Pengenalan Studi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Malang, 1 September 2010 Kuliah Umum Universitas Muhammadiyah Malang, 3 Januari 2011.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Ke arah mana INSTITUSI akan kita dayung? ARAHAN DIRJEN PENDIDIKAN TINGGI DISAMPAIKAN OLEH: ILLAH SAILAH DIREKTUR PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DITJEN.
Advertisements

IMPLIKASI REGULASI PENDIDIKAN TERHADAP GURU DAN DOSEN
Direktorat Pembinaan SMA
KEBIJAKAN DIREKTORAT PEMBINAAN SMP
Membangun Kompetensi Baru Lulusan Perguruan Tinggi
DISKUSI KELOMPOK TERFOKUS IDENTIFIKASI MASALAH PENDIDIKAN DALAM RANGKA PENYEMPURNAAN DAN PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BIDANG PENDIDIKAN KEMENTERIAN.
Strategi Nasional Literasi Keuangan
Administrasi Pelayanan Publik
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
Kementerian Pendidikan Nasional 2010
UNDANG–UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
KEBIJAKAN PERENCANAAN PROGRAM KESEHATAN TA 2013
Disampaikan pada Sarasehan Pembina Kemahasiswaan,
Sosialisasi EQA BAN-PT – Dikti, Juli-Agustus 2009.
Pokok – Pokok Pengaturan RUU Pendidikan Tinggi
Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Anak di daerah
KEBIJAKAN BAN-PT KEBIJAKAN BAN-PT BAN-PT BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI JAKARTA 2009.
Pendidikan Tinggi di Indonesia
Satryo Soemantri Brodjonegoro Direktur Jendral Pendidikan Tinggi
Peran RZWP3K dalam Perencanaan Pembangunan Bidang Kelautan
ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS GENDER
PENGENALAN SNP, SPM DAN IMPLEMENTASI SPM
PENGORGANISASIAN DAN PEMBINAAN POKJANAL POSYANDU
Jakarta Convention Centre, 29 Januari 2010
MEMPERSIAPKAN SMK MENYONGSONG AEC 2015
PENERAPAN AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAH DAERAH
KEBIJAKAN DITJEN DIKTI DALAM MEMPERSIAPKAN AKREDITASI PERGRUAN TINGGI ILLAH SAILAH DIREKTUR PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DITJEN DIKTI-KEMDIKBUD.
TARGET KINERJA REKTOR UNPAD
Topik: Visi Pertanian Abad 21 (Pertanian Yang Berkebudayaan Industri)
KEMANDIRIAN DESA BERBASIS IT
B. Kombaitan dan Ridwan Sutriadi
Pokja. Program ini dimaksudkan dapat bersentuhan langsung dengan kebutuhan minimal masyarakat maupun stake holders dalam rangka meningkatkan kepercayaan.
MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat
KINERJA SAMPAI DENGAN BULAN AGUSTUS 2013
PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL
KEBIJAKAN SPMI, MANUAL SPMI DAN STANDAR AKADEMIK DI BIDANG PEMBELAJARAN (Standar Perencanaan Proses Pembelajaran/PP, Standar Penilaian Hasil PP, Standar.
PENGEMBANGAN SDM PENDIDIK
Jayapura, 13 Agustus SEJAHTERA DEMOKRATIS BERKEADILAN Memperkuat triple tracks strategy serta pembangunan inklusif dan berkeadilan Memantapkan.
PROGRAM HIBAH KOMPETISI BERBASIS INSTITUSI Tahun Anggaran 2008.
Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan
PENGUATAN DIMENSI SOSIAL- KEMANUSIAAN DALAM ARN Disampaikan dalam Rapat Penyusunan ARN Disampaikan dalam Rapat Penyusunan ARN
RENCANA INDUK PENELITIAN (RIP) UNIVERSITAS DIPONEGORO
“Seminar Sehari UHAMKA Menyongsong Masa Depan”
BINDIKLAT Kebijakan Direktorat Departemen Pendidikan Nasional
Penjaminan Mutu Pendidikan
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) JAWA TIMUR
Biro Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Setda DIY
PROGRAM UNDIKSHA (BIDANG AKADEMIK) 2018
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
PERENCANAAN PROGRAM/PROYEK UPAYA KESEHATAN
Kebijakan Pendidikan Tinggi Prof. Munawar Ketua LP3M-UB
HASIL SIDANG KOMISI VIII RENSTRA DEPDIKNAS
Proses kebijakan publik dalam pembangunan
Aktualisasi Revolusi Mental dalam Inovasi Pelayanan Publik
Penentu Peningkatan Daya Saing
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL
Ella Ekaristy,S.Pd.
Kesimpulan Sidang Komisi III
HANDOUT 1 BELAJAR PEMBELAJARAN
UNDANG–UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL (Polstranas)
PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
DEPARTEMEN FISIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
Direktorat Kelautan dan Perikanan
Universitas sahid jakarta
Pembangunan Manusia Melalui Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan
MUSRENBANG Perubahan RPJMD Tahun
KEPALA BAPPEDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Transcript presentasi:

