STRUKTUR CIRI-CIRI DAN SIFAT-SIFAT NEGARA SEDANG BERKEMBANG

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Koesmaryo : bahan Kuliah Ekbang STIS Todaro Chapter 5
Advertisements

TABEL INPUT OUTPUT REGIONAL.
BAB 6 EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO.
Ekonomi Pembangunan R. Dwi Harwin Koesmaryo address : Phone :
Oleh : Yanuarius Esti K., S. Pd.
OLEH : MERLIANA PUTRI R 9_B 16 NEGARA MAJU dan BERKEMBANG.
Masalah dan Isyu Sentral dalam Pembangunan
ALIRAN STRUKTURALIS Adalah aliran pengembangan ide dasar sosialisme yang muncul di akhir 1940 dan 1950an. Teori strukturalis percaya bahwa pembangunan.
MASALAH POKOK PEMBANGUNAN
Pengangguran di Indonesia
Bahan Kuliah Pembangunan Pertanian
OPEN - ECONOMY.
Negara Maju dan Berkembang
Keragaman dan Karakteristik Negara Berkembang
OLEH CES (CAK EKO SUPENO)
SMP Kelas 3 Semester 1 BAB I
STRUKTUR AGRARIA NEGARA BERKEMBANG
TUGAS IPS HUDA HELDIRIN NUSA 12 9F
NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU.
Kelompok Pendapatan Perkapita
PERTUMBUHAN EKONOMI ,PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI , DAN KRISIS EKONOMI
NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG
TEORI-TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI
Pembangunan Komparatif: Perbedaan dan Persamaan di Antara Negara Berkembang Ekonomi Pembangunan.
MASALAH PEMBANGUNAN MANUSIA: KEPENDUDUKAN
MASALAH PEMBANGUNAN MANUSIA: KEPENDUDUKAN
DOSEN : H. R MARWAN INDRA SAPUTRA,SE. Msi/ Aris T,SE.MM.
STRUKTUR CIRI-CIRI DAN SIFAT-SIFAT NEGARA SEDANG BERKEMBANG
BAB 6 EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO.
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
MENGAPA NEGARA TERHAMBAT PEMBANGUNANNYA?
Negara Maju Negara Berkembang
KARAKTERISTIK NEGARA SEDANG BERKEMBANG
Materi Kuliah EKONOMI PEMBANGUNAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Chapter 2 Comparative Economic Development
Nama : Nanik Sugiyarti Nim : A Kelas : H
TUGAS IPS NAMA : ERWIN BANGKIT PRASETYO NOMOR : 16 KELAS : 9D
EKONOMI PEMBANGUNAN.
INDIKATOR PEMBANGUNAN
PEMBANGUNAN EKONOMI KONSEP PEMBANGUNAN EKONOMI
KONSEP DASAR PEMBANGUNAN & KARASTERISTIK NEGARA BERKEMBANG
KETENAGAKERJAANDALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
EKONOMI PEMBANGUNAN.
Indikator dan Masalah Pembangunan
PROSES PEMBANGUNAN DALAM PEREKONOMIAN DENGAN KELEBIHAN TENAGA KERJA
Oleh: Zulaiha Nur Rahmawati.
KETENAGAKERJAAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
Masalah dan Isyu Sentral dalam Pembangunan
TEORI ISU PEMBANGUNAN OKTIVA ANGGRAINI
“ NEGARA MAJU & BERKEMBANG “
TUGAS IPS NAMA : SIGIT ANDI PRASETYO NOMOR : 26 KELAS : 9D
KONSEP PEMBANGUNAN EKONOMI
Karakteristik Umum dan Struktur Kegiatan Ekonomi Negara Berkembang
Pembangunan Ekonomi.
BAB II PEMBANGUNAN EKONOMI.
NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG
Ketenagakerjaan dalam Pembangunan Ekonomi
Masalah dan Isyu Sentral dalam Pembangunan
KARAKTERISTIK NEGARA SEDANG BERKEMBANG
PERTEMUAN 4.
Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional Negara Maju dan Berkembang
NEGARA MAJU NEGARA BERKEMBANG.
EKONOMI POLITIK PEMBANGUNAN
STRUKTUR AGRARIA NEGARA BERKEMBANG
KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN. 1. KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN 11. HUBUNGAN KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN OVERVIEW.
Materi Kuliah SEJARAH PERTUMBUHAN EKONOMI
STRUKTUR CIRI-CIRI DAN SIFAT-SIFAT NEGARA SEDANG BERKEMBANG
INDIKATOR PEMBANGUNAN
KONSEP DASAR PEMBANGUNAN dan PERTUMBUHAN EKONOMI
Negara Maju dan Berkembang
Transcript presentasi:

