Lepas jaketnya dunk Kalo gak sedang sakit !!!

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SOSKOTIN IV.
Advertisements

Hukum Coulomb dan Medan Listrik
IAD, ISD, IBD (MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN)
Universitas Negeri Malang
INTERAKSI KOTA DAN DESA
ASPEK-ASPEK GEOGRAFI TRANSPORTASI
Suparmini Pendidikan Geografi FIS UNY
Kota,Pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batasan administrasi yang diatur dalam perundang-undangan, serta permukiman yang telah memperlihatkan.
POLA LOKASI KOTA Dasar: Ukuran besar/kecilnya jumlah penduduk.
MEGA URBAN, MEGAPOLITAN, DAN METROPOLITAN
Urbanisasi dan Permasalahannya
HUBUNGAN SEJARAH LOKAL DENGAN SUB- DISIPLIN LAINNYA
MIGRASI.
PERTANIAN PERTEMUAN 8 Powerpoint Templates.
TEORI LOKASI iNDUSTRI Theory of industrial location (teori lokasi industri) dari Alfred Weber Teori ini dimaksudkan untuk menentukan suatu lokasi industri.
Fungsi Penerimaan.
ILMU EKONOMI DAN PERMASALAHANNYA
WILAYAH DAN PUSAT PERTUMBUHAN
MORFOLOGI DAN STRUKTUR RUANG KOTA
NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA, 1429 H / 2008 M PengantarProsesPerencanaan NEXTBACKMENU PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN.
JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL
KETERAMPILAN DASAR KONSELING
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI
PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DAN CARA PENANGGULANGANNYA
Daya Tarik dan Daya Dorong Kota-Desa
MEGA URBAN, MEGAPOLITAN, DAN METROPOLITAN
TEORI LOKASI (Tarigan, 2006:77) : Ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari.
Urbanisasi dalam Perencanaan Wilayah.
`SOSIOLOGI PERTANIAN` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Faktor-Faktor yang Menentukan Lokasi
Spatial approach & perencanaan
Oleh : Dr. Ir. Yayuk Yuliati, MS
KONDISI SOSIAL EKONOMI PERTANIAN DI INDONESIA
KEMISKINAN DAN KESENJANGAN PENDAPATAN
Teori Lokasi Industri.
Pemanfaatan Sumber Daya ALAM
ASPEK TEKNIS DAN MANAJEMEN
EKONOMI Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro.
KOMPETENSI DASAR Memahami pengetahuan dasar geografi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari. Menyajikan contoh penerapan pengetahuan dasar geografi.
4 POLA KERUANGAN DESA dan KOTA MATERI Struktur Ruang Desa dan Kota
TEKNIK ANALISIS EKONOMI DAN SOSIAL
PENATAAN RUANG DESA PANTAI
Drs. Ec. Fatchurrochim Ghany, MT
JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL
Konsep Geografi.
PEMBANGUNAN AGROPOLITAN BERBASIS AGRIBISNIS PETERNAKAN: SUATU KONSEP
KONSEP WILAYAH DAN PUSAT PERTUMBUHAN.
Menghitung KEKUATAN Interaksi ANTARA 2 WILAYAH
Urbanisasi dan Kontra Urbanisasi
DAMPAK PERTUMBUHAN KOTA OLEH FAIZAH MASTUTIE (pertemuan ke 2)
PERBEDAAN DESA DAN KOTA
WILAYAH PERWILAYAHAN. Wittlesey mengemukakan unit-unit sebuah region dapat dibentuk oleh hal-hal berikut ini. 1.Ketampakan iklim saja, tanah saja sehingga.
Analisis Persoalan Ekonomi Kota
Masalah Pokok Dalam Perekonomian dan Cara Mengatasinya
Media Presentasi Pembelajaran IPS Geografi Suretno, S
EKONOMI PERKOTAAN DAN TRANSPORTASI
INTERAKSI DESA KOTA Aida Kuniawati, S.Pd, M.Si
Perencanaan Transportasi
IMAGE OF THE CITY - KEVIN LYNCH -
POLA KERUANGAN DESA UKB GEO XII-01.
Urbanisasi dalam Perencanaan Wilayah.
Oleh Paulus Wirutomo Sistem Sosial Indonesia (2015)
PROPOSAL PENELITIAN Oleh Ansar G2F PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN DALAM MENUNJANG PERTUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN KONAWE SELATAN.
TATA GUNA LAHAN DAN TRANSPORTASI. 1. Pendahuluan Untuk melestarikan lingkungan perkotaan yang layak huni, keseimbangan antara fungsi- fungsi tersebut.
URBANISASI : MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN Sumber : Sosiologi Suatu Pengantar. Prof. DR. Soerjono Soekanto, Dra. Budi Sulistyowati MA. MATA KULIAH.
This presentation uses a free template provided by FPPT.com Interaksi Keruangan Desa dan Kota.
PENGERTIAN RUANG DAN INTERAKSI ANTAR RUANG Mata Pelajaran IPS Kelas VII.
RUANG DAN INTERAKSI ANTAR RUANG Disusun oleh : THESSA LELANASARI, S.E. NO. PESERTA : SMP NEGERI 3 NATAR, LAMPUNG SELATAN.
GLOBALISASI. Pengertian Globalisasi berasal dari kata globe/global, yaitu dunia atau bola dunia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses masuk.
URBANISASI DAN PENYIMPANGAN PERILAKU
Transcript presentasi:

Lepas jaketnya dunk Kalo gak sedang sakit !!!

