Kenali dan Kendalikan Obesitas Obesitas (kegemukan) merupakan salah satu masalah yang ditakuti remaja, khususnya remaja putri. Mereka merasa kehilangan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERKEMBANGAN FISIK & KOGNITIF PADA ANAK TENGAH Chapter 9  © 2009 by the McGraw-Hill Companies, Inc.
Advertisements

KALORI Kalori dibutuhkan untuk memberikan energi pada tubuh manusia agar dpt berfungsi dg baik BP yg dikonsumsi rakyat Indonesia – Kandungan Karbohidrat.
PREVENTIF DAN PROMOTIF PADA OBESITAS
OBESITAS Kegemukan Pada Anak Dr GUSTINA LUBIS SpA.
Idealkah Berat Badan Si Kecil? Kapankah si kecil dikatakan terlalu gemuk atau terlalu kurus? Minimnya pengetahuan ibu tentang berat badan, justru akan.
JANTUNG KORONER Satu dari dua kematian yang terjadi disebabkan oleh penyakit Jantung Koroner Dari data statistik WHO , untuk negara yang berpenduduk 200.
Perkembangan Fisik dan Psikis Remaja
Hipertensi (Darah Tinggi)
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
KESEHATAN REPRODUKSI USIA LANJUT
Perkembangan Fisik & Motorik wien/pgsd_perk.
Diagnosis & Tatalaksana Obesitas
LAKI – LAKI MATI LEBIH DULU DARIPADA PEREMPUAN
Ayo Bersepeda! Bumi semakin tua, manusia pun cepat meninggal. Mengapa? Salah satunya mungkin karena gaya hidup mereka yang serba instan. Ada makanan cepat.
Agar Gula Darah Tetap Stabil
Diabetes Melitus Suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan.
Penyebab Obesitas Anak dan Cara Mengatasinya
GIZI BAGI REMAJA SUDARMANI DJOKO, MKES
Gagal Jantung Akibat Obesitas Masalah kegemukan atau obesitas nyatanya tak hanya mencederai estetika bentuk tubuh, tapi juga sejumlah fungsi organ tubuh.
Lemak dan protein Hindari daging berlemak
EATING DISOERDERS Disusun Oleh : Ibnu Ardi ( )
13 Masalah Pada Wanita Hamil Wanita hamil kerap mengalami permasalahan yang membuat mereka menderita bahkan hampir putus asa. Berikut ini beberapa beberapa.
OBESITAS MATERI KULIAH.
5 Opini Yang Salah Tentang Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
GIZI PADA REMAJA oleh : Ketut Martadiputra
Diabetes Mellitus.
DIABETES MELLITUS “The Best Prescription is Knowledge"
Mengenal Tipe Kegemukan
Menekan Karyawan Obesitas di Perusahaan
GIZI SEIMBANG MEWUJUDKAN GENERASI SEHAT BERPRESTASI
PENYAKIT DIABETES BY:SUN SIREGAR.
5 Prinsip Penanganan Obesitas
Jenis-jenis Diet: Diet Makrobiotik, Diet Zona, dan Food Combining
CARA CERDAS MENGATUR MENU IBU HAMIL
Perkembangan Fisik & Kognitif pada Anak Tengah
GIZI PADA USIA LANJUT NADIA AULIYA PUTRI.
Obesitas Ganggu Kecerdasan
A. Cara menghitung kebutuhan energi dan zat gizi sehari
Awas! Bahaya Diet Ada beberapa cara diet yang dapat menimbulkan gejala-gejala seperti berkurangnya volume darah (hypovolemia). Penyakit ini diketahui dengan.
Kurangi Asupan Garam, Cegah Hipertensi
KESEIMBANGAN ENERGI SYAFRIANI, SKM, M.KES.
OLEH : RHIKA MEYLINDA PAPUTUNGAN NIRM :
Kurangi pemakaian garam, hindari penggunaan garam meja.
Berat Badan Ideal Untuk mengetahui kondisi bobot badan kita, ada patokan yang umum dipakai yaitu indeks massa tubuh (IMT). Angka IMT ini didapat dengan.
AKIL BALIGH, GIZI REMAJA DAN DEWASA
Perkembangan Fisik & Motorik wien/pgsd_perk.
GIZI UNTUK LANSIA NAMA:RIKA OKTAVIA IA.
OM SWASTYASTU.
Olahraga untuk Penderita Obesitas
Diet yang Tidak Diperbolehkan
Prevalensi Obesitas Mahasiswa Baru FMIPA UGM
GIZI PADA LANSIA Intan Julianingsih I A.
GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN YANG BEROBAT DI POLIKLINIK ENDOKRIN BAGIAN PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM dr. ZAINOEL ABIDIN TENTANG OBESITAS DAN KOMPLIKASINYA.
DIABETES MELLITUS “The Best Prescription is Knowledge"
PENYAKIT JANTUNG Chania Dwi Mentary
GIZI UNTUK LANSIA TRIWIDIARTI
KESEHATAN DAN PENYAKIT
DIABETES MELLITUS kiki hardiansyah, S.kEP,ns
Atika Yasmine Wulandari Herlinda Puspitasari
DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI PUSKESMAS KAMONJI
Tim PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) Puskesmas Bangunsari
Siklus Daur Kehidupan Manusia
DIABETES MELITUS L/O/G/O.
PROSES PENUAAN Saptawati Bardosono 9/17/2018.
Excerices (Olahraga Yang Cukup)
GIZI LEBIH Oleh: Dr. Sri Utami, B.R. MS.