Pengenalan Studi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Malang, 1 September 2010 Kuliah Umum Universitas Muhammadiyah Malang, 3 Januari 2011

 Tantangan Global  Tantangan Nasional  Arahan RPJPN  Ilustrasi berbagai tantangan  Renstra Dikti

 Perkembangan teknologi, terutama Teknologi Informasi dan Komunikasi merubah metode dan jangkauan pembelajaran  Internasionalisasi & Globalisasi: Perdagangan barang dan jasa lintas negara Mobilitas mahasiswa dan dosen lintas negara Meningkatnya kompetisi antar negara dan antar institusi  Perkembangan ekonomi berbasis pengetahuan, masyarakat berbasis pengetahuan

 Internasionalisasi dan globaslisasi juga merubah lingkungan kerja: dibutuhkan ketrampilan baru, multi-bahasa, kemampuan komunikasi, negosiasi, pemahaman budaya dan aturan antar negara  global citizen  Standar kualifikasi dan kompatibilitas kualifikasi lintas negara  Kualitas tenaga kerja (ditentukan oleh kualitas pendidikan dan pelatihan) menentukan daya saing negara

 Kebutuhan akan kualifikasi yang makin tinggi untuk memasuki lapangan kerja modern  meningkatnya kebutuhan akan pendidikan tinggi  Perubahan lapangan kerja yang sangat dinamis baik di dalam negeri terlebih lintas negara  kebutuhan retraining/continuous learning/life-long learning (new skills, new technology, new business environment)

 Transformasi demokrasi dan reformasi di segala bidang  Desentralisasi dan otonomi daerah  Persatuan dan kesatuan bangsa  Pengikisan karakter, jati-diri, budaya bangsa akibat pengaruh global dan bias informasi  Harapan publik pada perguruan tinggi sebagai kekuatan moral  Harapan publik pada perguruan tinggi sebagai kunci kemajuan dan mobilitas sosial

 Tuntutan masyarakat akan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi, serta ketersediaan, kesetaraan akses memperoleh pendidikan tinggi  Pendanaan publik (pemerintah) yang terbatas dan harus bersaing dengan sektor lain maupun pendidikan dasar dan menengah  Posisi PT yang merupakan sektor quasi-public  Tingkat sarjana pengangguran yang tinggi

 Peran PT bagi pembangunan daerah, pembanguan nasional, pembangunan ekonomi dan sosial  Tantangan pembangunan manusia dan pencapaian MDGs  Perguruan tinggi sebagai ujung tombak daya saing bangsa dalam masyarakat berbasis pengetahuan  Kesenjangan geografis, sosial, akses, mutu, kesempatan.  Pemanfaatan sumberdaya berwawasan ramah lingkungan  Pemanfaatan posisi geologis dan geografis yang unik.  Dst.

