Kepribadian Marxian Erich Fromm Pertemuan 12

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Social Skills Shared by: Sarjuni.
Advertisements

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Sosiologi Pedesaan Pertemuan V
PENYESUAIAN DIRI REMAJA
Kuliah KBK Blok Sosial Fpsi Untar Senin, 30 September 2013 Psikologi Sosial Terapan dalam Latar Klinis.
Psikologi Dunia Kerja Frustasi & Pengaruhnya Dalam Pekerjaan
Perkembangan Psikososial
ERICH FROMM Latar belakang dan pandangan-pandangan Fromm:
PENERIMAAN DIRI REMAJA PENYANDANG TUNADAKSA
STRESS DALAM PEKERJAAN
TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-4 M.SUYANTO
Manusia dan Penderitaan
TEORI SELF - ROGERS E.M AGUS SUBEKTI, Drs, M.Kes, M.Psi, Psi
Perguruan Tinggi Asia SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI Kampus Pusat : Jl
PACARAN SEHAT.
TEORI IDENTITAS EGO (ERIKSON)
KODE ETIK PROFESI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
MOTIVASI Devi Risma.
Pertemuan 2 Subyek diminta untuk menceritakan setiap gambar pada tester, yang meliputi kejadian yang tampak pada gambar, apa yang menyebabkannya terjadi,
PENDEKATAN PSIKOANALISA
KEMUNGKINAN DAN KEHARUSAN PENDIDIKAN
PENYESUAIAN DIRI REMAJA
PSIKODINAMIKA BERORIENTASI SOSIAL
Karen Horney Latar belakang: - pendidikan: kedokteran
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
PRINSIP–PRINSIP Perkembangan
Psikoanalitik Humanistik
KONSEP DIRI & TEORI JOHARI WINDOWS
ERICH FROMM »Rayi Gianariza »Siti Munawaroh
NUR FACHMI BUDI SETYAWAN, M.PSI
Gangguan Hubungan Sosial: MENARIK DIRI
Dasar-Dasar Dukungan Psikososial
TEORI IDENTITAS EGO (ERIKSON)
Teori ERICH FROMM.
Pendekatan Psikologi Edy Prihantoro.
STRES DAN KONFLIK Pengertian stres Komponen stress Pengertian konflik
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
Psikoanalisis Humanistik Erich Fromm
OLEH: WINNY PUSPASARI THAMRIN
KONSEP MANUSiA Ida Baroroh, S.SiT,. M.Kes..
Manajemen Konflik Negosiasi.
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
SIKAP DAN TINGKAH LAKU. TINGKAH LAKU MANUSIA DAN LINGKUNGAN SOSIAL (HUMAN BEHAVIOR AND SOCIAL ENVIRONMENT)
KONSEP SEHAT-SAKIT JIWA
BAB II PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN
KELEMAHAN KELEMAHAN MANUSIA
TOPENG-TOPENG KEPRIBADIAN
Erik Erikson meyakini bahwa perkembangan berlangsung sepanjang hidup
Apa? Setelah akhir dari perkuliahan ini, mahasiswa mampu mengembangkan lingkungan pendidikan yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi peserta.
PENDIDIKAN PANCASILA BAB. X. Petumbuhan Faham Kebangsaan
Person centered.
Perkembangan Peserta Didik (Pertemuan 2)
Abraham Maslow Devi Ari, M.si
Teori Hirarki Kebutuhan
TEORI ABRAHAM MASLOW HOLISME DAN HUMANISME Kelompok 4
Apa? Setelah akhir dari perkuliahan ini, mahasiswa mampu mengembangkan lingkungan pendidikan yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi peserta.
Materi HAKIKAT POLA PENGASUHAN ANAK
Lisda Sofia STRESS Penyesuaian Diri & Pertahanan Diri.
Pengasuhan Anak Usia Sekolah Dasar PERTEMUAN 8
STIKES ABI SURABAYA KONSEP BERUBAH.
KEPRIBADIAN.
KAIDAH SOSIAL.
MATERI 1 PENGANTAR PERILAKU KEORGANISASIAN
KONSEP DASAR MANUSIA Diah Warastuti 1. SUB POKOK BAHASAN Mahluk biologik, Organ2 yg bekerja sbg su/ sistem yg utuh Mahluk psikologik, Tingkah laku merup.
Proses adaptasi psikologi pada anak sesuai tahap perkembangannya
PENDEKATAN EKSISTENSIAL-HUMANISTIK
KET. INTER-INTRA PERSONAL
KET. INTER-INTRA PERSONAL
AHMAD RAMADHAN P KEPRIBADIAN PEMIMPIN. kepemimpinan tidak dapat dilepaskan dari masalah hubungan antar pribadi. Pemimpin dengan sifat-sifat.
PENDAMPINGAN KORBAN KEKERASAN
Transcript presentasi:

Kepribadian Marxian Erich Fromm Pertemuan 12 Matakuliah : L0194 – Psikologi Kepribadian Tahun : 2010 Kepribadian Marxian Erich Fromm Pertemuan 12

Kepribadian Marxian Humanis Dialektik  perjuangan manusia yang pantang menyerah peroleh kebebasan dan martabat, terkait dengan kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan orang lain Bina Nusantara

Kondisi Dasar Eksistensi Manusia Manusia bersifat dualistik: Manusia sebagai binatang dan sebagai manusia Hidup dan Mati Ketidaksempurnaan dan Kesempurnaan Kesendirian dan Kebersamaan Bina Nusantara

Contoh: Dilema kesendirian dan kebersamaan Konflik dari lahir antara tesa dan antitesa eksistensi manusia  dilema eksistensi Contoh: Dilema kesendirian dan kebersamaan seorang anak yang menuju otonomi diri  sendiri/ mandiri  merasa kesepian & tidak berdaya jadi, kebebasan itu untuk apa? Bina Nusantara

Cara hindari dilema eksistensi : Menerima otoritas dari luar tunduk pada penguasa, penyesuaian diri dengan masyarakat  perlindungan & rasa aman Bersatu dengan orang lain dalam kerjasama dan cinta, ciptakan ikatan dan tanggung jawab bersama Bina Nusantara

Kebutuhan Manusia Kebutuhan fisik  kebutuhan kebinatangan dari manusia  makan, minum, seks, bebas rasa sakit Kebutuhan sesuai dengan eksistensi sbg manusia: a. Kebebasan & Keterikatan b. Memahami dunia Bina Nusantara

A. Kebutuhan Kebebasan & Keterikatan Relatedness > Mengatasi perasaan kesendirian dan terisolasi > Kebutuhan bergabung dengan mahkluk lain > Keinginan irasional pertahankan hubungan dengan ibu, diwujudkan dengan solidaritas dengan orang lain > Positif : dasar: cinta, perhatian, dsb. > Negatif: dasar: kepatuhan/ kekuasaan Bina Nusantara

> Kebutuhan mengikatkan diri dengan kehidupan Rootedness > Kebutuhan mengikatkan diri dengan kehidupan > Dengan menjadi bagian dari dunia, ada rasa aman, tidak cemas, berada di tengah dunia yang penuh ancaman > ikatan fiksasi yang tidak sehat: identifikasikan diri dengan satu situasi, dan tidak bergerak maju buat ikatan baru Bina Nusantara

> Rasa tidak berdaya hadapi alam semesta Transcendency > Rasa tidak berdaya hadapi alam semesta > Kebutuhan atasi rasa takut dan ketidakpastian hadapi alam semesta > Butuh peningkatan diri, atasi sifat pasif menjadi aktif, bertujuan dan bebas, ciptaan menjadi pencipta > Positif >> menciptakan sesuatu Negatif >> Menghancurkan Bina Nusantara

untuk apa kejar kebebasan dan kemerdekaan Unity > Usaha atasi eksistensi keterpisahan antara hakekat binatang dan manusia untuk apa kejar kebebasan dan kemerdekaan bila menjadi isolasi dan kesepian? Butuh Unity Berusaha menjadi manusia seutuhnya dg berbagi cinta dan kerjasama  damaikan kebinatangan dan kemanusiaan Bina Nusantara

