AHMAD DJALIL NUR DEWI SUSANAH ORNELA IZZAWATI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
HUKUM NEWTON DAN DINAMIKA GERAK
Advertisements

“Peningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Menggunakan Teknik Rotasi Refleksi pada Kelas V SDN 18 Koto Panjang Padang Panjang” Oleh:
Teknik Pengembangan Instrumen Tes Lisan
ALTERNATIVE ASSESMENT (Penilaian Alternatif)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PENERAPAN PENILAIAN.
PEMBELAJARAN SAINTIFIK DAN PENILAIAN AUTENTIK
SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN RAYON 134 UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2012 DISUSUN OLEH: TIM PENGEMBANG.
Rizki Nanda Okteviana ( )
PENILAIAN HASIL BELAJAR
ATIK WIDARTI, Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share terhadap Hasil Belajar Pokok Bahasan Segiempat Pada.
PERAMBATAN KALOR DISUSUN OLEH DRS. THOYIB SMAN 1 GONDANG MOJOKERTO keluar.
CONTOH PENERAPAN PENILAIAN AUTENTIK DALAM BAHASA INDONESIA DI SMA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PENERAPAN PENILAIAN.
A.UDIN TANTOWI, SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP KINERJA GURU PENJASORKES DI SMA NEGERI/SEDERAJAT SE- KECAMATAN PATEBON KABUPATEN.
Assessment Performance (Asesmen Kinerja)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PANDUAN TUGAS ANALISIS.
ANALISIS BUKU GURU dan SISWA (Mata Pelajaran Program Keahlian SMK)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN RASIONAL KURIKULUM.
ASAS BERNOULLI SMA Kelas XI Semester 2. ASAS BERNOULLI SMA Kelas XI Semester 2.
PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN PERANGKAT PENILAIAN PSIKOMOTOR
SARASWATI SRI HASTANTI, KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MATERI POKOK SEGIEMPAT DI.
PENILAIAN (ASSESSMEN YANG BERIMBANG) Disampaikan dalam Pelatihan Pembelajaran Aktif Guru SMP/ MTS se Kabupaten Pati Tahun 2010 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN.
EVA KAROLINA HIDAYAH, Studi Miskonsepsi Materi Larutan Asam Basa di SMA Negeri 3 Tegal.
KALPIKO, Penerapan Media Peraga Sistem Pengapian Berbasis Kontak Point sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kelistrikan Otomotif pada Mahasiswa.
KHOLISOH, upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas vii a smpn 1 balapulang dalam pokok bahasan persamaan linear satu variabel melalui model.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PENERAPAN PENILAIAN.
RUNANA, Strategi Pembelajaran Kooperatif dengan Memanfaatkan Lingkungan sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Perkembangan Sosial Siswa.
Model Pembelajaran Kolaboratif
RADITYA HAPSARI, FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCAPAIAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI.
OKTAVIANA, KORELASI KEPRIBADIAN DENGAN HASIL BELAJAR PENCAK SILAT SENI JURUS TUNGGAL PADA MAHASISWA PKLO FIK UNNES SEMESTER 2 TAHUN AKADEMIK.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
PENILAIAN.
Tujuan Pembelajaran 5th session.
PENILAIAN KELAS Penilaian Unjuk Kerja.
KALOR DAN PERPINDAHAN KALOR
DWI WINARNI, Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Sukosono Kedung Jepara.
EKA NOFIATI, KARAKTERISTIK TES DIAGNOSIS KOGNITIF MATERI PENGUKURAN, KONSEP ZAT DAN KALOR UNTUK SMP.
Menyusun Proposal PENELITIAN TINDAKAN KELAS (Classroom Action Research) Oleh: Drs. Khaerudin, M.Pd.
BAHAN AJAR FISIKA Kelas X Semester 2
Ftk UIN Sunan Ampel Surabaya
PENDEKATAN SAINTIFIK DAN PENILAIAN AUTENTIK
Analisis penggunaan buku siswa
PEMBELAJARAN SAINTIFIK DAN PENILAIAN AUTENTIK
PENGEMBANGAN KURIKULUM, SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN
ALTERNATIVE ASSESMENT (Penilaian Alternatif)
AHMAD DJALIL NUR DEWI SUSANNAH ORNELA IZZAWATI
PENGEMBANGAN KURIKULUM, SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN
WORKSHOP PENGUATAN KURNAS PAI
Teknik Pengembangan Instrumen Penilaian Produk
Teknik Pengembangan Instrumen Penilaian Proyek
Kegiatan 6b Kajian dan Simulasi Penggunaan Modul GP Waktu: 14 JP
PERANCANGAN RPP KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SIFAK INDANA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Metode Demontrasi Yohanis Beanal ( ).
PERANCANGAN RPP KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
ANALISIS KURIKULUM Oleh, Julianto Elementary School Teacher Education Departement Faculty Education UNESA.
2.1.D ANALISIS PENILAIAN HASIL BELAJAR
PERANCANGAN RPP PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMK
Penilaian Otentik.
S ATUAN A CARA P EMBELAJARAN Dr. ROBINSON SITUMORANG, M.Pd.
PANDUAN TUGAS ANALISIS RANCANGAN PENILAIAN PADA RPP
PANDUAN TUGAS PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES PEMBELAJARAN
Penilaian Proses dan Hasil Belajar pada Kurikulum 2013
Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar Matematika Berbasis Kompetensi 17 September 2018 SUTIYONO-SD 2 BESITO.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SECARA TERPADU
PENILAIAN GEOMETRI RUANG Dosen Pengampu:Feylosofia Putri Agry, S. Pd., M. Pd.
Suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrumen tes.
KembaliLanjut BerandaSK - KDIndikatorMateriLatihanUji KompReferensiPenyusunSelesai psb-psma Ikhlas berbagi rela memberi
KETERAMPILAN PROSES SAINS Amelia Herlina Neneng Maryam Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia 2013.
Transcript presentasi:

AHMAD DJALIL NUR DEWI SUSANAH ORNELA IZZAWATI TES UNJUK KERJA Kelompok 3 AHMAD DJALIL NUR DEWI SUSANAH ORNELA IZZAWATI

DEFINISI Teknik penilaian yang menuntut siswa mendemonstrasikan kemahirannya, baik diwujudkan dalam bentuk tertulis sehingga disebut tes keterampilan tertulis, ataupun dalam bentuk lain yaitu berupa kemahiran mengidentifikasi, bersimulasi, ataupun melakukan pekerjaan yang sesungguhnya DEFINISI teknik penilaian yang menuntut siswa mendemonstrasikan kemahirannya, baik diwujudkan dalam bentuk tertulis sehingga disebut tes keterampilan tertulis, ataupun dalam bentuk lain yaitu berupa kemahiran mengidentifikasi, bersimulasi, ataupun melakukan pekerjaan yang sesungguhnya. Danielson (1998:1) mendefinisikan penilaian unjuk keja sebagai berikut performance assessment means any assessment of student learning that requires the evaluation of student writing, products, or behavior. That is, it includes all assessmentt with the exeption of multiple choice, matching, true/false testing, or problems with a single correct answer. Penilaian unjuk kerja adalah penilaian belajar siswa yang meliputi semua penilaian dalam bentuk tulisan, produk atau sikap kecuali bentuk pilihan ganda, menjodohkan, benar-salah, atau jawaban singkat.1) Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan atau kinerja siswa dalam melakukan sesuatu. Cara penilaian ini lebih otentik daripada tes tertulis karena bentuk tugasnya lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. Semakin banyak kesempatan guru mengamati unjuk kerja siswa, semakin reliable hasil penilaian kemampuan siswa. 1) Iryanti, Puji. 2004. Penilaian Unjuk Kerja. Yogyakarta : Depdiknas. Hal. 6

KRITERIA INSTRUMEN UNJUK KERJA AUTENTIK DAN MENARIK MEMUNGKINKAN PENILAIAN INDIVIDUAL MEMUAT PETUNJUK YANG JELAS Kriteria Instrumen Unjuk Kerja yang Baik 1. Autenik dan Menarik Melibatkan siswa dalam situasi yang akrab dengan mereka sehingga siswa berusaha untuk menyelesaikan tugas itu dengan sebaik-baiknya. Siswa cenderung lebih tertarik terhadap situasi tugas yang menyerupai kehidupan sehari-hari. 2. Memungkinkan penilaian individual Banyak instrumen unjuk kerja yang dimaksudkan untuk dikerjakan siswa secara berkelompok. Padahal bisa digunakan untuk kelompok dan individual. Contoh : sekelompok siswa diberi data dan diminta untuk menganalisanya. Untuk penilaian individunya masing-masing siswa diminta untuk memberi rangkuman dan penafsiran apa yang ditunjukkan oleh data tersebut. 3. Memuat petunjuk yang jelas Petunjuknya jelas, lengkap, tidak ambigu, dan tidak membingungkan. Petunjuk juga harus memuat apa yang dikerjakan siswa yang nantinya akan dinilai. Contoh : jika salah satu kriteria penilaian meliputi organisasi informasi, maka siswa harus diminta untuk menampilkan informasi yang diperolh dalam bentuk yang teratur.2) Penilaian dengan cara ini lebih tepat digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam penyajian lisan (keterampilan berbicara, berpidato, baca puisi, berdiskusi, dan sebagainya), pemecahan masalah dalam suatu kelompok, partisipasi siswa dalam diskusi kelompok kecil, kemampuan siswa menari, kemampuan siswa memainkan alat musik, kemampuan siswa dalam cabang-cabang olah raga, kemampuan siswa menggunakan peralatan laboratorium, kemampuan siswa mengoperasikan suatu alat, dan sebagainya. 2) Iryanti, Puji. 2004. Penilaian Unjuk Kerja. Yogyakarta : Depdiknas. Hal. 10

