Materi Pertemuan 12 Psikologi Anak Berbakat Olivia Tjandra W., M. Si., Psi.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PEMBELAJARAN DI KELAS, LAB & LAPANGAN
Advertisements

Oleh: Prof.Dr.Mungin Eddy Wibowo, M.Pd Universitas Negeri Semarang
STANDAR PROSES PENDIDIKAN dan GURU DALAM PENCAPAIAN STANDAR PENDIDIKAN
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak
Pengembangan Pengalaman Belajar
Oleh Dra. Salmah Lilik, M.Psi
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAKEKAT EVALUASI PEMBELAJARAN PAI MENURUT KTSP
Bakat, Kecerdasan dan kreativitas Peserta Didik
BAHAN KULIAH PENDIDIKAN ANAK BERBAKAT (2)
Materi Pertemuan 4 Psikologi Anak Berbakat Olivia Tjandra W., M. Si., Psi.
PERENCANAAN PROGRAM EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA
PENGEMBANGAN KURIKULUM PAUD
MASA ANAK SEKOLAH Materi Pertemuan 2. Masa anak sekolah (6 – 12 tahun) Keterampilan yang diperlukan pada masa anak sekolah (Hurlock dalam Munandar, 1999):
Materi Pertemuan 3 Psikologi Anak Berbakat Olivia Tjandra W., M. Si., Psi.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN.
(Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses)
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Keberhasilan belajar dan mengajar
Materi Pertemuan 8 Peran Pendidik dalam Memupuk Bakat dan Kreativitas Anak Psikologi Anak Berbakat Olivia Tjandra W., M. Si., Psi.
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Masalah-masalah dalam belajar
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI
LAYANAN PENDIDIKAN BAGI SISWA SD
PRINSIP–PRINSIP Perkembangan
KESUKARAN BELAJAR PART III
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
Psikologi Anak Berbakat Olivia Tjandra W., M. Si., Psi
“PROGRAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL UNTUK ANAK BERKELAINAN AKADEMIK DAN MENTAL EMOSIONAL” Nur Amalina Siti Lailatus Sholichah Kanty.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
KEBUTUHAN, TANTANGAN DAN PERMASALAHAN PEMBELAJARAN SD PERTEMUAN - 7
Psikologi Anak Berbakat Olivia Tjandra W., M. Si., Psi
PEMECAHAN MASALAH SISWA
Aplikasi Pemeriksaan Psikologis
Desain Pembelajaran KTSP.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
Tania Clara Dewanti BK/B
BIMBINGAN KONSELING.
MEDIA PEMBELAJARAN By: Durinda Puspasari.
PANDUAN PENYUSUNAN RPP
KURIKULUM Pengertian Kurikulum 1. Kurikulum sebagai rencana belajar.
Layanan Penempatan dan Penyaluran
Psikologi Anak Berbakat Olivia Tjandra W., M. Si., Psi
RATNI PURWASIH PENGEMBANGAN SILABUS.
HAKIKAT BELAJAR & PEMBELAJARAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN.
PENGEMBANGAN SILABUS.
LANDAS AN PSIKOLOGIS DALAM PENGEM BANGAN KURIKULUM
Pengasuhan Anak Usia Sekolah Dasar PERTEMUAN 8
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
SILABUS SMK NEGERI I SINGKAWANG
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS PROGRAM AKSELERASI.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
Metode Inkuiri Strategi yang menekankan kepada proses mencari dan menemukan. cara belajar yang bersifat mencari secara logis, kritis, dan analisis menuju.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
Rahmat S present PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS.
(MASYARAKAT EKONOMI ASIA) (TARGET) Implementasi LAYANAN BK MENGHADAPI MEA Created by AMDANI SARJUN.
H. M. JUPRI RIYADI Kepala Dinas Pendidikan. Keterampilan dasar mengajar yaitu keterampilan yang bersifat mendasar atau umum yang harus dikuasai oleh setiap.
Transcript presentasi:

Materi Pertemuan 12 Psikologi Anak Berbakat Olivia Tjandra W., M. Si., Psi

Evaluasi Program Pendidikan Anak Berbakat Aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dalam mengevaluasi anak berbakat: Aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dalam mengevaluasi anak berbakat: a. Kemajuan siswa dalam program pemerkayaan (pengetahuan, ketrampilan, sikap) b. Prestasi siswa di kelas c. Kemungkinan adanya hambatan-hambatan dalam belajar d. Perkiraan perkembangan siswa di masa mendatang

Evaluator Program Yang berhak mengevaluasi program anak berbakat: Yang berhak mengevaluasi program anak berbakat: 1. Kepala sekolah dan guru 2. Konselor/ psikolog 3. Orangtua 4. Diri siswa sendiri + teman sebaya dan ahli-ahli lainnya

Komponen Program yang Dievaluasi 1. Sasaran belajar: a. Kesesuaian sasaran program dengan tujuan pendidikan nasional b. Kerelevanan sasaran dengan kebutuhan masyarakat c. Ruang lingkup sasaran belajar terhadap ranah kognitif (pemikiran), afektif (perasaan, sikap, dan nilai), dan psikomotorik (ketrampilan) 2. Prosedur identifikasi: mengenai ketepatgunaan prosedur identifikasi, serta alat-alat penjaringan dan seleksi

