OLEH : EMY APITRIA 09650026/A2 D3 MKP.  B. TUJUAN  Secara rinci tujuan tersebut adalah sebagai berikut :  1. Menyediakan suatu referensi bagi perbankan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SISTEM AGRIBISNIS OLEH : Dr. Ir
Advertisements

OLEH : SHANTI EMAWATI, S.Pt., MP.
KEMITRAAN USAHA PERTANIAN
MODEL KEMITRAAN.
SISTEM AGRIBISNIS.
PROGRAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PADI/BERAS DI JAWA BARAT
MODEL KEMITRAAN USAHA AGROINDUSTRI JAGUNG
RUANG LINGKUP STUDI KELAYAKAN BISNIS
UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang PETERNAKAN & KESEHATAN HEWAN
Studi Kelayakan Proyek
Kelembagaan Dalam Pembangunan Pertanian
KEBIJAKAN HARGA.
Capt. Dr. Anthon Sihombing (Anggota DPR RI Fraksi Golkar)
PELUANG AGROINDUSTRI PEDESAAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN
KEBIJAKAN DAN REVITALISASI PERTANIAN
MANAJEMEN RESIKO AGRIBISNIS.
MATAKULIAH PENGANTAR EKONOMI
ASPEK FINANCIAL DALAM KELAYAKAN USAHA
OLEH: Fitria Dina Riana, SP, MP
KOPERASI DI ERA GLOBAL.
PELAKU EKONOMI PERTEMUAN 10.
Pengadaan Bahan Baku (Lanjutan)
Lanjutan bab 3……………… Pertemuan 5.
MANAJEMEN PRODUKSI AGRIBISNIS.
PENEMPATAN DANA BANK Kredit: (UU Perbankan No. 10 Tahun 1998)
Faktor-faktor Kelembagaan dalam Ekonomi Pertanian
1. WAWASAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN
MODUL STUDI KELAYAKAN BISNIS
PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS UNGGAS
Pasar dan Kebijaksanaan Tataniaga
POLA-POLA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI INDONESIA
PERKREDITAN Pengertian Kredit Menurut asal mula kata “kredit” dari kata Credere yang artinya adalah kepercayaan, maksudnya adalah apabila seseorang memperoleh.
SUB SEKTOR PETERNAKAN.
MITRA ABADI FARM Menjalin Mitra Sejahtera
Peran Agroindustri Dalam Memperkuat Ketahanan Pangan
OLEH : SHANTI EMAWATI, S.Pt., MP.
OLEH : SHANTI EMAWATI, S.Pt., MP.
AGRIBISNIS DAN AGROINDUSTRI
Menganalisis Usaha Pertanian disusun oleh : Ir.M.Widhia Nurulhuda
Arah Kebijakan Persusuan
Teknologi bersih industri tapioka
PERUBAHAN DAN PERTUMBUHAN STRUKTUR EKONOMI INDONESIA
PERDAGANGAN INTERNATIONAL
PELAKU – PELAKU EKONOMI
MANAJEMEN PERBANKAN BAB Va MANAJEMEN KREDIT JENIS-JENIS KREDIT
Wisnu Haryo Pramudya, S.E, M.Si, Ak
Tugas Bisnis Internasional Teori Perdagangan Internasional
Pertemuan X KEMITRAAN USAHA.
Arah Kebijakan Persusuan
Arah Kebijakan Persusuan
PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS: Kambing dan Domba
Bahan Kuliah ke 9: UU dan Kebijakan Pembangunan Peternakan
RENCANA BISNIS Investasi yang dilakukan merupkan usaha menanamkan faktor produksi langka dalam usaha atau proyek tertentu. Tujuan investasi  memperoleh.
POLA KEGIATAN EKONOMI.
INFLASI.
KEMITRAAN USAHA PERTANIAN
Industri pangan berbasis hasil UNGGAS
Arah Kebijakan Persusuan
PEREKONOMIAN INDONESIA
MANAJEMEN PERBANKAN JENIS-JENIS KREDIT JAMINAN KREDIT
Program Penyehatan Makanan
Manajemen Produksi Agribisnis
Prinsip dan Konsep Analisis Rantai Nilai Dominic Smith Pelatihan Analisis Rantai Nilai ACIAR Project AGB/2012/078.
OLEH : SHANTI EMAWATI, S.Pt., MP.
MANAJEMEN USAHA UNGGAS
Kebijakan penumbuhan iklim & pengembangan usaha PERTEMUAN – 12 Mata Kuliah: Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Toman Sony Tambunan, S.E, M.Si NIP
Judul : Perkembangan industri di Era globalisasi Terhadap pendapatan nasional indonesia Nama : Agustinus Jono Npm :
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN Disampaikan Oleh : JAKES SITO.SP Sebagai Media Penyuluhan
Bab 3 PENEMPATAN DANA BANK.
PERENCANAAN USAHA PENGOLAHAN MAKANAN AWETAN DARI BAHAN NABATI.
Transcript presentasi:

OLEH : EMY APITRIA /A2 D3 MKP

 B. TUJUAN  Secara rinci tujuan tersebut adalah sebagai berikut :  1. Menyediakan suatu referensi bagi perbankan tentang kelayakan  budidaya tanaman ubi kayu yang ditinjau dari sisi prospek/kelayakan  pasar, kelayakan teknis budidaya yang dilaksanakan dengan  penerapan teknologi yang lebih maju, kelayakan dari sisi keuangan,  terutama bilamana sebagian dari biaya produksi yang diperlukan akan  dibiayai dengan kredit perbankan. Begitu juga pengorganisasian  pelaksanaan proyeknya dapat menjamin kelancaran pelaksanaan dan  menjamin keuntungan semua pihak;  2. Dengan demikian, tujuan dalam mengembangkan usaha kecil melalui  peningkatan mutu budidaya tanaman ubi kayu tercapai sasarannya  yang ditempuh melalui peningkatan realisasi kredit yang cocok untuk  usaha kecil, meningkatkan keamanan pelaksanaan kreditnya,  meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani ubi kayu;  3. Mendorong perluasan budidaya ubi kayu serta meningkatkan produksi  tepung tapioka dan gaplek/chips secara nasional untuk keperluan  Dalam Negeri dan ekspor karena bahan baku ubi kayu dapat  diusahakan cukup tersedia secara berkesinambungan.

 a. Organisasi  Proyek Kemitraan Terpadu (PKT) adalah suatu program kemitraan terpadu yang melibatkan usaha besar (inti), usaha kecil (plasma) dengan melibatkan bank sebagai pemberi kredit dalam suatu ikatan kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepakatan. Tujuan PKT antara lain adalah untuk meningkatkan kelayakan plasma, meningkatkan keterkaitan dan kerjasama yang saling menguntungkan antara inti dan plasma, serta membantu bank dalam meningkatkan kredit usaha kecil secara lebih aman dan efisien.

 a. Permintaan Luar Negeri  Ubi kayu kering diperlukan untuk bahan pakan ternak dan banyak lainnya, yang jumlah kebutuhan selama ini makin meningkat sejalan dengan peningkatan populasi konsumen akhir dari ubi kayu tersebut.  b. Permintaan Dalam Negeri  Konsumsi Dalam Negeri ubi kayu dalam bentuk gapiek ataupun tapioka di  Indonesia, terutama diperlukan untuk kebutuhan pakan ternak, tekstil,  kerupuk dan berbagai bahan campuran bagi produk makanan lainnya yang  dibuat dari tepung. Bisa dibayangkan bahwa kebutuhan tepung ubi kayu  ataupun tapioka akan terus meningkat di Indonesia, sesuai dengan  peningkatan populasi konsumen.

 c. Kebijakan Pengusaha Pabrik Pengolahan Ubi Kayu Tentang Harga Beli UbiKayu Petani  Sering kali dialami bahwa kebijakan harga beli ubi kayu pada saat panen  raya sangat merugikan petani. Beberapa yang sering dikemukakan oleh  pihak Pengusaha adalah terbatasnya daya tampung fasilitas pabrik, dan  kuota ekspor yang diterapkan oleh Pemerintah.  d.Pemasaran Ubi Kayu Petani Dalam Rangka Kemitraan  Dengan kemitraan terpadu antara para Petani dengan Pengusaha  Pengolahan/Ekspotir Ubi Kayu, para Petani menggunakan modal untuk  bercocok tanam ubi kayu dari fasilitas kredit.