KELEBIHAN KELEMAHAN Cocok untuk : -Penyajian lisan: keterampilan berbicara, berpidato, baca puisi, berdiskusi. -Pemecahan masalah dalam kelompok. -Partisipasi dalam diskusi. -Menari. -Memainkan alat musik. -Olah raga. -Menggunakan peralatan laboratorium. -Mengoperasikan suatu alat.

KELEBIHAN KELEMAHAN Siswa dituntut untuk berfikir sistematis Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pelaporan di depan kelas. Menimalisir kesalahan dalam hasil kerja siswa. Mempertajam kemampuan siswa melaporkan suatu peristiwa. Guru mengetahui kemampuan siswa di berbagai aspek. Siswa termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya Siswa berpartisipasi aktif dan merasa dihargai pendapatnya dalam proses evaluasi. Siswa dapat mengembangkan kemampuan reseptif dan produktif dalam mengevaluasi hasil pelaporan berbagai peristiwa yang dilakukan temannya. Siswa berani menyalurkan inisiatif, aspirasi, komentar, dan kritik terhadap kinerja temannya. KELEMAHAN Guru dituntut ekstra teliti dan peduli pada siswa Menghabiskan energi dan waktu yang lebih banyak Siswa dituntut harus menguasai kompetensi Siswa yang belum pernah berbicara di depan umum merasakan ketakutan, grogi, dan malu yang dapat berakibat patah semangat. Siswa yang sudah maju untuk menyampaikan pelaporan berbagai peristiwa di depan kelas cenderung tidak memperhatikan temannya yang sedang menyampaikan pelaporan berbagai peristiwa. Siswa dapat memberikan evaluasi yang subjektif bila yang menyampaikan pelaporan berbagai peristiwa adalah teman dekat atau sahabatnya KELEBIHAN Siswa dituntut untuk berfikir sistematis Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pelaporan berbagai peristiwa secara lisan peristiwa yang terjadi di lingkungan siswa dengan kalimat yang jelas di depan kelas. Menimalisir kesalahan dalam hasil kerja siswa. Mempertajam kemampuan siswa melaporkan suatu peristiwa. Guru mengetahui kemampuan siswa di berbagai aspek. dapat mengungkap potensi siswa dalam memecahkan masalah, penalaran, dan komunikasi dalam bentuk tulisan maupun lisan. Siswa termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan kesalahan yang telah dilakukan temannya. Siswa berpartisipasi aktif dan merasa dihargai pendapatnya dalam proses evaluasi. Siswa dapat mengembangkan kemampuan reseptif dan produktif dalam mengevaluasi hasil pelaporan berbagai peristiwa yang dilakukan temannya. Siswa berani menyalurkan inisiatif, aspirasi, komentar, dan kritik terhadap kinerja temannya. KELEMAHAN Guru dituntut lebih teliti dan lebih peduli terhadap kemampuan setiap siswa menghabiskan energi dan waktu yang lebih banyak daripada membuat dan melaksanakan tes konvensional. Siswa dituntut harus menguasai kompetensi yang diharapkan agar tidak terjadi kontradiksi Siswa yang belum pernah berbicara di depan umum merasakan ketakutan, grogi, dan malu yang dapat berakibat patah semangat. Siswa yang sudah maju untuk menyampaikan pelaporan berbagai peristiwa di depan kelas cenderung tidak memperhatikan temannya yang sedang menyampaikan pelaporan berbagai peristiwa. Siswa dapat memberikan evaluasi yang subjektif bila yang menyampaikan pelaporan berbagai peristiwa adalah teman dekat atau sahabatnya.

RUBRIK RUBRIK ANALITIK RUBRIK HOLISTIK Rubrik adalah pedoman penskoran. Rubrik analitik adalah pedoman untuk menilai berdasarkan beberapa kriteria yang ditentukan. Dengan ini, dapat dianalisa kelemahan dan kelebihan seorang siswa ada di kriteria yang mana. Rubrik holistik adalah pedoman untuk menilai berdasarkan kesan keseluruhan atau kombinasi semua kriteria. Rubrik ini, salah satu contoh penyebutan yang digunakan adalah tingkat 1 (tidak memuaskan), tingkat 2 (cukup memuaskan dengan banyak kekurangan), tingkat 3 (memuaskan dengan sedikit kekurangan), dan tingkat 4 (superior).

