SR.DEVY MODIFIED BY RIRIS DIANA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
INDIKATOR KESEHATAN PRODUKSI
Advertisements

Lanskap Sejarah dan Lanskap Budaya
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Bab 1 Pemasaran Mengatur Hubungan Pelanggan yang Menguntungkan
ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN BAB 14 Oleh : Zaenal Abidin MK SE 1.
Sistem Kelistrikan & Instrumen
MATERI (10) STRATIFIKASI SOSIAL
RENCANA PEMBELAJARAN Ir. Yustina Tri Handayani
Momentum dan Impuls.
Menempatkan Pointer Q 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
PENGANTAR EKONOMI 1 Pengantar Ekonomi 1.
Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan
1suhardjono waktu 1Keterkatian PKB dengan Karya Inovatif, Macam dan Angka Kredit Karya Inovatif (buku 4 halaman ) 3 Jp 3Menilai Karya Inovatif.
Konsep Dasar Penelitian
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
2011 KOPERTIS WILAYAH VI 2011 SIMULASI CARA PENGISIAN PERSEPSIONAL BAGUS PRIYATNO.
MODEL PENGEMBANGAN KTSP SMA
Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Anak di daerah
TABEL INPUT OUTPUT REGIONAL.
ILMU EKONOMII Oleh FEBRIANI, SE, M.SI.
STANDARD PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR (SPM)
MATERIALITAS, RISIKO AUDIT DAN PENDEKATAN AUDIT
Materi Kuliah Kalkulus II
ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN Oleh : Zaenal Abidin MK SE 1.
TURUNAN DIFERENSIAL Pertemuan ke
disajikan oleh : Machmud SYAM
Induksi Matematik TIN2204 Struktur Diskrit.
Konsep Sistem Informasi
Fisika Dasar Oleh : Dody
Dasar-dasar Ilmu Ekonomi
Luas Daerah ( Integral ).
PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI.
IX. Penilaian Kinerja DIANA ANDRIANI MM., MT.
PERILAKU KEKERASAN.
KONSEP DASAR PROBABILITAS (SSTS 2305 / 3 sks)
PENELITIAN EKSPERIMEN
PEMINDAHAN HAK DENGAN INBRENG
SOSIOLOGI EKONOMI Pertemuan Ke-8
Pertemuan 5 P.D. Tak Eksak Dieksakkan
MOTIVASI KONSUMEN ADHI GURMILANG.
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
Matakuliah Pembelajaran IPA MI
konflik organisasi / perilaku organisasi / herwanparwiyanto
LANGKAH-LANGKAH melaksanakan SURVEI CONTOH
SOSIALISASI e-LEARNING DI PERGURUAN TINGGI
Perubahan Sosial dan Teori Pembangunan (Cara Pandang Modernisasi)
Komor 2011 by Lidia Evelina, MM
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
FAKTOR KEBUDAYAAN YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN PELAYANAN KESEHATAN (4)
HUKUM PERBURUHAN (PERTEMUAN X) JAMSOSTEK Jaminan Sosial Tenaga Kerja (UU No.3 Th.1992) copyright by Elok Hikmawati.
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
KONSEP DEMAND DALAM SEKTOR KESEHATAN
KONSEP PERILAKU KESEHATAN
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
P ERANAN DAN S UMBANGAN A NTROPOLOGI DALAM BIDANG P ELAYANAN K ESEHATAN SR.DEVY modified by Riris Diana 1.
Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat
BEDAH KISI-KISI IPA UN SD/MI TAHUN 2013 GURU KELAS VI SD/MI KECAMATAN
Intan Silviana Mustikawati, MPH
Dasar-dasar Ilmu Ekonomi
Pengukuran Kinerja Sektor Publik
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
1 28 FEBRUARI 2011 SENSASI DAN TEORI GESTALT. SENSASI “ sense” artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Menurut Dennis.
Ruang Lingkup dan Peranan
PERILAKU MENCARI BANTUAN
Tugas ARSP “Survei Mawas Diri”
Beberapa Definisi Antropologi Medis
ELEMEN – ELEMEN SOSIOLOGI KESEHATAN
Netting, Kettner & McMurty
PERILAKU MENCARI BANTUAN
Transcript presentasi:

SR.DEVY MODIFIED BY RIRIS DIANA MODEL KENDALA STIMULAN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU KESEHATAN TERENCANA ( DALAM PERSPEKTIF BUDAYA) SR.DEVY MODIFIED BY RIRIS DIANA

Foster (1973) dalam kerangka konsep yang disebut Barrier – Stimulant Model menguraikan konsep kendala dan stimulant terhadap perubahan perilaku kesehatan terencana Masalah utama: Kesukaran dalam Melaksanakan strategi program karena masyarakat penerima dituntut memilih jalan yang satu-satunya diberikan menurut kedokteran modern

3 pokok perhatian dalam program perubahan kebudayaan Masyarakat penerima ( resipien ) program inovasi. Organisasi dan birokrasi yang menjalankan program inovasi Interaksi antara masyarakat penerima dan organisasi ( Foster 1969 )

Kendala inovasi yg bersumber pada organisasi tidak lepas dari asumsi birokrasi dan profesional yg mempengaruhi perilaku petugas program

Faktor stimulan thp perubahan dlm masy Faktor stimulan thp perubahan dlm masy. Penerima, penting dlm program karena faktor tsb dpt menjelaskan mengapa tidak ada satu masyarakat yg sama sekali tidak mengalami proses perubahan sosbud

Perubahan sosbud makin pesat krn faktor: ekonomi, pendidikan, politik, pemerintah, budaya kota, migrasi,komunikasi dan turisme

Beberapa aspek tentang ketidakcocokan kebudayaan yang telah dilaporkan ahli antropologi sebagai berikut : 1.Kesukaran komunikasi antara dokter (tenaga kesehatan) dan pasien disebabkan oleh perbedaan premis-premis kebudayaan dan bahasa.

