ILMU SEJARAH DI PRANCIS

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BERITA.
Advertisements

Berita.
UNSUR UNSUR MASALAH PENELITIAN
PANCASILA 3 PANCASILA YURIDIS KENEGARAAN
PRINSIP-PRINSIP DASAR PENELITIAN SEJARAH
Mengidentifikasi Alasan dan Kesimpulan: Bahasa Penalaran
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH
MARI KITA BELAJAR SEJARAH. OK…..?
KAJIAN ILMIAH TERHADAP PANCASILA
Wacana Deskriptif Wacana deskriptif adalah wacana/bacaan yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci dengan cara menjelaskan detail-detailnya.
MPS PENDEKATAN DAN KARAKTERISTIK PENELITIAN KUALITATIF.
TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA PENELITIAN KUALITATIF
PENGENALAN PENELITIAN
Penelitian Kualitatif
ILMU DAN PENELITIAN Sub Pembahasan : 1) Ilmu dan Penalaran 2) Penelitian ilmiah 3) Proposisi dan Teori Dalam Penelitian 4) Metode Penelitian …next.
REKONSTRUKSI SEJARAH LOKAL
RAGAM DAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Oleh: IDA ROSIDA,A.Ma DCT KELOMPOK TEMATIK
Pendekatan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Oleh Mukh Doyin FBS Universitas Negeri Semarang
POPOSAL SKRIPSI. A. LATAR BELAKANG MASALAH LINTASAN SEJARAH: MENGGAMBARKAN HAL-HAL YANG MEMUNCULKAN MASALAH, SEKALIGUS ALASAN PEMILIHAN DAN PENTINGNYA.
PERTEMUAN: 8 GAYA PENULISAN ILMIAH
X IIS 1 NAGASAKI Ariq Al Fattah Yamin Dipa Pranaya Fany Rizkia M
Pertemuan 2 Konsep dasar Penelitian Mulyadi, S.Kom, M.S.I
Sejarah peminatan kls x
Teknik Penelitian Kualitatif
Metodologi Penelitian Sastra
TATA TULIS KARYA ILMIAH
BAB I ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH, DAN PENELITIAN.
PARADIGMA PENELITIAN SUATU PENDEKATAN PENELITIAN SELALU MELIBATKAN ASUMSI FILOSOFIS (PARADIGMA) DAN METODE YANG BERBEDA-BEDA.
PENDIDIKAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
Posisi Semiotika dan Tradisi-tradisi Besar Filsafat Pemikiran
Hubungan Ilmu, Penelitian
PENDEKATAN PENELITIAN KUALITATIF
PENGETAHUAN Pengetahuan yaitu segala sesuatu yang diketahui yang merupakan hasil dari tahu. Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang.
PERTEMUAN 4 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd
Metode dan Desain Riset
PENELITIAN KUALITATIF
Realitas & “Kesadaran” Semiotika
STUDI KUALITATIF.
PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS RIAU
PENDEKATAN PENELITIAN (Strategi Penelitian) KUALITATIF
PRINSIP-PRINSIP DASAR ILMU SEJARAH
PENELITIAN SEJARAH.
PENDEKATAN PENELITIAN (Strategi Penelitian) KUALITATIF
PENELITIAN KUALITATIF
PENGERTIAN SEJARAH Time 1.
PARAGRAF/ALINEA Pertemuan 7
Teks Cerita Sejarah.
PRINSIP-PRINSIP METODOLOGI
Teknik Reportase Meliput berita dan menggali informasi memiliki tahapan • Lapisan pertama: Adalah fakta-fakta permukaan. Seperti: siaran pers, konferensi.
PENELITIAN KUALITATIF
am/2017/sejarahwajib/x/sem1
Memahami hakikat ilmu pengetahuan
METODE PENELITIAN ILMIAH
Tugas Sejarah X IPS II.
BAB I ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH, DAN PENELITIAN PERTEMUAN KE-1
PENGENALAN FILSAFAT A. Arti Filsafat a. Dari segi etimologi FALSAFAH
PARADIGMA PENELITIAN Apakah Paradigma Penelitian itu……?
PERSPEKTIF SOSIOLOGI DALAM PENELITIAN KUALITATIF
BAB I ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH, DAN PENELITIAN I - 1 INDEX
MENGEKSPLORASI TEKS AKADEMIK DAN MENJELAJAH DUNIA PUSTAKA
PENELITIAN KUALITATIF. DEFINISI Penelitian yang pada umumnya menjelaskan dan memberi pemahaman dan interpretasi tentang berbagai perilaku dan pengalaman.
TEKS CERITA SEJARAH RATIH PRATIWI XII/ 1.
Paradigma Positivistik & Konstruktivistik
SI, SKL dan Materi Sulit Bahasa Inggris
PENDAHULUAN JIKA ANDA INGIN DAPAT MENULIS SUATU KARYA ILMIHA MAKA YANG HARUS ANDA MILIKI ADALAH KEMAUAN KEMAUAN YANG KERAS AKAN DAPAT MEMOTIVASI DIRI.
ARTIKEL ILMIAH BAGIAN I Senin, 15 April 2019 Nama Dosen.
Penulisan Karangan Ilmiah
INTERPRETIVE PARADIGM MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN NON POSITIVISME Rajafi Elvira.
Transcript presentasi:

ILMU SEJARAH DI PRANCIS Kuliah 1: Apa itu Sejarah

APA ITU SEJARAH? 1.Pengertian Umum Kisah dan peristiwa masa lalu umat manusia. Pengertian ini dapat dilihat baik secara subyektif maupun objektif. Sejarah sebagai suatu kisah atau cerita yang bermakna subjektif, karena peristiwa masa lalu telah menjadi pengetahuan manusia ; Peristiwa sejarah sebagai kenyataan objektif sebab masih berada di luar pengetahuan manusia. Jadi ruang lingkup sejarah meliputi semua pengalaman manusia, sehingga tulisan sejarah mampu mengungkap fakta tentang apa, siapa, kapan, di mana, bagaimana dan mengapa sesuatu telah terjadi.

