Isu-Isu Perencanaan Kontemporer

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
GAMBARAN UMUM KOTA SURABAYA
Advertisements

Simulasi Prediksi Curah Hujan di Wilayah Jakarta 2012
Contoh Kasus Pantai Utara Jakarta
ANTARA STRATEGI REDUKSI DAN ADAPTASI DI BIDANG PELAYANAN PUBLIK
Pemanasan Global Disusun oleh: Habibatur Rohmah Layung Sekar P.
PEDOSFER KELAS X SEMESTER I.
KEBIJAKAN IZIN TATA RUANG PADA KAWASAN PERUMAHAN
Air Hujan Hujan turun ke lingkungan binaan manusia yang di penuhi oleh gedung, jalan, tempat parkir, taman dan mencari jalan ketujuannya secara alami,
PENCEMARAN AIR SUDENDI SUHENDI
“Penggalakkan Aplikasi Teknik Biopori dan Metode Konservasi Secara Vegetatif Sebagai Upaya Memperbaiki Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS)” Oleh : Septia.
KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA
PERMASALAHAN & PENANGGULANGANNYA
PEMBUATAN DAN PEMELIHARAAN PARIT
BANJIR Disusun oleh : Arif Nur Hidayat (04) Desfi Ida Muryani (08)
KONDISI FISIK  Luas dataran total ± 150 KM² pada ketinggian M (DPL)  Kemiringan tanah rata-rata 0-5º ke arah Barat  Ketinggian tanah berkisar.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN TERPADU DAS
Lingkungan Hidup Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan.
Klasifikasi tata guna lahan
KELOMPOK 3 : Juwita Aprilia S ( ) Sugiyanti Handayani ( )
PENGELOLAAN SUNGAI PERKOTAAN
KOTA MAKASSAR Terletak dekat garis khatulistiwa
BANGUNAN PENGENDALI EROSI
KEGIATAN PRIORITAS PEMBANGUNAN PRB-BK
Trend Lubang Resapan Biopori
Potensi Sumber Daya Air
BANJIR.
TRI NUGRAHA ADIKESUMA ST., MT.
PENGERTIAN UMUM PETA.
PENYEBAB BANJIR Perbedaan elevasi (ketinggian tempat) antara pusat kota dengan garis pantai sangat tipis, sehingga aliran air hujan di permukaan tanah.
ADAPTASI.
AYO SIAGA BENCANA !.
PERMASALAHAN DALAM PENGELOLAAN DRAINASE LINGKUNGAN DI JAWA TENGAH
KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN DRAINASE LINGKUNGAN
TKW 435 PENGANTAR GEOLOGI PERTEMUAN 13
PERMASALAHAN & PENANGGULANGANNYA
KENAMPAKAN ALAM.
Jakarta ku Sayang Jakarta ku Tergenang Bahasa Indonesia
KERUSAKAN LINGKUNGAN Depok, 2012.
EIS MARLIA NINGRUM K / 5B PGSD UNS SURAKARTA
DRAINASE.
Media Pembelajaran
Lahan Potensial dan Lahan Kritis
BENCANA ALAM BANJIR DAN DAMPAK KELOMPOK 2 : I GEDE TONINI WAYAN NILAYANTI LINDAH NIKE NURJANA MARATUN SALEHANILAMSARI S. SALEH MIRANTI T. TAUTANILAMSARI.
RONA LINGKUNGAN.
Kami disini akan mempersentasikan hasil kerja kami yang bertemakan
Ahmad Waris Maulana Rara Dwi Noviarti Riski Wahyudi REKLAMASI PANTAI.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
Kelompok 7 Analisis Hidrologi dan Drainase
ASSALAMUALAIKUM WR. WB Hayat
CINDIKIA DHARMAWAN (NIM ) (KELAS AB-41-02)
SISTEM PENGENDALIAN BANJIR YANG DAPAT DILAKUKAN
Konservasi Air Untuk Keserjahteraan Hidup
AKMALIAH NURLAELI APRIYANI RENY KURNIAWATI SITI ROBIATUL ALAWIAH USWATUN ROBIATUL A.
Upaya Mengurangi Genangan Air Akibat Hujan agar Meresap ke dalam Tanah
PERKUMPULAN P3A MITRA CAI TANGGAP BENCANA ALAM
BENCANA BANJIR DI PROPINSI RIAU
PENGARUH BANJIR BANDANG TERHADAP AREA PEMUKIMAN
KULIAH HUTAN LINDUNG (4) PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG
Pengelolaan drainase.
BENCANA BANJIR KABUPATEN BANDUNG. Banjir Bandung Selatan  Sejarah mencatat bahwa Citarum sudah mengalami banjir di beberapa daerah sejak dahulu kala.
U N I V E R S I T A S J A Y A B A Y A F A K U L T A S T E K N I K J U R U S A N T E K N I K S I P I L ANALISIS PRIORITAS PEMILIHAN KRITERIA DAM PARIT DI.
Sistem Drainase fakta, konsep, dan prinsip
DRAINASE. BEST PRACTICE  SISTEM DRAINASE  STRUKTUR ORGANISASI DAN KELEMBAGAAN  OPERASI DAN PEMELIHARAAN  APLIKASI DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN 
SUMBER DAYA AIR UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA PERTEMUAN 4 dan 5
SUMBER DAYA AIR UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA PERTEMUAN 4 dan 5
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR
PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR
DAMPAK LIMBAH RUMAH TANGGA TERHADAP DRAINASE KOTA Aulia Rahman Zulmi SMK – SMTI Padang.
Biopori merupakan ruang atau pori dalam tanah yang dibentuk oleh makhluk hidup, seperti mikroorganisme tanah dan akar tanaman. Bentuk biopori menyerupai.
Transcript presentasi:

Isu-Isu Perencanaan Kontemporer Kelompok 4 Ernandez Dhian P. 2010-22-003 Muhamad Sayuti 2010-22-017 Tb. Moch. Bertha K. 2010-22-026 Fikri Firdaus 2010-22-008 Sandy Priyatna 2010-22-19 Desky Satrio 2010-22-029 Ana Suryana 2012-22-075

DATA Sejarah Banjir besar pertama kali dirasakan oleh Pemerintahan Kolonial pada 1621, diikuti tahun 1654 dan 1876. Tahun 1918 Pemerintah Belanda mulai membangun beberapa Daerah Aliran Sungai. Lalu Pemerintahan Kolonial membangun Banjir Kanal Barat (BKB) pada 1922, namun tidak cukup membantu. Pada Januari 1932 banjir besar melumpuhkan Kota Jakarta. Ratusan rumah di kawasan Jalan Sabang dan Thamrin digenangi air. Saat pemerintahan beralih ke Republik Indonesia masalah banjir di Jakarta belum bisa diselesaikan. Tercatat sejak kemerdekaan beberapa banjir besar terjadi di Jakarta, seperti pada tahun 1976, 1984, 1994, 1996, 1997, 1999, 2002, 2007 dan 2008

DATA Topografi Wilayah DKI Jakarta dikatagorikan sebagai daerah datar dan landai. Ketinggian tanah dari pantai sampai ke banjir kanal berkisar antara 0 m sampai 10 m di atas permukaan laut diukur dari titik nol Tanjung Priok. Sedangkan dari banjir kanal sampai batas paling Selatan dari wilayah DKI antara 5 m sampai 50 m di atas permukaan laut. Daerah pantai merupakan daerah rawa atau daerah yang selalu tergenang air pada musim hujan. Di daerah bagian Selatan banjir kanal terdapat perbukitan rendah dengan ketinggian antara 50 m sampai 75 m.

DATA Lingkungan Bencana banjir sangat dipengaruhi oleh faktor alam. Disamping itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti penggunaan lahan yang tidak tepat, pembuangan sampah ke dalam sungai, pembangunan pemukiman di daerah dataran banjir, pembuatan tanggul yang kurang baik, pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat, dan sebagainya. Untuk mengurangi dampak banjir tersebut maka tindakan yang harus dilakukan adalah: Menata Daerah Aliran Sungai sesuai fungsi lahan Tidak membuang sampah ke dalam sungai Pemasangan pompa untuk daerah yang rendah dari permukaan laut Pembangunan sistem pemantauan dan penanggulangan banjir Memperluas daerah hijau dan daerah resapan air Mengurangi aktifitas dibagian sungai rawan banjir

PEMBAHASAN Analisa Lingkungan Pemerintah mungkin harusnya lebih memperhatikan drainase yang ada, serta kemiringan dari drainase dan tujuan akhir dari air larian tersebut .  Pemeliharaan infrastruktur drainase dan normalisasi sungai-sungai.  Kesadaran Masyarakat pun di utamakan dalam aktivitasnya, untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menimbulkan banjir. Pemerintah Pusat lebih terkoordinasi dengan kota penyangga seperti Bogor untuk mengantisipasi banjir kiriman dengan mengalihkan sebagian aliran sungai.

ISU-ISU Permasalahan Rusaknya penghijauan di daerah-daerah hilir seperti puncak, cianjur dan bogor pun kondisinya memprihatinkan. Sekarang ini jika daerah hilir hujan deras, pasti terjadi banjir di jakarta. Air bah kiriman datang tiba-tiba hingga menggenangi bantaran sungai di jakarta. Hilangnya lahan pertanian di sekitaran bantaran sungai yang berfungsi sebagai daerah penyerapan air dan dijadikan kawasan pemukiman atau pembangunan lainnya yang mengakibatkan hilangnya daerah resapan air dan secara tidak langsung terjadi pengerasan tanah di bantaran sungai akibat pembangunan kawasan pemukiman tersebut. Terjadinya penyalahgunaan lahan fungsi utama situ/daerah resapan air yang ada di jakarta telah dijadikan perumahan maupun gedung-gedung bertingkat, yang berfungsi sebagai penampung air hujan juga untuk mengendalikan air hujan dan air rob agar tidak banjir.