2.Perbedaan pengharapan dan persepsi antara dokter dan pasien terhadap praktek dan perawatan kesehatan apa yang dianggap penting/ baik

3. Hubungan yang tidak erat antara dokter yang berkebudayaan barat dengan pasien non barat, terutama disebabkan oleh jarak dan kedudukan sosial yang membedakan mereka .

Aspek-aspek ketidakcocokan tsb dicoba diatasi dengan beberapa usaha, salah satunya adalah dengan menggerakkan berbagai orang yang berasal dari masyarakat sasaran, bahkan ada yang berpendapat bahwa sebaiknya praktisi medis memiliki latar belakang kebudayaan yang sama dengan masyarakat yang mereka layani

Adversary Model atau Model Konflik Kepercayaan Yaitu model yang dikemukakan oleh Foster ( 1976 ) utk menjelaskan masalah penolakan atau hambatan terhadap perawatan kedokteran.

Model tsb menjelaskan bhw perawatan kedokteran dan perawatan tradisional dipisahkan oleh adanya pertentangan kepercayaan. Masing2 berusaha utk memenangkan kepatuhan anggota masy

Pertentangan tsb berdasarkan asumsi bahwa masyarakat tradisional membagi konsep penyakit ke dalam dua kategori, yaitu penyakit yang dapat disembuhkan oleh dokter Penyakit yang dapat disembuhkan oleh dukun.

Dalam menghadapi masalah tsb, ahli antropolog telah membantu petugas kesehatan un tuk mencari alternatif mengalihkan ketergantungan masyarakat dari perawatan medis tradisional kepada perawatan medis modern

Dulu model pengambilan keputusan terhadap perawatan medis adalah : a. rumah tangga b. Dukun c. dokter

Model Pengambilan Keputusan dalam Perawatan Medis Foster (1976) : 1. Pengobatan rumah tangga – dukun—dokter 2. Pengobatan rumah tangga – dokter –dukun - Biaya ekonomi dan sosial merup. Faktor yg menentukan penerimaan atau penolakan perawatan medis modern

Model Konflik Kepercayaan, umumnya terjadi pada masy Model Konflik Kepercayaan, umumnya terjadi pada masy.yg relatif belum lama mengenal perawatan kesehatan modern

Model Pengambilan Keputusan thdp perawatan medis modern, dgn pertimbangan biaya ekonomi dan sosial, umumnya terjadi pada masy.yg relatif lama ( 1 generasi atau lbh ) telah mengenal faedah dari perawatan medis modern

Yang banyak dialami adalah: - masalah harapan pasien yang berbeda dengan dokter dalam hal cara perawatan yang efektif untuk penyembuhan penyakit, - masalah pengharapan dan persepsi terhadap hospitalisasi dan - masalah persepsi terhadap peranan dokter.

Hambatan - Hambatan Sosial Budaya ASPEK KEBUDAYAAN ( kepercayaan penyebab penyakit dari hal2 gaib, konsep kecocokan dalam pengobatan, mengharapkan hasil terapi yg cepat dirasakan ) Etiologi dan perawatan penyakit. Konsep Jodoh

ASPEK KEMASYARAKATAN Pengambilan keputusan thdp perawatan medis apa yg dipilih,persepsi thdp hospitalisasi,dukun dan tokoh desa.

3. MASALAH YANG BERSUMBER PADA ORGANISASI KESEHATAN : - Peranan Mantri - Perbedaan Prioritas - Hubungan dokter - pasien

Beberapa kondisi sosial budaya yang dapat membantu usaha inovasi kesehatan dalam masy. Pedesaan/ stimulant 1.Pragmatisme 2.Pola Perawatan 3.Sikap positif tokoh-tokoh komunitas pedesaan 4.Pemanfaatan dukun. ( Kalangie, 1994 )

Gejala-gejala yang diidentifikasikan sebagai kendala tidak selalu secara tetap berfungsi Dapat pula gejala-gejala stimulan dapat juga tidak berfungsi sebagai stimulan perubahan perilaku kesehatan

Oleh karena itu, pengidentifikasian setiap gejala, kendala dan stimulan harus ditempatkan dalam konteksnya yang spesifik, selain diorganisasikan ke dalam berbagai tingkat dari yang tidak mungkin diubah, sukar diubah

THANKS

Evaluasi Metode : Materi : Media Performance: Masukan

KUIS Aturan Nama, no absen, nim, TTD di pojok kiri atas Kerjaan sendiri, Buku dan catatan di tutup/dimasukkan Singkat, jelas, padat tidak bertele-tele Waktu 15 menit