STRUKTUR CIRI-CIRI DAN SIFAT-SIFAT NEGARA SEDANG BERKEMBANG Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

NEGARA SEDANG BERKEMBANG (NSB) 1. Persamaan & Perbedaan NSB 2. Keanekaragaman Struktur NSB 3. Karakteristik Umum NSB Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

1. Persamaan & Perbedaan NSB Persamaan NSB : Umumnya berpenghasilan rendah Contoh : Bangladesh, Somalia, Mexico, dll Indonesia ??? Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2 Perbedaan NSB : Dibedakan berdasarkan klasifikasi yg berbeda oleh organisasi-organisasi dunia : @ Klasifikasi PBB @ Klasifikasi Bank Dunia @ Klasifikasi UNDP @ Klasifikasi OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2 a. Klasifikasi PBB Negara paling sedikit berkembang (Leased Developed Countries = LDC) yaitu 42 negara termiskin Negara sdg berkembang (Developing countries = DC) yaitu 86 negara bukan peng- ekspor minyak Negara kaya minyak (Petroleum Rich Countries) yaitu 13 negara anggota OPEC Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

b. Klasifikasi Bank Dunia Neg Income Rendah [GNP perkapita < $ 755]  Afrika(28); Asia(15); Amerika Latin (1); Oceania (1) Neg Income Menegah-Rendah [GNP perkapita $ 756-2995]  Afrika (17); Asia (6); Amerika latin (11); Oceania (3); Eropa (1) Neg Income Menengah-Atas [GNP perkapita $ 2996-9265]  Afrika (6); Asia (8); Amerika Latin (16); Oceania (2); Eropa (6) Neg Income Tinggi [GNP perkapita > $ 9266]  Afrika (2); Asia (11); Amerika latin (5); Oceania (5), Eropa (23); Amerika Utara (2) Neg di dunia 169 neg dibagi dlm Neg Berkembang = 141 neg; Neg Maju = 28 neg Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2 c. Klasifikasi UNDP Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia/Human Development Index/ HDI [Income per kapita; umur harapan hidup dan pendidikan] : HDI Tinggi (0.80 – 1.00)  53 negara HDI Menengah (0.50 - 0.799)  65 negara HDI Rendah (0.00 – 0.499)  55 negara Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2 d. Klasifikasi OECD Neg Paling Terbelakang [Least Developed Countries / LDC] Neg Berpenghasilan Rendah [Low Income Countries / LIC] Neg Berpenghasilan Menengah [Middle Income countries / MIC] Neg Industri Baru [Newly Industrializing Countries /NIC] Neg Organisasi Pengekspor Minyak [Organization of Petroleum Exporting Countries / OPEC] Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2 2. Keanekaragaman Struktur NSB Ukuran dan Tingkat Penghasilan Latar Belakang Sejarah Kekayaan SDA & SDM Peranan Sektor Publik dan Privat Struktur Industri Ketergantungan Eksternal Struktur Politis, Kekuasaan, dan Kelompok Kepentingan Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

a. Ukuran dan Tingkat Penghasilan Ukuran fisik suatu neg, penddk dan tkt penghasilan nasional perkapita merupakan determinan penting atas potensi ekonomi dan merupakan faktor utama yg membedakan antara NSB Ukuran besar memberikan keuntungan dlm hal kekayaan dan keragaman sumber daya yg dimiliki, besarnya potensi pasar dan krgnya ketergantungan sumber bahan mentah dan produk LN Tetapi ukuran besar juga menimbulkan masalah dlm pengendalian administratif, persatuan dan kesatuan bangsa serta kesenjangan rejional. Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

b. Latar Belakang Sejarah Kebanyakan neg Asia dan Afrika merupakan bekas koloni neg Eropa Barat shg struktur ekonomis serta institusi pendidikkan dan sosial umumnya meniru bekas neg kolonialnya. Neg afrika yg baru merdeka lbh mengutamakan konso lidasi dan perubahan ekonomi nasional serta struktur politiknya drpd mendorong pembangunan ekonomi. Kebijakannya mencerminkan perhatian besar pd isu-isu politik tsb. Di Asia, berbagai warisan kolonial dan keaneka ragaman tradisi budaya dari penddk pribumi telah menciptakan pola institusional dan sosial yg berbeda di neg-neg spt India (Inggris), Phillipina (Spanyol dan USA), Laos (Perancis), dan Indonesia (Belanda). Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2 c. Kekayaan SDA dan SDM Potensi pertumbuhan ekonomi suatu neg sgt di pengaruhi oleh kekayaan SDA (tanah, mineral, dan bhn mentah lain), dan kekayaan SDM (jum lah penddk, ke trampilan, pandangan budaya, si kap thd kerja, dan keinginan utk pengembangan diri) Tingkat ketrampilan administratif sering menen tukan kemampuan sektor publik utk mengubah struktur produksi, dan lamanya wkt perubahan struktural tsb. Dlm hal ini tersangkut saling hubungan antara budaya, tradisi, agama, etnik, dan suku bangsa. Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