 Kualitas dan relevansi pendidikan tinggi Tingginya angka sarjana yang menganggur Relevansi riset dan karya-karya PT bagi masyarakat Daya saing perguruan tinggi  Akses dan ekuitas Pendidikan tinggi yang tidak murah, siapa yang mendanai? Menjamin kesempatan belajar bagi masyarakat kurang mampu secara ekonomi (kesetaraan akses)  Efisiensi dan produktivitas perguruan tinggi Efisiensi sumberdaya Rendahnya resource sharing Masih rendahnya produktivitas

13 1. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, beradab 2. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing 3. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum 4. Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu 5. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan 6. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari 7. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional 8. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional MISI Melindungi tumpah darah Memajukan kesejahteraan umum Mencerdaskan kehidupan bangsa Ikut melaksanakan ketertiban dunia MAJU MANDIRI ADIL MAKMUR VISI Tujuan negara (UUD 45) ARAHAN RPJPN

14 Kompetitif Tangguh Berkepribadian Penduduk Tumbuh Seimbang Berharkat Bermartabat Bermoral Memiliki jati diri Sehat Berpendidikan Pemb Manusia Insan Sumber Daya Pembangunan KONSEP PEMBANGUNAN MANUSIA Pembangunan manusia mencakup seluruh siklus hidup manusia dari sejak dalam kandungan hingga akhir hayat RPJP

15 Faktor Lain yang Berpengaruh Pembangunan Manusia Interaksi Pembangunan Manusia dengan Pembangunan Bidang Lain Insan Sumber daya Politik Ekonomi Huk & HAM SDA – LH Infrastruktur Dll.. Agama Budaya Pendidikan Kesehatan Gizi Pert Pddk Olahraga Kelembagaan Globalisasi Demokratisasi Desentralisasi Good gov. Birokrasi Dll.

16 Etos Kerja Harkat Martabat Jatidiri Saling percaya Harmonis Rukun Akhlak Mulia Orientasi Iptek Bermoral Sehat Berpendidikan Kompetitif Tangguh Kreatif Kualitas hidup Perempuan & Anak Berpendidikan Harmonis Toleran Saling percaya Peran Pembangunan SDM terhadap Misi Pembangunan Misi 1: Berakhlak, bermoral, beretika, berbudaya Misi 1: Berakhlak, bermoral, beretika, berbudaya Misi 2: Bangsa Berdaya Saing Misi 2: Bangsa Berdaya Saing Misi 3: Demokratis berlandaskan Hukum Misi 3: Demokratis berlandaskan Hukum Misi 4: Aman, Damai, Bersatu Misi 4: Aman, Damai, Bersatu Misi 5: Pemerataan Pembangunan & Berkeadilan Misi 5: Pemerataan Pembangunan & Berkeadilan Misi 6: Asri dan Lestari Misi 6: Asri dan Lestari Misi 7: Neg. kepulauan yg mandiri, maju, kuat Misi 7: Neg. kepulauan yg mandiri, maju, kuat Misi 8: Peran dalam Pergaulan Internasional Misi 8: Peran dalam Pergaulan Internasional Maju Mandiri Adil Makmur Jatidiri Berpendidikan Akhlak Mulia Berpendidikan Kompetitif

17 ANALISA SITUASI  Kondisi manusia Indonesia saat ini  Faktor-faktor yang berpengaruh  IPM, IPG, IKM ANALISA SITUASI  Kondisi manusia Indonesia saat ini  Faktor-faktor yang berpengaruh  IPM, IPG, IKM LINGKUNGAN STRATEGIS (Peluang dan Tantangan) Demokratisasi Desentralisasi Kesinambungan fiskal Kesetaraan gender Globalisasi Komitmen global Penyakit lintas negara Kelembagaan ISU STRATEGIS  Jumlah dan struktur umur penduduk  Karakter manusia Indonesia  Akses dan kualitas pelayanan sosial dasar  Kesenjangan PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA Arah Kebijakan Strategi Program Kegiatan LANDASAN HUKUM UUD UU Kesehatan  RPJPN UU Pendidikan  RPJM dll MANUSIA INDONESIA MASA DEPAN Tangguh Kompetitif Berakhlak Mulia Bermoral Sehat Berpendidikan Sasaran RPJM Kerangka Pikir Pembangunan Manusia Indonesia

