Presentasi Kasus KEJANG DEMAM

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
DASAR DIETETIK untuk pasieN
Advertisements

TUBERKULOSIS PADA ANAK ???? Oleh: Ikeu Nurhidayah K, S.Kep., Ners
SEORANG ANAK LELAKI DENGAN KETERLAMBATAN MOTORIK KASAR
Bab 7 Gizi Buruk.
TUTORIAL BLOK XV Skenario 5
Bab 6 Demam.
Tutorial KKD Anak Aldo Ferly, S.Ked, M.Res.
PERILAKU KEKERASAN.
KESEHATAN TENTANG DIARE.
Pengobatan dan Pencegahan Gastroenteritis
Presentasi Kasus: Gangguan Nutrisi
Penyakit-penyakit pada Ibu Hamil
Diskusi Kasus Demam Kelompok D – Rotasi 2 – T.A
GIZI anak BALITA SUDARMANI DJOKO MKes.
Administrasi Rumah Sakit dan Puskesmas
Senin, 29 Oktober 2012 Beladenta Amalia Riskie Wulancahya
SELF ASSESSMENT PEMBERIAN ANTIBIOTIK
Laporan Jaga 15 Januari-16 Januari 2010 RSP
Kasus SBI.
BEBAS TBC dan BEBAS ROKOK.
DK Poliklinik Geriatri 3 Gadistya – Halida – Rizal – Gema – Iqbal – Nabella.
DK Poliklinik Geriatri 3
Kasus Kematian 13 Januari 2013
DK poli 4 Kelompok D. Keluhan utama Nyeri dan kaku pada jari jari tangan sejak 2 minggu lalu. Atau hipertensi tidak terkontrol sejak 5 tahun lalu.
PENGKAJIAN FISIK PADA ANAK DIARE
ASUHAN BAYI BARU LAHIR dan NEONATUS di komunitas
Diabetes mellitus By kelompok4 Peminatan Gizi Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UNIVERSITAS JEMBER.
DESA KARANGWUNI PUJIANTA, S.KEP
Mengenal Berbagai Rupa dan Warna Feses Bayi ASI
Nyeri Abdomen KASUS.
Oleh : dr. Irfan Rahmanto
Riwanti Estiasari, Darma Imran
Nama : LILI LESTARI Nim :
Radiologi Abdomen.
ASUHAN NEONATUS BAYI,BALITA DAN PRA SEKOLAH
TERAPI DIET dalam upaya PENYEMBUHAN & PEMULIHAN
PENATALAKSANAAN GIZI PADA PASIEN ANAK DENGAN GASTRO ENTERITIS di RUMAH SAKIT PERSAHABATAN ONLY IVONILA RIWU ( ) 
KASUS SIROSIS HEPATIS Pertanyaan : Diagnosa penyakit & status gizi ?
Kelompok 5.
KASUS SIROSIS HEPATIS Pertanyaan : Diagnosa penyakit & status gizi ?
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN OBSTIPASI
Mertien Sa’pang; Laras Sitoayu; ILMU GIZI / FAKULTAS ILMU KESEHATAN
NAMA:RENI SURYA NINGSIH NIM :
PENGKAJIAN BAYI BARU LAHIR
BUKU KIA Kesehatan Ibu dan Anak.
Diagnosis fisik anak.
Identitas Pasien Nama lengkap : An. A.R
TUBERKULOSIS PARU KASUS KAMBUH PADA GERIATRI
Kriteria suspek tb/mdr DAN PEMERIKSAAN DAHAK sps
KESEHATAN REPRODUKSI KESEHATAN IBU DAN ANAK DISUSUN OLEH :
Hepatitis Virus Akut disertai Hernia Nukleus Pulposus
Tanggal : 02/04/ I Putu Alam M - Riva Nita H - Junaedi
Laporan kasus CARCINOMA MAMMAE
Penatalaksanaan Diare Berdasarkan MTBS
ILUSTRASI KASUS Seorang pasien laki-laki datang ke poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP DR. M. Djamil Padang pada tanggal 23 Desember 2014 dengan: Nama :
Diare Akut KO-ASISTEN PEDIATRI BLUD SEKARWANGI Oleh : Gita Listawaty
Disusun oleh : Enur Nurhasanah S,Kep. PKM SRIAMUR
Presentasi agk Kasus Defisiensi 3
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN POST LAPARATOMY ATAS INDIKASI PERITONITIS DI RUANG HCU – BEDAH RS. Dr. MOEWARDI SURAKARTA Oleh : o Riski Muktiawan( )
Noviani. Identitas Pasien  Nama: An RAZ  Umur: 5 tahun  Jenis Kelamin: Perempuan  Alamat: Gampong Asan  Agama: Islam  Nomor RM: 248xxx  Tanggal.
FARMAKOTERAPI III “ Studi Kasus Tentang Asma Bronkial “ pada Anak dengan Penyelesaian Metode SOAP dan PAM Disusun Oleh : Nama : Nurul Rahmania Semester:
Tuberkulosa (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri “Mycobacterium Tuberculosis”.  Tuberkulosa (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh.
“Saatnya INDONESIA BEBAS TBC mulai dari Saya” “PEDULI TBC, INDONESIA SEHAT” Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur.
Materi Dasar Tentang TB
LAPORAN KASUS Nn. CWW / 23th. Kronologis Tanggal 5 April 2019, Pukul WIB ■Datang pasien wanita ke IGD Rumah Sakit dr. H Soemarno Kapuas,diantar.
Nama/Usia : An. S / 12 thn MRS: 6/5/19 Anamnesa Keluhan Utama: tidak bisa buang air kecil sejak pkl ( 10 jam SMRS) Keluhan tambahan: BAK anyang-anyangan,
TUBERCULOSIS. . APA ITU TBC ? 1.TBC adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil/kuman TBC 2.TBC dapat menyerang siapa saja dari golongan.
InfeksiSaluranPernafasanAkut (ISPA). Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) Akut 1. PENGERTIAN 2. FAKTOR PENYEBAB 3. KLASIFIKASI ISPA 4. FAKTOR AGEN, HOST,
Transcript presentasi:

Presentasi Kasus KEJANG DEMAM Jeffry Adijaya Susatyo 0906508182

Ilustrasi Kasus Nama : An. G Jenis kelamin : Laki-laki Tanggal lahir : 31 Agustus 2012 Usia : 1 tahun 7 bulan Alamat : Tangerang Agama : Islam Tanggal masuk: Minggu, 23 Maret 2014 pk 19.30 di IGD RSUT

Keluhan Utama Kejang 8 jam SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang Delapan jam SMRS pasien mengalami kejang, kejang muncul di seluruh tubuh, langsung, mata mendelik, badan kaku. Tidak ada bagian yang kejang terlebih dahulu. Kejang berlangsung selama sekitar 10 menit dan pasien telah kejang sebanyak 3x selama 8 jam terakhir. Setiap kali setelah kejang pasien sadar.

Riwayat Penyakit Sekarang Dua jam SMRS pasien sudah mendapat obat kejang yang dimasukkan lewat anus di klinik dekat rumah, kemudian kejang mereda. Tidak ada muntah menyemprot, kelumpuhan satu sisi atau penurunan kesadaran. Sebelumnya pasien memiliki riwayat kejang saat demam saat usia 1 tahun. Riwayat kejang tanpa disertai dengan demam disangkal.

Riwayat Penyakit Sekarang Sejak 1 hari SMRS pasien mengalami demam yang terus-menerus. Batuk ada sejak 1 hari SMRS, berdahak. Sesak tidak ada. BAK normal. Diare dan muntah disangkal. Pasien BAB tiap 2- 3 hari sekali. Nafsu makan menurun dalam 2 hari terakhir, namun penurunan BB disangkal.

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat kejang demam (+) saat usia 1 tahun, asma dan alergi disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga Sepupu pasien memiliki riwayat kejang demam. Riwayat TB, asma, alergi pada keluarga disangkal. Gejala serupa di keluarga dan lingkungan sekitar disangkal.

Riwayat Imunisasi Pasien rutin kontrol ke puskesmas dan mendapat imunisasi.

