KELOMPOK 5 KULTUR SEL.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
WELCOME PERTUMBUHAN &PERKEMBANGAN PADA TANAMAN
Advertisements

TEKNIK KULTUR Oleh PROF. DR.IR. M ZULMAN HARJA UTAMA
ILMU GULMA DR. IR. A.T.SOEJONO.
Perbanyakan Anggrek Grammatophyllum scriptum Melalui Proliferasi Tunas Adventif Secara In Vitro Oleh: Moh. Lutfi Muhammad Defri S. P
Oleh : Agus Dwi P (H ) Isni Wiyati (H )
SIFAT TOTIPOTENSI PADA JARINGAN TUMBUHAN SEBAGAI DASAR KULTUR JARINGAN
BIOLOGI Loading… KOMPETENSI MATERI VIDEO PEMBELAJARAN LATIHAN.
Wacana Bibit Pisang Kultur Jaringan Bibit pisang kultur jaringan adalah bibit yang dihasilkan melalui biakan jaringan (sel meristem) pada media buatan.
PERBANYAKAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DALAM MEDIA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN NAA DAN BAP PADA BERBAGAI KONSENTRASI Disusun oleh : Dannar Nur Fathini (11324)
PRINSIP DASAR & METODE KULTUR JARINGAN HEWAN
Tissue Culture / Kultur Jaringan
METODE KULTUR ORGAN HEWAN
Prof. DR. IR. M ZULMAN HARJA UTAMA
PRINSIP DASAR KULTUR ORGAN
Kultur organ tumbuhan Departemen Biologi
Keragaman metabolit sekunder
Aplikasi kultur jaringan
Praktikum Mikrobiologi Lingkungan
PEMULIAAN TANAMAN MEMBIAK VEGETATIF
BIOREAKTOR.
KULTUR JARINGAN.
KULTUR KALUS.
SISTEM KULTUR JARINGAN
METODE MUTAKHR BIOTEKNOLOGI KULTUR JARINGAN KULTUR JARINGAN REKAYASA GENETIKA.
Kultur Jaringan Tanaman
Serapan Hara Daun.
MEMBIAKAN TANAMAN DENGAN STEK
Konservasi Sumber Daya Air Konservasi Sumber Daya Tanah
DORMANSI,PERKEMBANGAN BIJI, KULTUR JARINGAN
BAB 1 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
MENDESKRIPSIKAN PEMBIBITAN TANAMAN DAN PRODUKSI BENIH
PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN Kelas XII IA, Semester ganjil
DORMANSI BIJI Adalah masa penundaan perkecambahan sampai waktu yg tidak ditentukan, dimana keadaan sekeliling & keadaan biji tersebut memungkinkan untuk.
Teknik Isolasi pada Mikroba
Dina Khoerunnisa Zakarya
Isolasi dan identifikasi Mikroorganisme
KULTUR JARINGAN KELOMPOK : III ANGGOTA HAMSYANI
PRESENTASI BIOLOGI.
Teknologi Reproduksi.
MELAKUKAN TRANSPLANTING BIBIT
Pemuliaan Makhluk Hidup
Kultur Jaringan Tissue Culture
Teknologi Reproduksi dan Bioteknologi
Perhitungan mikroorganisme
BIOTEKNOLOGI JAGUNG BT DAN KULTUR JARINGAN PISANG
FERMENTASI Tape ketan by Fina Pradika Putri.
Kultur Jaringan Tissue Culture
Perbanyakan Kelapa Dengan Kultur Jaringan
Bioteknologi BY: 1. Ardia kansha daniswara 2. Ashfiya w.p
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
SELAMAT DATANG.
BIOTEKNOLOGI.
SELAMAT DATANG DI PRESENTASI HELLYATUNISA
PERBANYAKAN TANAMAN 1. SEKSUAL (GENERATIF) : KAWIN  BENIH  PERSATUAN SEL KELAMIN JANTAN DAN BETINA 2. ASEKSUAL (VEGETATIF) : TIDAK KAWIN  PEMBELAHAN.
MEDIA BAKTERI DAN JAMUR
Isolasi bakteri.
Naftalia Gresica Saragih XII IPA 2
KULTUR KALUS Dina Purwanti Pamuji Raharjo
BIOTEKNOLOGI.
BIOPESTISIDA PT AGRO LESTARI INDONESIA
Dhine Oktalia Mikkyu Gisen Monika Devita M. Komaruddin
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
BAB 1 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
PEMULIAAN TANAMAN MEMBIAK VEGETATIF
PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN Kelas XII IA, Semester ganjil
PERBANYAKAN TANAMAN TEBU SECARA INVITRO (MIKROPAGASI) DENGAN PEMANFAATAN MEDIA HORMON OLEH: DIMAS PRAKOSWO W, A.Md., S.P.
PEMULIAAN DAN PERBENIHAN TANAMAN (Modul 3) Tim Penyusun: Prof. Dr
 Kalus : kumpulan sel yang aktif membelah, tidak terorganisasi dan tidak terdiferensiasi  Tujuan : untuk memperoleh kalus dari eksplan yang diisolasi.
Nama kelompok : Delta nugroho6 Dina ridha illahi8 Laila dwi anggraini17 Satria aprildo a.p25.
ARTI KULTUR JARINGAN REKAYASA GENETIK DAMPAK SRI JUNIANA, S.Pd SMP NEGERI 2 BABAT BIOTEKNOLOGI.
Transcript presentasi:

KELOMPOK 5 KULTUR SEL

Kultur sel Kultur sel  menumbuhkan sel atau jaringan pada medium tertentu dalam kondisi steril hama (aseptis) Melalui kultur sel perbanyakan tumbuhan dapat dilakukan secara cepat, jumlahnya terbatas, hemat tempat dan waktu, serta memiliki sifat identik. Kultur sel dimulai dengan menanam sel-sel embrionik. Kultur sel dapat dipakai untuk bermacam penelitian, misalnya antara lain aktivitas intraseluler, ekologi sel, interaksi antar sel.

Tumbuhan memiliki sifat totipotensi sel Menurut Schwann dan Schleiden (1898) sel memiliki sifat totipotensi setiap sel tanaman yang hidup dilengkapi dengan informasi genetik dan perangkat fisiologis yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman utuh.

Prinsip Dasar Kultur Sel Medium harus aseptik dan steril . Medium harus menyediakan semua nutrien yang diperlukan oleh sel . Medium harus memelihara pH 7.0 – 7.4

MEDIA KULTUR SEL Kultur sel suspensi (media cair) dengan tujuan memproduksi sel sebanyak-banyaknya, sel suspensi langsung di ekstraksi diambil metabolitnya Anherent (media padat, sel melekat satu sama lain) menghasilkan tanaman baru

Kultur Primer Kultur primer, setelah mendapat sel yang sudah terpisah-pisah langsung ditanam di dalam cawan kultur. Merupakan kultur sel tahapan pertama dari sel yang diambil dari individu. Sel primer umumnya masih bersifat heterogen dengan umur kultur tak terbatas (maksudnya dapat dikultur berulang-ulang).

Kultur Sekunder Merupakan subkultur dari sel primer. Masih bersifat heterogen. Hampir tidak berbeda dengan sel primer. Kultur sekunder atau subkultur setelah kultur primer konfluen dilepas dari cawan dan ditanam kembali di lain cawan kultur.

Langkah-langkah kultur sel Teknik kultur sel adalah mengisolasi bagian tanaman (sel) Sel yang diisolasi ditumbuhkan dalam media buatan. Caranya adalah aseptiss/bebas hama. Media diisi dengan nutrisi yang lengkap (semua nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan sel ) beserta dengan hormon Dikerjakan dalam wadah yang tertutup, tembus cahaya Sehinga sel tanaman tadi dpt memperbanyak dirinya, regenerasi, menjadi tanaman yang lengkap

Kultur sel akar

Kultur sel epitelial

Keuntungan kultur sel : 1.Bibit (hasil) yang didapat berjumlah banyak dan dalam waktu yang singkat 2.Sifat identik dengan induk 3.Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki 4.Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa

Kelebihan kultur sel HEWan Mudah dikontrol fisikokimia lingkungan (pH, suhu, tekanan oksigen, dan CO2) dapat dikontrol sesuai dengan keinginan Mudah dibuat homogen sehingga mudah dianalisis Ekonomis, tidak perlu memakai banyak hewan coba Mudah diadakan perlakuan

Kekurangan kultur sel Memerlukan keahlian, mempunyai peneliti yang sangat menyenangi kultur sel, selalu menjaga aseptis, tertib dan sabar Gambaran histologis sudah tidak nampak Tidak atau sukar untuk mengedentifikasi sifat-sifat seperti pada in vivo, misalkan akibat pengaruh sistemik