Dr. Ir. Marzan A. Iskandar KEPALA BPPT

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI TELEMATIKA DI KALIMANTAN BARAT
Advertisements

STRATEGI POKOK Kebijakan Fiskal Kebijakan Perbankan/Keuangan
LAPORAN EVALUASI TAHUN KETIGA RPJMD KABUPATEN TEGAL
Strategi Nasional Literasi Keuangan
PENGUATAN SISTEM INOVASI Bahan Ringkas tentang Program BPPT
RENCANA KERJA PEMERINTAH
SUMBER: Pokok-Pokok Substansi PERATURAN PEMERINTAH NO 24 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN INDUSTRI SUMBER:
KERANGKA SISTEM INOVASI DAERAH KOTA CIMAHI
PERMASALAHAN DAN FOKUS PEMBANGUNAN DALAM PEMBANGUNAN BERBASIS IPTEK DI PROVINSI GORONTALO Wakil Gubernur Gorontalo Rakornas RISTEK Tahun 2004 Jakarta.
Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc
Strategi pemerataan prinsip keadilan sosial di Indonesia
Pengantar Raker BIDANG SISTEM INOVASI
PENYELARASAN PROGRAM / KEGIATAN BAPETEN
RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL
PERAN JAKSTRANAS DALAM RENSTRA BATAN
Peran RZWP3K dalam Perencanaan Pembangunan Bidang Kelautan
Makalah Kunci (Keynote Speech)
PENGENALAN SNP, SPM DAN IMPLEMENTASI SPM
DIALOG MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DENGAN LEMBAGA MASYARAKAT PEDULI ANAK Jakarta, 31 Agustus 2010.
Jakarta Convention Centre, 29 Januari 2010
Oleh: Prof. Urip Santoso. Dasar Hukum Pembentukkan DRD Undang Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penetapan.
PENERAPAN AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAH DAERAH
Oleh: Prof. Ir. Urip Santoso, S.IKom., M.Sc., Ph.D
PENGUATAN DAYA SAING DENGAN KLASTER INDUSTRI UNTUK MEMASUKI EKONOMI MODERN Kristiana ( )
Is Fatimah. 28/03/ Sudahkan memahami SKEMA PENDANAAN (RD, RT, KP, DF) Insentif SINas ?
B. Kombaitan dan Ridwan Sutriadi
Pokja. Program ini dimaksudkan dapat bersentuhan langsung dengan kebutuhan minimal masyarakat maupun stake holders dalam rangka meningkatkan kepercayaan.
A DHI P UTRA A LFIAN D IREKTUR P EMBERDAYAAN K OPERASI DAN UKM 27 F EBRUARI 2014.
FORUM SKPD Dinas Pendidikan 2015.
Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat
Jayapura, 13 Agustus SEJAHTERA DEMOKRATIS BERKEADILAN Memperkuat triple tracks strategy serta pembangunan inklusif dan berkeadilan Memantapkan.
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KOPERASI DI INDONESIA
PEMBANGUNAN INOVASI INKLUSIF
PENGUATAN DIMENSI SOSIAL- KEMANUSIAAN DALAM ARN Disampaikan dalam Rapat Penyusunan ARN Disampaikan dalam Rapat Penyusunan ARN
RENCANA INDUK PENELITIAN (RIP) UNIVERSITAS DIPONEGORO
POTENSI PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDa) DI PROVINSI BENGKULU
PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH DALAM PEMBANGUNAN DAERAH
KERANGKA ACUAN KEGIATAN BIDANG MANAJEMEN DIFUSI TEKNOLOGI
PERSIAPAN PENDANAAN RKP TAHUN 2013
KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PERTEMUAN PENDAHULUAN PENYUSUNAN RKP 2013 Oleh: Menteri Negara PPN/Kepala.
RAPAT : RENCANA KEGIATAN PENELITIAN & PENGABDIAN MASYARAKAT 2017
5.
RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010
SIKLUS PERENCANAAN & PENGANGGARAN TAHUNAN
Deputi Bidang Pengembangan Regional
KAJIAN ANALISIS DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDA) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 PT. Secon Dwitunggal Putra.
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
Peranan Usaha Mikro, Usaha Kecil Dan Menengah (UMKM)
DUKUNGAN DPR DALAM PEMBENTUKAN LEMBAGA PEMBIAYAAN INDUSTRI
SISTEM INOVASI DAERAH DALAM RPP TENTANG INOVASI DAERAH
Pengembangan dan Pendampingan Penguatan Sistem Inovasi Daerah dalam Mengakselerasi Inovasi Teknologi untuk Peningkatan Bisnis Inovatif di Daerah. Atang.
KAJIAN ANALISIS DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDA) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 PT. Secon Dwitunggal Putra.
POLICY FOCUS AREAS.
PEREKONOMIAN INDONESIA
31 Januari 2012 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN DIY
Implementasi Pemahaman Globalisasi Ekonomi dalam Pembangunan Wilayah: STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING DI ERA MASYARAT EKONOMI ASEAN (MEA) Oleh : Dr. Kurniyati.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN KOPERASI DAN UMKM
PERAN UMKM DALAM PEREKONOMIAN DI INDONESIA
Arah dan Kebijakan AGENDA RISET NASIONAL Lokakarya
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
SOSIALISASI DEWAN RISET DAERAH BENGKULU
Agenda Riset Nasional & Laporan Pelaksanaan Fokus Tugas DRN
Direktorat Kelautan dan Perikanan
Pembuatan dan PELAKSANAAN KLHS RPJMD
INTEGRASI LEMBAGA PENELITIAN K/L TERKAIT RUU SINAS IPTEK
Kebijakan penumbuhan iklim & pengembangan usaha PERTEMUAN – 12 Mata Kuliah: Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
Penguatan Kapasitas Kecamatan untuk Meningkatkan Pelayanan Dasar
INDONESIA MENUJU POROS MARITIM DUNIA Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki potensi untuk menjadi Poros Maritim Dunia.
Transcript presentasi:

