PERTEMUAN XIV (EMPAT BELAS)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN M.SUYANTO
Advertisements

UNSUR INTRINSIK & EKSTRINSIK PROSA (cerpen/novel)
Keluarga dan Rumah Tangga
Unsur-unsur dalam Karya Sastra
TEORI DRAMA oleh: Nina Kartini Rahdiana.
STATUS DAN PERAN (ROLE)
DRAMATURGI RMA. HARYMAWAN.
Garry adalah nama asliku BY: Garry/6A. Penampilan fisik  Aku seorang laki-laki yang berrambut pendek. Rambutku berwarna coklat dan warna kulitku berwarna.
PERTEMUAN VI (KE ENAM) LANJUTAN MATA KULIAH : PENULISAN NASKAH SEMESTER : GANJIL DOSEN : BAMBANG SUDJATI TAHUN : 2011.
PERTEMUAN IV (KEEMPAT) MATA KULIAH : PENULISAN NASKAH SEMESTER : GANJIL DOSEN : BAMBANG SUDJATI TAHUN : 2011.
Bahan Ajar Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
Herdito Sandi Pratama, M.Hum Dari beberapa sumber
Melakukan proses casting
Unsur-unsur dalam Karya Sastra
UNSUR INTRINSIK CERITA
PERTEMUAN III (KETIGA) LANJUTAN MATA KULIAH : PENULISAN NASKAH SEMESTER : GANJIL DOSEN : BAMBANG SUDJATI TAHUN : 2011.
NAMA : RAHMAT HIDAYAT AKKAS NIS : KELAS : XI IPA 1
Nama : Iis Diana Kelas : 2F Bahasa Indonesia NPM :
Mahasiswa mampu menjelaskan dan menyebutkan jenis sastra dramatik
PERTEMUAN II (KEDUA) MATA KULIAH : PENULISAN NASKAH SEMESTER : GANJIL DOSEN : BAMBANG SUDJATI TAHUN : 2011.
UNSUR INTRINSIK & EKSTRINSIK PROSA (cerpen/novel)
PERTEMUAN VIII (KE DELAPAN) MATA KULIAH : PENULISAN NASKAH SEMESTER : GANJIL DOSEN : BAMBANG SUDJATI TAHUN : 2011.
PERTEMUAN XIII (TIGA BELAS)
UNSUR-UNSUR INTRINSIK PROSA
Pemilihan/penyeleksian pemain (tokoh)
Om swastyastu.
KOMUNIKASI KARAKTER NURUL MUSTAWATIRA P..
ANGGOTA KELOMPOK BENI SUSANTO (06) DYAH AYU A. (12) PINTA IKAWATI (23)
SELAMAT SIANG Mari Bermain drama ! “Dunia ini panggung sandiwara
DRAMA Senada dengan film, drama adalah karangan yang berbentuk dialog/percakapan antara pemainnya. Dialog dalam drama tidak jauh berbeda dengan percakapan.
Kompetensi Dasar : 7.1 Mengidentifikasi unsur intrinsik teks drama
MEMERANKANDRAMA.
PERANCANGAN MEDIA INFORMASI BUKU “MENGENAL GERHANA DAN RAHASIA-NYA”
KEPRIBADIAN DALAM PELAYANAN Pertemuan 7 Matakuliah: V Psikologi Pelayanan Tahun : 2009.
SENI TEATER.
Unsur Instrinsik dan ekstrinsik Novel
Unsur A U D I O VISUAL INTRINSIK.
Menulis berbgai karya sastra/cerpem
PEMILIHAN BAHAN UTAMA.
KESUKARAN BELAJAR PART III
TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN M.SUYANTO
MENGENALI KEPRIBADIAN, BAKAT, DAN MINAT UNTUK BERPRESTASI
Penyesuaian Diri PTIK.
Menulis skenario? Gampang, Kok!
UNSUR INTRINSIK & EKSTRINSIK PROSA (cerpen/novel)
CERITA SUMBER2 CERITA : Kisah Nyata, Novel, Khayalan, Kitab Suci, Lirik Lagu... FUNGSI CERITA : Sebagai bungkus pesan, pengikat unsur2 filmis lainnya,
Mata Kuliah : Perilaku Konsumen Fak. Ekonomi UMB – PKK Menteng Jakarta
Menanggapi pementasan drama
CERPEN Oleh Aqmarina.
Tipologi KRETSCHMER.
Olivia Tjandra W., M. Si., Psi
Unsur-unsur dalam Karya Sastra
RISET – OBSERVASI Pertemuan 5
PERTEMUAN KE-3 DAN 4 karakter siswa
UNSUR-UNSUR INTRINSIK PROSA CERITA
 NAMA KELOMPOK : ANGGA NOFRIADY MUHAMMAD BAIHAQI XII IPA 1.
Olivia Tjandra W., M. Si., Psi
KELOMPOK VI NAMA : Farid M Z Hilman S Erlangga G Zulfahmi.
Memahami Novel Remaja (Asli atau Terjemahan) Kelas VIII Semester II (Genap)
Assalamualaikum BAHASA INDONESIA DRAMA By : kartika liani.
PERTEMUAN KE-3 DAN 4 karakter siswa
Velly Xibb-15 Erica Xibb-11 Gerry xibb-04 Yosa xibb-01
PERTEMUAN V (KELIMA) MATA KULIAH : PENULISAN NASKAH SEMESTER : GANJIL
Unsur-unsur dalam Karya Sastra
Unsur-unsur dalam Karya Sastra
KAWASAN SASTRA DAN UNSUR-UNSUR PEMBANGUN FIKSI
DRAMA Suatu teks yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan.
SMART PARENTING KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto 2016.
UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSK DRAMA SASTRA INDONESIA SMA NEGERI 1 SIKUR.
RESPONS AYAH DAN KELUARGA TERHADAP BAYI
Transcript presentasi:

PERTEMUAN XIV (EMPAT BELAS) MATA KULIAH : PENULISAN NASKAH SEMESTER : GANJIL DOSEN : BAMBANG SUDJATI TAHUN : 2011

Bentuk Lakon a. Tragedi : Salah satu bentuk lakon dimana tokoh tragis yang optimistis hancur dalam perjuangan karena mempunyai cacat tragis

b. Komedi : Salah satu bentuk lakon dimana terdapat banyak hal atau peristiwa tentag tokoh-tokoh tertentu yang menimbulkan kelucuan, kegelian dan atau kemuakan moral c. Tragedikomedi : Salah satu bentuk lakon dengan tokoh utama atau tokoh-tokoh yang lainnya, diperistiwakan, disuasanakan, dikarakterisasikan penulis secara lucu, tapi sekaligus kadang atau seringkali mengerikan, menyeramkan atau menimbulkan rasa iba prihatin atau simpati

d. Melodrama : salah satu bentuk lakon dimana tokoh protagonis secara total, baik, antagonis secara total, jahat, sementara aksi-aksi dramatis dan pengkarakterisasian dibuat untuk menghasilkan efek yang gagal atau hebat

Alur Cerita/Plot 1. Plot Lurus, Biasa disebut Plot Linier, plot yang alur ceritanya terfokus hanya pada konflik seputar tokoh sentral Plot ini banyak digunakan dalam membuat skenario cerita lepas (Telesinema, FTV, Film, Serial lepas) 2. Plot Bercabang, Biasa disrepute Multiplot, jalan ceritanya sedikit melebar ke tokoh lain

Setting Cerita Lokasi tempat cerita ini ingin ditempatkan/diwadahi 1. Media/Tempat Dalam arti media dapat dibedakan menjadi In door/Interior dan Out doorExterior 2. Budaya Semua unsur yang terkait dengan setting tersebut disesuaikan dengan daerah dan budaya yang akan kita tampilkan

Kerangka Tokoh Menjelaskan hubungan antar tokoh yang ada dalam skenario. Tokoh-tokoh yang ditampilkan sebaiknya dibatasi pada tokoh sentral/utama dan pembantu saja.

