Tujuan Instruksional Khusus

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Seminar Pendidikan Agama Islam
Advertisements

WARGA NEGARA DAN PARTISIPASI POLITIK
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
IMPLEMENTASI POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL
Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si.
MASYARAKAT MADANI NURUL RIZKY AMALIA
Pendidikan Kewarganegaraan
DADANG SUNDAWA JL. GEGERASIH
Masyarakat Madani (Civil Society)
Nama Dosen : Bpk Mujiyono
Multikulturalisme dan Tantangan Global Masa Depan
DAN KESEJAHTERAAN UMAT
Mengenal Gerakan Mahasiswa
Pengantar Kewarganegaraan
Strategi yang diterapkan Negara Indonesia dalam menyelesaikan ancaman terhadap negara dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan dengan bingkai Bhinneka.
DISUSUN OLEH: MISNANI. S.Ag. M.Pd. I
MPK PEND AGAMA ISLAM UNIV BRAWIJAYA PERT 10
MASYARAKAT MADANI Kelompok 7.
Globalisasi Kelompok : 9
KONSEPSI KEWARGANEGARAAN
SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU UNJ 2016
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Dosen Pengampu : ROBIYANOOR, S.H
WAWASAN KEBANGSAAN IDJANG TJARSONO
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
DEMOKRASI ANTARA TEORI DAN PELAKSANAANNYA
MASYARAKAT MADANI (CIVIL SOCIETY)
Kurikulum PKN dan Agama
Dr. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si.
Latar Belakang, Konsep, Implementasi dan Tantangan
NILAI DAN PRINSIP Nilai-nilai 1945
NILAI DAN PRINSIP Nilai-nilai 1945
Dr. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si.
TUGAS PANCASILA Oleh Nurita Armiddina (A1D515024) Administrasi Pendidikan Universitas Jambi.
Pertemuan I Pendahuluan Poni Sukaesih Kurniati, S.IP., M.Si.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Pertemuan I Pendahuluan Poni Sukaesih Kurniati, S.IP., M.Si.
MASYARAKAT MADANI CIVIL SOCIETY INGGRIS) CIVITAS DEI (LATIN)
Pertemuan I Pendahuluan Poni Sukaesih Kurniati, S.IP., M.Si.
Pengantar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Pancasila Sebagai Etika Politik (2)
Overview Mata Kuliah Manaj. Organisasi Swadaya
PENGERTIAN PARADIGMA Definisi paradigma
H.Ghazaly Ama La Nora,S.Ip,M.Si Mercu Buana University
Pertemuan I Pendahuluan Poni Sukaesih Kurniati, S.IP., M.Si.
PDGK4201 Keterkaitan Pendidikan Kewarganegaraan dengan IPS dan Mata Pelajaran Lain   Pertemuan Ketiga.
MASYARAKAT MADANI, GOOD GOVERNANCE, DAN GLOBALISASI
Pancasila Sebagai Etika Politik (2)
PENDIDIKAN PANCASILA BAB. X. Petumbuhan Faham Kebangsaan
Pancasila Sebagai Etika Politik
1 BAB. VI MASYARAKAT MADANI 1. PENGERTIAN MASYARAKAT MADANI
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Dosen Pengampu : ROBIYANOOR, S.H
1. Konsep Masyarakat Madani Pengertian Masyarakat Madani
Masyarakat madani.
Ketahanan Nasional & Identitas Nasional
Budaya demokrasi menuju masyarakat madani
MASYARAKAT MADANI, GOOD GOVERNANCE, DAN GLOBALISASI
Islamic State : Perjanjian Madinah dan Dasar Teori Negara di Asia Barat Oleh : Sastra Dinata.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN & MASYARAKAT MADANI
MASYARAKAT MADANI, GOOD GOVERNANCE, DAN GLOBALISASI
DEMOKRASI INDONESIA DAN MASYARAKAT MADANI
Pendidikan Kewarganegaraan
Pancasila sebagai Ideologi Nasional
WAWASAN NUSANTARA Latar Belakang, Konsep, Implementasi dan Tantangan.
RIA KURNIASARI. KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN Mahasiswa mampu menganalisis hakikat, fungsi dan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan di SD.
Masyarakat Madani BY Istikomah.
DEMOKRASI (2) MASYARAKAT MADANI.
By R. A. Indri F MASYARAKAT MADANI.
By R. A. Indri F MASYARAKAT MADANI.
Masyarakat Multikultural dan Partikularisme Masyarakat.
Transcript presentasi:

Tujuan Instruksional Khusus Masyarakat Madani Deskripsi Singkat Tujuan Instruksional Khusus Pokok Bahasan Pertanyaan Kunci

Deskripsi Singkat Dalam kuliah ini, kita akan mempelajari pengertian, sejarah, dan ciri pokok masyarakat madani. Kita juga akan mempelajari institusi penegak masyarakat madani, dan bagaimana mengimplementasikan gagasan masyarakat madani. Peran masyarakat melalui LSM dan organisasi lain dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.

Tujuan Instruksional Khusus Menyebutkan pengertian dan latar belakang masyarakat madani. Menjelaskan sejarah perkembangan masyarakat madani. Mengidentifikasi karakteristik masyarakat madani, dan isntitusi penegak masyarakat madani. Hubungan masyarakat madani sebagai investasi demokrasi. Faktor-2 untuk membangun masyarakat madani.

Pertanyaan Kunci Jelaskan faktor-2 yang mendorong timbulnya masyarakat madani. Uraikan ciri-2 pokok (kharakteristik) masyarakat madani. Sebutkan dan uraikan peranan penegak masyarakat madani. Uraikan bagaimana membangun masyarakat madani untuk pemberdayaan ekonomi dan intelektualitas.

Pengertian Masyarakat Madani Masyarakat madani atau civil society Inggris): komunitas masyarakat kota, yakni masyarakat yang telah berperadaban maju. Terwujud dalam tatanan mayarakat yang harmonis, bebas dari eksploitasi dan penindasan, jauh dari monopoli kebenaran dan kekuasaan. Kebenaran dan kebebasan adalah milik bersama; setiap anggota masyarakat tidak bisa ditekan, ditakut-takuti, diganggu kebebasannya, dijauhkan dari demokrasi (Gellner,1995).

Pengertian Masyarakat Madani Masyarakat modern yang bercirikan kebebasan dan demokrasi dalam interaksi dalam masyarakat yang semakin plural dan heterogen; mampu mengatasi dan berpartisipasi dalam kondisi global, kompleks, penuh persaingan dan perbedaan (Hefner, 198).

Pengertian Masyarakat Madani Masyarakat yang demokratis, menjunjung tinggi etika dan moralitas, transfaran, tolenrasi, berpotensi, bermotivasi, berpartisipasi, konsisten, mampu bekerjasama, sederhana, integral, mengakui emansipasi, dan hak asasi manusia. Semakin marak, seiring dengan bergulirnya proses reformasi di Indonesia. Tokoh perjuangan masyarakat madani di Indonesia: Nurkolis Majid, Abdulrahman Wahid, Nurhidayat, A.S. Hikam, dan Azumahdi Azzra.

Latar Belakang Masyarakat Madani Adanya penguasa politik yang cenderung menguasai segala bidang kehidupan masyarakat. Adanya asumsi bahwa masyarakat tidak memiliki kemampuan yang baik (bodoh) dibandingkan dengan pengusa.Jadi, demokrasi menjadi entitas penggerak. Adanya usaha membatasi ruang gerak masyarakat dalam kehidupan politik.

Sejarah Masyarakat Madani Cicero (106-43 SM), pertama kali mencetuskan istilah civil society “Suatu komunitas politik yang beradab, yang memiliki hukum sendiri.Bukan hanya berupa konsentrasi penduduk, tapi terlebih sebagai pusat beradaban dan kebudayaan. Nabi Muhammad SAW (622 m), mengacu pada konsep negara-kota Madinah.Piagam Madinah adalah konstitusi tertulis pertama dalam sejarah manusia, yang mengatur apa yang sekarang orang ributkan sebagai hak-hak sipil (Dr. Ahmad Hatta). Mengatur hubungan sosial antara komponen masyarakat.