Dr. Ir. Marzan A. Iskandar KEPALA BPPT MASUKAN KEBIJAKAN STRATEGIS NASIONAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI 2015-2019 Dr. Ir. Marzan A. Iskandar KEPALA BPPT Jakarta, 3 Juni 2013

I. KONDISI SAAT INI 1. Rendahnya Daya Saing Nasional 2.Rendahnya Tingkat Kewirausahaan 3. Rendahnya Perolehan Paten Nasional 4.Rendahnya Kesiapan Teknologi Nasional 2

II. PERMASALAHAN 1. Regulasi Yang Menghambat 2. Daya Dukung Inovasi yang belum Kuat 3. Interaksi Iptek dan Industri yang Masih Lemah Skor Linkage Iptek-Industri Rasio Anggaran IPTek 4. Rendahnya Budaya Inovasi 5. Kelemahan dalam pengembangan Rantai Nilai 6. Kemampuan Memenuhi Tantangan Global Rendah 3

III. MASUKAN POKOK 3.1. UMUM Nomenklatur Iptek disesuaikan menjadi Iptek dan Inovasi Landasan legal untuk Jakstranas Iptek & Inovasi 2015 – 2019 : Peraturan Presiden (UU No. 18/202, Pasal 18, Ayat 2) Jakstranas Iptek menjadi acuan penyusunan Rencana Strategis bagi semua lembaga iptek yaitu. Perguruan tinggi, Lembaga litbang (organisasi yang berdiri sendiri, atau bagian dari organisasi pemerintah/ pemerintah daerah, organisasi masyarakat), Badan usaha, Lembaga penunjang Penguatan komitmen berinvestasi di bidang Iptek & Inovasi (dimulai dengan peran pemerintah : penganggaran untuk Iptek & Inovasi > 2% dari total APBN dan/atau GERD ≥ 1% dalam kurun 5 tahun

III. MASUKAN POKOK 3.2. ARAH Memperkuat sistem inovasi dalam rangka mendorong percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan (sejalan dengan UU No. 17/2007 – RPJPN 2005 – 2025; dan Perpres 32/2011 – MP3EII Tujuan pokok iptek & inovasi 2015 – 2019 : mendukung pembangunan nasional yang progresif dan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan Orientasi yang saling memperkuat untuk : Memenuhi kebutuhan dasar rakyat & perlindungan masyarakat (basic needs/security & public interests) Meningkatkan daya saing dan kohesi sosial (competitiveness & social cohesion) Mendukung kemandirian Bangsa dan menjaga kedaulatan Negara (souvereignity) 5