Riwayat Nutrisi Pasien mengkonsumsi ASI hingga usia 8 bulan. Mulai makan bubur cereal sejak usia 6 bulan. Mulai makan nasi tim sejak usia 8 bulan. Minum susu formula sejak usia 4 bulan hingga sekarang.

Riwayat Tumbuh Kembang Tumbuh kembang pasien terkesan normal. Saat ini pasien sudah bisa berjalan dan mengucapkan beberapa kata.

Pemeriksaan Fisik Kompos mentis, TSS Nadi: 140x/m, Napas: 36x/menit, Suhu: 38,4oC Status Antropometri: BB:10kg, PB:83cm BB/U:-2<x<0 SD (normal) PB/U: -2<x<0 SD (normal) BB/PB -2<x<-1 SD (normal) Status Gizi : kesan gizi baik

Pemeriksaan Fisik Mata Telinga Mulut Leher palpebra simetris, konjungtiva pucat (-), sclera ikterik (-), RCL dan RCTL (+/+) Telinga sekret -/- Mulut oral hygiene baik, arkus faring simetris, hiperemis, uvula di tengah, tonsil T2/T2 Leher pembesaran KGB leher (-), kaku kuduk (-)

Pemeriksaan Fisik Jantung Iktus kordis tidak terlihat Iktus kordis teraba pada sela iga ke-4 mid- klavikula kiri SI-SII normal, murmur (-), gallop (-)

Pemeriksaan Fisik Paru pergerakan dada simetris, tidak tampak adanya penggunaan otot bantu napas tambahan, stridor (-) fremitus kiri = kanan vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-

Pemeriksaan Fisik Abdomen Ekstremitas datar, supel, hepar-limpa tidak teraba, BU normal Ekstremitas akral hangat, edema (-), petekie (-), CRT <2s

Pemeriksaan Penunjang Hemoglobin 11,8 g/dL Hematokrit 32% Leukosit 9.600 /uL Trombosit 497.000 /uL Na 142 mEq/L K 3,52 mEq/L Cl 111 mEq/L

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan radiologi Foto thorax: infiltrat (-), CTR < 50%

Diagnosis Kerja Kejang demam kompleks Observasi febris ec. infeksi virus

Rencana Tatalaksana Sanmol syrup 3 x 1 cth Diazepam 3 x 3 mg bila demam Observasi kejang demam

Tinjauan Pustaka

Kejang Demam Kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38oC) tanpa adanya riwayat kejang tanpa demam sebelumnya, infeksi susunan saraf pusat, gangguan elektrolit atau metabolik lain Umumnya terjadi pada anak usia 9 bulan – 5 tahun

Kejang Demam 3 Faktor Imaturitas otak dan termoregulator Demam, dimana kebutuhan oksigen meningkat Predisposisi genetik > 7 lokus kromosom (poligenik, autosomal dominan)

Kejang Demam Klasifikasi: Kejang demam sederhana Kejang demam kompleks

Kejang Demam Kompleks / Sederhana? Berlangsung lebih dari 15 menit Bersifat fokal atau parsial 1 sisi Kejang umum didahului kejang fokal Berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam

Kejang Demam Diagnosis: Anamnesis dan PF Memastikan kejang demam  definisi Etiologi demam Pemeriksaan penunjang  mencari etiologi demam EEG  usia >6 tahun, kejang demam fokal

Kejang Demam Tatalaksana Survey Primer: Airway Breathing Circulation Disability Exposure

Kejang Demam

Kejang Demam Profilaksis intermiten Parasetamol 10-15 mg/kgBB/kali sebanyak 4 kali sehari, tidak lebih dari 5 kali atau ibuprofen 5-10 mg/kgBB/kali sebanyak 3-4 kali sehari Diazepam oral 0,3 mg/kgBB/8 jam atau diazepam rektal 0,5 mg/kgBB/8 jam pada saat suhu tubuh >38,5oC.

Kejang Demam Pengobatan jangka panjang fenobarbital dosis 3-4 mg/kgBB/hari dibagi 1-2 dosis atau asam valproate dosis 15-40 mg/kgBB/hari dibagi 2-3 dosis Pengobatan diberikan selama 1 tahun bebas kejang, kemudian dihentikan secara bertahap selama 1-2 bulan.