Komponen Program yang Dievaluasi 3. Kurikulum: a. Materi pelajaran: mengenai keterkaitan materi pelajaran dengan pemerkayaan horisontal dan vertikal, urutan penyajian (derajat kesulitan dan kemajemukan) b. Proses: mengenai kesesuaian strategi mengajar dengan karakteristik dan kebutuhan siswa berbakat, kekondusifan suasana belajar, optimalnya interaksi guru-siswa-orangtua- kepala sekolah-konselor, antarsiswa, antarguru, antarorangtua 4. Pelayanan dan sarana/ prasarana: sejauh mana pelayanan dan kemudahan tersedia (perpustakaan, laboratorium dan bengkel, olahraga dan rekreasi, musik dan seni lain, konseling)

Komponen Program yang Dievaluasi 5. Tenaga/ staf: mengenai guru (kompetensi, sikap, minat, dan pelibatan diri terhadap program AB, perbandingan guru-siswa, penghargaan dan jaminan untuk guru) dan tenaga ahli (guru BP, konselor/ psikolog), dan persiapan pelaksanaan tugas 6. Biaya: mengenai ketersediaan dana, dan asal dana (pemerintah, masyarakat, orangtua, organisasi swasta, dll) 7. Evaluasi: mengenai perencanaan evaluasi, cakupan evaluasi (anak dan program), ketepatgunaan, pelibatan tenaga dan staf, pelaksanaan evaluasi (sistematis, teratur, dan berkelanjutan)

Konseling Anak Berbakat Alasan: karena meskipun siswa memiliki bakat- bakat istimewa, tetap ada masalah baik di sekolah dan dalam beradaptasi dengan lingkungan (rumah dan masyarakat) Alasan: karena meskipun siswa memiliki bakat- bakat istimewa, tetap ada masalah baik di sekolah dan dalam beradaptasi dengan lingkungan (rumah dan masyarakat) Bimbingan dan penyuluhan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan yang bertujuan membantu setiap siswa berkembang seoptimal mungkin (Dr. P. M. Hattari dalam Munandar, 1999) Bimbingan dan penyuluhan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan yang bertujuan membantu setiap siswa berkembang seoptimal mungkin (Dr. P. M. Hattari dalam Munandar, 1999) Dilakukan oleh guru dan konselor/ psikolog Dilakukan oleh guru dan konselor/ psikolog Program bimbingan dan penyuluhan meliputi bidang akademis, kepribadian, dan karir Program bimbingan dan penyuluhan meliputi bidang akademis, kepribadian, dan karir

Tujuan Bimbingan dan Penyuluhan A. Umum: Membantu perkembangan siswa (intelektual, emosional, sosial) Membantu perkembangan siswa (intelektual, emosional, sosial) Membantu mencegah gangguan/ masalah dalam perkembangan siswa Membantu mencegah gangguan/ masalah dalam perkembangan siswa Membantu mengatasi masalah yang dialami siswa Membantu mengatasi masalah yang dialami siswa B. Khusus: Meliputi segi kognitif, afektif, dan psikomotorik sesuai dengan sasaran pendidikan

Masalah Anak Berbakat yang Tidak Termotivasi Pokok-pokok yang perlu diperhatikan dalam penanganan masalah: Pokok-pokok yang perlu diperhatikan dalam penanganan masalah: 1. Menyelidiki penyebab yang bersumber dari keadaan fisik anak 2. Menginventarisasi keadaan emosional dari keluarga 3. Bagaimana anak melihat hubungan pendidikan dengan orang lain yang penting bagi dirinya (saat anak termotivasi, perasaan bangga dan penghargaan, kesempatan untuk bicara) 4. Meneliti contoh-contoh yang diberikan pendidik (perhatian, dorongan, perasaan aman)

Masalah Anak Berbakat yang Tidak Termotivasi 1. Keadaan sekolah: mengenai pengembangan rasa ingin tahu, ingin mengungkapkan diri, hubungan baik dengan orang lain, kemandirian, kesempatan siswa berkembang sesuai bakat dan minat) 2. Kesiapan dan keinginan siswa untuk belajar: halangan untuk siap belajar, alasan untuk ingin belajar

Langkah-langkah Menumbuhkan Motivasi Berprestasi pada Siswa 1. Pendidik harus menerima anak sebagaimana adanya 2. Dalam menyusun kegiatan belajar, mulailah dengan sasaran yang mudah dicapai  pengalaman berhasil 3. Usahakan untuk memahami anak dan masalahnya 4. Pendidik harus sabar dan tenggang rasa dalam menunggu perkembangan kemampuan anak 5. Berikan penguatan yang bermakna bagi anak 6. Bantu anak mengembangkan gambar diri yang positif dengan memberi kepercayaan bahwa pada dasarnya ia baik dan mampu