Ekonomi Makro Ernoiz Antriyandarti, SP, MP, M.Ec

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
UANG DAN INFLASI Teori Klasik Dari Penyebab, Efek dan Biaya Sosial Inflasi Pemahaman Mengenai Uang, Apa Uang Itu, Bagaimana Pengaruh Permintaan dan Penawaran.
Advertisements


Bab 5. PERTUMBUHAN EKONOMI 2
PASAR UANG & PASAR BARANG (Keseimbangan Kurva IS-LM)
PERTUMBUHAN EKONOMI 1 (Solow Growth 1)
Unemployment CHAPTER SIX
PENGANGGURAN, INFLASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu 23 Maret 2011Matematika Teknik 2 Pu Barisan Barisan Tak Hingga Kekonvergenan barisan tak hingga Sifat – sifat barisan Barisan Monoton.
MAKROEKONOMI, edisi ke-6.
Pengangguran Pertemuan 9.
PENGANTAR ILMU EKONOMI MAKRO modul ke 1
RUANG LINGKUP ANALISIS MAKRO EKONOMI
Pertumbuhan Ekonomi II
Pengangguran Pertemuan 9.
MAKROEKONOMI, edisi ke-6.
Bab 8. PERTUMBUHAN EKONOMI 2
MAKROEKONOMI, edisi ke-6.
The Solow Growth Model Model lanjutan yang mengikutsertakan pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi.
Lima Debat Selama Kebijakan Makroekonomi
Ruang Lingkup Makro Ekonomi
REVIEW MATERI EKONOMI MAKRO (BAHAN UAS)
Inflasi Pertemuan 8.
26 Permintaan Agregat, Penawaran Agregat, dan Inflasi
PERMINTAAN & PENAWARAN AGREGAT
PENGANGGURAN, INFLASI & KEBIJAKAN PEMERINTAH
Pendahuluan: Pengertian dan ruang lingkup ekonomi makro
MAKROEKONOMI, edisi ke-6.
PENGANTAR ILMU EKONOMI MAKRO BAB 1
Pertumbuhan Ekonomi II
Pertumbuhan Ekonomi II
PENGANTAR ILMU EKONOMI MAKRO BAB 1
RIKA KHARLINA EKAWATI, S.E., M.T.I
INFLASI DAN PENGANGGURAN
Matrikulasi PENGANTAR EKONOMI MAKRO Dosen: Dr. Ir
TEORI EKONOMI MAKRO.
26 Permintaan Agregat, Penawaran Agregat, dan Inflasi
Pengantar Fluktuasi Ekonomi
Matrikulasi PENGANTAR EKONOMI MAKRO Dosen: Dr. Ir
Apakah Uang Itu Persediaan aset Uang Digunakan untuk transaksi
UANG DAN INFLASI Teori Klasik Dari Penyebab, Efek dan Biaya Sosial Inflasi Pemahaman Mengenai Uang, Apa Uang Itu, Bagaimana Pengaruh Permintaan dan Penawaran.
INFLASI DAN PENGANGGURAN
MODUL MAKROEKONOMI MANKIW
Pengangguran Pertemuan 9.
MODUL MAKROEKONOMI MANKIW
MAKROEKONOMI, edisi ke-6.
MODUL MAKROEKONOMI MANKIW
Teori Ekonomi Klasik dan Keynes
MAKROEKONOMI, edisi ke-6.
Inflasi Pertemuan 8.
MAKROEKONOMI, edisi ke-6.
Permintaan dan Penawaran Agregat
® Utang Pemerintah.
Pengantar Fluktuasi Ekonomi
® Pengangguran.
TINJAUAN RINGKAS MENGENAI TEORI, MASALAH DAN KEBIJAKAN MAKROEKONOMI
MAKROEKONOMI, edisi ke-6.
PEREKONOMIAN TERBUKA (OPEN ECONOMY)
PEGANGGURAN OLEH LILI WINARTI, SP. MP.
KESEIMBANGAN IS-LM.
PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGAT
Matrikulasi PENGANTAR EKONOMI MAKRO
(Makroekonomi) Ruang Lingkup Analisis Ekonomi Makro
Apakah Uang Itu Persediaan aset Uang Digunakan untuk transaksi
Pengantar Fluktuasi Ekonomi
MAKROEKONOMI, edisi ke-6.
MODUL MAKROEKONOMI MANKIW
Copyright 1997 Dead Economists Society
Menilai Kondisi Ekonomi
PASAR UANG & PASAR BARANG (Keseimbangan Kurva IS-LM) WEEK Wilma Cordelia Izaak, S.E,. M.M.
PERMINTAAN & PENAWARAN AGREGAT
Transcript presentasi:

Ekonomi Makro Ernoiz Antriyandarti, SP, MP, M.Ec 0817468325 Teori Tenaga Kerja dan Inflasi Teori Pertumbuhan Kebijakan Stabilisasi Perekonomian

PASAR TENAGA KERJA Upah (W) Kurva Permintaan Tenaga kerja Kurva Penawaran Tenaga kerja Upah Keseim-bangan O Jml Tenaga kerja keseimbangan Jml Tenaga kerja

Pengangguran Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.