Sejarah Masyarakat Madani Piagam Madina: sesama muslimadalamsatu umat,walau berbeda suku; hubungan dengan non muslim didasarkan pada prinsip bertetangga baik, saling membantu dalam menghadapi musuh bersama, membela mereka yang teraniaya, saling menasehati, dan menghormati kebebasan beragama. Jadi, ada dua nilai dasar: (a) prinsip kesederajatan dan keadilan, dan (b) inklusivisme dan keterbukaan. Kedua prinsip lalu dijabarkan sebagai nilai universal, seperti konsistensi, keseimbangan, moderat, dan toleran.

Sejarah Masyarakat Madani John Lock (ke-18) dan Emmanuel Kant (ke-19) konsep masyarakat madani masuk kasanah Barat sebagai Civil Society. Pada awalnya, pengertiannya masyarakat sipil dipandang sama dengan negara (the state) yang mendominasi kelompok lain. Baru Kant dan Hegel menempatkan masyarakat madani sebagai subordinasi dari negara. Di Indonesia, dipelopori oleh Syariat Islam (1912) dilanjut oleh Soeltan Syahrir.Terhenti oleh kekuatan represif orde lama, orde baru, dan bergulir lagi pada masa reformasi.

Karakteristik Masyarakat Madani Diakui/diterimanya pluralisme; sebagai suatu keniscayaan, kaidah abadi, kodrati (given) dalam kehidupan. Sebuah peradaban yang kosmopolit akan tercipta hanya ketika manusia memiliki sikap inklusif dan kemampuan untuk menyesuaikan diri (ability) terhadap lingkungan sekitar; namun identitas sejati atas parameter-2 otentik agama tetap terjaga.

Karakteristik Masyarakat Madani piTingginya sikap toleransi; terhadap sesama agama, maupun terhadap umat agama lain. Tegaknya prinsip demokrasi; bukan sekadar kebebasan dan persaingan, tapi juga suatu pilihan untuk bersama-sama membangun, dan memperjuangkan kehidupan warga dan masyarakat yang semamin sejahtera.

Ciri-Ciri Masyarakat Madani Ketakwaan tinggi kepada Tuhan Hidup berdasarkan sains dan teknologi Berpendidikan tinggi Modern dan progresif Mengamalkan nilai kewarganegaraan, akhlak, dan moral Pengaruh luas dalam proses pembuatan keputusan Menntukan nasib masa depan yang baik melalui kegiatan sosial, politik, dan lembaga masyarakat.

Institusi Penegak Masyarakat Madani Institusi (lembaga) yang dibentuk atas dasar motivasi dan kesadaran penuh dari individu, kelompok, dan masyarakat (tanpa isntruksi pemerintah). Sifat/karakter: independen, mandiri, swaorganisasi, transparan, idealis, demokratis, disiplin. Bentuknya: (1) Lembaga sosial, LSM, partai politik, organisasi kepemudaan, seperti KNPI, HMI, PMII, KAMMI, organisasi kemahasiswaan, profesi seperti LBH, LAI, PWI,HTI,organisasi kemasyarakatan seperti MKGR, Kosgoro, SKSI, dll.

Intitusi Penegak Masyarakat Madani Bentuknya: (2) Institusi keagamaan seperti NU, MUI, PGI, Walubi, KWI, Parisada Hindu Darma; (3) Institusi paguyuban yang dikembangkan dalam rangka pengendalian program bagi peningkatan kekerabatan/kekeluargaan berdasarkan daerah atau suku bangsa; seperti paguyuban masyarakat Jember, Wonosari, Batak karo, Kulon Progo, dst.