Batuk Faringitis, tonsilitis, tonsilofaringitis Bronkitis Laringotrakeobronkitis (Croup)

Faringitis, Tonsilitis, Tonsilofaringitis Peradangan pada bagian mukosa faring dan jaringan di sekitarnya Etiologi: Virus: Adenovirus, Rhinovirus, Parainfluenza Bakteri: Streptokokus beta hemolitikus grup A

Faringitis, Tonsilitis, Tonsilofaringitis Gejala: Bakteri: Nyeri tenggorokan, disfagia, demam, nyeri kepala, nyeri perut, muntah Virus: Batuk, rinorea, suara serak, konjungtivitis, diare Diagnosis: anamnesis dan PF Gold Standard: Kultur apusan tenggorok

Faringitis, Tonsilitis, Tonsilofaringitis Tatalaksana: Streptokokus grup A: Penisilin V oral 15-30 mg/kgBB/hari dibagi 3 dosis selama 10 hari Benzatin penisilin G dosis tunggal: 600.000 IU untuk BB < 30 kg dan 1.200.000 IU untuk BB > 30 kg Amoksisilin dengan dosis 50 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis selama 6 hari Virus: self limiting dalam 4-10 hari

Bronkitis Proses inflamasi yang mengeni trakea, bronkus utama dan menengah yang bermanifestasi sebagai batuk Etiologi: Umumnya virus (Rhinovirus, virus Influenza, virus Parainfluenza, Adenovirus, virus Rubeola, dan Puramyxovirus) Zat iritan (asam lambung, polusi)

Bronkitis Biasanya mengikuti infeksi respiratori lain seperti rhinitis dan faringitis PF: rhonki, wheezing, atau kombinasi Radiologi: corakan bronkial

Laringotrakeobronkitis Akut (Croup) Grup penyakit heterogen yang mengenai laring, infra/subglotis, trakea, dan bronkus Karakteristik: Batuk yang menggonggong Suara serak Stridor inspirasi dengan atau tanpa adanya obstruksi jalan napas Etiologi: virus

Laringotrakeobronkitis Akut (Croup) Kategori: Ringan Sedang Berat Gagal napas mengancam Umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan – 6 tahun, puncaknya 1-2 tahun Apabila ditemukan leukositosis  kemungkinan superinfeksi

Laringotrakeobronkitis Akut (Croup) Tatalaksana: Pemberian O2 mask Inhalasi epinefrin 1:1000 sebanyak 5 ml Kortikosteroid: deksametason 0,6 mg/kgBB per oral / IM atau inhalasi budesonide 2-4 mg 2 ml Intubasi endotrakeal pada sindrom croup berat Kombinasi oksigen – helium

Pembahasan

Diagnosis Kejang Demam Kejang 8 jam SMRS Suhu 38,4oC Durasi ±10 menit Frekuensi 3x  kompleks Riwayat kejang dengan demam usia 1 tahun Riwayat kejang tanpa demam sebelumnya (-) Kelainan neurologis (-) Setelah kejang pasien sadar Pemeriksaan elektrolit dalam batas normal

Diagnosis Observasi febris e.c. Infeksi virus Demam 1 hari SMRS Batuk 1 hari SMRS, berdahak, sesak (-) kemungkinan saluran napas atas Turun nafsu makan 2 hari SMRS  disfagia? PF: faring eritem  faringitis Leukosit normal  infeksi virus

Tatalaksana Sanmol syrup 3 x 1 cth Diazepam 3 x 3 mg bila demam Sanmol syrup  120 mg paracetamol / 5 ml 3 x 1 cth  3 x 120 mg Dosis intermiten: 100-150 mg/ kali sebanyak 4x sehari Diazepam 3 x 3 mg bila demam Dosis intermiten: 3 – 5 mg setiap 8 jam Tatalaksana jangka panjang: asam valproat 150- 400 mg / hari dalam 3x dosis selama setahun bebas kejang

TERIMA KASIH