Terjadinya pengangguran Kekurangan pengeluaran agregat Karena ingin mencari kerja lain yang lebih baik Penggunaan teknologi modern yang mengurangi penggunaan tenaga kerja Ketidaksesuaian keterampilan pekerja dengan yang dibutuhkan dalam perusahaan Dan lainnya

Akibat buruk pengangguran Salah satu faktor penting yang menentukan kemakmuran yaitu tingkat pendapatan. Pendapatan masyarakat mencapai maksimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Ditinjau dari sudut individu, pengangguran menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial kepada yang mengalaminya. Kekacauan politik dan sosial dan pembangunan ekonomi negara dalam jangka panjang.

Pemutusan Kerja, Perolehan Pekerjaan, dan Tingkat Pengangguran Alamiah Tingkat pengangguran rata-rata dalam perekonomian yang berfluktuasi disebut tingkat pengangguran alamiah (natural rate of unemployment). Ini bisa dipandang sebagai tingkat pengangguran di mana perekonomian bergravitasi dalam jangka panjang. Beberapa persamaan dasar yang membangun model dinamika angkatan-kerja yang menunjukkan apa yang menentukan tingkat alamiah : L = E + U Dalam notasi ini, tingkat pengangguran adalah U/L. Kita menotasikan tingkat pemutusan kerja sebagai s. Lalu f menotasikan tingkat pero- lehan pekerjaan. Bersama keduanya menentukan tingkat pengangguran. Angkatan Kerja terdiri dari Jumlah orang yang bekerja Jumlah pengangguran

f U = s E f U = s (L – U) f U/L = s (1-U/L) U/L = s / (s + f) Jumlah orang yang menemukan pekerjaan Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan Tingkat pengangguran kondisi mapan Dari persamaan sebelumnya, kita tahu E = L – U, yaitu jumlah pekerja sama dengan angkatan kerja dikurangi jumlah pengangguran. Jika kita mensubstitusi (L-U) untuk E dalam kondisi mapan, kita dapatkan : f U = s (L – U) Lalu, bagi kedua sisi dengan L dan mendapat : f U/L = s (1-U/L) Sekarang selesaikan untuk U/L untuk menemukan : U/L = s / (s + f)

U/L = s / (s + f) U/L = 1/ (1+ f/s) Ini bisa juga ditulis sebagai : Persamaan ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran kondisi-mapan U/L bergantung pada tingkat pemutusan kerja s dan perolehan kerja f.

DAMPAK KEBIJAKAN Tiap kebijakan yang ditujukan untuk menurunkan tingkat pengangguran alamiah akan menurunkan tingkat pemutusan kerja ataupun meningkatkan tingkat perolehan pekerjaan. Serupa, tiap kebijakan yang mempengaruhi tingkat pemutusan kerja atau perolehan pekerjaan juga mengubah tingkat pengangguran alamiah.

Pencarian Kerja dan Pengangguran Friksional Pengangguran yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan pekerja untuk mencari pekerjaan disebut pengangguran friksional. Ekonom menyebut perubahan komposisi permintaan di antara industri atau daerah sebagai pergeseran sektoral (sectoral shift). Karena perge- seran sektoral selalu terjadi, dan karena dibutuhkan waktu bagi pekerja untuk mengubah pekerjaan, pengangguran friksional selalu ada. Dalam usaha mengurangi pengangguran friksional, beberapa kebijakan secara tidak sengaja meningkatkan jumlah pengangguran friksional. Salah satunya asuransi pengangguran (unemployment insurance). Pada program ini, pekerja dapat mengambil sebagian upah mereka untuk periode tertentu setelah kehilangan pekerjaan mereka.

Membayar atau Tidak Membayar terkait-pengalaman 100 persen terkait-pengalaman parsial Perusahaan bertanggung jawab penuh atas menganggurnya pekerja Perusahaan bertanggung jawab parsial atas menganggurnya pekerja

Kekakuan Upah-Riil dan Pengangguran Struktural Kekakuan upah (Wage rigidity) adalah gagalnya upah melakukan penyesuaian sampai penawaran tenaga kerja sama dengan permintaannya. Pengangguran yang disebabkan keka- kuan upah dan penjatahan pekerjaan disebut pengangguran struktural (structural nemployment).Orang meng-anggur bukan karena mereka tak bisa menemukan pekerjaan yang paling se-suai dengan keahliannya, tapi karena, pada upah yang berlaku, penawaran tenaga kerja melebihi permintaannya. Pekerja ini hanya menunggu pekerjaan yang akan tersedia. Upah riil S U Upah riil kaku D Tenaga kerja Jika upah riil tertahan di atas tingkat ekuilibrium, maka penawar- an tenaga kerja melebihi perminta- an. Akibatnya : pengangguran U.

Undang-Undang Upah- Minimum Pemerintah menyebabkan kekakuan upah ketika mencegah upah turun ke tingkat ekuilibrium. Banyak ekonom dan pembuat kebijakan percaya bahwa keringanan pajak lebih baik daripada meningkatkan upah minimum—jika tujuan kebijakan adalah untuk meningkatkan pendapatan pekerja miskin. Keringanan pajak pendapatan yand didapat (earned income tax credit) adalah jumlah yang keluarga pekerja miskin diizinkan untuk dikurangi dari pajak mereka.

