15 Januari 20081 Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Teori Graf.
Advertisements

TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Pengen. Pengel. Data Elektronik
START.
Menunjukkan berbagai peralatan TIK melalui gambar
UNIVERSITAS TRUNOJOYO
Translasi Rotasi Refleksi Dilatasi
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -III” 2.
Menempatkan Pointer Q 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
Tugas Praktikum 1 Dani Firdaus  1,12,23,34 Amanda  2,13,24,35 Dede  3,14,25,36 Gregorius  4,15,26,37 Mirza  5,16,27,38 M. Ari  6,17,28,39 Mughni.
Sistem Bilangan dan Konversi Bilangan
Matematika Diskrit Dr.-Ing. Erwin Sitompul
Peng.Komputer TI- AMinggu ke STRUKTUR DATA.
Subnetting Cara Cepat I (IP Kelas C)
1suhardjono waktu 1Keterkatian PKB dengan Karya Inovatif, Macam dan Angka Kredit Karya Inovatif (buku 4 halaman ) 3 Jp 3Menilai Karya Inovatif.
Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi
Matematika Diskrit Dr.-Ing. Erwin Sitompul
LATIHAN SOAL HIMPUNAN.
Oleh : Tim Hibah Pengajaran Mata Kuliah Teknologi Informasi Jurusan Matematika Pertemuan 4.
1. = 5 – 12 – 6 = – (1 - - ) X 300 = = = 130.
KETENTUAN SOAL - Untuk soal no. 1 s/d 15, pilihlah salah satu
Mari Kita Lihat Video Berikut ini.
Ema Maliachi,S.kom Bahasa Assembly Konversi Bilangan Pertemuan ke-2.
Sistem Bilangan dan Konversi Bilangan
FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Pengantar Teknologi Informasi (Teori) Minggu ke-04 Oleh : Ibnu Utomo WM, M.Kom.
Sistem Bilangan dan Konversi Bilangan
SISTEM BILANGAN & SISTEM KODE
Ema Maliachi,S.kom Bahasa Assembly Konversi Bilangan Pertemuan ke-3.
Sudaryatno Sudirham Bilangan Kompleks Klik untuk melanjutkan.
ARCHITECTURE COMPUTER
 Sistem bilangan merupakan suatu aturan untuk menentukan nilai berdasarkan suatu bilangan tertentu  Macam bilangan : Desimal, Biner, Oktal, Heksa desimal.
Materi Kuliah Kalkulus II
LIMIT FUNGSI LIMIT FUNGSI ALJABAR.
ASIKNYA BELAJAR MATEMATIKA
Sistem Bilangan dan Konversi Bilangan
DISTRIBUSI FREKUENSI oleh Ratu Ilma Indra Putri. DEFINISI Pengelompokkan data menjadi tabulasi data dengan memakai kelas- kelas data dan dikaitkan dengan.
SISTEM BILANGAN Terbagi atas 4 macam yaitu : Bilangan Desimal berbasis
SISTEM BILANGAN DAN KODE BILANGAN
Pendahuluan 1.
Rabu 23 Maret 2011Matematika Teknik 2 Pu Barisan Barisan Tak Hingga Kekonvergenan barisan tak hingga Sifat – sifat barisan Barisan Monoton.
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNTIRTA
Luas Daerah ( Integral ).
PEMINDAHAN HAK DENGAN INBRENG
Fungsi Invers, Eksponensial, Logaritma, dan Trigonometri
FUNGSI MATEMATIKA DISKRIT K- 6 Universitas Indonesia
EKUIVALENSI LOGIKA PERTEMUAN KE-7 OLEH: SUHARMAWAN, S.Pd., S.Kom.
Turunan Numerik Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus Informatika I
PERNYATAAN IMPLIKASI DAN BIIMPLIKASI
Waniwatining II. HIMPUNAN 1. Definisi
MENJELASKAN SISTEM BILANGAN
Aritmatika Bilangan Biner
FUNGSI STRUKTUR DISKRIT K-8 Program Studi Teknik Komputer
Bahan Kuliah IF2091 Struktur Diskrit
Algoritma Branch and Bound
Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit Oleh: Rinaldi Munir
SISTEM PERSAMAAN LINIER
Kompleksitas Waktu Asimptotik
Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit
Pohon (bagian ke 6) Matematika Diskrit.
P OHON 1. D EFINISI Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit 2.
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
Oleh Sumiasih, dayu mas, hitem wijana, artawan, swidiyasa MAHA SARASWATI DENPASAR Sistem Bilangan dan Konversi Bilangan.
KOMUNIKASI DATA – ST014 SISTEM BILANGAN
KONVERSI SISTEM BILANGAN
PERTEMUAN I (Sesi 2) SISTEM BILANGAN.
SISTEM BILANGAN.
PERTEMUAN KE – 3 SISTEM BILANGAN.
SISTEM BILANGAN.
STRUKTUR DATA Pengantar Komputer A Minggu ke
Transcript presentasi:

15 Januari Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

Di dalam dunia komputer kita mengenal empat jenis bilangan, yaitu bilangan biner, oktal, desimal dan hexadesimal. Bilangan biner atau binary digit (bit) adalah bilangan yang terdiri dari 1 dan 0. Bilangan oktal terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6 dan 7. Bilangan desimal terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9. bilangan hexadesimal terdiri dari: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E dan F 15 Januari 20082Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

15 Januari 20083Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

Contoh: (2) = (10) diuraikan menjadi: (1x2 4 )+(0x2 3 )+(1x2 2 )+(1x2 1 )+(0x2 0 ) = = 22 Angka 2 dalam perkalian adalah basis biner-nya. Sedangkan pangkat yang berurut, menandakan pangkat 0 adalah satuan, pangkat 1 adalah puluhan, dan seterusnya. 15 Januari 20084Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

