HADITS KEDUAPULUH LIMA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
HADITS KEsembilan.
Advertisements

SHALAT DHUHA
HADITS KEDUAPULUH TUJUH
“Adab berprilaku istri kpd suami”
Jurusan Tarbiyah PAI 08.T Yanti Mulyanti.
Akhlaq terhadap Diri Sendiri
PENJELASAN TATA CARA SHALAT Bagian 9/13
HADITS KEDUAPULUH EMPAT
TATA CARA DUDUK DUA SUJUD
Cara Sholat Rasulullah SAW (Sifat Sholat Rasul) ISLAM
KAMA SUTRA DALAM PANDANGAN ISLAM
BAB : 5 ASPEK FIKIH SUMBER HUKUM ISLAM HUKUM TAKLIFI HUKUM WAD’I SK/KD
BAB VII KONSEP SEDEKAH MENURUT ISLAM
HADITS KEtiga belas.
HADITS KEDUAPULUH DUA.
HADITS KEtigapuluh satu
URGENSI ILMU.
ETOS KERJA DALAM ISLAM keutamaan kerja karakter Rasul dalam bekerja
Hukum Islam.
SMP NEGERI 22 BANDAR LAMPUNG
TAKWA.
IBADAH.
Wanita Calon Penghuni Surga
Fiqih Kelas VIII Semester 2
MUSLIMAH MENYAMBUT RAMADHAN
MENUNTUT ILMU Pengertian Menuntut Ilmu
HADITS KEsepuluh.
Etimologi  Kata takwa ( التَّقْوَى ) berasal dari kata kerja ( وَقَى ) artinya menutupi, menjaga, berhati-hati dan berlindung.
Mutaba’ah Inspirasi Pagi.
NORMa pergaulan SURAHMAT, M. Hum.
BAB VII KONSEP SEDEKAH MENURUT ISLAM
Hk Acara Perdata Peradilan Agama Dr. Gemala Dewi,SH.,LL.M
SHALAT DHUHA
SHALAT DHUHA
HADITS KEDUAPULUH SATU
Perkara yang akan dipelajari:
Free Powerpoint Templates
Larangan Pergaulan Bebas dan Perzinaan
KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER 2011
MA’ALLAH Upaya Menggapai Hidup Penuh Berkah
SHALAT JENAZAH BAB 3 KELAS XI.
I’tikaf dan Lailatul Qadar
SHALAT-SHALAT SUNAH BAB II KELAS 11.
Dosen Pembimbing : DR. Tgk. Anwar, ST. M.Ag. MT.
PENTINGNYA AGAMA DAN USAHA AGAMA
Muthia ulfah A Nurul hidayah A
Al-Fath (Lari Dari Perang)
MATEMATIKA SEDEKAH Akhwat Cyber
MEDIA PENDIDIKAN Disusun oleh : NUR AMIN : KLS : D/4
MATA KULIAH TAUHID AQIDAH AKHLAK
Hutang adalah memberikan sesuatu yang menjadi hak milik pemberi pinjaman kepada peminjam dimana pengembalian di kemudian hari dengan jumlah yang sama sesuai.
Menghormati ulama dan majelis ilmu
KEBIJAKAN NASIONAL PENDIDIKAN KARAKTER 2011
ZAKAT FITRAH.
MENYALATKAN JENAZAH KELOMPOK 7.
ZAKAT FITRAH.
PUASA UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT.
Hukum Mengiring jenazah
ADAB DALAM MENUNTUT ILMU
SHALAT DHUHA
ALIRAN SESAT CIRI-CIRI DAN CARA-CARA MENGHINDARINYA
TAAT PADA ATURAN TAAT PADA ATURAN. QS. An – Nisa’ 4 : 59 Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara.
SHALAT DHUHA
SHALAT DHUHA
TUNTUNAN SHALAT TAHAJUD Mari Berilmu Sebelum Beramal dan Bersemangat untuk Beramal di atas Ilmu.
SHALAT DHUHA.
Belajar Beribadah Sesuai Tuntunan Syariat Islam
KEAJAIBAN SEDEKAH MENURUT ISLAM Agus Tursilo Wisanto, M.Pd Staf PD Pontren Kankemenag Kab. Sukoharjo.
1. Amalan Tahun Baru Islam (1Muharrom) ? 2. Amalan Asyura (10 Muharrom) ? 3. Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ? Anggota : 1.Ahmad Aunur Rofiq.
ETOS KERJA DALAM ISLAM 1. keutamaan kerja 2. karakter Rasul dalam bekerja 3.syarat-syarat mendapatkan syurga dalam bekerja 4.norma-norma etika dalam bekerja.
Transcript presentasi:

HADITS KEDUAPULUH LIMA

Dari Abu Dzar radhiallahuanhu : Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya). (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda: Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tashbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian merupakan sedekah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya?, beliau bersabda: Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan dijalan yang haram, bukankah baginya dosa?, demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala. [Riwayat Muslim]

Hadits ini menerangkan keutamaan tasbih dan semua macam dzikir, amar ma’ruf nahi munkar, berniat karena Allah dalam hal mubah, karena semua perbuatan dinilai sebagai ibadah bila disertai dengan niat yang ikhlas. Hadits ini juga menunjukkan anjuran bagi seseorang untuk bertanya tentang sesuatu yang tidak diketahuinya kepada orang yang berilmu dan berkompeten. Sabda Beliau SAW, “menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah, mencegah kemungkaran adalah shadaqah,” mengandung maksud bahwa setiap orang yang melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar dipandang sama seperti melakukan shadaqah. Hal ini memperjelas makna tasbih dan hal-hal yang disebut sebelumnya, karena amar ma’ruf dan nahi munkar adalah fardhu kifayah, sekalipun bisa juga menjadi fardhu ‘ain. Berbeda halnya dengan dzikir yang merupakan perbuatan sunnah, pahala atas perbuatan wajib lebih banyak daripada perbuatan sunnah. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Bukhari, Allah SWT berfirman: “Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan yang Aku cintai yang Aku wajibkan kepadanya.” Sebagian ulama mengatakan: “pahala atas perbuatan wajib tujuh puluh derajat di atas perbuatan sunnah.”

Sabda Nabi SAW: “Persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah shadaqah.” Telah disebutkan di atas bahwa perbuatan-perbuatan mubah yang dilakukan dengan niat untuk mencari ridha Allah adalah shadaqah. Jadi, persetubuhan dinilai sebagai ibadah (shadaqah) apabila diniatkan untuk memenuhi hak dan kewajiban suamiistri secara ma’ruf atau untuk mendapatkan keturunan yang baik, dan atau juga termasuk untuk menjauhkan diri dari zina. Pertanyaan sahabat: “Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah SAW menjawab: “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala,” mengandung isyarat dibenarkannya melakukan qiyas dalam penetapan hukum, di mana dalam hal ini, jawaban Rasulullah SAW menegaskan keterangan di atas.