Country Country Ran k KEIRan k KEIChang e Ran k KEIRan k KEIChang e Denmark Malaysia Sweden Thailand Finland China Netherlan d Phillippines USA Vietnam Japan Indonesia Source:

21 KEI Indonesia India Malaysia (2009) Variables IndonesiaIndiaMalaysia actual normalize d actualnormalizedactualnormalized Annual GDP Growth (%), Human Development Index, Tariff & Nontariff Barriers, Regulatory Quality, Rule of Law, Royalty Payments and receipts(US$/pop.) S&E Journal Articles / Mil. People, Patents Granted by USPTO / Mil. People, avg Adult Literacy Rate (% age 15 and above), Gross Secondary Enrollment rate, Gross Tertiary Enrollment rate, Total Telephones per 1000 People, Computers per 1000 People, Sumber:

NoCountryGCI 2008GCI 2009GCI 2010 RankScoreRankScoreRankScore 1Singapore Malaysia China Thailand Indonesia Vietnam Phillippines Global Competitiveness Report (2009, 2010, 2011)

Global Competitiveness Report 2008

Global Competitiveness Report 2009

Komponen Pendidikan mengalami kenaikan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan daya saing Indonesia selama periode 2009/ /

29 Indicator (12 Pillars) scorerankscorerank Basic Requirement st pillar:Institutions nd pillar:Infrastructure rd pillar:Macroeconomic environment th pillar:Health and primary education Efficiency Enhancers th pillar:Higher education and training th pillar:Goods market efficiency th pillar:Labor market efficiency th pillar:Financial market development th pillar:Technological readiness th pillar:Market size Innovation and sophistication factors th pillar:Business sophistication th pillar:Innovation Perkembangan Score dan Ranking 12 Pilar Indikator GCI Untuk Indonesia Tahun dan Source: The Global Competitiveness Report and , World Economic Forum.

30 IndicatorRank Rank th pillar: Health and primary education Business impact of malaria Malaria incidence Business impact of tuberculosis Tuberculosis incidence Business impact of HIV/AIDS HIV prevalence Infant mortality Life expectancy Quality of primary education Primary education enrollment rate5652 5th pillar: Higher education and training Secondary education enrollment rate Tertiary education enrollment rate Quality of the education system Quality of math and science education Quality of management schools Internet access in schools Local availability of reserach and training services Extent of staff training3336 Perkembangan Ranking Indikator Pendidikan dalam GCI Untuk Indonesia Tahun dan

 Masyarakat industri: Kekayaan sumberdaya alam Modal Teknologi Buruh murah  Sekarang: Modal insani mendominasi, informasi dan TIK  knowledge economy Inovasi dan kreativitas 31

Diolah dari ADB, 2007

Sumber: BPS, 2010

36 Source: BPS, 2010

Penyelenggara Bentuk PT PTN di bawah KemDikNas Universitas Institut Politeknik Sekolah Tinggi Total Lain-lain KemAgama 547 Kedinasan 53 Total 600 PTS di bawah KemDikNas Universitas Institut Politeknik Akademi Sekolah Tinggi Total TOTAL Keseluruhan

Jumlah Perguruan Tinggi Jumlah Penduduk (ribu jiwa)

Jumlah Program Studi Jumlah Penduduk (ribu jiwa)

KomponenTahun Pddk Usia th Juml Mahasiswa Mhs PTN Mhs PTS Mhs Keagamaan Mhs UT Mhs Kedinasan APK (%)15.26%16.91%17.26%17.75%18.36%

Jenjang PendidikanTotal Perg TinggiS-3S-2S-1D-4D-3SP-1SP-2Pro* PTN PTS Paruh watu Total