Mankiw's Burgers Ekonom percaya upah minimum memiliki dampak terbesar pada pengangguran remaja/pemuda. Penelitian menunjukkan bahwa kenaikan 10-persen pada upah minimum mengurangi pengangguran pemuda sebesar 1 sampai 3 persen. Pemuda berkeahlian paling kecil, memiliki produktivitas marjinal terendah, dan mendapatkan kompensasi mereka dalam bentuk magang (on-the-job-training), katakanlah, di Mankiw’s Burgers. Yum! Bicara tentang burgers, sekitar tiga-perempat dari semua pekerja yang diberi upah minimum atau kurang ada pada industri layanan makanan. Apprenticeship adalah contoh klasik dari latihan yang ditawarkan sebagai pengganti upah. M Mankiw's Burgers

Serikat Pekerja dan Tawar-Menawar Kolektif Sebab lain kekakuan upah yaitu kekuatan monopoli serikat pekerja (unions). Di AS, hanya 18 persen pekerja ikut serikat pekerja. Sering, kesepakatan serikat mengatur upah di atas tingkat ekuilibrium dan meng-izinkan perusahaan memutuskan berapa banyak pekerja yang diterima. Akibatnya : penurunan jumlah pekerja dipekerjakan, tingkat perolehan kerja yang lebih rendah, dan peningkatan pengangguran struktural. Pengangguran yang disebabkan serikat kerja adalah contoh konflik antara berbagai kelompok pekerja—orang dalam (insiders) dan orang luar (outsiders). Di AS, ini diselesaikan pada tingkat perusahaan melalui tawar-menawar (bargaining).

Upah Efisiensi Teori upah-efisiensi (efficiency-wage) menyatakan upah tinggi membuat pekerja lebih produktif. Jadi, meskipun pengurangan upah akan menurun- kan tagihan upah perusahaan, itu akan juga menurunkan produktivitas pekerja dan laba perusahaan. Teori upah-efisiensi pertama menyatakan upah mempengaruhi kesehatan. Teori upah-efisiensi kedua menyatakan upah tinggi mengurangi perputaran tenaga kerja. Teori upah-efisiensi ketiga menyatakan kualitas rata-rata tenaga kerja perusahaan bergantung pada upah yang dibayar ke karyawannya. Teori upah-efisiensi keempat menyatakan upah tinggi memperbaiki upaya pekerja.

Tren Pengangguran 1950-an & 60-an 1970-an & 80-an 1990-an Tingkat pengangguran alamiah tidak pernah stabil. 1950-an & 60-an Di bawah 5% 1970-an & 80-an Di atas 6% 1990-an Di bawah 5%

Pengangguran Eropa Empat negara Eropa terbesar– Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris meng- alami tingkat pengangguran tinggi pada tahun-tahun terakhir. Sebabnya ? Tak ada yang tahu dengan pasti, tapi inilah teori utama : Banyak ekonom percaya bahwa masalahnya bisa dirunut pada interaksi antara kebijakan berdurasi-panjang dan kejutan baru. Kebijakan berdurasi-panjang adalah untuk memberikan keuntungan royal untuk penganggur. Kejutan baru adalah turunnya permintaan akan pekerja tak-terampil relatif terhadap pekerja terampil karena kemajuan teknologi. Apakah Anda tahu orang Eropa lebih mungkin menganggur daripada orang Amerika ? Dan, orang Eropa bekerja lebih sedikit.

I n f l a s i Inflasi adalah peningkatan tingkat harga secara keseluruhan. Tingkat inflasi (persentase tambahan kenaikan harga), berbeda dari satu periode ke periode lainnya, dan berbeda dari satu negara ke negara lainnya. Hiperinflasi adalah periode peningkatan yang sangat cepat dalam tingkat harga secara keseluruhan.

Beberapa faktor penyebab inflasi Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Pekerja di berbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan upah Kenaikan harga barang-barang impor Penambahan penawaran uang yang berlebihan tanpa diikuti pertambahan produksi dan penawaran barang Kekacauan politik dan ekonomi

Akibat buruk inflasi Cenderung menurunkan taraf kemakmuran segolongan besar masyarakat. Prospek pembangunan ekonomi jangka panjang akan menjadi semakin memburuk jika inflasi tidak dapat dikendalikan. Kecenderungan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Biaya Inflasi yang Diharapkan Ketidaknyamanan mengurangi uang di tangan secara metaforis disebut biaya kulit sepatu (shoe- leather cost) dari inflasi, karena lebih sering berjalan ke bank membuat sepatu seseorang cepat rusak. Ketika perubahan inflasi membuat pencetakan dan pendistribusian katalog harga baru, misalnya, maka, biaya ini disebut biaya menu (menu costs). Biaya lain terkait dengan undang-undang pajak. Sering undang-undang pajak tidak memperhitungkan efek inflasi pada pendapatan.

Biaya Inflasi yang Tidak Diharapkan Inflasi yang tak terantisipasi tidak disukai karena meredistribusi, secara subjektif, kekayaan di antara individu. Contohnya, ini mengganggu pensiun tetap individu. Sering kontrak ini tidak dibuat dalam satuan riil dengan diindeks pada ukuran tertentu tingkat harga. Ada keuntungan dari inflasi—banyak ekonom berkata bahwa sedikit inflasi akan membuat pasar tenaga kerja berjalan lebih baik. Mereka mengatakan inflasi “meminyaki roda” pasar tenaga kerja.