Riwayat Alamiah Obesitas Remaja
GAMBARAN PERILAKU MENGKONSUMSI SAYUR DAN BUAH SERTA STATUS GIZI REMAJA SMPN 1 WONGGEDUKU KABUPATEN KONAWE NOVITA ARYANTI P
PENYAKIT DEGENERATIF. Apa itu PENYAKIT DEGENERATIF?  Merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan.
Makanan Penghindar Perut Buncit
Transcript presentasi:

Kenali dan Kendalikan Obesitas Obesitas (kegemukan) merupakan salah satu masalah yang ditakuti remaja, khususnya remaja putri. Mereka merasa kehilangan kepercayaan diri ketika memiliki bentuk tubuh yang tidak proporsional, seperti memiliki banyak lipatan pada perut, pinggang, maupun lengan. Bagi sebagian besar para remaja putri tubuh ideal adalah bentuk tubuh seperti para artis yang sering muncul di berbagai media. Begitu pentingnya penampilan fisik menurut remaja setidaknya membuat mereka harus mengetahui gangguan penampilan fisik akibat kegemukan. Hal itu penting agar gangguan kelebihan berat badan itu tidak berlanjut terus yang bilamana tidak segera ditanggulangi bisa menggangu penampilan dan bisa menimbulkan penyakit yang lebih sulit untuk disembuhkan. Penyebab Obesitas Obesitas disebabkan karena konsumsi makanan yang jauh melebihi kebutuhan. Angka kejadian obesitas pada remaja dan anak yang semula % dari penderita obesitas dewasa di negara maju diperkirakan terus bertambah. Adapun pertambahan ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan genetik. Faktor genetik berperan penting untuk memicu timbulnya obesitas. Bila salah satu orang tua mengalami obesitas, maka anaknya memiliki kecenderungan mengalami obesitas sebesar 40 %. Bila kedua orang tua mengalami obesitas, maka kecenderungan anaknya untuk menjadi obesitas sebesar 80 %. Faktor lingkungan juga tidak kalah penting dengan faktor genetik. Salah satunya adalah pola makan. Pola makan ini ditentukan oleh jenis makanan sehari-hari dan tingkat kesibukan remaja. Konsumsi fast-food dan soft-drink yang cenderung dipilih oleh remaja yang memiliki banyak kesibukan turut menyumbang risiko peningkatan berat badan. Pergaulan remaja juga salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi. Remaja cenderung mengonsumsi fast-food dan soft-drink untuk menciptakan citra diri yang modern dalam komunitasnya. Remaja cenderung meninggalkan makan sederhana dan sehat seperti tempe, tahu, dan sayuran. Selain pola makan dan pergaulan, kurangnya aktivitas fisik juga turut menjadi penyebab timbulnya obesitas. Remaja masa kini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menonton televisi, browsing internet, dan bermain video game dimana kegiatan ini akan mengurangi pembakaran kalori dan meningkatkan penimbunan lemak dalam tubuh. Terlebih bila kegiatan ini dibarengi dengan acara ngemil (makan makanan kecil). Dari ukuran mungkin makanan kecil memang berukuran kecil seperti sanck, biskuit, dan krupuk, tetapi jika dimakan beberapa kantong plastik sama saja dengan makan porsi besar bila dilihat dari jumlah kalorinya. Namun demikian masih banyak yang belum sadar akan pentingnya aktivitas fisik seperti olah raga untuk menjaga kesehatan. Gejala Obesitas Bentuk muka remaja dengan obesitas tidak proporsional. Hidung dan mulut relatif kecil, dagu ganda, dan timbunan lemak di daerah payudara sehingga cenderung membuat malu remaja putra. Perut menggantung, terdapat lipatan, dan alat genital khususnya pada remaja putra akan terlihat lebih kecil karena timbunan lemak. Paha dan lengan terlihat besar namun jari tangan sangat runcing. Untuk menentukan obsitas secara matematis dapat digunakan rumus Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumusnya sangat mudah diaplikasikan yaitu cukup membagi antara berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam dalam meter yang telah dikuadratkan. Bila didapatkan IMT kurang dari 18,5 berarti berat badan kurang dari normal. Berat badan normal adalah antara rentang 18,5 sampai 24,9. untuk kategori overweight adalah antra rentang 25 sampai 29,9. Namun apabila hasilnya adalah di atas 30 maka dikatakan mengalami obesitas. Bagaimana jika kamu termasuk obesitas? Jangan berkecil hati dan mengucilkan diri dari pergaulan itu kunci utamanya. Obesitas pada remaja adalah sebuah masalah yang harus ditangani bukan disembunyikan. Anda harus memilki kepercayaan diri untuk mampu mengatasi masalah itu. Jangan sampai Anda frustasi dan akhirnya lebih meningkatkan lagi nafsu makan. Sebab obesitas yang berlanjut sampai usia dewasa dan tua akan menimbulkan berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung koroner dan diabetes mellitus. Prinsipnya adalah Reduce weight and increase physical activity. Jika kedua hal ini sudah Anda pegang dan Anda memilki motivasi dan konsistensi maka berat badan ideal bukan lagi sebuah mimpi. Adapun beberapa hal yang dpat Anda lakukan untuk mengurangi berat badan adalah: Jangan mengurangi porsi makan yang terlalu drastis karena remaja juga memilki aktiviats fisik yang memerlukan banyak energi seperti belajar salah satunya. Kurangi konsumsi fast-food dan soft-drink namun perbanyak sayur dan buah. Sarapan di pagi hari sangat disarankan. Lakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari. Bagi kamu yang sibuk 2 atau 3 kali seminggu sudah cukup namun perlu konsistensi. Hindari konsumsi obat pelangsing