INTERAKSI DESA-KOTA Interaksi dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik yang saling berpengaruh antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, ketampakan, ataupun permasalahan baru.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok sebagai berikut : 1.Hubungan timbal – balik terjadi antara dua wilayah atau lebih 2.Hubungan timbal balik mengakibatkan proses pengerakan yaitu : a.  Pergerakan  manusia (Migrasi ) b.  Pergerakan informasi atau gagasan (Komunikasi ) misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah c.  Pergerakan  materi / benda ( transportasi) misalnya distribusi  bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya 3.Hubungan timbal balik menimbulkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai contoh : a.  kota menjadi sasaran urbanisasi b.  Gejala urbanisme ( kekotaan ), terjadi pada masyarakat desa

Zona Interaksi Desa-Kota

a. City diartikan sebagai pusat kota. b. Suburban (sub daerah perkotaan), adalah suatu wilayah yang lokasinya berdekatan dengan pusat kota. Wilayah ini merupakan tempat tinggal para penglaju (penduduk yang melakukan mobilitas harian ke kota untuk bekerja). c. Suburban fringe (jalur tepi subdaerah perkotaan), adalah suatu wilayah yang melingkari sub-urban, atau peralihan antara kota dan desa. d. Urban fringe (jalur tepi daerah perkotaan paling luar), adalah semua batas wilayah terluar suatu kota. Wilayah ini ditandai dengan sifat-sifatnya yang mirip dengan wilayah kota, kecuali dengan wilayah pusat kota. e. Rural urban fringe (jalur batas desa dan kota), adalah suatu wilayah yang terletak antara kota dan desa yang ditandai dengan pola penggunaan lahan campuran antara sektor pertanian dan nonpertanian. f. Rural (daerah perdesaan).

Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan Interakasi Desa Dan Kota

Region Complementarity (wilayah yang saling melengkapi)

b. Intervening Opportunity (kesempatan untuk berintervensi)

c. Spatial Transfer Ability (kemudahan pemindahan dalam ruang) Kemudahan pemindahan dalam ruang baik berupa barang, jasa, manusia maupun informasi. Proses pemindahan dari kota ke desa atau sebaliknya dipengaruhi antara lain : 1)   Jarak mutlak maupun jarak relatif antarwilayah 2)   Biaya transportasi dari satu tempat ke tempat yang lain 3)   Kelancaran transportasi antarwilayah

Dampak Interaksi Desa dengan Kota Imteraksi desa dan kotadapat enimbulkan dampak yang mengntungkan atau merugikan: a.       Di tinjau dari aspek ekonomi, dampak interaksi desa dan kota antara lain sebagai berikut: 1)      Memmperlancar hubungan desa dan kota. 2)      Meningkatkan volume perdagangan antara desa dan kota. 3)      Menimbulkan perubahan orientasi ekonomi penduduk desa. 4)      Menimbulkan kawasan perdagangan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan jual bali. 5)      Meningkatkan pendapatan penduduk desa dan kota.

b.      Di tinjau dari aspek sosial : 1)   Terjadi mobilitas antara ke duanya, 2)   Terjadi saling ketergantungan antara desa dan kota, khususnya dalam bidang pasokan bahan mentah. c.       Ditinjau dari aspek budaya : 1)      Meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat desa. 2)      Terjadinya tingkah laku kekotaan, khususnya masyarakat pedesaan. 3)      Meningkatkan sumber daya budaya yang dapat menari wisatawan.

Rumus-rumus Interaksi 1. Rumus Grafitasi Keterangan IAB : kekutan interaksi antara daerah A dan B K : nilai konstanta, besarnya 1 PA : jumlah penduduk daerah A PB : jumlah penduduk daerah B dA B : jarak yang menghubungkan daerah A dan B

Contoh Soal : Misalnya ada 3 buah wilayah A, B, dan C, dengan data sebagai berikut : 1. Jumlah penduduk wilayah A = 20.000 jiwa, B = 20.000 jiwa, dan C = 30.000 jiwa. 2. Jarak antara A ke B = 50 km, dan B ke C = 100 km. Ditanyakan : Manakah dari ketiga wilayah tersebut yang lebih kuat interaksinya? Apakah antara wilayah A dan B atau antara B dan C ?

PENYELESAIAN SOAL : Perbandingan kekuatan interaksi wilayah A dan B dengan wilayah B dan C adalah 160.000 : 60.000 atau 8 : 3.

3 8

2. Teori Titik Henti THAB= Jarak lokasi titik henti dihitung dari kota yang jumlah penduduknya lebih kecil JAB   = Jarak antara Kota A dan B PA   = jumlah penduduk kota yang lebih besar (A) PB   = jumlah penduduk kota yang lebih kecil (B)

Teori ini digunakan untuk: 1. Menentukan lokasi suatu unit usaha ekonomi (pasar, SPBU, shopping center) 2.Menentukan lokasi sarana kesehatan (rumah sakit, klinik) 3.Menentukan lokasi sarana pendidikn (sekolah, kampus, pusdiklat) Contoh Soal : Kota A memiliki jumlah penduduk 20.000 jiwa, sedangkan kota B 30.000 jiwa. Jarak antara kedua kota tersebut adalah 100 kilometer. Di manakah lokasi pusat perdagangan yang tepat dan strategis agar terjangkau oleh penduduk setiap kota tersebut?