KEBUDAYAAN ISLAM Oleh : Muhammad Hambali, SHI, M.E.I

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Perkembangan Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
Advertisements

ISLAMISASI DI AFRIKA SUB SAHARA
Peninggalan Sejarah Islam Indonesia
BAHAN AJAR SEJARAH BERBASIS TIK
Perkembangan Tradisi Islam di Berbagai Daerah di Indonesia
SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
PERTEMUAN KEEMPAT PERKEMBANGAN PENGARUH ISLAM DI ASIA TENGGARA.
Masa kebangkitan kembali hukum islam
Nama : Angga Restu Pambudi Irfan Juliansyah Auliya Sarah Bachtiar
Penjelasan GBPP & Kontrak Perkuliahan
A GAMA I SLAM DISUSUN OLEH: MISNANI. S.Ag. M.Pd. I.
A GAMA I SLAM DISUSUN OLEH: MISNANI. S.Ag. M.Pd. I.
KEBUDAYAAN ISLAM Konsep Kebudayaan Dalam Islam
ISLAMISASI NUSANTARA Materi Ke 2
Budi: Akal, piran, paham, pendapat,ikhtisar, perasaan
TEORI MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
DISUSUN OLEH: MISNANI. S.Ag. M.Pd. I
Pengaruh Kebudayaan Asing dalam Arsitektur Indonesia Pertemuan
Sejarah dan Perkembangan Hukum Islam
Materi Pertemuan 12 Sejarah Hukum Islam III
ALIRAN TEOLOGI ISLAM MASA MODERN
Islamisasi dan silang budaya di Nusantara
Pendidikan Agama Islam
PERKEMBANGAN ISLAM TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA.
PERTEMUAN KETIGABELAS
A.    SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA.
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI ANDALUS PADA ABAD VII-X M
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
Proses Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara
Aliyana afiyati kautsar Anissa silviana novita
Bab 7 Kebudayaan Islam.
S K I Konsep Kebudayaan Islam Nilai-Nilai Islam Dalam Budaya Indonesia
sejarah masuknya islam di nusantara
Pertemuan ke-3.
Oleh : WALDI NOPRIANSYAH
PETA PEMIKIRAN ISLAM.
DINASTI ABBASIYAH KEPEMIMPINAN DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN.
Intervensi Organisasi : BUDAYA ORGANISASI
PINTU MASUK DAN SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM
GERAKAN ISLAMISASI NUSANTARA
BEBERAPA TEORI TENTANG MASUKNYA ISLAM
Tradisi islam nusantara
Mata Kuliah Islam dan Budaya Jawa Jurusan PAI STIT Muh. Wates
Pembaharuan dalam Islam
1. Konsep Masyarakat Madani Pengertian Masyarakat Madani
GERAKAN ISLAMISASI NUSANTARA
MASA PEMBINAAN, PENGEMBANGAN, DAN PEMBUKUAN (ABAD VII-X M)
KEBUDAYAAN DAN PERADABAN ISLAM Dr. Hardiwinoto, SE., M.Si.
Pendekatan Sejarah Studi Islam
Konsep Kebudayaan Dalam Islam
Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia
KEBUDAYAAN ISLAM.
MASA KEJAYAAN ISLAM YANG DINANTIKAN KEMBALI Periodesasi Sejarah Islam Kemajuan Islam pada Periode Klasik Tokoh-tokoh Kejayaan Islam Menelaah Perkembangan.
Nama : AINA LIESYEIFILLA HABIBAH Npm :
Sejarah dan Perkembangan F I Q H
Summative Assessment Unit 3
SEJARAH ISLAM DARI MASA NABI HINGGA KINI
MANUSIA, KEBUDAYAAN, DAN PERADABAN
Sejarah Peradaban Islam pada Masa Pra dan Pasca Kemerdekaan di Indonesia Kelompok 12 : Ulfa Muwahidah Vony Juliantika.
KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM
PENINGGALAN SEJARAH MASA ISLAM
Syekh Maulana Malik Ibrahim
MASUKNYA ISLAM DI JAWA DISUSUN OLEH: 1.DHEA LIVIE P.B 2.AMMA AGUS 3.ARUNG S. MAKKASAU 4.EMZA 5.ARDI 6.AIDUL.
Sejarah dan Perkembangan F I Q H
EVALUASI HARIAN I MATERI: LAMBANG MUHAMMADIYAH&ORTOMNYA, PEMURNIAN&PEMBAHARUAN DI DUNIA MUSLIM, DAKWAH ISLAM DI NUSANTARA, SEJARAH MUHAMMADIYAH.
BAB 6 : SEBAB KEJATUHAN UMAT ISLAM DAN GERAKAN REFORMASI
DESIGN&CREATED BY: MUHAMMAD REIHAN REYDANU.  Pada masa kekuasaan Dinasti Abbasiyah, umat Islam telah mencapai puncak kemuliaan, baik dalam bidang ekonomi,
Sejarah dan Perkembangan F I Q H
SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI NUSANTARA SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI NUSANTARA SK/ KD Materi.
ISLAMISASI DAN SILANG BUDAYA DI NUSANTARA Oleh :.
Transcript presentasi:

KEBUDAYAAN ISLAM Oleh : Muhammad Hambali, SHI, M.E.I Disampaikan Dalam Kuliah Agama Islam Universitas Airlangga Surabaya

I. Pendahuluan Islam sebagai agama yang memiliki materi ajaran yang integral dan komperhensif, disamping mengandung ajaran utama yakni sebagai Syari’ah, Islam juga memotivasi umatnya untuk mengembangkan kebudayaan Islam, yakni kebudayaan yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

II. Difinisi Kebudayaan Secara umum difinisi kebudayaan dapat dilihat melalui beberapa pendekatan, antara lain : 1. Pendekatan Deskriftif, menyatakan kebudayaan merupakan keseluruhan yang amat kompleks meliputi ilmu pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, dan berbagai kemampuan serta kebiasaan yang di terima manusia sebagai anggota masyarakat.

2. Pendekatan Historis, kebudayaan merupakan sejumlah totalitas dari organisasi dan warisan sosial yang diterima sebagai sesuatu yang bermakna yang dipengerahui oleh watak dan sejarah hidup suatu bangsa. 3. Pendekatan Normatif, kebudayaan merupakan pandangan hidup dari sekumpulan ide-ide dan kebiasaan yang mereka pelajari, mereka miliki kemudian diwariskan dari satu generasi kegenerasi lain.

4. Pendekatan Psikologi, kebudayaan merupakan semua kelangsungan dari proses belajar suatu masyarakat. 5. Pendekatan Struktural, kebudayaan merupakan pekerjaan dan kesatuan aktivitas sadar manusia yang berfungsi membentuk pola umum dan melangsungkan penemuan-penemuan, baik yang material maupun yang non material. 6. Pendekatan Genetik, kebudayaan merupakan produk, alat-alat, benda-benda ataupun ide dan simbol.

Dari Difinisi Kebudayaan Di Atas, Maka Dapat Dipahami: Kebudayaan merupakan sesuatu persoalan yang sangat luas cakupannya, namun esensi dari semua itu adalah bahwa kebudayaan pada dasarnya melekat pada diri manusia. Oleh karena itu, wajar manakala difinisi yang mashur di kalangan kita adalah hasil cipta, rasa, karsa dan karya manusia yang dilakukan dengan sadar.

Kebudayaan Islam Dari sini, dapat kita difinisikan bahwa kebudayaan Islam adalah hasil olah akal, budi, cipta rasa, karsa, dan karya manusia yang berlandaskan pada nilai-nilai Tauhid dan Syari’ah Islam. Dengan kata lain, dapat kita pahami bawa segala sesuatu yang merupakan produk budaya manusia dapat kita klasifikasikan kedalam Kebudayaan Islam, manakala produk budaya tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai Tauhid dan Syari’ah

III. Prinsip-Prinsip Kebudayaan Islam Salah satuu prinsip pokok kebudayaan Islam adalah bahwa produk budaya tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai Tauhid dan Syari’ah Islam. Hal ini senada dengan kaidah fiqih yang menyatakan “al-Adatu Muhakkamah” yang artinya segala sesuatu yang berkembang dalam masyarakat dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Tauhid dan Syari’ah Islam, maka dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang Islami. Dengan kata lain, jika kita berbicara kebudayaan, maka segala sesuatu yang berkembang dalam masyarakat manakala tidak bertentangan dengan ajaran Islam, maka dapat kita klasifikasikan sebagai kebudayaan Islam.

IV. Sejarah Intelektual Islam Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, periodisasi sejararah kebudayaan Islam dapat di kelompokkan menjadi 3 fase/periode, yakni : 1. Periode Klasik, yaitu periode yang dimulai dari tahun 650-1250 M. 2. Periode Pertengahan, yaitu periode antara tahun 1250-1800 M. 3. Periode Modern, yaitu antara tahun 1800- sekarang

Periode klasik 650-1250 M Pada periode ini, lahir beberapa ulama dan filosof besar dalam Islam. Dalam pada itu, para imam Mazhab yang terkenal dengan al-imamu madzahibul arbain yang terdiri atas, Imam Syafi’I, Imam Hanafi, Imam Maliki dan Imam Hambali, merupakan tokoh yang hidup dan mengembangkan dialektika pemikiran keagamaannya pada periode ini.

Dalam Bidang Filsafat, pada periode ini tercatat nama-nama besar seperti Al-Kindi (801 M), al-Razi (865 M), al-Farabi (870M), Ibn Miskawaih (930 M), Ibn Sina (1037 M), Ibn Bajjah (1138 M), Ibn Rusdy (1126 M) dan yang lainnya. Pada periode ini, Islam sedang dalam masa puncak kejayaannya, baik dalam bidang ilmu filsafat maupun ilmu keagamaan. Kejayaan tersebut, termanifestasikan dalam kejayaan Islam lewat Dinasti Umaiyah I yang berpusat di Damaskus, Dinasti Umaiyah II yang berpusat di Andalusia (Spanyol) dan Dinasti Abasiyah yang berpusat di Baqdad.

