BAB i BILANGAN BULAT Oleh : Bapak Hartono, SPd.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Chapter 2 Math Essential 2nd week.
Advertisements

Pengukuran Sudut Sudut adalah bangun yang dibentuk oleh 2 sinar garis yang bersekutu pada pangkalnya. 2 sinar garis itu disebut kaki sudut. Pangkal kedua.
Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
START.
LINGKARAN.
Aritmatika Sosial.
Harga beli = 100% Jika untung = a %  H. Jual = …….% (100 + a) %
Tata Tertib Perkuliahan Komposisi oleh Budi Prayitno Februari 2012 Batam.
Oleh : NURDIANTO, S.Pd SMA NEGERI 15 MAKASSAR
PENYEDERHANAAN RANGKAIAN
LATIHAN SOAL-SOAL 1. Himpunan 2. Aritmatika Sosial 3. Persamaan GL.
PERSAMAAN TRIGONOMETRI SEDERHANA
MELAKUKAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DALAM PEMECAHAN MASALAH
Kelompok 2: Minianingsih Nurfajri
BAB 3 Modul.
PR Kumpulkan Hari Senin, 17 Maret Suatu percobaan pelemparan dadu dilakukan. Misalkan F adalah kejadian munculnya mata dadu 6 dan E adalah kejadian.
Peluang
PENYUSUTAN   Penyusutan / Penghapusan dapat diartikan sebagai pengurangan Nilai Buku suatu aktiva, dengan tujuan membagi biaya-biaya pembelian suatu aktiva.
Bab 11A Nonparametrik: Data Frekuensi Bab 11A.
Latihan Soal Persamaan Linier Dua Variabel.
Aljabar dan Penerapannya
ADVANCED TRIGONOMETRY page 126
SRI NURMI LUBIS, S.Si.
Notasi Faktorial     n ! = n(n - 1) (n -2) Definisi 0! = 1
FPB DAN KPK KELAS 7 SEMESTER 1 ( SMPK PENABUR KOWIS )
BARISAN DAN DERET ARITMETIKA
PENERAPAN BILANGAN BULAT DAN PECAHAN
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
BIAYA PENGGABUNGAN USAHA
OPERASI HITUNG PECAHAN FAHRU RAUZI MATEMATIKA
Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat
BILANGAN PECAHAN.
KPK dan FPB 1. KPK A. Tinjauan Kontekstual
Perhatikan aturan Kartu Positif (+) Kartu Negatif (-) Jika kartu (+) bertemu kartu (-) hasilnya NOL (0) + = NOL (0)
LANJUTAN SOAL-SOAL LATIHAN DAN JAWABAN PELUANG.
Eni Sumarminingsih, SSi, MM
Aberta Yulia Lestari.
SALBATRIL Materi P E L U A N G Belajar Individu Oleh :
NERACA LAJUR DAN JURNAL PENUTUP
Peluang.
UJI KOMPETENSI 1.
Tutorial #1. Hukum Kirchhoff simpul super 1A 55 10  55 Penerapan Hukum Kirchhoff Tentukan tegangan dan arus di resistor.
PERTAMUAN 6 DAN 7 hal 275 Hansen/Mowen
BAB I SISTEM BILANGAN.
BAB 2 SISTEM BILANGAN.
APLIKASI DALAM AKUNTASI
Open. Open 3 opening Main Menu SK & KD Operasi Hitung Bilangan Bulat Tujuan Pembelajaran Sifat-Sifat Pengerjaan Hitung Pada Bilangan.
PENGUJIAN PARAMETER DENGAN DATA SAMPEL
Modal Rp ?. Rp Rp. 1 Juta/hari.
MATEMATIKA BISNIS HIMPUNAN.
MARI BELAJAR MATEMATIKA
MATERI PEMBELAJARAN KELAS 4 SEKOLAH DASAR.
Matrikulasi Matematika
Sifat komutatif pada penjumlahan
SISTEM BILANGAN MATEMATIKA EKONOMI.
KELOMPOK 1 Standar Kompetensi : Bilangan
BILANGAN BULAT Bilangan Bulat Operasi Hitung pada Bilangan Bulat
BILANGAN BULAT.
Bilangan Bulat By: Novika Anggrieni, S.Pd.
BILANGAN BULAT.
SISTEM BILANGAN MATEMATIKA EKONOMI.
BILANGAN BULAT DAN OPERASI +, -, x, : BESERTA PEMBELAJARANNYA
OPERASI BILANGAN BULAT
Matematika Lanjutan Bilangan Bulat Ke Pokok Pembahasan.
Maya Nurlastyaningtyas Universitas Muhammadiyah Surakarta
Sistem Bilangan Bulat.
OPERASI HITUNG BILANGAN SAMPAI DENGAN 20
Ayu asfari.
Sifat-Sifat Pengerjaan Hitung pada Bilangan Bulat
Transcript presentasi:

BAB i BILANGAN BULAT Oleh : Bapak Hartono, SPd

Mempelajari BAB I Dengan tujuan : Anda harus mengerti dan faham tentang sifat-sifat pengerjaan hitung pada bilangan bulat. Anda harus bisa menaksir hasil pengerjaan hitung dua bilangan. Anda harus bisa menentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Anda harus bisa menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).

A. Sifat-Sifat Pengerjaan Hitung pada Bilangan Bulat Sifat Komutatif (pertukaran) Sifat Asosiatif (Pengelompokan) Sifat distributif (Penyebaran)

a. Sifat komutatif pada penjumlahan Sifat Komutatif (pertukaran) a. Sifat komutatif pada penjumlahan Contoh : Andi mempunyai 5 kelereng berwarna merah dan 3 kelereng berwarna hitam. Budi mempunyai 3 kelereng berwarna merah dan 5 kelereng berwarna hitam. Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan Budi?

b. Sifat komutatif pada perkalian Jumlah kelereng Andi dan Budi sama, yaitu 8 butir. Kelereng Andi dimasukkan ke empat kantong plastik. Setiap kantong berisi 2 butir. Kelereng Budi dimasukkan ke dua kantong plastik. Setiap kantong berisi 4 butir. Kelereng Andi = 2 + 2 + 2 + 2 = 4 × 2 = 8 Kelereng Budi = 4 + 4 = 2 × 4 = 8

2. Sifat Asosiatif (Pengelompokan) a. Sifat asosiatif pada penjumlahan Andi mempunyai 2 kotak berisi kelereng. Kotak I berisi 3 kelereng merah dan 2 kelereng hitam. Kotak II berisi 4 kelereng putih. Budi juga mempunyai 2 kotak berisi kelereng. Kotak I berisi 3 kelereng merah. Kotak II berisi 2 kelereng hitam dan 4 kelereng putih. Samakah jumlah kelereng yang dimiliki Andi dan Budi?

b. Sifat asosiatif pada perkalian Andi mempunyai 2 kotak mainan. Setiap kotak diisi 3 bungkus kelereng. Setiap bungkus berisi 4 butir kelereng. Berapa jumlah kelereng Andi? Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah kelereng Andi. Cara pertama menghitung banyak bungkus. Kemudian, hasilnya dikalikan banyak kelereng tiap bungkus. Banyak bungkus × banyak kelereng tiap bungkus = (3 bungkus + 3 bungkus) × 4 butir = (3 + 3) × 4 = (2 × 3) × 4 = 24 butir

Banyak kotak × banyak kelereng Cara kedua menghitung banyak kelereng setiap kotaknya dahulu kemudian hasilnya dikalikan banyak kotak. Banyak kotak × banyak kelereng = 2 × (4 + 4 + 4) = 2 × (3 × 4) = 24 butir Perhitungan cara I: (2 × 3) × 4. Perhitungan cara II: 2 × (3 × 4). Hasil perhitungan dengan kedua cara adalah sama. Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4). Cara perkalian seperti ini menggunakan sifat asosiatif pada perkalian.

3.Sifat distributif Penghitungan dilakukan dengan cara menjumlah kedua angka yang dikalikan (4 + 6). Kemudian hasilnya dikalikan dengan angka pengali (3). 3 × (4 + 6) = 3 × 10 = 30. Mengapa cara ini digunakan. Karena menghitung 3 × (4 + 6) = 3 × 10 lebih mudah daripada menghitung (3 × 4) + (3 × 6).