d. Peranan Sektor Publik dan Privat Kebanyakan neg berkembang memiliki sistem ekonomi campuran dimana terdpt kepemilikan dan penggunaan sumber daya publik dan privat. Pembagian dan peranan antara kedua sektor tsb tergantung pd faktor historis dan politis. Amerika Latin memiliki sektor privat lbh besar drpd Asia, dan lbh2 Afrika Derajat kepemilikan asing dlm sektor privat merupakan variabel penting yg membedakan neg berkembang. Sektor privat milik asing yg besar biasanya menciptakan peluang ekonomis dan politis, tetapi juga masalah yg tdk dijumpai di neg dimana investor asing tdk menonjol Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2 e. Struktur Industri Sebagian besar neg berkembang bersifat agraris dlm eko nomi, sosial, dan budaya. Pertanian, baik yg subsisten mau pun komersial, membentuk kegiatan ekonomis utama dlm hal distribusi lapangan kerja bagi angkatan kerja dan sum bangannya pd GNP. Pertanian bkn hanya pekerjaan tetapi jalan hidup bagi penddk di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, meskipun terdpt perbedaan dlm struktur sistem agraria dan pola kepemilikan tanah. Hanya dlm peranan sektor manufaktur dan jasa terdpt variasi yg besar di antara neg berkembang. Amerika Latin memiliki sektor industri yg lbh maju drpd Asia dan Afrika Strategi pembangunan neg berkembang saling berbeda ter gantung pd sifat, struktur, dan tkt saling ketergantungan antara sektor primer (pertanian, kehutanan, perikanan), se kunder (manufaktur), dan tersier (perdagangan, keuangan, transport, dan jasa) Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

f. Ketergantungan Eksternal Derajat ketergantungan pd kekuatan ekonomis, sosial, dan politik LN berbeda antara neg berkembang. Bagi kebanyakan neg berkembang, ketergantungan ini cukup besar, bagi neg berkembang lain, ketergantungan ini dirasakan pd hampir setiap faset kehidupan. Ketergantungan tdk hanya di bid ekonomi, tetapi juga dlm transmisi institusi internasional (khususnya sistem pendidikan dan kesehatan), nilai2, pola konsumsi, dan sikap thd kehidupan, kerja dan diri sendiri. Kemampuan suatu neg utk menentukan nasib ekonomis dan sosialnya sendiri tergantung pd derajat ketergantungannya pd kekuatan-kekuatan eksternal ini. Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2 g. Struktur Politis, Kekuasaan dan Klp Kepentingan Pd akhirnya, sering bkn mutu kebijakan ekonomi yg menentukan keberhasilan pembangunan but Struktur politis, kepentingan dan aliansi elit yg berkuasa (pemilik tanah besar, industrialis perkotaan, bankir, industrialis asing, serikat pekerja) umumnya menentukan strategi apa yg akan dijalankan, dan dimana letak hambatan thd perubahan ekonomis dan sosial. Konstelasi kepentingan dan kekuasaan antara berbagai segmen penddk itu sendiri merupakan hasil dari sejarah ekonomi, sosial, dan politik mereka sendiri, shg berbeda antar neg berkembang. Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2 Kebanyakan neg berkembang diperintah secara lsg atau tdk lsg oleh elit kecil dan berkuasa dibanding dgn neg maju. Pembangunan ekonomi dan sosial akan mustahil tan pa perubahan pd institusi sosial, politik, dan ekonomi suatu bangsa (spt sistem kepemilikan tanah, struktur pendidikan, hubungan pasar tenaga kerja, distribusi dan pengendalian aset fisik dan finansial, hukum perpajakan dan warisan, pemberian kredit dsb. Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

