Orientasi pada Tindakan dan Pengambilan Risiko

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS
Advertisements

Bab 4 Berorientasi Pada Tindakan
PERTEMUAN II RUANG LINGKUP OBJEK STUDI KEWIRAUSAHAAN.
KONSEP 7 HABITS DI SEKOLAH
Konsep Dasar Kewirausahaan
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Berorientasi Pada Tindakan
Orientasi Pada Tindakan & Pengambilan Resiko
PENGERTIAN WIRAUSAHA DAN KEWIRAUSAHAAN
Berorientasi Pada Tindakan
Etika Bisnis, Pedoman Perilaku dan Manajemen Resiko
L. Setyobudi 2010 Modul Pendidikan Entrepreneurship di UB Lecture 5: Inovasi.
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
ETIKA BISNIS purwati.
KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
Orientasi Pada Tindakan & Pengambilan Resiko
KEPEMIMPINAN & KERJASAMA TIM
Esensi Pekerjaan Manajer
Bab 4 Berorientasi Pada Tindakan
Pemecahan Masalah (Problem Solving) & Pengambilan Keputusan (decesion making) Pertemuan ke 4.
Technopreneur III. Manajemen Resiko
MANAJEMEN RISIKO PERTEMUAN KE-2.
Bab 1 Menjadi Wirausaha.
Pengendalian Resiko.
Berorientasi Pada Tindakan
Bab 6 Berorientasi Pada Tindakan
Oleh Untung Widodo, SE, MM
Manajemen Risiko: Pendahuluan
Bab 4 Berorientasi Pada Tindakan
Manajemen Umum PERTEMUAN 6 Pemecahan Masalah & Pengambilan Keputusan
Tujuan Pengajaran Mempelajari salah satu karakter yang perlu dikembangkan sebagai calon wirausahawan yaitu senantiasa berorientasi pada tindakan Memahami.
7 Kebiasaan Orang-Orang yang Sangat Efektif
Technopreneur III. Manajemen Resiko
EKONOMI MANAJERIAL Pengambilan Keputusan dalam Ketidakpastian
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
Orientasi Pada Tindakan & Pengambilan Resiko
MENGAMBIL KEPUTUSAN Seorang wirausaha harus kreatif, terutama dalam mengambil keputusan. Kemampuan mengambil keputusan inilah yang membedakan seorang wirausaha.
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
PENILAIAN POTENSI DIRI WIRAUSAHA
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL
Di Susun Oleh : Haris Ali Murfi
Gede Arka Puniatmaja, M.Kom
SELAMAT DATANG DI PERKULIAHAN KEWIRAUSAHAAN
Technopreneur III. Manajemen Resiko
Materi 03 Berorientasi Pada Tindakan
PROFIL WIRAUSAHAWAN Karakteristik wirausahawan
KEWIRAUSAHAAN.
Bab 4 Berorientasi Pada Tindakan
KREATIVITAS SMK SWADAYA SEMARANG OLEH IKA UMAYA YASINTA
Berorientasi Pada Tindakan
SELAMAT DATANG DI PERKULIAHAN KEWIRAUSAHAAN
PENGENALAN DAN PENGEMBANGAN PRIBADI
Pengaruh Faktor-Faktor Non-Rasional Dalam Pengambilan Keputusan
Pemecahan Masalah (Problem Solving) & Pengambilan Keputusan (decesion making) Pertemuan ke 4.
Etika Bisnis, Pedoman Perilaku dan Manajemen Resiko
Tujuan Pengajaran Mempelajari salah satu karakter yang perlu dikembangkan sebagai calon wirausahawan yaitu senantiasa berorientasi pada tindakan Memahami.
Bab 4 Berorientasi Pada Tindakan
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
Bab 4 Berorientasi Pada Tindakan
Bab 4 Berorientasi Pada Tindakan
Karakteristik & Tantangan WIRAUSAHA
Pemecahan Masalah Menurut Anderson:
Pertemuan 9 :Conflict Management Disusun : Lies Sunarmintyastuti
Chapter 11 Intrapreneurship and Innovation
KET. INTER-INTRA PERSONAL
KET. INTER-INTRA PERSONAL
MANAJEMEN RISIKO PERTEMUAN KE-2.
Bab 4 Berorientasi Pada Tindakan
Transcript presentasi:

Orientasi pada Tindakan dan Pengambilan Risiko Pertemuan VI Arum Saraswati

Orientasi Kewirausaha ACTION IS POWER, NO ACTION NO GAIN, 3. TALK LESS DO MORE

berorientasi pada tindakan Menurut Stephen Covey Ada 8 sikap dan tindakan pribadi yang berorientasi pada tindakan dalam melakukan suatu tindakan: Proaktif Bermula dari Ujung Pemikiran (end of mind) atau Tujuan Mendahulukan Hal yang Utama Berpikir dan bertindak Menang-Menang Memahami untuk dipahami Sinergi Menajamkan ketahanan, fleksibilitas, dan kekuatan Menemukan keunikan pribadi dan membantu orang lain menemukannya

Proaktif Proaktif maksudnya adalah efektif mengambil inisiatif untuk bertindak, bukan menunggu atau berwacana. Orang yang efektif adalah orang yang proaktif. Bertindak proaktif merupakan pengambilan tindakan sebelum sebuah kejadian yang tidak dikehendaki muncul. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, dimasa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan.

