Secercah Pemikiran tentang Tantangan IPTEKS dan Pendidikan IPTEKS di Indonesia, khususnya di sektor Energi Tatang H. Soerawidaja Ketua Umum Ikatan Ahli.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PRIVATE AND CONFIDENTIAL Paradigma Baru Tata Kelola Migas UNTUK MEWUJUDKAN Kesejahteraan Bangsa • Sampe L. Purba •
Advertisements

Silahkan Klik Mouse Anda Untuk Membaca Laporan Ini
PERAN MIGAS DALAM MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI NASIONAL
PERDAGANGAN DUNIA Refleksi Jagung dan Kedelai
Menuju Pembiayaan Sektor Pertanian yang Berkelanjutan Dr. Muliaman D. Hadad Deputi Gubernur Seminar Nasional Feed The World : Munuju Swasembada yang Kompetitif.
BUTIR-BUTIR PEMIKIRAN UNTUK PEMECAHAN MASALAH SUBSIDI BBM
Bahan Bakar Gas Kelompok 3.
Latar Belakang Tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor
KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/
PELAKSANAAN PENYEDIAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BBM
Ketahanan dan Keamanan Pangan Klaster AGRO The food chain.
Pengantar Umum : Industri dan Lingkungan, Baku Mutu Air/Air Limbah
Dasar Pengelolaan Sampah Kota
Economic and Social Update April 2008 William E. Wallace, Kepala Ekonom Bank Dunia, Indonesia 1 April 2008.
PENGUATAN DIMENSI SOSIAL- KEMANUSIAAN DALAM ARN Disampaikan dalam Rapat Penyusunan ARN Disampaikan dalam Rapat Penyusunan ARN
RENCANA INDUK PENELITIAN (RIP) UNIVERSITAS DIPONEGORO
Pemerahan, Penanganan dan Rute-Rute Pengolahan Minyak Kemiri Sunan
Seminar Insinyur Kimia 2014
DIMENSI PEMBANGUNAN: KEDAULATAN ENERGI
TERMINOLOGI Apa yang dimaksud dengan 1. MANAGEMENT ENERGY :
KULIAH 2 ENERGI DAN ELEKTRIFIKASI PERTANIAN
LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL
APBN dan Pembangunan di Indonesia
TUJUAN DAN EKSES PEMBANGUNAN EKONOMI
Perdagangan Internasional
KEBIJAKAN PERDAGANGAN DI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG DAN MAJU
Perekonomian Indonesia
PERTEMUAN IX USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM)
HARGA (SELALU) BARU BBM DAN DAMPAKNYA (SELALU) BAGI KONSUMEN
Perekonomian Indonesia
RENCANA PEMBIAYAAN.
PERANAN EKONOMI MIKRO DAN PERMASALAHANNYA DI INDONESIA
Oleh: ERISKA NOVITASARI
Asep Andi Suryandi ( ), Eko Aptono Tri Yuwono ( )
Airlangga Surya Kusuma Universitas Gadjah Mada
Efisiensi bahan bakar premium pada mobil 1200CC dan diatasnya
K 02 SEJARAH DAN RUANG LINGKUP ENERGI
Disampaikan Oleh: MY ESTI WIJAYATI ANGGOTA DPR RI KOMISI X
Latihan soal Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi
PERKEMBANGAN ILMU PEMBAKARAN & BAHAN BAKAR
PERAN UMKM DALAM PEREKONOMIAN DI INDONESIA
PEMILU DAN KELEMBAGAAN EKONOMI
Ekonomi untuk SMA kelas X
Rapat Panitia Anggaran DPR RI Tentang Asumsi Makro APBN 2009 dan RAPBN 2010 Bank Indonesia Jakarta, 1 Juni 2009.
Arah dan Kebijakan AGENDA RISET NASIONAL Lokakarya
Rapat Mandatori Campuran BBM dengan BBN
PEREKONOMIAN TERBUKA PERDAGANGAN INTERNASIONAL
APBN dan Pembangunan di Indonesia
NERACA PEMBAYARAN KURS VALUTA ASING DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
(UN Peacekeeping Operation)
JENIS MINYAK BEKAS YANG KAMI TERIMA
ENERGI BIOMASSA.
Lingkungan Pemasaran Global
Perekonomian Indonesia
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
TERMINOLOGI adalah suatu proses ilmu dibidang energi untuk
NAMA : LUKMAN JATI U NO : 26 KELAS : XMIA7.
Bahan Bakar Oleh: Fahmi Yunus
PEREKONOMIAN TERBUKA PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Optimalisasi Energi Baru Terbarukan (EBT)
(Makroekonomi) Ruang Lingkup Analisis Ekonomi Makro
KONVERSI ENERGI UNTUK KESEJAHTERAAN MASA DEPAN NEGERI
Pertemuan Ke-14 Perdagangan Internasional
Penyusunan Kegiatan dan Anggaran Tahun 2019
DEFISIT PERDAGANGAN DI INDONESIA
Agenda Riset Nasional & Laporan Pelaksanaan Fokus Tugas DRN
Optimasi Energi Terbarukan (Biofuel/bioenergi)
Optimasi Energi Terbarukan (Energi Biomassa dan Energi Biogas)
Kebijakan Fiskal dalam Hutang Pemerintah dan Pengaruhnya Bagi Perekonomian Negara Nama : Zuda Karimatur Rohmah NIM :
MINYAK BUMI
Transcript presentasi:

Secercah Pemikiran tentang Tantangan IPTEKS dan Pendidikan IPTEKS di Indonesia, khususnya di sektor Energi Tatang H. Soerawidaja Ketua Umum Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (IKABI), Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Anggota Dewan Riset Nasional (DRN), Staf Pengajar Program Studi Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB) Focused Group Discussion “Tantangan Masa Depan bagi Pendidikan IPTEKS” Bandung, 22 Maret 2014

Prolog/Pembuka : Dialog di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Jum’at sore 24Januari 2014 Emil Salim : Kami ingin menghindar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). Asian Development Bank (ADB) : Kalian tak bisa lagi menghindar, karena kalian sebenarnya sudah terjebak di sana. ADB : Ini adalah indikator bahwa kalian sudah di dalam jebakan itu. ADB : Indonesia adalah negara anomali, karena ekonomi kalian tumbuh, padahal produktifitas kalian sebenarnya menurun!.

Apa arti/makna sinyalemen ADB itu?. Ekonomi negara kita tumbuh, padahal produktifitas bangsa kita sebenarnya menurun  Kekayaan alam negeri ini amat luar biasa dan kita pada hakekatnya hanya menjual apa yang kita jumpai/temukan di alam!. Tak ada nilai tambah!.  Pendidikan tinggi yang berkaitan erat dengan pengolahan kekayaan alam (alias peningkatan nilai tambahnya) tak berhasil membentuk sumber daya insani yang mampu menciptakan teknologi-teknologi untuk meningkatkan nilai tambah kekayaan khas besar negeri. Kekayaan alam tak terkonversi menjadi sumber daya!.  Yang dibelajarkan hanya IPTEK formal. Tak mengenalkan kekayaan alam negeri dan trik-trik kreatif untuk mengolah dalam rangka mewujudkan nilai tambah.

Dalam 2 tahun terakhir ( ) : Neraca perdagangan RI mengalami defisit. Penyebab terbesarnya adalah impor BBM. Neraca sektor pangan pun sudah negatif.  Kita tak berhasil mengembangkan sumber-sumber pangan dalam negeri. (Pengembangan) IPTEKS harus mampu menjawab (atau menyodorkan solusi terhadap) kepusingan mereka yang mengalokasikan anggaran!.

Tantangan di sektor energi  Mobilisasi semua ‘sumber daya’ (alam + indani) untuk meredam impor BBM dengan pengembangan teknologi dan industri bahan bakar nabati di garda terdepan. Selanjutnya, lihat 2 file presentasi : Peran kunci bahan bakar nabati(BBN) di dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. Energi : sang sumber daya induk.

Keterjaminan pasokan bahan bakar cair adalah persoalan utama ketahanan energi nasional kita !. Konsumsi domestik naik dengan pesat, sebagian juga akibat dari terus dipertahankannya subsidi besar pada Bahan Bakar Minyak (BBM). Karena kapasitas kilang domestik stagnan (sudah  20 tahun), impor BBM (bensin dan solar) dari tahun ke tahun membubung. Wood Mackenzie Inc. : Indonesia akan menjadi importir bensin terbesar di dunia pada tahun  Impor BBM adalah yang nomor 1 di dalam daftar penyebab-penyebab utama defisitnya neraca pembayaran negara di tahun 2012 dan Juga menjadi penyebab terdevaluasinya nilai rupiah terhadap US$. 6

Nilai strategis bahan bakar nabati (BBN) Dibuat dari sumber daya nabati (bioresources). Jauh lebih bersih (ramah lingkungan) daripada bahan bakar fosil seperti BBM. Nilai strategis :  Sumber daya nabati adalah satu-satunya sumber energi terbarukan yang bisa menghasilkan bahan bakar.  BBN-BBN cair yang telah dikembangkan dapat dicampurkan ke dalam BBM padanannya (  tak butuh infrastruktur perniagaan baru!).  Indonesia adalah negeri berkeaneka-ragaman hayati terbesar di dunia dan berlahan potensial (darat + laut) luas.  BBN bisa menjadi produk energi unggulan Indonesia!. 7

BBN oksigenat versus BBN drop-in Oksigenat (= beroksigen) : dicampurkan pada persentase terbatas (10 – 20 %-volume); membuat emisi kendaraan lebih bersih. Drop-in : hidrokarbon; bisa dicampur sampai persentase berapa saja BBM Bahan Bakar Nabati (BBN) OksigenatDrop-in SolarBiodiesel generasi 1Bio-Hydrofined Diesel (BHD) atau Green diesel dan Biodiesel generasi 2 (biodiesel BTL atau F-T) BensinBioetanol generasi 1 & 2Biogasoline atau Green gasoline (Bensin nabati). Avtur-Bioavtur atau Jet Biofuel 8

Status komersialisasi aneka teknologi BBN cair 9 Teknologi produksi BBN dari minyak-lemak nabati adalah yang paling siap komersial!.  Paling sedikitnya dalam jangka pendek-menengah, minyak-lemak nabati (pangan maupun non-pangan) memiliki peran penting di dalam penyediaan BBN biohidrokarbon.