Penghitungan dilakukan dengan cara kedua angka yang dijumlah (10 dan 2) masing-masing dikalikan dengan angka pengali (15), kemudian hasilnya dijumlahkan. 15 × (10 + 2) = (15 × 10) + (15 × 2) = 150 + 30 = 180

lebih mudah daripada menghitung 15 × (10 + 2) = 15 × 12. = 180 Cara ini juga untuk mempermudah penghitungan karena menghitung (15 × 10) + (15 × 2) = 150 + 30 = 180 lebih mudah daripada menghitung 15 × (10 + 2) = 15 × 12. = 180 Cara penghitungan seperti di atas menggunakan sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan. Secara umum, sifat distributif pada penjumlahan dan pengurangan Dapat ditulis

4. Menggunakan Sifat Komutatif, Asosiatif, dan Distributif Sifat komutatif, asosiatif, dan distributif dapat digunakan untuk memudahkan perhitungan.Perhatikan contoh berikut : 1.Menghitung 5 × 3 × 6 Cara 1: 5 × 3 × 6 = 5 × 6 × 3 = (5 × 6) × 3 = 30 × 3 = 90 Menggunakan sifat komutatif, yaitu menukar letak angka 3 dengan 6 Menggunakan sifat asosiatif, yaitu mengalikan 5 dengan 6 terlebih dahulu agar mudah menghitungnya. Cara 2: 5 × 3 × 6= 3 × 5 × 6 = 3 × (5 × 6) = 3 × 30 = 90 Menggunakan sifat komutatif, yaitu menukar letak angka 3 dengan 5 Menggunakan sifat asosiatif, yaitu mengalikan 5 dengan 6 terlebih dahulu agar mudah menghitungnya.

Menghitung 8 × 45 Cara 1: menggunakan sifat distributif pada penjumlahan 8 × 45= 8 × (40 + 5) = (8 × 40) + (8 × 5) = 320 + 40 = 360 Cara 2: menggunakan sifat distributif pada pengurangan 8 × 45= 8 × (50 – 5) = (8 × 50) – (8 × 5) = 400 – 40 = 360

B. Menaksir Hasil Pengerjaan Hitung Dua Bilangan Menaksir Hasil Penjumlahan dan Pengurangan Menaksir Hasil Kali dan Hasil Bagi

Menaksir Hasil Penjumlahan dan Pengurangan Menaksir hasil penjumlahan atau pengurangan dua bilangan berarti memperkirakan hasil penjumlahan atau pengurangan dari kedua bilangan tersebut. Caranya dengan membulatkan kedua bilangan kemudian hasil pembulatan tersebut dijumlahkan atau dikurangkan. Perhatikan contoh berikut: a. Tentukan taksiran ke puluhan terdekat dari 53 + 79 b. Tentukan taksiran ke ratusan terdekat dari 599 – 222

a. Tentukan taksiran ke puluhan terdekat dari 53 + 79 Berarti 53 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 50. Berarti 79 dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 80. Langkah kedua, jumlahkan hasil pembulatan dari kedua bilangan. 50 + 80 = 130 Jadi, taksiran ke puluhan terdekat dari 53 + 79 adalah 130. Ditulis 53 + 79 ≈ 130.

b. Tentukan taksiran ke ratusan terdekat dari 599 – 222 Langkah pertama : bulatkan setiap bilangan ke ratusan terdekat. Perhatikan angka puluhannya. Jika puluhannya kurang dari 50 dibulatkan ke nol. Jika puluhannya lebih dari 50 dibulatkan ke 100. b. Tentukan taksiran ke ratusan terdekat dari 599 – 222 Langkah kedua : kurangkan hasil pembulatan dari kedua bilangan 600 – 200 = 400. Jadi, taksiran ke ratusan terdekat dari 599 – 222 adalah 400. Ditulis 599 – 222 ≈ 400

SEKIAN TERIMA KASIH KELUAR