Teori Pertumbuhan

Model Pertumbuhan Solow Model pertumbuhan Solow (Solow Growth Model) dirancang untuk menunjukkan bagaimana pertumbuhan persediaan modal, pertumbuhan angkatan kerja, dan kemajuan teknologi berinteraksi dalam suatu perekonomian, dan bagaimana pengaruhnya terhadap output total barang dan jasa suatu negara. Mari kita sekarang memeriksa bagaimana model ini menangani akumulasi modal. Model pertumbuhan Solow (Solow Growth Model) dirancang untuk menunjukkan bagaimana pertumbuhan persediaan modal, pertumbuhan angkatan kerja, dan kemajuan teknologi berinteraksi dalam suatu perekonomian, dan bagaimana pengaruhnya terhadap output total barang dan jasa suatu negara. Mari kita sekarang memeriksa bagaimana model ini menangani akumulasi modal.

Akumulasi Modal

Mari kita analisa penawaran dan permintaan barang, dan melihat berapa banyak output diproduksi pada waktu tertentu dan bagaimana output ini dialokasikan di antara berbagai alternatif penggunaan. Fungsi Produksi Fungsi produksi merepresentasikan transformasi dari input (angkatan kerja (L), modal (K), teknologi produksi) ke dalam output (barang jadi dan jasa pada waktu tertentu). Representasi aljabarnya : Y = F ( K , L ) Asumsi penting: Fungsi Produksi memiliki skala hasil konstan. z is Fungsi dari input kita yang ada Pendapatan

Skala Hasil Konstan Y/ L = F ( K / L , 1 ) y = f( k ) Asumsi ini memungkinkan kita menganalisis semua kuantitas relatif terhadap ukuran angkatan kerja. Set z = 1/L. Ini adalah konstanta yang bisa diabaikan. Y/ L = F ( K / L , 1 ) is fungsi dari Jumlah modal tiap pekerja Output tiap pekerja Skala hasil konstan mengimplikasikan bahwa ukuran perekonomian sebagaimana diukur oleh jumlah pekerja tak mempengaruhi hubungan antara output tiap pekerja dan modal tiap pekerja. Jadi, dari sekarang, kita notasikan semua kuantitas dalam istilah tiap pekerja dalam huruf kecil. Di sini fungsi produksi kita : , di mana f(k) = F(k,1). y = f( k )

y k Produk Marjinal Modal (MPK): Kelandaian Fungsi Produksi MPK = f(k + 1) – f (k) y k Produk Marjinal Modal yang Semakin Menurun Fungsi produksi menunjukkan bagaimana jumlah modal tiap pekerja k menentukan jumlah output tiap pekerja y = f(k). Kelandaian fungsi produksi adalah produk marjinal modal : jika k meningkat sebesar 1 unit, y meningkat sebesar MPK unit. f(k) MPK 1

Permintaan terhadap Barang dan Fungsi Konsumsi y = c + i 1) Output tiap pekerja konsumsi tiap pekerja investasi tiap pekerja c = (1-s)y 2) tingkat tabungan (antara 0 dan 1) konsumsi tiap pekerja bergantung pada y = (1-s)y + i 3) Investasi = tabungan. Tingkat tabungan s adalah bagian dari output yang digunakan untuk investasi. 4) i = sy

Pertumbuhan Persediaan Modal dan Kondisi Mapan Berikut adalah dua kekuatan yang mempengaruhi persediaan modal : Investasi: pengeluaran tempat usaha dan peralatan. Depresiasi : menuanya modal lama; menyebabkan persediaan modal menurun. Investasi tiap pekerja i = s y. Mari kita substitusi fungsi produksi untuk y, kita dapat mengungkapkan investasi tiap pekerja sebagai fungsi dari persediaan modal tiap pekerja : i = s f(k) Persamaan ini menghubungkan persediaan modal yang ada k dengan akumulasi modal baru i.

Output, Konsumsi dan Investasi Tingkat tabungan s menentukan alokasi output antara konsumsi dan investasi. Untuk setiap tingkat k, output adalah f(k), investasi adalah s f(k), dan konsumsi adalah f(k) – sf(k). y k Output, f (k) y (tiap pekerja) c (tiap pekerja) Investasi, s f(k) i (tiap pekerja)

Depresiasi Dampak investasi dan depresiasi pada persediaan modal : Dk = i –dk Perubahan persediaan modal Investasi Depresiasi Ingat investasi sama dengan tabungan jadi, bisa ditulis : Dk = s f(k) – dk dk k dk Depresiasi oleh karenanya proporsional terhadap persediaan modal.