(2) = ……… (10) (2) = ……… (10) (2) = ……… (10) (2) = ……… (10) (2) = ……… (10) 15 Januari 2008Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL5

Metodenya hampir sama dengan konversi Biner ke desimal. contoh: 31 (8) = (10) Solusi: (3x8 1 )+(1x8 0 ) = = 25 (10) 15 Januari 20086Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

Caranya hampir sama seperti konversi dari biner ke desimal. Namun, bilangan basisnya adalah 16. Contoh: 4B (16) = (10) Solusi: Dengan patokan pada tabel utama, B dapat ditulis dengan nilai "11". (4x16 1 )+(11x16 0 ) = = 75 (10) 15 Januari 20087Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

Konversi dari bilangan desimal ke biner, dengan cara pembagian, dan hasil dari pembagian itulah yang menjadi nilai akhirnya. Contoh: 10 (10) = (2) Solusi: 10 dibagi 2 = 5, sisa = 0. 5 dibagi 2 = 2, sisa = 1. 2 dibagi 2 = 1, sisa = 0. Cara membacanya dimulai dari hasil akhir, menuju ke atas, Januari 20088Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

1. 15 (10) = ……… (2) (10) = ……… (2) (10) = ……… (2) (10) = ……… (2) (10) = ……… (2) 15 Januari 2008Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL9

Caranya hampir sama dengan konversi desimal ke hexadesimal. Contoh: 25 (10) = (8) Solusi: 25 dibagi 8 = 3 sisa 1. Hasilnya dapat ditulis: 31 (8) 15 Januari Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

Cara termudah adalah, konversikan dahulu dari desimal ke biner, lalu konversikan dari biner ke hexadesimal. Contoh: 75 (10) = (16) Solusi: 75 dibagi 16 = 4 sisa 11 (11 = B). Dan hasil konversinya: 4B (16) 15 Januari Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

Metode konversinya hampir sama. Cuma, karena pengelompokkannya berdasarkan 3 bit saja, maka hasilnya adalah: 1010 (2) = (8) Solusi: Ambil tiga digit terbelakang dahulu. 010 (2) = 2 (8) Sedangkan sisa satu digit terakhir, tetap bernilai 1. Hasil akhirnya adalah: Januari Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

(2) = ……… (8) (2) = ……… (8) (2) = ……… (8) (2) = ……… (8) (2) = ……… (8) 15 Januari 2008Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL13

Sebenarnya, untuk konversi basis ini, haruslah sedikit menghafal tabel konversi utama yang berada di halaman atas. Namun dapat dipelajari dengan mudah. Dan ambillah tiga biner saja. Contoh: 523 (8) = (2) Solusi: Hasilnya adalah: 3 = = = 101 Pengurutan bilangan masih berdasarkan posisi satuan, puluhan dan ratusan. Hasil: (2) 15 Januari Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

1. 35 (8) = ……… (2) (8) = ……… (2) (8) = ……… (2) (8) = ……… (2) (8) = ……… (2) 15 Januari 2008Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL15

Metode konversinya hampir sama dengan Biner ke Oktal. Namun pengelompokkannya sejumlah 4 bit. Empat kelompok bit paling kanan adalah posisi satuan, empat bit kedua dari kanan adalah puluhan, dan seterusnya. Contoh: (2) = (16) Solusi: kelompok bit paling kanan: 0011 = 3 kelompok bit berikutnya: 1110 = E Hasil konversinya adalah: E3 (16) 15 Januari Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

(2) = ……… (16) (2) = ……… (16) (2) = ……… (16) (2) = ……… (16) (2) = ……… (16) 15 Januari 2008Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL17

Metode dan caranya hampir serupa dengan konversi Oktal ke Biner. Hanya pengelompokkannya sebanyak empat bit. Contoh: 2A (16) = (2) Solusi: A = = 0010 Hasil: (2). Dengan catatan, angka "0" paling depan tidak usah ditulis. 15 Januari Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL

1. 5F (16) = ……… (2) 2. 1A5 (16) = ……… (2) 3. C7 (16) = ……… (2) 4. D19 (16) = ……… (2) 5. 72B (16) = ……… (2) 15 Januari 2008Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL19

1. 15 (10) = ……… (2) (10) = ……… (2) (10) = ……… (2) (10) = ……… (2) (10) = ……… (2) (8) = ……… (2) (8) = ……… (2) (8) = ……… (2) (8) = ……… (2) (8) = ……… (2) 11. 5F (16) = ……… (2) 12. 1A5 (16) = ……… (2) 13. C7 (16) = ……… (2) 14. D19 (16) = ……… (2) B (16) = ……… (2) (10) = ……… (16) (10) = ……… (16) (10) = ……… (8) (10) = ……… (8) 20. 5F (16) = ……… (10) 21. 1A5 (16) = ……… (10) 22. C7 (16) = ……… (10) 23. D19 (16) = ……… (10) B (16) = ……… (10) (8) = ……… (10) (8) = ……… (10) (8) = ……… (10) (8) = ……… (10) (8) = ……… (10) (8) = ……… (16) (8) = ……… (16) (8) = ……… (16) (8) = ……… (16) (8) = ……… (16) (8) = ……… (16) 36. 5F (16) = ……… (8) 37. 1A5 (16) = ……… (8) 38. C7 (16) = ……… (8) 39. D19 (16) = ……… (8) B (16) = ……… (8) 15 Januari 2008Jim Michael Widi, S.Kom - FTI UBL20