DIAGNOSIS HEMATOSEROLOGIS PADA INFEKSI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Sistem Imun (Antibodi)
Advertisements

DIAGNOSIS HEMATOSEROLOGIS PADA INFEKSI
ANTIGEN-ANTIBODI PENGERTIAN : ANTIGEN ANTIBODI
Matrissya Hermita Biopsikologi UG
HEMATOLOGI DR. RINI RAHMAWATI KADIR, M.KES
FIRMAN ARBI Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unand RS Dr M Djamil PADANG
DR. RINI RAHMAWATI KADIR, M.KES
DARAH PERIFER, SUM-SUM TULANG DAN HEMATOPOIESIS
Pemeriksaan hematologi (Darah Perifer Lengkap/DPL)
PEMERIKSAAN SEROLOGI RINI KADIR.
Peredaran darah manusia
Imunitas Humoral.
KELAINAN ERITROSIT Ira Puspitawati, dr.
HEMATINIKA.
PERANAN LABORATORIUM PADA MALNUTRISI, DEFISIENSI VITAMIN DAN GAKI
RESPON TUBUH TERHADAP CEDERA
SISTEM PEREDARAN DARAH
Serologi SEROLOGI FORENSIK Bahan: Darah,
BIOKIMIA MERRYANA ADRIANI.
Leukosit.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM TORCH, HIV/AIDS, DAN HBV/C
ASPEK LABORATORIUM DEMAM BERDARAH DENGUE
LEUKOSIT Disusun oleh : Tita Izatul Mubarokah (20/XI MIA 1)
DARAH drg.Fidya, MSi.
Imunitas humoral Yang bertanggung jawab: sel limfosit B (Bursa fabicus/Bone) Sel B membawa antibodi pada permukaan selnya, juga dapat mengeluarkan antibodi.
Sistem Kekebalan Tubuh
PENYAKIT INFEKSI, KOMPOSISI DARAH, GANGGUAN HEMATOLOGI DAN SISTEM MAKROFAG R Bayu Kusumah N.
BIOKIMIA DARAH Lilis Hadiyati, S.Si..
Leukosit Oleh : sukarniwati.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK DALAM MASA KEHAMILAN
IMUNISASI.
Imunologi DISUSUN OLEH: MILA ASTASIA TINGKAT: 1A.
HEPATITIS VIRUS.
“(SISTEM PERTAHANAN TUBUH)”
* GAMBARAN KLINIS TES ANTIBODI IgG-IgM * PADA DENGUE HEMORRHAGIC FEVER * DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA PURWOKERTO.
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL. PERTEMUAN 3
Kehamilan dengan infeksi (rubella dan hepatitis)
SISTEM PEREDARAN DARAH
Lisa Andina, S.Farm, Apt. RESPON IMUN SPESIFIK.
EVALUASI SHDT.
DARAH.
BAHAN AJAR BIOLOGI Kelas XI Semester I
KONSEP DASAR IMUNOLOGI
PATOFISIOLOGY SEMESTER IV KE - 12.
DARAH DAN PEMBULUH DARAH
LEUKOSIT (Sel Darah Putih) Disusun Oleh : ANNISA RIZQI DAMYANTI
KEGANASAN DARAH ( LEUKEMIA ).
Materi Ajar Sistem Kekebalan
NILAI PCV DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT KELINCI YANG DIINDUKSI PROTEIN B SPESIFIK DARI SAPI BUNTING Bogor, 8-9 Agustus 2017.
Ganguan Fungsi Hati Relin Yesika
SISTEM KARDIOVASKULER Anatomi dan Fisiologi Manusia
Rangkuman Praktikum Hematologi
BAB 11 Sistem Imun.
Nama Kelompok : Athena Joanne Tarigan ( XI A7 / 05 )
DARAH.
SISTEM PEREDARAN DARAH Akademi Famasi Tolitoli
PENYAKIT INFEKSI – KODE A DAN B
Pertahanan Humoral.
ANTIGEN-ANTIBODI PENGERTIAN : ANTIGEN ANTIBODI
IMUNOPROFILAKTIK (Tujuan Imunisasi, Imunisasi Aktif)
PANEL HATI PARAHITA
Respon Imun Non Spesifik (Respon Imun Innate)
ADAPTASI A. Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun adalah sistem perlindungan dari pengaruh luar biologis yang dilakukan.
HEMATOLOGI SUKARNI. CAPAIAN PEMBELAJARAN Mampu Memahami: Sel darah putih (leukosit), eosinofil, basofil, leukopenia dan leukemia Sifat pertahanan netrofil.
PENGATURAN HEMATOPOEISIS
Peran Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Demam Berdarah
Leukosit. Darah Terdiri dari : – Plasma – Sel darah Eritrosit Leukosit trombosit.
Wahyu Siswandari Bagian Patologi Klinik PPD UNSOED
Asam urat adalah penyakit yang berasal dari sisa metabolisme zat purin dari sisa makanan yang kita konsumsi secara berlebihan.
Transcript presentasi:

