PENGAMBILAN, PENYIMPANAN dan PENGIRIMAN BAHAN PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGIK RINI R. KADIR.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERSIAPAN PASIEN UNTUK PENGAMBILAN SPECIMEN PEMERIKSAAN MIKROBA
Advertisements

PRINSIP DASAR PENCEGAHAN
ASEPTIK DAN ANTISEPTIK
PEENCEGAHAN INFEKSI ASKEB II.
Pengambilan darah donor : sudahkah memenuhi standar ?
dr. Zelly Dia Rofinda, SpPK
SUATU PROSES PEMBERIAN BANTUAN YANG DILAKUKAN SESEORANG KPD ORANG LAIN DALAM MENENTUKAN/MEMBUAT KEPUTUSAN ATAU PEMECAHAN MASALAH MELALUI PEMAHAMAN BERDASAR.
DIAGNOSIS LABORATORIUM UNTUK INFEKSI BAKTERI
SOP Penggunaan dan Perawatan Alat Semprot Bertekanan Tinggi
Pertolongan Persalinan Normal
PENGELOLAAN SPESIMEN UNTUK PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI
MENCUCI TANGAN.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDURAL PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI RS
Peralatan dan Teknik Analisis Laboratorium
PENATALAKSANAAN SPESIMEN
PM GOES TO KALTIM BEM Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman 2011/2012 SMPN 2 MALINAU.
Oleh : Ns. Lili Fajria, S.Kep, M.Biomed
PENCEGAHAN INFEKSI Mencegah transmisi silang penyakit berbahaya dan menjaga kualitas pelayanan Depending on the amount of time available and on the MAQ.
Memberikan asuhan sayang ibu
Pemeriksaan laboratorium klinik bahan steril dan bahan tidak steril
CUCI TANGAN IKA NOVITA SARI S.S.T Keb..
UNIVERSAL PRECAUTIONS
Infection Control Oleh : YESSY PUSPASARY.
MIKROBIOLOGI DIAGNOSTIK dan SENSITIVITY TES UNTUK INFEKSI BAKTERI
Kebutuhan cairan dan elektrolit
HAND HYGIENE Ely Isnaeni, S. Kep, M. Kes.
PEMERIKSAAN SAMPEL MAKANAN
KALA III & IV.
TEKNIK PEMBERIAN INJEKSI IV
Konsep Kebutuhan Personal Hygiene
DARAH KAPILER Bersihkan tempat itu memakai alkohol 70 % dan biarkan sampai kering Peganglah bagian yang akan ditusuk supaya tidak bergerak dan tekan.

MASA PERDARAHAN.
Nama : Mitha Happy Oktaviana Nim : G0C016046
KOMPRESI BIMANUAL INTERNA (KBI)
Melakukan Amniotomi Dan Episiotomi
PERAWATAN LUKA PADA BEDAH KEBIDANAN
PERSIAPAN PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI (MASTITIS)
UNIVERSAL PRECAUTION Sutanta,S.Kep., Ns., M.Kes.
Luka dan Perawatan luka
PERAWATAN BAYI BARU LAHIR
Asuhan Bayi baru lahir normal
Tata Cara Pengemasan Dahak
Vulva Higiene.
Akper Pemkab Cianjur tahun 2015
Isolasi bakteri.
KONSEP DASAR PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT INFEKSI TERPADU
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMAN
PERAWATAN JENAZAH OLEH: Fajar Ibnu Sabil Asfin Novia Rahmadhani
APA ITU SISTEM PERKEMIHAN ????? KALIAN MUNGKIN ENGGAK SADAR... DAN TIDAK PEDULI DENGAN KEBERADAANNYA, BUT YOU KNOW ? DIA MEMEGANG PERANAN PENTING DALAM.
PENCEGAHAN LUKA DIABETES DAN PERAWATAN LUKA DIABETES.
PEMPROSESAN ALAT.
Dekontaminasi Alat – Alat Kesehatan/ Instrument dan Cleaning di CSSD oleh : MM Wisni Suryandari,SKp 13/11/2018.
PERDARAHAN DAN SYOK Perdarahan : Perdarahan Nadi ( Arteri )
PENGAMBILAN SAMPEL DARAH
KEBUTUHAN CAIRAN OLEH ZAENAL ARIFIN.
KOMITE PPI RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten
PENATAKSANAAN PASKA PAJANAN KOMITE PPI
PENATAKSANAAN PASKA PAJANAN KOMITE PPI
LIMBAH MEDIS PROSES PENGELOLAAN By Masayu Delta,SST.M.Kes.
6-1 PENCEGAHAN INFEKSI Mencegah transmisi silang penyakit berbahaya dan menjaga kualitas pelayanan Dr. Ritha Tahitu, SKM, M. Kes Kabid P2P Dinas Kesehatan.
Transcript presentasi:

PENGAMBILAN, PENYIMPANAN dan PENGIRIMAN BAHAN PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGIK RINI R. KADIR

Urin persi tenga (UPT) atau midstream urine. Alat bahan : PENGAMBILAN, PENYIMPANAN dan PENGIRIMAN BAHAN PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGIK: urin, darah,usap tenggorok, pus, sputum, tinja, cairan otak, cairan tubuh (pleura, asites, sendi), secret uretra / vagina. PENTING : Pemeriksaan mikrobiologik harus dari bahan pemeriksaan pasien yang belum mendapat terapi antibiotika atau 3 hari tanpa antibiotika. URIN Urin persi tenga (UPT) atau midstream urine. Alat bahan : Penampung steril, bertutup dan bermulut lebar Kasa steril Larutan sabun Larutan salin (NaCl 0,9%) steril atau akuades steril Cara pengabilan dan penampungan UPT pada wanita : Siapkan beberapa potong kasa steril untuk menbersihkan daerah vagina dan muara uretra. 1 ptong kasa steril : diberikan air sabun 2 ptong kasa steril : diberikan air atau salin hangat 1 potong kasa kering Jangan memakai larutan antiseptic untuk memberikan daerah tersebut. Siapkan pula wadah steril dan jangan buka tutupnya sebelum pembersihan daerah vagina selesai. Dengan 2 jari pn. Arah pembersihan dari depan kebelakang. Kemudian buang kasa yang telah di pakai ke tempat sampah. Bilas daerah tersebut dari arah depan kebelakang dengan ptongan kasa yang dibasahi dengan air atau salin hangat. Selama pembilasan tetap dipisahkan kedua labia dengan 2 jari dan jangan biarkan labia menyentuh muarah uretra.

URIN KATETER Alat / bahan : Semprit steril 5-10 ml Kapas alcohol 70 % Cara : Bending kateter sehingga berisi urin Desinfeksi daera yang akan di tusuk (sedekat mungkin dengan muara uretra) Tusukkan semprit kedalam lumen kateter Hisap urin sampai semprit terisi penuh Tuliskan identitas pasien dan waktu pengabilan bahan pada semprit Pengirirman : SEGERA, harus diterima oleh laboratorium maksumum 1 jam setelah penampungan. Bila terpaksa di tunda : suhu 4 º C, maksimal 24 jam.

URIN PUNGSI SUPRAPUBIK Alat / bahan : Semprit steril 5-10 ml Kapas alcohol 70 % Larutan jodium Cara : Periksa kandung kemih pasien apakah terisi penuh dengan urine, bila belum beri minum secukupnya. Tindakan antisepsis pada permukaan kulit diatas simfisis pubis dengan larutan jodium dan dibilas dengan alcohol 70 %. Lakukan pungsi dengan semprit steril sampai menembus lumen kandung kemih. Hisap urin sampai semprit terisi penuh. Tarik semprit keluar dan tekan bekas tusukan dengan kapas alkohaol 70 %. Tuliskan identitas pasien dan waktu pengambilan bahan pada semprit. Pengiriman : SEGERA, harus diterima oleh laboratorium maksimum 1 jam setelah penampungan. Bila terpaksa di tunda : suhu 4º C, maksimal 24 jam.

DARAH Alat / bahan : Semprit steril ( 10-20 ml) Kapas Larutan sabun Larutan jodium Alcohol 70 % Media cair : BHI & tioglikolat Cara : Bersihkan daerah yang akan di tusuk dengan larutan sabun Lakukan pembendungan vena Dissinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan laruta jodium Biarkan mengering Bilas dengan alcohol 70 % Biarkan kering Lakikan pungsi vena Hisap darah secukupnya (10-20 mL) Lepaskan bendungan Tarik jarum semprit keluar Lepaskan jarum dari semprit Masukan 5-10 ml darah ke dalam masing-masing media Tuliskan identitas pasien dan waktu pengambilan bahan pada botol atau tabung media Pengiriman : SEGERA : hrus diterima oleh laboratorium maksimal 1 jam setelah penampungan. Bila terpaksa di tunda : suhu 4º C, maksimal 24 jam.