> Kebutuhan menjadi “aku” Kontrol nasib, ambil keputusan, Identity > Kebutuhan menjadi “aku” Kontrol nasib, ambil keputusan, hidup adalah miliknya > Ilusi identitas > Orang sehat: identitas otentik Pantang menyerah, tidak korbankan individualitas untuk diterima di link. Bina Nusantara

B. Kebutuhan Memahami & Beraktivitas Frame of Orientation > Seperangkat keyakinan mengenai eksistensi hidup, perjalanan hidup, tingkah laku (bagaimana melakukannya), yang dibutuhkan untuk peroleh kesehatan jiwa > Kebutuhan untuk hidup bermakna dan dapat meramalkan kompleksitas eksistensi Bina Nusantara

> Kebutuhan adanya tujuan hidup yang mutlak Frame of Devotion > Kebutuhan adanya tujuan hidup yang mutlak > Kebutuhan tempat untuk dapat terima pengabdian >> hidup mjd bermakna Bina Nusantara

Excitation – Stimulation > Kebutuhan melatih sistem syaraf untuk latih kemampuan otak > stimulus sederhana > stimulus yang aktifkan jiwa Effectivity Kebutuhan untuk sadari eksistensi diri, melawan perasaan tidak mampu dan melatih kompetensi Bina Nusantara

Individu dengan mental sehat: mampu bekerja secara produktif sesuai dengan tuntutan lingkungannya, mampu terlibat dalam kehidupan sosial yang penuh cinta Normalitas: keadaan optimal dari pertumbuhan (kemandirian) dan kebahagiaan (kebersamaan) dari individu Bina Nusantara

2 Cara peroleh makna dan kebersamaan: Kebebasan positif: menyatu dengan orang lain, tanpa korbankan kebebasan dan integritas pribadi  pendekatan humanistik: optimistik dan altruistik Peroleh rasa aman dengan tinggalkan kebebasan dan serahkan individualitas dan integritas diri pada sesuatu (orang/ lembaga)  mekanisme pelarian; kalau hanya sekali waktu saja, masih dapat wajar Bina Nusantara

3 Mekanisme Pelarian: Authoritarianism > serahkan kemandirian dan bergabung dengan orang lain/ sesuatu guna peroleh kekuatan yang dirasa tidak dimiliki: a. Masokisme: perasaan dasar inferior, tidak berdaya, lemah yang dibawa saat begabung, shg kekuatan tsb menindas diri b. Sadisme : redakan kecemasan dasar - o.l bergantung pada diri kita - eksploitasi dan ambil keuntungan - lihat o.l sengsara fisik dan psikis Bina Nusantara

> Dasar: rasa kesepian, isolasi, dan tidak berdaya Destructiveness > Dasar: rasa kesepian, isolasi, dan tidak berdaya > Dilakukan dengan merusak/ membalas kekuatan orang lain > target dapat orang lain atau juga diri sendiri > misal: pembunuh atau bunuh diri Bina Nusantara

Conformity > Dasar: rasa sepi dan tak berdaya > Penyerahan individualitas dan menjadi apa saja yang diinginkan oleh kekuatan dari luar Bina Nusantara

Tipologi Sosial Karakter manusia berkembang untuk gantikan insting kebinatangan yang berangsur2 hilang sejalan dengan perkembangannya Karakter dibentuk dan berkembang oleh social arrangement .. Tekanan sosial untuk berperilaku dengan cara tertentu…> survive Karakter sosial > Productiveness : orientasi positif > Non-Productiveness : orientasi negatif Bina Nusantara

Productive vs Non-Productive Accepting vs Receptive Preserving vs Hoarding Taking vs Exploitative Exchanging vs Marketing Biophilous vs Nercophilous Bina Nusantara