Periode Pertengahan (1250-1800 M) Pada periode ini Islam bisa dikatakan sedang mengalami masa kemunduran. Hal ini di tandai dengan munculnya kecenderungan untuk mempertentangkan antara : - Akal dengan wahyu - Iman dengan Ilmu - Dunia dan akhirat

Dalam diskursus pemikiran kontemporer, kemunduran Islam pada periode ini yang masih terasa hingga sekarang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses sejarah yang ditandai dengan meluasnya pemikiran al-Gazali yang cenderung memisahkan filsafat dengan agama. Lewat pemikiran al-Gazali pula, Himmah untuk melakukan eksplorasi ilmu agama dan filsafat mulai meredup, yang dalam hal ini ditandai oleh pandangan al-Gazali yang menyatakan pintu Ijtihad telah tertutup. Beberapa karya al-Gazali yang berkenaan dengan hal ini seperti yang terungkap dalam “Tahafutul falasifah “ (kerancuan filsafat)

Periode Modern (1800- sekarang) Merupakan periode yang ditandai dengan munculnya gerakan-gerakan pembaharuan dalam pemikiran Islam. Beberapa tokoh yang terkenal dalam gerakan pembaharuan Islam seperti Muhammad Abduh, Rasyid Ridla, Fazlur Rahman, Jamaluddin al-afghani. Periode ini sekaligus menandai berkembangnya resistensi terhadap pemikiran al-Gazali yang menyatakan pinti Ijtihad dalam Islam telah tertutup.

V. Masjid Sebagai Pusat Kebudayaan Islam Dalam sejarah Islam, Masjid selain sebagai sarana untuk melakukan ibadah, masjid juga merupakan Awal mula berkembangnya Islam dan segala pernak pernik didalamnya, seperti pemikiran, ekonomi, politik dan kebudanyaan. Salah satu fakta yang tidak bisa di pungkiri adalah bahwa salah satu strategi Rasulullah dalam membangaun masyarakat madani adalah di awali dengan mendirikan masjid terlebih dahulu sebagai sentra pengembangan Islam. Dari hal ini, dapat kita pahami bahwa masjid pada dasarnya memiliki peran ganda yakni selain sebagai pusat untuk melaksanakan aktifitas ritual, masjid juga di gunakan sebagai centra hubungan sosial, seperti pendidikan dan yang lainnya.

VI. Islam Di Indonesia Beberapa pandangan para ahli terkait masuknya Islam ke Indonesia dapat di jelaskan dalam beberapa teori : a. Teori Gujarat Teori berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori ini adalah: 1. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia. 2. Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama melalui jalur Indonesia – Cambay – Timur Tengah – Eropa. 3. Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Malik Al Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat. Pendukung teori Gujarat adalah Snouck Hurgronye, WF Stutterheim dan Bernard

b. Teori Makkah Teori ini merupakan teori baru yang muncul sebagai sanggahan terhadap teori lama yaitu teori Gujarat. Teori Makkah berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir). Dasar teori ini adalah: a. Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab); dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina. b. Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhab Syafi’i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah. Sedangkan Gujarat/India adalah penganut mazhab Hanafi. c. Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal dari Mesir. Pendukung teori Makkah ini adalah Hamka, Van Leur dan T.W. Arnold. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik Islam, jadi masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke 7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya adalah bangsa Arab sendiri.

a. Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan c. Teori Persia Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti: a. Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro. b. Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al – Hallaj. c. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda tanda bunyi Harakat. d. Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik. e. Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen dan P.A. Hussein Jayadiningrat.

VII. Nilai Islam dalam Kebudayaan Indonesia Transmisi Islam ke Indonesia bukan hanya pada sisi ajaran dogmatis keagamaan saja, melainkan juga di barengi oleh proses akulturasi budaya antara para pembawa ajaran Islam dengan budaya lokal setempat. Dalam pada itu, kalangan muslim Indonesia seringkali juga mengalami kerancuan dalam memahami mana yang ajaran Islam dan mana yang merupakan hasil akulturasi budaya setempat. Beberapa pola demikian dapat kita cermati dalam tradisi memakai pakaian ala arab seperti gamis dan sorban.

Beberapa bukti masuknya nilai-nilai Islam dalam produk budaya setempat atau proses akulturasi, dapat di lihat dalam pola dakwah yang di kembangkan oleh para wali di tanah jawa, seperti Sunan Kali Jaga yang menggunakan instrumen pewayangan sebagai media dakwah. Di samping itu, berkembangnya produk budaya lokal yang telah mengalami akulturasi dengan nilai-nilai Islam dapat dilihat juga dalam perkembangan perkampungan Arab di Indonesia yang di barengi dengan perkembangan keseniannya, seperti tari Japens yang merupakan ciri khas dari masyarakat Arab Indonesia.