Ekuilibrium jangka-panjang perekonomian Kondisi Mapan, k* Ekuilibrium jangka-panjang perekonomian Investasi dan depresiasi Depresiasi, dk Pada k*, investasi sama dengan depresiasi dan modal tak akan berubah sepanjang waktu. Di bawah k*, investasi melebihi depresiasi, jadi persediaan modal tumbuh. Investasi, s f(k) i* = dk* Di atas k*, depresiasi melebihi investasi, jadi persediaan modal menurun. k1 k* k2 Modal tiap pekerja, k

Bagaimana Tabungan Mempengaruhi Pertumbuhan Model Solow menunjukkan bahwa jika tingkat tabungan tinggi, per- ekonomian akan memiliki persediaan modal besar dan tingkat output tinggi. Jika tingkat tabungan rendah, perekonomian akan me- miliki persediaan modal kecil dan tingkat output rendah. Investasi dan depresiasi Depresiasi, dk Investasi, s2f(k) Investasi, s1 f(k) i* = dk* Kenaikan tingkat tabungan menyebabkan persediaan modal tumbuh ke kondisi mapan baru. k1* k2* Modal tiap pekerja, k

Tingkat Modal Kaidah Emas Nilai kondisi-mapan k yang memaksimalkan konsumsi disebut Tingkat Modal Kaidah Emas (Golden Rule Level of Capital). Untuk menemukan konsumsi tiap pekerja pada kondisi-mapan, kita mulai dengan identitas pos pendapatan nasional : dan disusun ulang : c = y - i. Persamaan ini menyatakan konsumsi adalah output dikurangi investasi. Karena kita ingin menemukan konsumsi kondisi-mapan, kita substitusi nilai kondisi-mapan untuk output dan investasi. Output tiap pekerja pada kondisi-mapan adalah f (k*) di mana k* adalah persediaan modal tiap pekerja pada kondisi-mapan. Lalu, karena persediaan modal tidak berubah pada kondisi-mapan, investasi sama dengan depresiasi dk*. Mensubstitusi f (k*) untuk y dan dk* untuk i, konsumsi tiap pekerja pada kondisi mapan: c* = f (k*) - dk*. y = c + i

Konsumsi pada Kondisi-Mapan c*= f (k*) - dk*. Menurut persamaan ini, konsumsi pada kondisi-mapan adalah sisa dari output kondisi-mapan dikurangi depresiasi kondisi-mapan. Ini lebih jauh menunjukkan bahwa kenaikan modal kondisi-mapan memiliki dua efek berlawanan pada konsumsi kondisi-mapan. Di satu sisi, lebih banyak modal berarti lebih banyak output. Di sisi lain, lebih banyak modal juga berarti lebih banyak output yang harus digunakan untuk mengganti modal yang habis dipakai. Output perekonomian digunakan untuk konsumsi atau investasi. Di kondisi-mapan, investasi sama dengan depresiasi. Jadi, kon- sumsi adalah selisih antara output f (k*) dan depresiasi dk*. Konsumsi kondisi-mapan di- maksimalkan pada kondisi mapan Kaidah Emas. Persediaan modal Kaidah Emas dino- tasikan k*emas, dan konsumsi Kaidah Emas adalah c*emas. dk k Output, f(k) c *emas k*emas

Kita buat kondisi sederhana yang mencirikan tingkat modal Kaidah Emas Ingat kemiringan fungsi produksi adalah produk marjinal modal MPK. Kemiringan garis dk* adalah d. Karena dua kemiringan ini sama pada k*emas, Kaidah Emas dapat dijelaskan dengan persamaan : MPK = d. Pada tingkat modal Kaidah Emas, produk marjinal modal sama dengan tingkat depresiasi. Ingat perekonomian tidak otomatis bergravitasi menuju kondisi mapan Kaidah Emas. Jika kita ingin persediaan modal kondisi mapan tertentu, seperti Kaidah Emas, kita butuh tingkat tabungan tertentu untuk mendu- kungnya.

Pertumbuhan Populasi Model Solow dasar menunjukkan bahwa akumulasi modal, sendiri, tak bisa menjelaskan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan : tingkat tabungan tinggi menyebabkan pertumbuhan tinggi sementara, tapi perekonomian akhirnya mendekati kondisi mapan di mana modal dan output konstan. Untuk menjelaskan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, kita harus memperluas model Solow untuk mencakup dua sumber lain dari pertumbuhan ekonomi. Jadi, kita tambahkan pertumbuhan populasi pada model. Kita akan mengasumsikan bahwa populasi dan angkatan kerja tumbuh dengan tingkat konstan n.

Kondisi Mapan dengan Pertumbuhan Populasi Seperti depresiasi, pertumbuhan populasi adalah salah satu alasan mengapa persediaan modal per pekerja menurun. Jika n adalah tingkat pertumbuhan populasi dan d adalah tingkat depresiasi, maka (d + n)k adalah investasi impas (break-even investment) - jumlah yang diperlukan untuk mem- pertahankan persediaan modal per pekerja k konstan. Investasi, investasi impas Modal per pekerja, k k* Investasi impas, (d + n)k Investasi, s f(k) Agar perekonomian ada di kondisi mapan, investasi s f(k) harus mengatasi dampak depresiasi dan pertumbuhan populasi (d + n)k. Ini ditunjukkan oleh perpotongan dua kurva. Kenaikan tingkat tabungan menyebabkan persediaan modal tumbuh ke kondisi mapan.

Dampak Pertumbuhan Populasi Kenaikan tingkat pertumbuhan populasi menggeser garis yang mewakili pertumbuhan populasi dan depresiasi ke atas. Kondisi mapan baru memi- liki tingkat modal per pekerja lebih rendah daripada kondisi awal. Jadi, model Solow memprediksi per- ekonomian dengan tingkat pertumbuhan populasi lebih tinggi akan memiliki tingkat modal per pekerja lebih rendah dan karenanya pendapatan lebih rendah. Investasi, investasi impas Modal per pekerja, k k*1 Investasi, s f(k) (d + n1)k k*2 (d + n2)k Kenaikan tingkat pertumbuhan populasi dari n1 ke n2 mengurangi persediaan modal kondisi-mapan dari k*1 ke k*2.