3.2. Arah Merealisasikan isi PP No. 35 tahun 2007 tentang Pengalokasian Sebagian Pendapatan Badan Usaha untuk Peningkatan Kemampuan Perekayasaan, Inovasi, dan Difusi Teknologi. Mendukung dan mendorong Kemenko Perekonomian (melalui Deputi Industri, Inovasi Teknologi dan Kawasan Ekonomi) agar mensinergikan penguatan SINas antar Lembaga Iptek, Kementerian/lembaga pengguna iptek (antara lain Kementerian Perhubungan), Badan Usaha dan Kementerian Keuangan terkait insentif pengembangan iptek. Mengupayakan terus berjalannya inkubasi teknologi dan modal ventura dan sejenisnya untuk memperkuat aktor inovasi dalam memasuki persaingan pasar. 6

3.3. PRIORITAS 3.3. Penetapan “Prioritas” : Menata ekosistem yang kondusif bagi iptek & inovasi di seluruh wilayah (secara nasional & daerah) (Amanat UU No. 18/2002 & UU No. 17/2007) Mendorong pengembangan klaster tekno-industri yang kompetitif (keunggulan kompetitif) berdasarkan potensi keungguan komparatif (Amanat UU No. 18/2002 & UU No. 17/2007) Memperkuat jejaring iptek & inovasi dan mendinamiskan pemajuan dan pemanfaatan iptek & inovasi (Amanat UU No. 18/2002) Meningkatkan perkembangan bisnis-bisnis/industri inovatif & ramah lingkungan (Amanat UU No. 18/2002, Pasal 19, Ayat 3b) Memperkuat pilar-pilar iptek & inovasi tertentu : Amanat UU No. 18/2002, Pasal 19, Ayat 3a: Penguatan Ilmu Dasar; Penguatan Iptek strategis; Peningkatan Kapasitas Litbang; Penguatan Ilmu Sosial & Budaya; dan Amanat UU No. 17/2007 : Teknologi pangan, kesehatan & obat, energi baru & terbaruan, transportasi, informasi & komunikasi, pertahanan & keamanan, material maju. 7

3.3. PRIORITAS Program Kemitraan antara Badan Usaha dengan Universitas dan atau Lembaga Penelitian dan Pengembangan berdasarkan kebutuhan Badan Usaha (demand pull), dengan insentif sesuai PP No.35/ 2007 pasal 6 (1), (2) dan (3) Koordinasi Program, berkaitan dengan Penguatan SINas oleh Kemenko Perekonomian dalam mensinergikan penguatan SINas antar Lembaga Iptek, Kementerian/lembaga pengguna iptek (antara lain Kementerian Perhubungan), Badan Usaha dan Kementerian Keuangan terkait insentif pengembangan iptek Program promosi dan utilisasi HAKI dalam bentuk insentif bagi industri dan hak royalti bagi inventor Program penguatan Pembangunan berbasis Iptek dan inovasi di daerah dengan: Memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dengan industri di daerah Memperkuat kompetensi/ spesialisasi universitas di daerah, sesuai dengan potensi utama daerah ybs. Membangun pusat unggulan/ S&T Park di daerah-daerah 8

3.4. Kerangka Kebijakan : Dasar Pertimbangan “Kebijakan” dirancang untuk menjawab “isu-isu kebijakan” iptek & inovasi “Isu kebijakan” dirumuskan sesuai dengan “kegagalan/kelemahan yang sangat penting dalam sistem iptek & inovasi” (systemic failures) “Kerangka kebijakan” (policy framework) merupakan segi-segi penting yang menjadi acuan bagi perancangan instrumen/alat-alat kebijakan yang lebih operasional 9

