Bahasa indonesia kelas 3 smp

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MEMBACA UNTUK MENULIS By : Dr. Sunarti
Advertisements

Menyimpulkan isi Informasi
CARA PENYAJIAN HAL-HAL DASAR
Menerima dan Menyampaikan Informasi
BAHASA MAIN BODY KARANGAN ILMIAH
MAKALAH Neneng Sri Wulan.
PENULISAN KARYA ILMIAH I.
MERANGKUM SELURUH ISI INFORMASI TEKS BUKU KE DALAM BEBERAPA KALIMAT
Prepared by Kunaifi © 2010 The Department of Electrical Engineering UIN Suska Riau. All rights reserved. Topik 04 Summary.
TEKNIK ILUSTRASI DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
MARGARETA ANDRIANI, M.PD.
Paragraf Deduksi Paragraf Deduksi menguraikan masalah umum ke masalah khusus. Proses pengembangan paragraf deduksi adalah: Memandang masalah secara umum.
TEKNIK MEMBACA CEPAT SRI MAMUDJI, S.H., M.L.L. Thursday, December 18, 2014Thursday, December 18, 2014Thursday, December 18, 2014Thursday, December 18,
MEMBACA Membaca adalah suatu proses untuk memahami yang tersirat dalam sesuatu yang tersurat, melihat pikiran yang terkandung dalam kata-kata yang tertulis.
c. Membaca: Membaca Cepat(skimming) Berbagai Teks Nonsastra
Penyusunan Laporan Penelitian
KARANGAN ILMIAH Marlina, M.Pd..
KETERBACAAN Kunci Sukses Pemelajaran Membaca Oleh: Setyawan Pujiono.
Apakah Judul Penulisan Ilmiah Anda?
B A B 16 Menulis Laporan.
Standar Kompetensi 11. Memahami wacana tulis. melalui kegiatan membaca
SISTEMATIKA LAPORAN ILMIAH
YUNIASIH Pengampu Bahasa Indonesia
PERTEMUAN 6: KAIDAH DAN ATURAN PENULISAN ILMIAH
Cara Membaca Buku Teks secara Efektif
Pelatihan Penulisan Buku Ajar Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah PPS Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu.
Oleh: IDA ROSIDA,A.Ma DCT KELOMPOK TEMATIK
PEMAKAIAN KALIMAT.
PUSTAKA ACUAN DAN BIBLIOGRAFI
FORMAT PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
PENULISAN KUTIPAN DAN DAFTAR PUSTAKA
PENULISAN LAPORAN Susunan penulisan laporan hasil penelitian :
Tim Pengajar Metode Penelitian dan Penulisan Hukum
KARYA ILMIAH Kelompok 8 Abimsya (D ) Nani Ismawati ( D )
Menulis proposal dan hasil penelitian
DISTRIBUSI FREKUENSI DAN PENYAJIAN DATA
Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru
TATA TULIS KARYA ILMIAH
KOMPONEN DALAM KARANGAN ILMIAH
Menemukan Ide Pokok dan Permasalahan dalam Artikel Melalui Kegiatan Membaca Intensif Oleh : Dra. S.H. Retnowati.
Standar Kompetensi - Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat semenjana Kompetensi Dasar - Memahami informasi tertulis dalam berbagai bentuk.
TIMBANGAN BUKU, TIMBANGAN PUSTAKA DAN RINGKASAN
Modul 2 Kegiatan Belajar 1
REVIEW JURNAL ILMIAH.
KAJIAN PUSTAKA DAN PLAGIAT
PARAGRAF/ALINEA Pertemuan 7
MERANGKUM SELURUH ISI INFORMASI TEKS BUKU KE DALAM BEBERAPA KALIMAT
Penggunaan Aspek Kebahasaan dalam Penulisan Karya Ilmiah
Tahapan Menulis (1).
PERTEMUAN KEENAM KOMPETENSI KHUSUS:
HASIL PENELITIAN.
Teknik membaca ekstensif
KARYA TULIS ILMIAH.
KUTIPAN Nama : Astin Ria Npm :
METODE MEMBACA EFEKTIF
MAKALAH Disampaikan dalam diklat Penulisan Makalah Mahasiswa
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
Membuat Resume.
HAKIKAT MAKALAH Kelompok 3: DEVRIE ADITYA PURNAMA GINA ARTHA
MEMBACA Membaca adalah suatu proses untuk memahami yang tersirat dalam sesuatu yang tersurat, melihat pikiran yang terkandung dalam kata-kata yang tertulis.
KEPUSTAKAAN (DAFTAR RUJUKAN) & KUTIPAN
Seminar Topik Skripsi - Kuliah 13 Aries Yulianto Fakultas Psikologi
Tim Pengajar Metode Penelitian dan Penulisan Hukum
KARYA TULIS ILMIAH.
Penulisan Ilmiah.
MEMBACA UNTUK MENULIS By : Dr. Sunarti
FORMAT MAKALAH ILMIAH Siti zulzilah.
Paragraf dan Pengembangannya
Kutipan dan Sistem Perujukan
REVIEW JURNAL ILMIAH / PAPER. TUJUAN REVIEW PAPER Tujuan dari review paper adalah untuk mempermudah dalam membahas inti dari hasil penelitian.
Transcript presentasi:

Bahasa indonesia kelas 3 smp Memahami Ragam Wacana Tulis dengan Membaca Ekstensif, Membaca Intensif, dan Membaca Cepat

Menemukan Gagasan Penting dari suatu Bacaan Gagasan berasal dari kata gagas. Gagasan diartikan sebagai sebuah pikiran, ide, ilham,inspirasi, pandangan, pendapat, pendirian, sikap, atau tanggapan. Gagasan dengan mudah kita temukan di dalam suatu bacaan-bacaan. Bentuknya berupa kalimat ataupun paragraf. Dalam bacaan, gagasan itu dapat dikelompokkan ke dalam gagasan penting atau gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan itu menjadi dasar bagi pengembangan gagasan-gagasan lainnya.

Perhatikan cuplikan wacana berikut : Toko Sumber Rejeki menyediakan berbagai bahan tekstil dan jenis pakaian. Ada bahan celana dan bahan baju laki-laki dari berbagai merk. Baju jadi anak laki-laki dan untuk wanita juga tersedia dalam berbagai merk. Demikian juga, baju-baju untuk ukuran remaja banyak tersedia di toko Sumber Rejeki. Harga bahan tekstil dan baju jadi sangat beragam. Satu meter harga bahan tekstil berkisar antara Rp 15.000 – Rp 20.000. Harga baju jadi pun juga beragam, mulai dari yang paling murah Rp 20.000 sampai dengan yang paling mahal Rp 240.000. Harga-harga itu masih dapat ditawar dan sangat bergantung pada jenis dan mutu barang.

Kalimat yang bercetak tebal dan miring merupakan gagasan penting dari kedua paragraf itu. Alasannya, kalimat-kalimat tersebut merupakan dasar dari pengembangan masing-masing paragrafnya. Kalimat-kalimat tersebut pun dapat merangkum keseluruhan gagasan yang ada pada setiap paragrafnya. Gagasan Utama Toko Sumber Rejeki menyediakan berbagai bahan tekstil dan jenis pakaian Gagasan Penjelas Ada bahan celana dan bahan baju laki-laki dari berbagai merk. Baju jadi untuk laki-laki dan untuk wanita juga tersedia dalam berbagai merk. Demikian juga, baju-baju untuk ukuran remaja banyak tersedia di toko Sumber Rejeki

Pengenalan kita terhadap gagasan penting atau gagasan utama dalam suatu bacaan sangat berguna untuk kegiatan membaca cepat. Dalam kegiatan tersebut, kita cukup melihat gagasan-gagasan pentingnya saja dan mengabaikan gagasan-gagasan penjelasnya. Gagasan penting itu pada umumnya terletak pada bagian awal atau pada bagian akhir paragraf. Dengan demikian, begian itulah yang cukup kita pahami dalam proses mebaca cepat. Pengenalan gagasan penting juga berguna ketika kita mengutip atau mencatat bahan becaan. Dalam kegiatan ini, kita mencatat gagasan pentingnya saja karena hal tersebut sudah bisa mewakili keseluruhan gagasan penulisnya.