Profil Tokoh/Karakter Tokoh Penjabarannya bukan hanya sebatas pada karakter, melainkan juga fisik, dan latar belakang tokoh 1. Nama Tokoh, Diseuaikan dengan banyak hal, misal, tokoh remaja kota trendi, anak orang kaya, tentu tidak pas diberi nama Tuginem 2. Usia Tokoh, Ini perlu diperjelas, misal tokoh ini berperan dari usia muda hingga tua, perlu mencatumkan usia tokoh, ini penting untuk urusan casting (penentuan pemain)

Macam Karakter Flat Character, Tokoh yang dibekali karakteristik oleh pengarang secara datar/bersifat hitam putih Round Character, Tokoh yang diberi pengarang secara sempurna Karakteristiknya kaya dengan pesan-pesan dramatik Caricatural Character, Karakter yang tidak wajar, satiris dan menyindir Theatrical Character, Karakter yang tidak wajar, unik, bersifat simbolis

Tipologi Tokoh Istilah psikologis untuk membedakan manusia berdasarkan beberapa tipe Tipologi Tipe Fisik (Penggolongan manusia berdasarkan bentuk tubuh) 1. Piknis, (Pendek, gemuk berat badan melebihi berat normal) 2. Leptosom, (Tinggi, Kurus berat badan kurang dari normal) 3. Atletis, (Tinggi dan Kekar berat badan seimbang) 4. Displatis, (Bentuk tubuh yang khas/tidak umum, tidak dapat dijabarkan dengan detail tertentu, mengingat tipe ini menyimpang dari konstituisi normal/spesifik

Tipologi Tipe Psikis Penggolongan manusia berdasarkan temperamen/karakter 1. Sanguinis, (Periang, ramah, supel) 2. Melankolis, (Pemurung, penuh angan-angan muram, mudah kecewa, pesimistis) 3. Koleris, (Hidup keras, bersemangat, daya juang besar, optimistis, mudah marah, kasar) 4. Flegmatis, (Kalem, tenang, tidak suka tergesa-gesa, tidak mudah dipengaruhi, setia

Status Tokoh, Dalam arti umum misal pelajar, mahasiswa, lajang, sudah menikah, suami, isteri, anak, janda, duda Agama Tokoh, Pencantuman agama sebenarnya tidak mutlak, tergantung dari kepentingan skenario (natal atau ramadhan), masala agama menjadi penting untuk kebutuhan tata cara ibadah/doa untuk mengisi setting rumah Profesi dan Jabatan Tokoh, Profesi dana jabatan tikoh perlu ditulis jika dalam skenario profesi/jabatan tokoh akan menjadi bagian yang dceritakan

Ciri Khusus Tokoh Ciri-ciri Fisik, Pada fisiknya dan harus berkaitan dengan peran, misal bekas luka pada tubuhnya Ciri-ciri Kelakuan, Gerak geri yang menjadi kebiasaan tokoh, misal menggaruk kepala, tertawa terbahak-bahak

Latar Belakang Tokoh Hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu tokoh yang masih mempengaruhi sikap hidup tokoh hingga saat ini 1. Latar Belakang Kelurga, Hal-hal yang berkaitan dengan asal usul tokoh, 2. Latar Belakang Budaya, Berkaitan dengan budaya yang mempengaruhi Kehidupan sang tokoh, misal sejak kecil sekolah di luar negeri, atau sejak kecil diasuh neneknya 3. Latar Belakang Ekonomi, Berkaitan dengan kondisi perekonomian si tokoh, misal orang kaya yang punya pengaruh sombong

4. Latar Belakang Sosial, Berkaitan dengan kondisi bersosialisasi yang mempengaruhi masa sekarang atau berpengaruh pada rasa sosialnya saat ini, misal si tokoh suka menolong orang, ternyata perbuatannya itu berpengaruh pada saat dia kesulitan 5. Latar Belakang Pendidikan, Hal-hal yang mempengaruhi kehidupan sang tokohpada saat ini, misal si tokoh berpendidikan rendah, pakerjaannyapun sebagai pembantu rumah tangga atau kuli bangunan

Peran Tokoh 1. Peran Protagonis, Peran yang harus mewakili hal-hal positif dalam kebutuhan cerita (disakiti) 2. Peran Antagonis, Peran yang harus mewakili hal-hal negatif dalam kebutuhan cerita (menyakiti) 3. Peran Tritagonis/Confidante, Peran pendamping, baik untuk protagonis maupun antagonis (peran pembantu utama) 4. Peran Pembantu/Utility, Tokoh pelengkap untuk mendukung rangkaian cerita, kehadiran tokoh ini tidaka ada pada semua cerita tergantung kebutuhan cerita