Masyarakat Madani dan Investasi Demokrasi Dengan kompetensi yang dimilikinya (kualitas intelektual dan moral) masyarakat madani dapat diterima sebagai pemimpin pendapat (opinion leader) dalam kehidupan bermassyarakat, bangsa dan bernegara. Ide, gagasan, pemikirannya dijadikan sebagai rujukan dan penuntun sikap serta perilaku interaksi masyarakat (sosial, ekonomi, politik, dan hankam). Eksistensi masyarakat madani dengan nilai-nilai tersebut, melahirkan pengakuan (legitimasi) dari masyarakat bahwa individu, organisasi ini layak menjadi pelopor atau motivator kehidupan demokrasi.

Masyarakat Madani dan Investasi Demokrasi Kehidupan masyarakat madani syarat dengan nilai-nilai kemanusiaan yang rasional, kritis, analitis, serta suasana yang penuh persaingan, namun tetap toleran, menghargai dan menerima perbedaan; individu dan organisasi ini memiliki (sesuai) dengan nilai demokrasi. Dengan demikian, dengan terwujudnya masyarakat madani di Indonesia, terciptalah masyarakat Indonesia yang demokratis, salah satu tuntutan reformasi di dalam negeri, tekanan-2 politik, dan ekonomi luar negeri. Masyarakat madani mendorong terciptanya masyarakat demokrasi yang inovatif.

Masyarakat Madani dan Investasi Demokrasi Ciri utama masyarakat madani adalah demokrasi, yang memiliki konsekuensi luas; di antaranya adalah kemampuan partisipasi masyarakat dalam sistempolitik dengan organisasi-2 politik yang independen, sehingga memungkinkankontrol efektif terhadap pemerintah dan sekaligus masyarakat sebagai pelaku pasar. Demokrasi akan berjalan dengan baik, bila masyarakatnya memiliki sifat dan karakter masyarakat madani.Jadi, pembangunan masyarakat madani merupakan investasi bagi kehidupan demokrasi dalam suatu negara.

Menjadi Masyarakat Madani Indonesia Cita-cita dan tujuan nasional (Mukadimah UUD 1945), masih jauh dari kenyataan setelah 65 tahun kemerdekaan NKRI. Dalam pemerintahan Orde Lama maupun Orde Baru, demokrasi sejati justru terpasung. Tujuan dan semangat reformasi, dinodai dengan eforia demokrasi (dan otonomi daerah) yang memunculkan krisis multidimensi. Era global, perlu dihadapi dengan sikap arif, cermat, kritis, dan cerdas.

Menjadi Masyarakat Madani Indonesia Kondisi NKRI seperti ini (untuk sampai pada cita-cita dan tujuan nasional) mutlak membutuhkan masyarakat madani (multikultural). Masyarakat madani (multikultural) merupakan resiko (pilihan) yang harus diambil untuk menyelamatkan NKRI dari ancaman disintergrasi dan globalisasi (H.A.R. Tilaar: Multikulturalisme, Tantangan Global Masa Depan, Grasindo, 2004).

Menjadi Masyarakat Madani Indonesia (Kesimpulan) Ciri-ciri masyarakat yang kita butuhkan: mempunyai kemauan dan kemampuan hidup bersama dalam sikap saling menghargai, toleransi, dalam kemajemukan yang tidak saling mengekslusifkan terhadap suku, agama, bahasa, dan adat yang berbeda.Kepedulian, kesantunan, dan setia kawan.

Membangun Masyarakat Madani Indonesia (Hidayat Nur Wahid). Adanya perbaikan di sektor ekonomi, dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat, dan dapat mendukung kegiatan pemerintahan. Tumbuhnya intelektualitas dalam rangka membangun manusia yang memiliki komitmen untuk independen. Terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat paternalistik ke yang lebih modern dan independen.

Membangun Masyarakat Madani Indonesia Berkembangnya pluralisme dalam kehidupan beragam. Adanya partisipasi aktif dalam menciptakan tata pamong yang baik. Ada keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang melandasi moral kehidupan.