SUDUT ANTARA DUA VEKTOR PROJEKSI & KOMPONEN DUA VEKTOR

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Vektor dalam R3 Pertemuan
Advertisements

VEKTOR Mata Kuliah : Matematika Elektro Oleh : Warsun Najib
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
NEW. Sisi: a.Punya tiga buah sisi b.Sepasang sisinya sama panjang Sudut: a. Mempunyai tiga buah sisi b.Sepasang sudutnya sama besar Sifat lain: a. Mempunyai.
Matrik dan Ruang Vektor
Vektor GARIS DAN BIDANG DALAM RUANG BERDIMENSI 3
KELOMPOK 2 RIALITA FITRI AZIZAH HENNY SETYOWATI
DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS INDONESIA
ALJABAR LINIER & MATRIKS
BAB IV V E K T O R.
Aljabar Vektor (Perkalian vektor-lanjutan)
Program Studi Teknik Elektro, UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Pertemuan 3 Aljabar Vektor (Perkalian vektor-lanjutan)
RUANG VEKTOR EUCLIDEAN
PENGANTAR VEKTOR.
BAB V (lanjutan) VEKTOR.
Pengantar Vektor.
RUANG VEKTOR EUCLIDEAN
BAB V (lanjutan) VEKTOR.
BAB 2 VEKTOR 2.1.
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2010
Vektor Ruang Dimensi 2 dan Dimensi 3
BY:Elmira Shafa Annisa Kelas:5B
Sifat-Sifat Bangun Datar
Pertemuan 2 Aritmatika Vektor.
BAB V (lanjutan) VEKTOR.
BAB VIII RUANG HASILKALI DALAM (lanjutan).
Kalkulus Vektor Pertemuan 13, 14, 15, & 16
Matakuliah : Kalkulus II
Inner Product Ortogonal dan Ortonormal Proses Gram Schmidt
GEOMETRI.
VEKTOR.
BAB 8 RUANG PERKALIAN DALAM.
VEKTOR BUDI DARMA SETIAWAN.
2. VEKTOR 2.1 Vektor Perpindahan B
VEKTOR.
Aljabar Vektor (Perkalian vektor)
RUANG VEKTOR EUCLIDEAN
LATIHAN Nyatakan manakah yang merupakan vektor dan merupakan skalar: berat, kalor jenis, kerapatan, volum, kecepatan, kalori, momentum, energi, jarak.
MATA KULIAH MATEMATIKA LANJUT 1 [KODE/SKS : IT / 2 SKS]
P. X w A B B v v+w v+w w v v v+w w v -v v-w v v v-w -w w w
VEKTOR Mata Kuliah : Kalkulus I Oleh : Ali Mahmudi
OPERASI VEKTOR Pertemuan 3
PERKALIAN VEKTOR Di sini ditanyakan apa yang dimaksud dengan fisika.
BAB 2 VEKTOR Pertemuan
VektoR.
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
ALJABAR LINEAR DAN MATRIKS
P. XII z n bidang. GARIS DAN BIDANG DALAM RUANG BERDIMENSI 3
Aljabar Linear Elementer
ALJABAR LINEAR DAN MATRIKS
DOT PRODUCT dan PROYEKSI ORTHOGONAL
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
Aljabar Linier Vektor Oleh: Chaerul Anwar, MTI.
Definisi Jika n adalah sebuah bilangan bukat positif, maka tupel-n-terorde (ordered-n-tuple) adalah sebuah urutan n bilangan real (a1, a2, a3, ,
Perkalian vektor Perkalian titik (dot product)
BAB 3 VEKTOR 2.1.
HASIL KALI TITIK (DOT PRODUCT)
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
5.
Vektor dan Ruang Vektor
VEKTOR.
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang
BAB 2 VEKTOR 2.1.
BESARAN & VEKTOR.
PERTEMUAN 7 RUANG N EUCLEDIAN.
Vektor Indriati., ST., MKom.
Komponen vektor merupakan proyeksi vektor pada sumbu sistem koordinat
Perkalian vektor Perkalian titik (dot product)
Transcript presentasi:

SUDUT ANTARA DUA VEKTOR PROJEKSI & KOMPONEN DUA VEKTOR PERTEMUAN X PERKALIAN JARAK DUA VEKTOR SUDUT ANTARA DUA VEKTOR PROJEKSI & KOMPONEN DUA VEKTOR

PERKALIAN DUA VEKTOR 2 jenis perkalian dua vektor : Dot Product Cross Product

DOT PRODUCT Lambang : u . v Hasil : skalar Definisi 1 (jika diketahui sudut antara 2 vektor ): Jika u dan v adalah vektor di ruang 2 atau ruang 3, dan  adalah sudut di antara u dan v, maka hasil kali titik (dot product) atau hasil kali dalam Euclidis ( Euclidean inner product ) u.v didefinisikan oleh :

Definisi 2 (Jika tidak diketahui sudut diantaranya ): Untuk u=(u1,u2) dan v=(v1,v2) maka : u.v = u1 v1 + u2 v2 Untuk u=(u1,u2,u3) dan v=(v1,v2,v3) maka : u.v = u1 v1 + u2 v2+ u3.v3 TEOREMA Jika v adalah vektor di R2 atau R3, maka :

TEOREMA Jika u,v dan w adalah vektor di R2 atau R3 dan k adalah skalar, maka : a. u . v = v. u b. u. (v + w) = u.v + u.w c. k (u.v) = (k u) .v = u . (kv) d. v .v > 0 jika v  0 dan v.v = 0 jika v = 0

CROSS PRODUCT Digunakan khusus untuk vektor di R3 Lambang : u x v Hasil : vektor Definisi :

TEOREMA u . (u x v) = 0 v. (u x v) = 0 u x v = - (v x u ) Jika u dan v adalah vektor di R3 maka : u . (u x v) = 0 v. (u x v) = 0 u x v = - (v x u ) u x (v + w) = (u x v) + ( u x w) (u+v) x w=(u x w) + ( v x w) k (u x v)=(k u) x v=u x kv u x 0=0 x u= 0 u x u=0 u . (v x w) = w. (u x v ) = v. (w x u)

SUDUT ANTARA 2 VEKTOR Jika u dan v adalah vektor tak nol, dan  adalah sudut antara vektor u dan v, maka :

TEOREMA Jika u dan v adalah vektor vektor tak nol dan  adalah sudut di antara kedua vektor tersebut, maka :  lancip, jika dan hanya jika u.v  0  tumpul, jika dan hanya jika u.v  0  = /2 , jika dan hanya jika u.v = 0

PROJ (U,V) & KOMP (U,V) Dot product, berguna bila diinginkan untuk menguraikan vektor ke dalam penjumlahan dua vektor yang saling tegak lurus. Perhatikan gambar di bawah ini : u w2 w1 v

Jika u dan v adalah vektor vektor tak nol dalam R2 atau R3, maka u dapat dituliskan : u = w1 + w2 di mana w1 adalah kelipatan skalar dari v, dan w2 tegak lurus kepada v. Dikatakan : w1 adalah projeksi ortogonal dari u pada v w2 adalah komponen dari u yang ortogonal kepada v

Menentukan vektor w1 dan w2 : Karena w1 adalah kelipatan skalar dari v, maka dapat ditulis dalam bentuk w1 = kv . Jadi : u = w1 + w2 = kv + w2 Dengan definisi dari dot product maka didapatkan : u.v = (kv + w2).v = k + w2.v Karena w2 tegak lurus kepada v, maka diperoleh w2.v = 0 sehingga pers menjadi :

dan karena w1 = kv, maka didapat : yaitu projeksi ortogonal u pada v

Dengan substitusi u = w1 + w2 untuk mendapatkan w2 maka didapat rumus berikut : yaitu komponen dari u yang tegak lurus pada v

Jadi :