Bermula dari Ujung Pemikiran (end of mind) atau Tujuan Merujuk pada tujuan akhir tidak Sekedar tujuan, tetapi tujuan yang benar agar mencapai tujuan yang benar. Agar tujuan tercapai dengan baik maka perlu menyusun rencana tujuan yang jelas dan tepat.

Mendahulukan Hal yang Utama Dahulukan yang utama maksudnya adalah mengorganisasikan dan melaksanakan apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan, visi, nilai-nilai, dan prioritas-prioritas yang kita miliki). Intinya adalah seseorang harus fokus pada hal-hal yang urgent (mendesak) dengan membuat prioritas, dan menyadari bahwa tidak semua hal dikategorikan prioritas.

Berpikir dan bertindak Menang-Menang Berpikir menang/menang maksudnya adalah cara berpikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berpikir menang/menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Berpikir menang/menang artinya berbagai informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.

Memahami untuk dipahami Individu harus dapat memahami dan memiliki keterbukaan terhadap apa yang di utarakan orang lain. Dengan demikian akan terjadi komunikasi antar dua belah pihak dengan baik, dan tujuan yang ingin dicapai antara kedua belah pihak dapat berjalan dengan efektif.

Sinergi Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Sinergi adalah buah dari sikap saling menghargai sikap memahami dan bahkan memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Dalam berwirausaha, seseorang harus mencari sinergi, yaitu suatu total yang lebih besar dari penjumlahan elemen-elemen tunggalnya.

Menajamkan ketahanan, fleksibilitas, dan kekuatan Kebiasaan ini berkaitan dengan upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk melatih ketahanan, fleksibilitas, dan kekuatannya. Upaya yang dapat dilakukan adalah memberi makanan pada jiwa melalui kegiatan-kegiatan spiritual, hidup yang seimbang, melakukan meditasi atau bisa juga dengan membaca buku-buku self hep yang membangkitkan semangat dengan kata-kata yang memotivasi.

Menemukan keunikan pribadi dan membantu orang lain menemukannya Menemukan keunikan berarti mengenal potensi yang dimiliki, yang tersebar pada empat elemen utama, yaitu pikiran (mind), tubuh, hati, dan jiwa.

pEngambilan keputusan Pembuatan keputusan merupakan fungsi utama seorang manajer begitu pula bagi seorang wirausahawan. Kegiatan pembuatan keputusan meliputi mengidentifikasikan masalah, pencarian alternative keputusan yang baik. Pembuatan keputusan diperlukan pada semua tahapan kegiatan manajemen, baik pada saat proses pembuatan perencanaan, pada tahap implementasi, atau operasionalisasi kegiatan maupun pada tahap pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan penilaian (evaluasi) terhadap hasil pelaksanaan dari rencana agar hasil yang diperoleh sesuai dengan target baik dalam jumlah, mutu, biaya, serta penggunaan sumber lainnya secara efektif dan efisien

Pengambilan keputusan Membuat keputusan (decision making) adalah suatu proses memilih alternatif tertentu dari beberapa alternatif yang ada. Jadi, membuat keputusan adalah suatu proses memilih antara berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan. Semakin berpengalaman dalam pengambilan keputusan, semakin besar pula kepercayaan diri yang akan semakin berorientasi pula pada suatu tindakan. Jika seorang wirausaha mampu mengambil suatu keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal, mungkin ia mampu mengambil suatu keputusan yang menguntungkan sehingga sewaktu-waktu muncul peluang-peluang bisnis.

resiko Menurut Arthur Williams dan Richard, M. H Risiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu. Menurut A.Abas Salim Risiko adalah ketidaktentuan (uncertainty) yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian (loss). Menurut Soekarto Risiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.

Resiko Menurut Herman Darmawi Risiko merupakan penyebaran/penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan. Menurut Djohanputro Risiko diartikan sebagai ketidakpastian yang telah diketahui tingkat probabilitas kejadiannya. Menurut KBBI Risiko adalah kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan.

Cara mengidentifikasi resiko potensial Secara umum, ada beberapa cara untuk mengidentifikasi risiko, yaitu : Identifikasi risiko berdasarkan tujuan. 2. Identifikasi risiko berdasarkan skenario-skenario yang dibuat.

Pengelolaan resiko Resiko-resiko yang ada juga dapat dikelola. Beberapa cara untuk mengelola risiko yaitu: Risk avoidance Risk reduction Risk deferral Risk retention