Pertumbuhan Populasi (n) Perubahan persediaan modal per pekerja : Dk = i – (d+n)k Sekarang, kita substitusi sf(k) untuk i: Dk = (sfk) – (d+n)k Persamaan ini menunjukkan bagaimana investasi, depresiasi dan pertumbuhan populasi baru mempengaruhi persediaan modal per-pekerja. Investasi baru meningkatkan k, sementara depresiasi dan pertumbuhan populasi menurunkan k. Ketika kita tidak memasukkan variabel “n” dalam versi sederhana kita—kita sedang mengasumsikan kasus khusus di mana pertumbuhan populasi adalah 0.

Di kondisi mapan, dampak positif investasi pada modal per pekerja hanya menyeimbangkan dampak negatif depresiasi dan pertumbuhan populasi. Begitu perekonomian ada pada kondisi mapan, investasi memiliki dua maksud : Beberapa di antaranya, (dk*), mengganti modal yang terdepresiasi, Sisanya, (nk*), menyediakan pekerja baru dengan jumlah modal kondisi mapan. Investasi impas, (d + n') k sf (k) Investasi impas, (d + n) k Kondisi mapan Kenaikan tingkat pertumbuhan populasi akan menurunkan tingkat output per pekerja. Investasi, s f (k) k*' k* Modal per pekerja, k

Point-poin akhir tentang Tabungan Dalam jangka panjang, tabungan perekonomian menentukan ukuran dari k dan kemudian y. Semakin tinggi tingkat tabungan, semakin tinggi persediaan modal dan semakin tinggi tingkat y. Kenaikan tingkat tabungan menyebabkan periode pertumbuhan cepat tapi akhirnya pertumbuhan itu melambat seiring kondisi mapan baru tercapai. Kesimpulan : meskipun tingkat tabungan tinggi menghasilkan tingkat output kondisi-mapan yang tinggi, tabungan sendiri saja tidak bisa membangkitkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kemajuan Teknologi dalam Model Solow Model Solow tidak menjelaskan kemajuan teknologi tapi, menganggapnya sebagai hal pasti dan menunjukkan bagaimana interaksinya dengan variabel lain dalam proses pertumbuhan ekonomi.

Lima Pertanyaan Untuk memeriksa bagaimana kebijakan publik suatu negara dapat mempengaruhi tingkat dan pertumbuhan standar kehidupan warga negara, kita harus menayakan lima pertanyaan. Apakah sebaiknya masyarakat menabung lebih banyak atau sedikit? Bagaimana kebijakan dapat mempengaruhi tingkat tabungan ? Adakah beberapa tipe investasi yang kebijakan sebaiknya dorong? Apa institusi yang memastikan sumber-sumber daya ekonomi dimanfaatkan sebaik-baiknya ? 5) Bagaimana kebijakan dapat meningkatkan tingkat kemajuan teknologi? Model Solow menyediakan bingkai teoretis di mana di dalamnya kita mempertimbangkan isu-isu ini.

Menambah Efisiensi Tenaga Kerja "E" Untuk memasukkan kemajuan teknologi, Fungsi Produksi sekarang ditulis sebagai : Y = F (K, L  E) L  E mengukur jumlah pekerja. Ini memasukkan jumlah pekerja L dan efisiensi tiap pekerja, E. Dinyatakan bahwa output total Y bergantung pada modal K dan pekerja L  E. Esensi model ini adalah kenaikan E (efisiensi) analog dengan kenaikan L (jumlah pekerja). Dengan kata lain, seorang pekerja (jika dua kali lebih produktif) dapat dianggap sebagai dua pekerja. L  E berlipat ganda dan perekonomian diuntungkan dari produksi barang dan jasa yang meningkat.

Kemajuan Teknologi yang Mengoptimalkan-Tenaga Kerja Kemajuan teknologi menyebabkan E tumbuh pada tingkat g, dan L tumbuh pada tingkat n jadi jumlah pekerja L  E tumbuh pada tingkat n + g. Sekarang, perubahan persediaan modal per pekerja : Dk = i –(d+n +g)k, di mana i sama dengan s f(k). sf (k) (d + n + g)k Kondisi Mapan Catat : k = K/LE dan y=Y/(L  E). Jadi, y = f(k) sekarang berbeda. Juga, bila g ditambahkan, gk diperlukan untuk menyediakan modal pada “pekerja efektif” baru muncul oleh kemajuan teknologi. Investasi, sf (k) k* Modal per pekerja, k

Penting… Kemajuan teknologi yang mengoptimalkan-tenaga kerja pada tingkat g mempengaruhi model pertumbuhan Solow dengan cara yang hampir sama sebagaimana dilakukan pertumbuhan populasi pada tingkat n. Sekarang karena k didefinisikan sebagai jumlah modal per pekerja efektif, kenaikan jumlah pekerja efektif karena kemajuan teknologi cenderung mengurangi k. Pada kondisi mapan, investasi sf(k) mengatasi dengan tepat penurunan pada k karena depresiasi, pertumbuhan populasi, dan kemajuan teknologi.

