda suku, beda keturunan, beda agama, bahkan dalam perkulihan saja bias menjadi pertikaian. Aku dalam hatiku mempertanyakan bagaimana kata bineka tunggal ika apakah itu hanya sebuah perlambang saja tanpa ada aplikasinya dalam kehidupan berbangsa dan negara. Kita mungkin tidak terpikirkan akan dampaknya tetapi karena berjalannya waktu kita merasakan dampak negative dari tingkah laku kita sendiri yang masih membeda-bedakan dengan kedok demokrasi. Menggunakan demokrasi sebagai alasan untuk memperebutkan kekuasaan sehingga demokrasi yang ada tidak teratur yang dipasarkan seenaknya saja yang terkesan membela rakyat akan tetapi kenyataannya untuk mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Saya melihat pemilu ini kadang sedih melihat partai yang kalah menjelek-jelekkan yang menang menghasud dengan tuduhan yang macam-macam. Saya sendiri mengatakan negara ini kurang dari rasa demokrasi yang sesungguhnya. Bisa kita lihat pemilu saat ini. Partai-partai yang kalah tidak terima akan hasil yang di dapatkan oleh partai yang menang. Saya disini bukan mempermasalahkan tetang menang dan kalah sebuah partai dan juga mendukung yang menang atau yang kalah tetapi saya mepertimbangkan rasa demokrasi antara partai satu dengan yang lain. Yang terkesan partai yang menang adalah musuh bagi partai yang kalah dan partai yang kalah sebagai musuh bagi partai yang menang. Mengapa saya mengatakan demikian karena saya ingin melihat adanya demokrasi bukan hanya dalam cara memilih saja dalam pemilu, tetapi dalam segala hal dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sehingga tiada terdengar lagi kata "demokrasi untuk kepentingan pribadi atau golongan" Memang benar demokrasi adalah untuk rakyat tetapi kenyataan hanya menjadi bungkus saja dan isinya tidak ada untuk rakyat secara utuh.

Banyak sekali instusi atau lembaga dalam naungan negara bukannya mempertahankan demokrasi tetapi mepersulit berjalannya demokrasi. Apakah memang watak warga Indonesia yang selalu membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit kenapa tidak sebaliknya padahal terkenal orang Indonesia orangnya cerdas-cedas bagaiman tidak cerdas-cerdas negara Indonesia termasuk lima besar negara pembajak segala jenis produk, karya,dan lain dan mana mungki orang bisa membajak apabila orang-orangnya tidak pintar-pintar. Bahkan birokrasi saja bisa di persulit dengan menggunakan syarat -syarat yang dibuat oleh individu pejabat pemerintahan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, bukan untuk menguntungkan instusi atau masyarakat. Apa yang saya kata ini bukan bualan saya saja tetapi memang benar-benar terjadi dimasyarakat terutama di instasi negara.Lembaga perdidikan dipersulit ketika mendapatkan bantuan pengajar dari negara asing, padahal negara asing itu dating ke Indonesia untuk belajar bahasa Indonesia dan belajar tetang budaya Indonesia.