RUBRIK ANALITIK

RUBRIK HOLISTIK Rubrik holistik adalah pedoman untuk menilai berdasarkan kesan keseluruhan atau kombinasi semua kriteria. Rubrik ini, salah satu contoh penyebutan yang digunakan adalah tingkat 1 (tidak memuaskan), tingkat 2 (cukup memuaskan dengan banyak kekurangan), tingkat 3 (memuaskan dengan sedikit kekurangan), dan tingkat 4 (superior).

Penilaian Unjuk Kerja dalam Praktikum Fisika Aspek : Kinerja Ilmiah S K : Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi KD : Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat INDIKATOR : Pengaruh kalor terhadap perubahan suhu suatu zat cair Judul : Pengaruh kalor terhadap zat cair Kegiatan : Melakukan percobaan untuk menentukan hubungan antara kalor yang diserap dan perubahan suhu zat cair Masalah : Bagaimana hubungan kalor yang diserap zat cair dengan perubahan suhu zat cair Hipotesis : ……………. Rubrik: Mempersiapkan alat dan bahan Skor 4 : jika menggunakan komponen: termometer, zat cair (air atau oli), gelas kimia, statif, lampu spirtus, kaki tiga dan kasa, stop watch Skor 3 : jika menggunakan komponen: termometer, zat cair (air ataU oli), gelas kimia, , lampu spirtus, kaki tiga dan kasa, stop watch Skor 2 : jika menggunakan komponen: termometer, zat cair (air atau oli), gelas kimia, statif, lampu spirtus, kaki tiga dan kasa Skor 1 : jika menggunakan komponen: termometer, zat cair (air atau oli), gelas kimia, , lampu spirtus, kaki tiga. b. Pelaksanaan Skor 4 : jika volume zat cair separoh isi gelas kimia, menggunakan kasa, termometer digantung tidak menyentuh gelas kimia, lampu dekat spirtus (tidak menyentuh) kasa. Skor 3 : jika volume zat cair separoh isi gelas kimia, mengunakan kasa, termometer digantung tidak menyentuh gelas kimia, lampu spirtus terlalu jauh atau menyentuh gelas kimia. Skor 2 : jika volume zat cair separoh isi gelas kimia, mengunakan kasa, termometer menyentuh gelas , lampu spirtus terlalu jauh atau menyentuh gelas kimia. Skor 1 jika volume zat cair separoh isi gelas kimia, tidak mengunakan kasa, termometer menyentuh gelas , lampu spirtus terlalu jauh atau menyentuh gelas kimia.

Menggunakan hasil pengukuran untuk menarik kesimpulan FORMAT PENGAMATAN UNJUK KERJA NO Aspek yang Mempersiapkan Pelaksanaan Menggunakan hasil pengukuran Total Nilai dinilai Alat dan bahan untuk menarik kesimpulan Nama Skor Kelompok 4 3 2 1 Newton √   11 9,2 Bernoulli 10 8,3  Coulomb 9  7,5 Kirchoff  8,3 c. Menggunakan hasil pengukuran untuk menarik kesimpulan Skor 4 : jika menggunakan tabel, membuat grafik hubungan antara kalor yang diserap (lamanya pemanasan) dengan suhu, menyimpulkan dari bentuk grafik. Skor 3 : jika menggunakan tabel, tidak membuat grafik hubungan antara kalor yang diserap (lamanya pemanasan) dengan suhu, menyimpulkan dari data dalam tabel. Skor 2 : jika tidak menggunakan tabel, membuat grafik hubungan antara kalor yang diserap (lamanya pemanasan) dengan suhu, menyimpulkan dari bentuk grafik. Skor 1 : jika tidak menggunakan tabel, tidak membuat grafik hubungan antara kalor yang diserap (lamanya pemanasan) dengan suhu, menyimpulkan Skor total yang diperoleh siswa Konversi Nilai = ---------------- X 10 Skor maksimum 11 = ------- x 10 12 = 9,16 Maka nilai kelompok Newton 9,2

DAFTAR PUSTAKA http://vandenroffsecretesz.blogspot.com/ http://www.slideshare.net/guns12380/penilaian-unjuk-kerja-matematika-sma http://ramlannarie.wordpress.com/2010/05/12/penilaian-unjuk-kerja/ http://p4tkmatematika.org/downloads/ppp/PPP04_UnjukKerja.pdf Uno, Hamzah B., dkk. 2001. Pengembangan Instrumen Untuk Penelitian. Jakarta : Delima Press Zainul, Asmawi dan Noehi Nasution. 2005. Penilaian Hasil Belajar. Jakarta : PAU-PPAI, Universitas Terbuka. Djaali dan Pudji Muljono. 2004. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta : PPS UNJ Iryanti, Puji. 2004. Penilaian Unjuk Kerja. Yogyakarta : Depdiknas.