Dampak Kemajuan Teknologi Modal per pekerja efektif adalah konstan pada kondisi mapan. Karena y = f(k), output per pekerja efektif juga konstan. Namun efisiensi tiap pekerja aktual tumbuh pada tingkat g. Jadi, output per pekerja, (Y/L = y  E) juga tumbuh pada tingkat g. Output total Y = y  (E  L) tumbuh pada tingkat n + g. Hanya kemajuan teknologi dapat menjelaskan pertumbuhan berkelanjutan dan kenaikan standar kehidupan berkelanjutan

Pengenalan kemajuan teknologi juga memodifikasi kriteria untuk Kaidah Emas. Tingkat modal Kaidah Emas sekarang didefinisikan sebagai kondisi mapan yang memaksimalkan konsumsi per pekerja efektif. Jadi, kita dapat menunjukkan bahwa konsumsi kondisi-mapan per pekerja efektif adalah : c*= f (k*) - (d + n + g) k* Konsumsi kondisi-mapan dimaksimalkan jika MPK = d + n + g, disusun ulang, MPK - d = n + g. Yakni, pada tingkat modal Kaidah Emas, produk marjinal modal neto, MPK - d, sama dengan tingkat pertumbuhan output total, n + g. Karena perekonomian aktual mengalami baik pertumbuhan populasi dan kemajuan teknologi, kita harus menggunakan kriteria ini untuk mengevaluasi apakah perekonomian aktual ini memiliki modal lebih banyak atau sedikit daripada perekonomian kondisi mapan Kaidah Emas.

Variabel Simbol Tingkat Pertumbuhan kondisi-mapan Tingkat Pertumbuhan kondisi-mapan pada Model Solow dengan Kemajuan Teknologi Tingkat Pertumbuhan kondisi-mapan Variabel Simbol Modal per pekerja efektif k = K/(E  L) 0 Output per pekerja efektif y = Y/ (E  L) = f(k) 0 Output per pekerja Y/L = y  E g Output total Y = y  (E  L) n + g

Dari Teori Pertumbuhan ke Kenyataan Pertumbuhan Sejauh ini kita telah memperkenalkan kemajuan teknologi ke dalam model Solow untuk menjelaskan pertumbuhan berkelanjutan pada standar kehidupan. Mari kita sekarang mendiskusikan apa yang terjadi ketika teori menemui kenyataan.

Pertumbuhan Berimbang Menurut model Solow, kemajuan teknologi menyebabkan nilai banyak variabel untuk naik bersama-sama pada kondisi mapan. Sifat ini disebut pertumbuhan berimbang (balanced growth). Pada kondisi mapan, output per pekerja, Y/L, dan persediaan modal per pekerja, K/L, keduanya tumbuh pada tingkat g, yang adalah tingkat kemajuan teknologi. Ini konsisten dengan data AS di mana g bernilai sekitar 2 persen secara konsisten sejak 50 tahun lalu. Kemajuan teknologi juga mempengaruhi harga-harga faktor. Pertumbuhan upah riil pada tingkat kemajuan teknologi, tapi harga sewa modal riil tetap konstan setiap saat. Lagi, selama 50 tahun terakhir, upah riil telah meningkat 2 persen dan telah meningkat hampir sama dengan GDP riil. Namun, harga sewa modal riil (pendapatan modal riil dibagi persediaan modal) telah sekitar sama.

Konvergensi Sifat mengejar ketertinggalan disebut konvergensi. Jika tidak ada konvergensi, negara yang awalnya miskin akan tetap miskin. Model Solow membuat prediksi tentang kapan konvergensi akan terjadi. Menurut model, apakah dua perekonomian akan bertemu bergantung pada mengapa mereka berbeda pada awalnya (yaitu, tingkat tabungan, tingkat pertumbuhan populasi, dan akumulasi human capital).

Akumulasi Faktor vs Efisiensi Produksi Perbedaan pendapatan adalah hasil dari : 1) Faktor-faktor produksi seperti kuantitas modal fisik dan human capital 2) Efisiensi dalam penggunaan faktor-faktor produksi Secara sederhana, pekerja di negara miskin tidak memiliki alat dan keterampilan, atau mereka tidak memanfaatkan alat dan keterampilan- nya secara optimal.

Pertanyaan Kunci Dalam model Solow, pertanyaan sentralnya adalah apakah kesenjangan besar antara kaya dan miskin disebabkan oleh perbedaan akumulasi modal, atau perbedaan fungsi produksi.

Tingkat tabungan menentukan tingkat modal dan output kondisi-mapan Tingkat tabungan menentukan tingkat modal dan output kondisi-mapan. Suatu tingkat tabungan tertentu menghasilkan kondisi mapan Kaidah Emas, yang memaksimumkan konsumsi per pekerja. Mari kita gunakan Kaidah Emas untuk menganalisis tingkat tabungan AS. Membandingkan Produk marjinal modal neto dari depresiasi (MPK – d) Tingkat pertumbuhan output total (n + g) Ingat bahwa pada kondisi mapan Kaidah Emas, (MPK – d) = (n + g)