S2=4.000S3=2.000S2=5.500S3=2.000 Dalam Negeri (BPPS) S2/S3 = SANDWICH = 782 S2/S3 = 700 SANDWICH = 400 Luar Negeri ACADEMIC RECHARGING: 400

No. Country Master/PhDSandwichPost Doc TOTAL Sub- total Sub- total Sub- total 1AUSTRALIA MALAYSIA JAPAN UK NETHERLAND GERMANY FRANCE USA THAILAND TAIWAN Other TOTAL

 Transisi dari ekonomi berbasis sumberdaya alam dan buruh (factor driven) menuju efisiensi driven economy  skilled labor, good management  Berarti pendidikan vokasi menjadi faktor utama pertumbuhan ekonomi  Pergeseran ke ekonomi berbasis pengetahuan: peran PT signifikan 46

 Kualitas dan relevansi  Akses dan kesetaraan  Tata kelola yang sehat (otonom, akuntabel, dalam kerangka hukum & perundangan)

 Masifikasi pendidikan tinggi karena: Kebutuhan kualitas dan kualifikasi lapangan kerja yang makin tinggi (karena pergeseran ke Knowledge-based economy & globalisasi) Kebutuhan pembangunan daerah (karena desentralisasi dan otonomi daerah) Peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Pendidikan tinggi menjadi kebutuhan mobilitas sosial vertikal

 Kualitas & relevansi Kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Persaingan global  nation competitiveness Pembangunan daerah Internasionalisasi  Tata kelola sistem pendidikan tinggi Tata kelola yang sehat (kesehatan organisasi) Otonomi dan akuntabilitas yang utuh Kerangka hukum dan penataan sistem  Posisi Indonesia secara regional dan internasional Indonesia selama ini masih sebagai pasar

 Setiap Perguruan Tinggi harus unggul sesuai jati dirinya; misi berbeda-beda Universitas riset: untuk membangun daya saing melalui inovasi/knowledge-based economy PT pembelajaran (teaching university): menyiapkan tenaga professional menengah atas dan pembangunan daerah Perimbangan jalur akademik dan vokasi Pengembangan community college/ Akademi/Politeknik (D1, D2, D3) utk memperkuat SDM vokasi bagi pembangunan daerah sekaligut meningkatkan APK

BERJENJANG?  National flagship carriers: PT(N/S)?  Provincial flagship carriers Vocational Academic  District flagship carriers Vocational/community college

Arah/Tujuan Pengembangan Dikti 3-5 tahun ke depan: 1. Ketersediaan PT yang bermutu dan relevan 2. Keterjangkauan, kesetaraan, dan keterjaminan akses 3. Perguruan tinggi yang otonom dan akuntabel 4. Interaksi yang baik antara PT dan masyarakat

1. Diferensiasi mandat dan misi PT 1. Uni Riset, Uni Pembelajaran, Comm College 2. Akademik dan Vokasi & KKNI 2. Program akademik yang didukung sumberdaya yang memenuhi standar 3. Keselarasan hasil PT dan kebutuhan masyarakat (DUDI) 1. Nasional, Daerah 2. Responsif vs antisipatif 4. Lulusan yang cerdas, terampil, berkarakter 5. Pusat unggulan berbasis riset 6. Mengawal program strategis nasional 7. Internasionalisasi PT 8. Penjaminan mutu PT (internal dan eksternal)

1. Sistem beasiswa yang efektif 2. Mobilisasi sumberdaya 3. Meningkatkan ekuitas daerah tertinggal 4. Optimasi PTS (rightsizing) 5. Peran dunia usaha dan pemda 6. Optimasi peran TIK Note: Reaching out (menjangkau yang tak terjangkau)

1. Mendorong pembangunan sistem kelembagaan yang mandiri dan tata kelola yang sehat 2. Menyiapkan kerangka legal otonomi perguruan tinggi 3. Menguatkan dan menyehatkan tatakelola perguruan tinggi 4. Sistem pendanaan yang efektif dan efisien 5. Memperkuat sistem penjaminan mutu PT