Agenda Peningkatan Kemampuan Iptek Untuk Penguatan Sistem Inovasi Isu Kebijakan Kelembagaan & Daya Dukung Iptek serta Absopsi oleh Industri 2 Interaksi & Pelayanan 3 Fokus & Keterpaduan Rantai Nilai 5 Sistem Pendidikan dan Litbangyasa Pendidikan dan Pelatihan Profesi Pendidikan Tinggi dan Litbang Litbang Pemerintah Sistem Industri Perusahaan Besar UKM “Matang/ Mapan” PPBT Intermediaries Lembaga Litbangyasa Brokers Konsumen (permintaan akhir) Produsen (permintaan antara) Permintaan (Demand) Framework Conditions Kondisi Umum dan Lingkungan Kebijakan pada Tataran Internasional, Pemerintah Nasional, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota Perbankan Modal Ventura Supra- dan Infrastruktur Khusus HKI dan Informasi Dukungan Inovasi dan Bisnis Standar dan Norma Budaya Sikap dan nilai Keterbukaan terhadap pembelajaran dan perubahan Kecenderungan terhadap Inovasi dan kewirausahaan Mobilitas dan interaksi Kebijakan Ekonomi Kebijakan ekonomi makro Kebijakan moneter Kebijakan fiskal Kebijakan pajak Kebijakan perdagangan Kebijakan persaingan Kebijakan Industri/ Sektoral Kebijakan Keuangan Sistem Politik Pemerintahan Penadbiran (Governance) Kebijakan RPT Kebijakan Promosi & Investasi Infrastruktur Umum/ Dasar Kebijakan Pendidikan SDA dan Lingkungan Global Keselarasan dengan Tantangan Global 6 Lingkungan / Kerangka Umum 1 Budaya Inovasi 4 Isu Kebijakan 10

3.4. KERANGKA KEBIJAKAN 3.4. Kerangka Kebijakan : Elemen penting Bagaimana memperbaiki iklim yang lebih kondusif bagi perkembangan iptek & inovasi dan bisnis yang inovatif Bagaimana memperkuat daya dukung kelembagaan dan sumber daya iptek & inovasi, serta meningkatkan kemampuan bisnis memanfaatkan iptek & inovasi Bagaimana meningkatkan kemitraan antarpihak dan pemanfaatan iptek & inovasi, khususnya karya Indonesia sendiri (di instansi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat) Bagaimana mendorong perkembangan budaya inovasi Bagaimana meningkatkan koherensi kebijakan Bagaimana meningkatkan kemampuan dan penyelarasan dalam menghadapi tantangan global 11

3.4. KERANGKA KEBIJAKAN INDIKATOR KINERJA Pertumbuhan Ekonomi Peringkat Daya Saing Bangsa Kontribusi Total Factor Productivity Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Penyerapan tenaga kerja terampil Pembangunan Berbasis Iptek artinya mendasarkan semua aspek pembangunan pada Iptek, bahwa pertimbangan Iptek merupakan dasar dalam melaksanakan pembangunan nasional. 12

3.4. KERANGKA KEBIJAKAN IDEALISASI 6 5 Program Prioritas 2% Input Investasi Input Mencapai >2% rasio anggaran Iptek & Inovasi/APBN Mencapai 1% rasio Litbangyasa/PDRB (GERD/GDP) Proses 6 Kerangka Kebijakan Inovasi 5 Program Prioritas ① Penguatan sistem inovasi daerah ② Pengembangan klaster industri ③ Pengembangan jaringan inovasi ④ Pengembangan teknoprener ⑤ Pengembangan pilar-pilar tematik ① Mengembangkan iklim yang kondusif bagi inovasi dan bisnis ② Memperkuat kelembagaan dan daya dukung iptek/litbangyasa dan mengembangkan kemampuan absorpsi oleh industri, khususnya UKM ③ Menumbuhkembangkan kolaborasi bagi inovasi dan meningkatkan difusi inovasi, serta meningkatkan pelayanan berbasis teknologi ④ Mendorong budaya inovasi ⑤ Menumbuhkembangkan dan memperkuat keterpaduan pemajuan sistem inovasi ⑥ Penyelarasan dengan perkembangan global Kinerja 12 Ekonomi Dunia Among STI hubs in APEC Among top 3 in ASEAN STI 0,4 Technopreneurs 13

IV. CATATAN PENUTUP Pengarusutamaan iptek & inovasi dalam pembangunan nasional 2015 - 2019 Perbaikan kebijakan iptek & inovasi (regulasi-deregulasi; insentif), termasuk UU No. 18/2002 Diskresi kebijakan : Komitmen berinvestasi dalam iptek & inovasi (pembiayaan untuk iptek & inovasi) Affirmative actions : untuk pemanfaatan iptek & inovasi karya Indonesia Dimensi penting : daerah, gender, dan usia muda Pembangunan iptek & inovasi menjadi “gerakan nasional”. 14

Terimakasih www.bppt.go.id