Jika perekonomian beroperasi dengan modal lebih banyak daripada kondisi mapan Kaidah Emas, maka (MPK – d < n + g) Jumlah modal pada kondisi mapan Kaidah Emas Jika perekonomian beroperasi dengan modal lebih sedikit daripada kondisi mapan Kaidah Emas, maka (MPK – d > n + g)

neto setelah depresiasi Perekonomian AS Produk marjinal modal neto setelah depresiasi (MPK – d) Tingkat pertumbuhan output total (n + g) Untuk membuat perbandingan ini di perekonomian AS, kita perlu menaksir tingkat pertumbuhan output (n + g) dan produk marjinal modal neto (MPK – d). GDP AS tumbuh sekitar 3 persen per tahun, jadi, n + g = 0.03. Kita dapat menaksir produk marjinal modal neto dari fakta-fakta berikut :

1) Persediaan modal sekitar 2,5 kali GDP satu tahun, atau k = 2.5y 2) Depresiasi modal sekitar 10 persen GDP, atau dk = 0.1y 3) Pendapatan modal sekitar 30 persen GDP, atau MPK  k = 0.3y Kita menyelesaikan tingkat depresiasi d dengan membagi persamaan 2 dengan persamaan 1: dk/k = (0.1y)/(2.5y) d = 0.04 Dan kita menyelesaikan produk marjinal modal (MPK) dengan membagi persamaan 3 dengan persamaan 1: (MPK  k)/k = (0.3y)/(2.5y) MPK = 0.12 Jadi, sekitar 4 persen persediaan modal terdepresiasi tiap tahun, dan produk marjinal modal sekitar 12 persen per tahun. Produk marjinal modal neto, MPK – d, sekitar 8 persen per tahun.

Kita sekarang dapat melihat bahwa pengembalian modal (MPK – d = 8 persen per tahun) jauh di atas tingkat pertumbuhan perekonomian (n + g = 3 persen per tahun). Ini mengindikasikan bahwa persediaan modal pada perekonomian AS jauh di bawah tingkat Kaidah Emas. Dengan kata lain, jika AS menabung dan menginvestasikan bagian yang lebih banyak dari pendapatannya, ia akan tumbuh lebih cepat dan akhirnya mencapai kondisi mapan dengan konsumsi lebih tinggi.

Mengubah Tingkat Tabungan Tabungan masyarakat adalah selisih antara apa yang pemerintah terima dalam pendapatan pajak dikurangi apa yang dibelanjakannya. Ketika pengeluaran > pendapatan, terjadi defisit anggran  Ketika pengeluaran < pendapatan, terjadi surplus anggaran  Tabungan swasta adalah tabungan yang dilakukan rumah tangga dan perusahaan.

Membangun Institusi yang Tepat Negara-negara mungkin memiliki berbagai tingkat produktivitas sebagian karena mereka memiliki berbagai institusi yang mengatur alokasi sumber daya mereka yang langka. Sebagai contoh, tradisi legal suatu negara adalah institusi. Contoh lain adalah kualitas pemerintah sendiri dan tingkat korupsi yang ada dalam infrastruktur politik.

Mendorong Kemajuan Teknologi Model Solow menunjukkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan dalam pendapatan per pekerja harus berasal dari kemajuan teknologi. Model Solow, namun, menganggap kemajuan teknologi sebagai variabel eksogen, dan karenanya tidak menjelaskannya.

Teori Pertumbuhan Endogen Di Luar Model Solow : Teori Pertumbuhan Endogen Teori Pertumbuhan Endogen menolak asumsi dasar Solow tentang perubahan teknologi eksogen (yang berasal dari luar).

Model Dasar Mulai dengan fungsi produksi sederhana : Y = AK, di mana Y adalah output, K adalah persediaan modal, dan A adalah konstanta yang mengukur jumlah output yang dihasilkan tiap unit modal (perhatikan fungsi produksi ini tidak memiliki pengembalian modal yang kian menurun). Satu unit modal tambahan menghasilkan A unit output tambahan berapapun modal yang ada. Ketiadaan pengembalian modal yang kian menurun ini merupakan perbedaan kunci antara model pertumbuhan endogen ini dan model Solow. Kita gambarkan akumulasi modal dengan persamaan yang mirip dengan yang telah kita gunakan : DK = sY - dK. Persamaan ini menyatakan bahwa perubahan persediaan modal (DK) sama dengan investasi (sY) dikurangi depresiasi (dK). Kita gabungkan persamaan ini dengan fungsi produksi, susun ulang, dan mendapat : DY/Y = DK/K = sA – d.

Persamaan ini menunjukkan apa yang menentukan tingkat pertumbuhan DY/Y = DK/K = sA - d Persamaan ini menunjukkan apa yang menentukan tingkat pertumbuhan output DY/Y. Perhatikan bahwa sepanjang sA > d, pendapatan perekonomian tumbuh selamanya, bahkan tanpa asumsi kemajuan teknologi eksogen. Pada model Solow, tabungan mendorong pertumbuhan sementara, tapi pengembalian modal yang kian menurun akhirnya mendorong perekonomian mendekati kondisi mapan di mana pertumbuhan hanya bergantung pada kemajuan teknologi eksogen. Sebaliknya, pada model pertumbuhan endogen, tabungan dan investasi bisa mendorong pertumbuhan yang berkesinambungan.

Penghancuran Kreatif Schumpeter menyatakan bahwa kemajuan ekonomi berasal dari proses penghancuran kreatif. Menurut Schumpter, penggerak kemajuan adalah pengusaha dengan ide untuk produk baru, cara baru menhasilkan produk lama atau beberapa inovasi lain.