DIAGNOSIS HEMATOSEROLOGIS PADA INFEKSI dr. Zelly Dia Rofinda, SpPK Bagian Patologi Klinik FK Unand/RSUP Dr.M.Djamil Padang

DIAGNOSIS HEMATOSEROLOGIS PEMERIKSAAN HEMATOLOGI PEMERIKSAAN SEROLOGI

PEMERIKSAAN HEMATOLOGI Ilmu yang mempelajari segala sesuatu mengenai darah Volume darah: laki-laki ±5,6 L; perempuan ±4,5 L atau 7 – 8% berat badan Komposisi: 45% sel darah 55% plasma: 90% air 10% protein, vitamin, lemak, karbohidrat, garam, enzim

PEMERIKSAAN HEMATOLOGI Terdiri atas: Pemeriksaan hematologi rutin Pemeriksaan yang dilakukan tanpa indikasi Pemeriksaan hematologi khusus Pemeriksaan lanjutan jika ditemukan kelainan pada pemeriksaan rutin

PEMERIKSAAN HEMATOLOGI RUTIN HEMOGLOBIN HITUNG LEUKOSIT HITUNG JENIS LEUKOSIT LAJU ENDAP DARAH (LED)

PEMERIKSAAN HEMATOLOGI RUTIN PADA INFEKSI

PeNETAPAN KADAR HEMOGLOBIN Fisika : CuSO4 Kimia : Fe Gasometri : O2, CO2 Kolorimetrik: Visual – Sahli : acid hematin, ± 10% Fotoelektrik : cyanmet-Hb, drabkin, ± 2% Hematology analyzer

KADAR HEMOGLOBIN PADA INFEKSI Infeksi Akut Pada umumnya kadar Hb tidak terpengaruh Infeksi DHF –- hemokonsentrasi: ---- Hb , hematokrit  Infeksi Kronik Anemia defisiensi Fe: Gangguan recycle Fe: TBC Perdarahan kronik (kehilangan Fe): ankylostomiasis

Hitung Jumlah Leukosit Manual: Kamar hitung “Improved Neubauer” Pipet leukosit Mikroskop Larutan Turk Otomatis: Hematology analyzer

HITUNG LEUKOSIT Normal: 5.000 – 10.000/L Jumlah leukosit dipengaruhi: Produksi dalam sumsum tulang Kecepatan masuk ke sirkulasi Perpindahan ke marginating pool Kecepatan keluar jaringan

Leukositosis : > 10.000/l 10.000 – 15.000/l : leukositosis ringan 15.000 – 20.000/l : leukositosis sedang 20.000 – 50.000/l : leukositosis berat > 50.000/l : reaksi leukemoid  pada infeksi bakteri Jika akut dan berat, disertai netrofilia dengan tanda degenerasi netrofil: Granulasi toksik, Dohle bodies Vakuolisasi Inti piknotik

LEUKOPENIA Infeksi virus Infeksi bakteri : Respiratory Syncytial Virus (RSV), Parvovirus B19, Influenza A/ B, Hepatitis A & Hepatitis B Rubeola, Varicella, Rubella, Infectious Mononucleosis (Infeksi virus Epstein-Barr) HIV DEMAM DENGUE! Infeksi bakteri : Sindroma Sepsis Tuberkulosis Demam Enterik (Demam Tifoid dan Paratifoid)

LAJU ENDAP DARAH (LED) Ukuran kecepatan pengendapan sel darah dalam plasmanya, dinyatakan dalam mm/jam Cara Westergreen, nilai normal: Laki-laki: 0 – 10 mm/jam Perempuan: 0 – 15 mm/jam Pada infeksi : LED cepat Inflamasi : reumatik fever, reaumatik akut, TBC kronik Degenerasi jaringan : nekrosis, infark Kadar protein plasma : hipoalbuminemia, hiperglobulinemia