3. Karakteristik Umum Negara Berkembang Rendahnya Tingkat Hidup Rendahnya Tingkat Produktivitas Tingginya Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Rasio Ketergantungan Tingkat Pengangguran dan Setengah Pengangguran Tinggi dan Meningkat Ketergantungan pd Produksi Pertanian dan Ekspor Produk Primer Dominasi, Ketergantungan, dan Kerentanan dlm hubungan internasional Koesmaryo : Bahan Kuliah Ekbang STIS - Todaro Chapter 2

a. Rendahnya Tingkat Hidup Rendahnya penghasilan (kemiskinan) Ketidak-cukupan perumahan Rendahnya derajat kesehatan Terbatasnya atau ketiadaan pendidikan Tingginya kematian bayi Rendahnya harapan hidup dan kerja Tingginya tingkat depresi dan keputusasaan

b. Rendahnya Tingkat Produktivitas Kurangnya Modal Fisik dan/atau Manajemen Berpengalaman Kurangnya mobilisasi Tabungan DN dan Pembe lanjaan LN utk menciptakan Investasi Baru dlm brg modal fisik Belum terbangun persediaan modal manusia (ke terampilan manajerial) melalui investasi dlm pendidikan dan pelatihan Blm terjadi perubahan institusional spt land reform, perpajakan, kredit perbankan, adminis trasi utk memaksimumkan potensi investasi fisik dan manusia yg baru itu

c. Tingginya Tkt Pertumbuhan Penduduk dan Rasio Ketergantungan Lebih dari dua pertiga penduduk dunia hidup di negara berkembang. Angka kelahiran relatif tinggi shg laju per tumbuhan penduduknya juga tinggi Implikasi dari tingginya angka kelahiran menyebabkan besarnya proporsi jumlah anak di bwh umur 15 thn Angka kematian juga relatif tinggi tetapi sbg akibat dari kemajuan kesehatan, tingkat kematian tsb mulai menu run dan umur harapan hidup merangkak naik Dampak turunnya angka kematian mengakibatkan makin banyaknya proporsi gol penduduk di atas umur 60 thn Oleh krn anak2 dan org tua tdk bekerja maka Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio)menjadi relatif tinggi

d. Tingkat Pengangguran dan Setengah Pengangguran Tinggi dan Meningkat Besarnya jumlah dan tingginya laju pertumbuhan pen duduk mengakibatkan besarnya angkatan kerja. Ter batasnya kesempatan kerja krn rendah nya investasi dan laju pertumbuhan ekonomi menyebabkan tingginya ting kat pengangguran dan kerja tak penuh Manifestasi dan penyebab rendahnya tingkat produktivi tas dan tingkat kehidupan di neg berkembang adalah ke tidak cukupan dan inefisiensi penggunaan tenaga kerja. Rendahnya penggunaan tenaga kerja dicerminkan oleh adanya fenomena kerja tak penuh (underemployment) yaitu mereka yg bekerja jauh dari wkt normal dan peng angguran (unemployment) yaitu mereka yg tdk bekerja sama sekali

e. Ketergantungan pada Produksi Pertanian dan Ekspor Produk Primer Sebagian besar penduduk di neg berkembang hidup dan bekerja di daerah pedesaan. Hampir 80 % perekonomian berdasar pedesaan (Rural Based Economy) dan kurang lbh 60 % angkatan kerja bekerja di sektor pertanian serta lbh dari 30 % PNB merupakan sumbangan dari sektor pertanian. Sifat pertanian di neg berkembang ditandai dgn teknologi primitif, organisasi yg buruk, dan modal fisik serta manusia terbatas. Selain itu, petani memiliki tanah yg sgt sempit or tdk memiliki tanah sama sekali shg hanya menjadi buruh tani saja. Orientasi pertanian, khususnya perkebunan menghasil kan komoditi primer utk ekspor shg tergantung pd neg maju sbg pasar hasil produksinya

f. Dominasi, Ketergantungan, dan Kerentanan dlm Hubungan Internasional Faktor penting yg menyumbang berlanjutnya tkt hidup yg rendah, pengangguran, dan kesenjangan penghasilan adalah tingginya ketidak-setaraan distribusi kekuasaan ekonomi dan politik antara neg maju dan neg berkembang. Ketidak-setaraan kekuatan ini dimanifestasikan pada do minasi kekuasaan neg maju utk mengendalikan pola Perdagangan Internasional, Alih Teknologi, Bantuan LN, dan Modal Privat. Faktor penyumbang keterbelakangan lainnya adalah Alih Nilai, Sikap, Institusi, dan Standar Prilaku dari neg maju yg sering tdk cocok utk neg berkembang. Penetrasi budaya ini sering menumbuhkan prilaku korup, dan dominasi elit ekonomi yg mendpt kesempatan maju berkat BLN tsb

Arigatou gozaimasu