Topik : Ciri Budaya Konsumerisme Contoh Topik : Ciri Budaya Konsumerisme “Budaya konsumerisme tidak mementingkan efisiensi uang yang ssebenarnya bisa dipakai untuk membeli hal yang lebih berguna.” (Sumber : Isni Sarah, Hedonis dan Konsumerisme” dalam Pikiran Rakyat, 29 Mei 2007)

Kalimat yang ada dalam tanda kutipan (“…”) merupakan salh satu gagasan penting yang ada di dalam artikel yang berjudul “Hedonis dan Konsumerisme”, tulisan dari Isni Sarah. Kalimat itu kemudian kita catat dalam bentuk kartu. Setiap kartu memuat satu kutipan dengan topik tertentu, misalnya tentang pengertian dan ciri-ciri budaya konsumerisme, akibat budaya konsumerisme, penyebab konsumerisme. Dengan cara demikian, mudahlah bagi kita dalam memanfaatkannya, misalnya untuk kepentingan penulisan karangan ilmiah, tanpa tertukar dengan kartu dari topik-topik lainnya.

Berguna dalam mebaca cepat ---------------------------------------Berguna dalam mebuat kutipan/catatan-catatan. Gagasan Penting Bacaan

Membaca Grafik, Tabel, dan Bagan Banyak bacaan yang menggunakan grafik, tabel, dan bagan. Kehadiran gambar-gambar itu diperlukan untuk memperjelas suatu pembahasan. Selain menarik, gambar-gambar itu dapat menjadikan suatu uraian lebih mudah dipahami. a. Grafik Grafik adalah gambar yang terdiri atas garis vertikal dan garis horizontal. Pertemuan atau titik potong diantara kedua garis tersebut berguna utuk menunjukkan angka-angka. Hubungan angka-angka itu, kemudian menghasilkan susunan data yang mungkin tetapm menaik, menurun, atau pasang surut.

b. Tabel Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar atau ringkasan suatu informasi. Tabek menyajikan data yang juga dapat menjadi alat pembantu untuk merangkum gagasan-gagasan. Dengan adanya tabel, suatu uraian yang panjang dapat disajikan secara lebih ringkas. Tabel harus memaparkan data secara lebih jelas dan menarik. c. Bagan Bagan, diagram, atau denah adalah gambaran atau sketsa untuk menerangkan hubungan antara dua hal atau lebih.

Langkah-langkah untuk membuat grafik, tabel dan bagan adalah sebagai berikut : 1). Baca judulnya. Dari judul itulah ringkasan tentang gagasan pokok tentang isi grafik, tabel, atau bagan itu dapat diketahui. 2). Baca informasi atau keterangan-keterangan yang menjelaskan gambar tersebut. Dari informasi- informasi tersebut dapat diketahui urutan tahun, persentase angka-angka, dan informasi- informasi lainnya. 3). Ajukan pertanyaan tentang gambar tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan diubhanya judul gambar tersebut, misalnya dengan pertanyaan Bagaimana pendapatmu…, Seberapa banyak…., atau Berapa jumlah…… 4). Baca grafik, tabel, atau bagan itu secara keseluruhan unutk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telah dirumuskan!

Baca keseluruhannya, cari jawaban! Baca informasi penjelas! Baca judul Baca keseluruhannya, cari jawaban! Baca informasi penjelas! Ajukan petanyaan! Proses Membaca Grafik, Tabel, atau Bagan

Menyimpulkan Gagasan Utama Bacaan dengan Membaca Cepat Membaca cepat merupakan kegiatan mebaca yang mengutamkan pemahaman atas gagaasan utama bacaan dalam waktu yang secepat-cepatnya. Dengan demikian, ada dua keuntungan yang dapat kita peroleh dari kegiatan membaca cepat, yakni : 1). Gagasan yang kita pahami lebih banyak. 2). Waktu yang kita gunakan lebih singkat.

Dalam mengukur kemampuan membaca cepat, ada dua hal yang harus kita perhatikan, yakni tingkat pemahaman atas bacaan itu serta waktu yang kita butuhkan dalam membacanya. Berdasakan hal itulah, berlaku rumus dalam perhitungan kemampuan efektif membaca(KEM), yaitu : keterangan : p = jumlah kata yang terdapat dalam bacaan q = julmlah waktu dalam hitungan detik r = jumlah jawaban yang benar KEM = 𝑝 𝑞 x 𝑟 100 x 60

Langkah-langkah membaca cepat Kenali judul dan sub-sub judulnya Rumuskan kesimpulan Sapu halaman-halamannya secara cepat Temukan gagasan-gagasan utamanya Langkah-langkah membaca cepat