HITUNG JENIS LEUKOSIT (DIFFERENTIAL COUNT) Leukosit berdasarkan fungsinya : Fagosit: Granulosit Netrofil Eosinofil Basofil Monosit Imunosit: Limfosit Sel plasma

HITUNG JENIS LEUKOSIT Cara: dari sediaan hapus darah tepi Nilai normal : Basofil : 0 – 1 % Eosinofil : 1 – 3 % Netrofil Batang : 2 – 6 % Netrofil Segmen : 50 – 70 % Limfosit : 20 – 40 % Monosit : 2 – 8 %

Hitung Jenis Leukosit BASOFIL EOSINOFIL NETROFIL BATANG MONOSIT NETROFIL SEGMEN LIMFOSIT

eosinofilia • Infeksi Bakteri: • Infeksi Parasit: • Infeksi Fungus: Demam "Scarlet" dari infeksi Streptococcus • Infeksi Parasit: Ascariasis, Ankylostomiasis, Strongyloidiasis, Trichinosis, Visceral larva migrans, Filariasis, Malaria, Scabies, Schistosomiasis, Pneumocystis carinii (tanda HIV-AIDS) • Infeksi Fungus: Aspergillosis, Coccidioidomycosis

netrofilia Infeksi Bakteri: Infeksi Virus: Infeksi Fungus: Streptococcus, Staphylococcus, Neisseria, E. Coli, Pseudomonas, C. diphtheriae, T. pallidum (sifilis) Infeksi Virus: Herpes Zoster, Varicella, Rabies, Poliomyelitis, Mononucleosis infectiosa Infeksi Fungus: Actinomycosis, Coccidioidomycosis

limfositosis Infeksi Bakteri: Infeksi Virus Pertussis, TBC, Brucelosis, Demam Enterik (Tifoid) Sifilis Infeksi Virus Limfosit "atypical": Cytomegalovirus (CMV), Hepatitis A,B,C, Mononukleosis infeksiosa Limfosit biasa: Rubeola, Rubella, Varicella, Parotitis (Mumps), & banyak virus lain Infeksi Parasit: Toxoplasmosis

monositosis Infeksi Bakteri: Infeksi Virus: Infeksi Parasit: TBC Endokarditis bakteri Demam Enterik (Tifoid) Sifilis, Bruselosis Infeksi Virus: Mononucleosis infectiosa Infeksi Parasit: Malaria

TROMBOSIT Cara hitung: Normal : 150.000 – 400.000/L Manual: kamar hitung, larutan rees ecker atau amonium oksalat Otomatis: hematology analyzer Normal : 150.000 – 400.000/L Pada infeksi dapat terjadi: TROMBOSITOSIS REAKTIF Ex: Infeksi bakteri TROMBOSITOPENIA Ex: Infeksi virus (Dengue)

Pemeriksaan serologi SEROLOGI INFEKSI : Pemeriksaan terhadap serum penderita untuk membuktikan adanya infeksi berdasarkan reaksi antigen antibodi Teknik pemeriksaan: Kualitatif: rapid test --- hasil positif atau negatif Semikuantitatif: berdasarkan titer antibodi Kuantitatif: immunoassay ELISA ELFA ECLIA RIA

TES serologi INFEKSI Penanda inflamasi/infeksi Deteksi Antigen Contoh: CRP, sitokin Deteksi Antigen Contoh: HBsAg, HBeAg Deteksi Antibodi Contoh: IgM dan IgG

DETEKSI ANTIGEN : Mendeteksi bagian dari struktur mikroba: Misal pada infeksi virus Hepatitis Antigen permukaan virus : HBsAg Antigen envelope : HBeAg Antigen inti : HBcAg

DETEKSI ANTIBODI - Mendeteksi antibodi yang dibentuk oleh tubuh akibat adanya infeksi - Dapat berarti: Sedang terinfeksi saat ini : IgM Infeksi di masa lalu: IgG Memiliki imunitas terhadap infeksi tertentu

DETEKSI ANTIBODI Contoh sedang terinfeksi saat ini Antibodi spesifik : IgM Dengue IgM anti Hbc Antibodi tdk spesifik: Tes Widal : utk tifoid ASTO : utk Streptococcus VDRL : utk sifilis

DETEKSI ANTIBODI Contoh infeksi masa lalu Anti HAV IgG Dengue Contoh mempunyai imunitas Anti HBs

THANK YOU