APUS (swab) TENGGOROKAN Alat / bahan : Swab steril (+ media transport) Penekanan lidah Cara : Tekan lidah dengan penekan lidah Masukan swab steril kedalam mulut tanpa menyentuh dinding rongga mulut Usapkan swab pada dinding belakang faring dan permukaan tonsil Masukan swab kedalam tabung steril. Bila mempunyai media transport, tusukan swab kedalam media semisolid tersebut. Pengiriman : SEGERA : harus diterima oleh laboratorium maksimal 1 jam setelah penampungan. Bila terpaksa ditunda : suhu 4º C, maksimal 24 jam.

SPUTUM Alat / bahan : Akuades steril Penampng steril, bertutup dan bermulut lebar Cara : Perintahkan pasien untuk berkumur dengan akuades steril sebanyak 2 kali (tiap kali diganti dengan akuades steril baru) Perintahkan pasien untuk membatukkan sputum dan tampung dalam wadah steril bermulut lebar Tutup wadah dan tuliskan identitas pasien serta waktu pengabilan bahan Pengiriman : SEGERA : harus diterima oleh laboratorium maksimal 1 jam setelah penampungan. Bila terpaksa ditunda : suhu 4º C, maksimal 24 jam.

PUS Alat / bahan : Swab (media transport) atau semprit steril Sarung tangan steril Larutan sabun Pisau bedah (scalpel) steril Alcohol 70 % Cara : Bersihkan daerah yang akan diambil dengan larutan sabun dan alcohol 70 % Bila berbentuk anses, pengambilan menggunakan semprit, tusukan semprit sampai menembus abses Hisap isi abses dengan semprit dan gunakan semprit tersebut sebagai penampung Bila dipermukaan, pengambilan dengan swab Dengan jari telunjuk dan jempol tanagn buka luka yang mengandung pus. Bila perlu dibuka dengan pisau bedahsteril Masukan swab kedasar luka. Usahakan jangan menyentuh kulit sekitar luka Masukan swab kedalam tabung steril. Bila mempunyai media traspor, tusukan swab kedalam media semisolid tersebut Tuliskan identitas pasien dan waktu pengabilan bahan Pengiriman : SEGERA : harus diterima oleh laboratorium maksimal 1 jam setelah penampungan. Bila terpaksa ditunda : suhu 4º C, maksimal 24 jam

TINJA Alat / bahan : Penampung bersih atau swab Spatel bersih Cara : Ambil bagian tinja yang mengandung darah / lendir dengan spatel Masukan kedalam penampung yang bersih Tuliskan identitas pasien dan waktu pengambilan pada wadah Pengiriman : SEGERA : harus diterima oleh laboratorium maksimal 1 jam setelah penampungan. Bila terpaksa ditunda : suhu 4º C, maksimal 24 jam

SEKRET URETRA / VAGINA SEKRET URETRA / VAGINA Alat / bahan : Swab kecil steril Cara : URETRA (PRIA) Masukan swab kedalam muara uretra sampai sejauh 3-4 cm Diamkan beberapa saat sampai secret terserap kedalam swab Putar swab 360º C Masukan swab kedalam tabung steril Tiliskan identitas pasien dan waktu pengambilan bahan VAGINA (WANITA) Masukan swab kedalam kanalis servikalis. Usahakan tidak menyentuh dinding vagina Diamkan beberapa saat sampai secret terserat kedalam swab Putar 360º C Tuliskan identitas pasien dan waktu pengambilan bahan Pengiriman : SEGERA : harus diterima oleh laboratorium maksimal 1 jam setelah penampungan. Bila terpaksa ditunda : suhu 4º C, maksimal 24 jam

CAIRAN OTAK DAN TUBUH LAIN Alat / bahan : Jarum pungsi Larutan jodium Alcohol 70 % Botol penampung / semprit steril Cara : Sesuai dengan prosedur pungsi lumbal atau pleura atau peritoneum.   Pengiriman : SEGERA : harus diterima oleh laboratorium maksimal 1 jam setelah penampungan. Bila terpaksa ditunda : suhu 4º C, maksimal 24 jam

TERIMAKASIH