Jadi, faktor manusia dalam perspektif sejarah sangat esensial, karena berasarkan kesadaran yang dimilikinya manusia memiliki historisitas. Oleh karena itu, peristiwa itu (yang berkaitan dengan manusia) bersifat simbolis dan mengandung makna. Peristiwa sejarah bukan hanya kejadian fisik, melainkan peristiwa bermakna yang terpancar sepanjang waktu, sehingga terlihat perkembangannya. Dengan definisi seperti ini, sejarah identik dengan peradaban manusia. Pemahaman akan sejarah berarti pemahaman akan kebudayaan. Dengan kata lain: sejarah adalah ilmu yang berusaha menemukan, mengungkapkan, dan memahami nilai serta makna budaya yang terkandung dalam peristiwa masa lampau.

2. Sejarah Naratif Sejarah pada mulanya sangat naratif, yakni gambaran masa lalu tersusun secara lengkap berdasarkan urutan fakta dengan penjelasan serta ulasan atas kenyataan yang ada. Sejarah seperti ini disebut Sejarah naratif, yang ciri-cirinya adalah sbb: Sejarah merupakan uraian logis mengenai proses perkembanganterjadinya peristiwa; Berdasarkan common sense (akal sehat) imajinasi, ketrampilan ekspresi bahasa, dan pengetahuan fakta; Proses terjadinya secara genesis (dari awal sampai akhir); Keterangan mengenai kausalitas (sebab-sebabnya) secara deskriptif; dan Ditulis tanpa memakai teori dan metodologi.

3. Sejarah Ilmiah atau Sejarah Analisis Sejarah ilmiah ditulis dengan menggunakan teori dan metodologi. Sejarah ilmiah mengkaji peristiwa masa lampau dengan menerangkan sebab-sebabnya, kondisi lingkungan peristiwanya (kondisional) dan konteks sosial budayanya (kontekstual). Dalam proses penulisan historiografi sering terjadi penggabungan antarkeduanya, sebab penulisan sejarah yang bertujuan memberikan makna dan penjelasan tentang faktor terjadinya suatu peristiwa itu dapat dilakukan secara implisit dalam deskripsi, yang di dalamnya juga dimasukkan teori, konsep dan analisis yang relevan dengan tema penulisannya.

4. Kegunaan sejarah Untuk kelesatrian identitas kelompok dan memperkuat daya tahan kelompok ini guna kelangsungan hidup mereka; Sebagai pengambilan pelajaran dan tauladan dari contoh-contoh di masa lalu, sehingga memberikan manfaat khusus demi kelangsungan hidup mereka; Sarana pemahaman mengenai makna hidup dan mati.

5. PENULISAN SEJARAH Penulisan sejarah adalah bentuk dan proses pengkisahan atas peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Penulisan sejarah ini merupakan suatu kenyataan subjektif, karena setiap orang atau generasi (penulis) dapat mengarahkan sudut pandangnya tentang apa yang telah terjadi dengan berbagai interpretasi yang berkaitan dengan sikap hidup, pendekatan, atau orientasi penulisnya. Oleh karena itu, perbedaan sudut pandang penulis akan peristiwa masa lampau yang pada dasarnya objektif dan absolut setelah dituliskan akan menjadi suatu kenyataan yang relatif. Bagi para penganut Relativisme historis, sikap netral dalam pengkajian dan penulisan sejarah merupakan hal yang sulit untuk direalisasikan. Alasannya, bahwa pengetahuan sejarah pada dasarnya mengalihkan fakta-fakta tadi dengan bahasa lain, menggunakan dan mengkategorikannya pada hal khusus sesuai tema penelitian si penulis.

Faktor-faktor lain subjektivitas dalam penulisan sejarah Sikap pemihakan penulis sejarah pada mazhab tertentu; Sejarawan terlampau percaya pada pembuat berita sejarah (pembuat arsip); Sejarawan gagal menangkap maksud dari apa yang dilihat dan didengar serta menuliskannya atas dasar persangkaan yang keliru; Sejarawan memberikan asumsi yang tak beralasan terhadap sumber berita; Ketidaktahuan sejarawan dalam mencocokkan keadaan dengan kejadian yang sebenarnya; Kecenderungan sejarawan mendekatkan diri pada penguasa atau orang yang berpengaruh; Sejarawan tidak mengetahui watak berbagai kondisi yang muncul dalam peradaban.

BATASAN SEJARAH Batasan temporal: Batasan dari dimensi waktu Batasan Spasial: Batasan dari dimensi ruang Batasan tematis: Batasan dari dimensi tema.

Pendekatan Sejarah Pendekatan deskriptif: menjawab what, When, Where, dan who. Historiografi yang deskriptif. Pendekatan interpretatif: menjawab How dan why . Historiografi yang analitis.