 Memberdayakan masyarakat berpartisipasi dan berkontribusi pada pengembangan pendidikan  Meningkatkan kontribusi PT pada pembangunan masyarakat, pembangunan daerah, pembangunan dunia usaha dan industri, serta pencapaian MDGs

 Kualitas dan relevansi Riset university Teaching university Politeknik/akademi/community college Peningkatan daya saing bangsa dan kesejahteraan masyarakat (HDI, MDGs)  Akses dan ekuitas APK, APM, menurunnya disparitas akses (regional dan sosial)  Tata kelola Pendanaan yang sehat, efisien, efektif Sistem PT yang otonom, akuntabel, berkualitas dan relevan

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN PROGRAM TANTANGAN 1.Keterbatasan Anggaran 2.Kemampuan Managerial 3.Kemampuan Pendanaan 4.Pengawasan Masyarakat REGULASI/ PERATURAN PERUNDANGT- UNDANGAN IMPLEMENTASI PERAN SERTA MASYARAKAT termasuk Masyarakat Dunia Usaha dan Industri Kualitas Pendidikan Peran serta Masyarakat dalam Pembangunan Kualitas Pendidikan

Kebijakan Budaya Pelayanan Manajemen Organisasi Sarana Prasarana Networking Program PROGRAM PENDIDIKAN

KONTRIBUSI PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI SINERGITAS PERAN SERTA PEMERINTAH, MASYARAKAT, DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI Pengembangan Kelembagaan Pengembangan Program Pengembangan SDM Pengembangan Kemitraan Pengelolaan Pendidikan Pendanaan Pendidikan Sarana dan Prasarana VISI DAN MISI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL

Participation as contribution Participation as organization Participation as process of empowerment PENGELOLAAN DAN PELAYANAN PENDIDIKAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN PENDANAAN PENDIDIKAN PENGAWASAN PENGEMBANGAN PROGRAM KUALITAS PENDIDIKAN DAYA SAING PEREKONOMIAN NASIONAL PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN NASIONAL

DITJEN DIKTI KEMENDIKNAS

UNIVERSITAS UNGGULAN RISET (KINI JAUH KEDEPAN) UNIVERSITAS UNGGULAN UMUM (KINI-KEDEPAN-JAUH KEDEPAN) UNIVERSITAS UNGGULAN PENGAJARAN (KINI-KEDEPAN) BERBASIS KEGIATAN RISET, INOVASI DAN MEMPRODUKSI MODAL INSANI BERIMBANG DALAM MELAKUKAN KEGIATAN RISET DAN MEMPRODUKSI MODAL INSANI MENGARAH KEPADA MEMPRODUKSI MODAL INSANI MISI PERGURUAN TINGGI DISESUAIKANDENGAN SEKTOR KEBERLANJUTAN ILMU, APLIKASI DAN INDUSTRI DALAM UNGGULAN MASING-MASING

UNIVERSITAS UNGGULAN KEMANDIRIAN MODAL INSANI BERKUALITAS INFRASTRUKTU R BERKUALITAS PROGRAM BERKUALITAS AKUNTABILITA S KULTUR/SUASANA AKADEMIK PENGAK UAN STANDA R DAYA SAING MERE K

 PANGKALAN DATA PERGURUAN TINGGI (PDPT)  SALING BERBAGI (“SHARING”)  HIBAH/INSENTIF

 PANGKALAN DATA PERGURUAN TINGGI (PDPT)  SALING BERBAGI (“SHARING”)  HIBAH/INSENTIF PENINGKATAN JUMLAH KERMA DENGAN BERBAGAI INSTANSI DAN DUDI

 PANGKALAN DATA PERGURUAN TINGGI (PDPT)  SALING BERBAGI (“SHARING”)  HIBAH/INSENTIF PENINGKATAN JUMLAH KURSI UNTUK MAHASISWA BARU

69