Penulangan Pelat Nur Ahmad Husin.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Nur Ahmad Husin. Pengantar Tujuan Pembelajaran Menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan prinsip perencanaan yang diatur didalam SNI. Memberikan pemahaman.
Advertisements

Pemeriksaan Balok T terhadap Lentur
ANALISA LENTUR PENAMPANG T
Faktor yang menghubungkan Diagram Momen Aktual dengan Diagram Momen Merata Ekuivalen(Cm) Nur Ahmad Husin.
3. Persyaratan pada kolom Ukuran kolom struktur minimal 150 mm
Kondisi dengan P Konsentris
Tulangan Torsi Minimum
Ringkasan Nur Ahmad Husin. Pengantar Pembahasan pada bagian ini merupakan resume dari hal-hal yang perlu menjadi perhatian dari Prinsip- Prinsip Perencanaan.
Kondisi Kolom Akibat Gaya Dalam yang terjadi
Pengantar Nur Ahmad Husin. Pengantar Pada pembahasan ini akan diuraikan bagaimana metode perhitungan tulangan lentur dalam 2 metode yaitu metode tulangan.
Ringkasan Nur Ahmad Husin.
II. ANALISIS DAN DISAIN SISTEM PELAT LANTAI
KONSOL PENDEK Nur Ahmad Husin.
TORSI Nur Ahmad Husin.
Pengantar Nur Ahmad Husin.
Pengantar Nur Ahmad Husin.
Kondisi Tekan Menentukan
PELAT Nur Ahmad Husin.
Pengantar Nur Ahmad Husin. Pengantar Pelat merupakan elemen yang satu sisinya, dua sisinya, tiga sisinya atau keempat sisinya dibatasi oleh balok. Pengantar.
Umum Nur Ahmad Husin. Pengantar Pondasi adalah elemen struktur yang memindahkan beban dari kolom ke tanah, beban dinding atau beban lateral dari dinding.
Kondisi Over Reinforced
Kondisi Perencanaan Nur Ahmad Husin.
Ringkasan Nur Ahmad Husin.
Ringkasan Nur Ahmad Husin. Pengantar Metode penulangan lentur dalam hal ini menyampaikan prosedur cara penulangan lentur baik metode tulangan tunggal.
Bab – V SAMBUNGAN.
Lebar Sayap Efektif (beff)
Koefisien Geser Friksi
Tulangan Torsi Badan Nur Ahmad Husin.
PERHITUNGAN LENTUR PENAMPANG PERSEGI
Kondisi Balanced Nur Ahmad Husin.
PENULANGAN GESER TEKNIK SIPIL UNSOED 2010 Pertemuan X 1.
KEKUATAN GESER DAN TULANGAN GESER
Umum Nur Ahmad Husin. Pengantar Salah satu jenis keruntuhan yang kemungkinan terjadi pada elemen struktur adalah keruntuhan geser (Shear Failure) yang.
Ringkasan Nur Ahmad Husin. Pengantar Pembahsan ini menyampaikan urutan perencanaan elemen kolom Pengantar FaktaKonsepRingkasanLatihanAsesmen.
Ketentuan Pondasi Nur Ahmad Husin.
Kondisi-Kondisi Perencanaan Penampang Kolom
Persyaratan Perencanaan Tulangan Geser
Distribusi Tegangan Persegi dari Whitney Nur Ahmad Husin.
Pertemuan 12 Gambar pembesian penulangan
PANJANG PENYALURAN TULANGAN PERTEMUAN 16
Ringkasan Nur Ahmad Husin.
Kekuatan Momen Torsi Nur Ahmad Husin.
Kondisi Under Reinforced
Oleh : SABRIL HARIS HG, MT
Pondasi Pertemuan – 12,13,14 Mata Kuliah : Perancangan Struktur Beton
LENTUR PADA BALOK PERSEGI (Tulangan Tunggal)
Lentur Pada Balok Persegi
PERTEMUAN 2 PLAT DAN RANGKA BETON.
Panjang Penyaluran, Sambungan Lewatan dan Penjangkaran Tulangan
Kapasitas Maksimum Kolom Pendek
STRUKTUR KOLOM Kolom adalah Komponen struktur bangunan yg bertugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal. Kolom sebagai bagian dari suatu.
Pengantar Nur Ahmad Husin.
Beton dan Beton Bertulang
Metode Elastis Nur Ahmad Husin.
Metode Kekuatan Batas/Ultimit
PERTEMUAN 6 Disain Kolom Langsing Konstruksi Beton II.
Mekanisme Struktur Beton Bertulang
DESAIN SAMBUNGAN croty.files.wordpress.com/2010/10/sambungan-des-2005.ppt.
PERKEMBANGAN METODA PERENCANAAN
Kapasitas Maksimum Kolom Pendek
Ringkasan Nur Ahmad Husin.
PONDASI Nur Ahmad Husin.
Universitas Brawi kaka. PENAMPANG BETON BERTULANGAN RANGKAP.
PERTEMUAN 6 Disain Kolom Langsing Konstruksi Beton II.
II. ANALISIS DAN DISAIN SISTEM PELAT LANTAI
Pengantar Nur Ahmad Husin.
PENGANTAR Nur Ahmad Husin.
Pengantar Nur Ahmad Husin.
TORSI Nur Ahmad Husin. Pengantar Mengajarkan bagaimana cara perhitungan perhitungan kebutuhan tulangan torsi serta menuangkan dalam gambar. Kerangka Pembahasan.
STRUKTUR KONSTRUKSI BETON BEKISTING PENULANGAN BETON KONVENSI ONAL -BAMBU -PAPAN NON KONVENSI ONAL -SISTIM DOKA -PERI -ALUMA DLL. TULANGAN POLOS ( fy =
Transcript presentasi:

Penulangan Pelat Nur Ahmad Husin

Pada Pembahasan ini disampaikan persyaratan penulangan pelat. Pengantar Fakta Konsep Ringkasan Latihan Asesmen Pengantar Pada Pembahasan ini disampaikan persyaratan penulangan pelat. Elemen struktur pelat diberikan penulangan berdasarkan tipe pelat apakah tergolong pelat 1 arah ataukah pelat 2 arah

Pengantar Fakta Konsep Ringkasan Latihan Asesmen Fakta

Pengantar Fakta Konsep Ringkasan Latihan Asesmen Konsep Spasi tulangan pada penampang kritis tidak boleh lebih daripada 2 kali tebal pelat Tulangan momen positif yang tegak lurus tepi tak menerus harus diteruskan hingga mencapai tepi pelat dan ditanam, dapat dengan kaitan, minimum sepanjang 150 mm ke dalam balok tepi, kolom atau dinding Tulangan momen negatif yang tegak lurus tepi tak menerus harus dibengkokkan atau diangkur pada balok tepi, kolom atau dinding, sesuai dengan ketentuan mengenai panjang penanaman pada pasal 14 SNI 03 2847 2002. Bila pelat tidak memiliki balok tepi atau dinding pada tepi tak menerus, atau pada pelat yang membentuk kantilever pada tumpuan maka pengangkuran tulangan harus dilakukan didalam pelat itu sendiri

Konsep Tulangan minimum terpasang tidak boleh kurang dari : Pengantar Fakta Konsep Ringkasan Latihan Asesmen Konsep Tulangan minimum terpasang tidak boleh kurang dari : 𝐴𝑠 𝑚𝑖𝑛 = 𝑓 𝑐 ′ 4. 𝑓 𝑦 . 𝑏 𝑤 .𝑑 Tetapi tidak boleh kurang dari, 𝐴𝑠 𝑚𝑖𝑛 = 1,4 𝑓 𝑦 . 𝑏 𝑤 .𝑑 Sebagai alternatif, untuk komponen struktur yang besar dan masif, luas tulangan yang diperlukan pada setiap penampang positif atau negatif paling sedikit harus sepertiga lebih besar dari yang diperlukan berdasarkan analisis. Untuk pelat dan fondasi telapak struktural dengan tebal seragam, luas minimum tulangan tarik dalam arah bentang yang ditinjau harus memenuhi kebutuhan tulangan untuk susut dan suhu sesuai dengan pasal 9.12 SNI 03 2847 2002. Spasi maksimum antar tulangan tersebut tidak boleh melebihi nilai terkecil dari 3 kali tebal pelat dan 450 mm

Pengantar Fakta Konsep Ringkasan Latihan Asesmen Konsep Ketentuan khusus tulangan susut dan suhu (pasal 9.12 SNI 03 2847 2002) : Pada pelat struktural dimana tulangan lenturnya terpasang dalam satu arah saja, harus disediakan tulangan susut dan suhu yang arahnya tegak lurus terhadap tulangan lentur, dengan ratio luas tulangan terhadap luas bruto penampang beton sebagai berikut : Pelat dengan batang tulangan ulir mutu 300 Mpa – 0,0020 Pelat dengan tulangan ulir atau jaring kawat las (polos atau ulit) mutu 400 Mpa – 0,0018 Pelat dengan tulangan dengan tegangan leleh melebihi 400 Mpa – 0,0018 x 400/fy Tetapi tidak kurang dari 0,0014

Pengantar Fakta Konsep Ringkasan Latihan Asesmen Konsep Tulangan susut dan suhu harus dipasang dengan jarak tidak lebih dari lima kali tebal pelat, atau 450 mm. Bila diperlukan, tulangan susut dan suhu pada semua penampang harus mampu mengembangkan kuat leleh tarik fy. Bila pergerakan akibat susut dan suhu terkekang, maka memenuhi persyaratan pasal 10.2(4) dan 11.2(7). Catatan penting : Untuk penentuan jarak penulangan buatlah semudah mungkin sehingga bisa mempermudah pelaksanaan dilapangan. Hindari penggunaan tulangan dengan diameter yang bervariasi, untuk menhindari sulitnya pelaksanaan dilapangan.

Pengantar Fakta Konsep Ringkasan Latihan Asesmen Ringkasan Untuk menghindari lendutan pelat dipersyaratkan tebal pelat minimum. Jarak tulangan pelat maksimum 2 kali tebal pelat

Pengantar Fakta Konsep Ringkasan Latihan Asesmen Asesmen