NAMA : PAINO, S.Pd NIP : NAMA SEKOLAH : SDN 2 BULUREJO

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
LARI 100 METER Di susun oleh : Ahmad Ali Ridho
Advertisements

MATERI KEGIATAN KKG BERMUTU 2010
Sepakbola Oleh: Guru Penjas SMA.
Lari Estafet/Sambung Kelas XI Semester 2. Lari Estafet/Sambung Kelas XI Semester 2.
“Peningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Menggunakan Teknik Rotasi Refleksi pada Kelas V SDN 18 Koto Panjang Padang Panjang” Oleh:
Selintas Sejarah Perkembangan Cabang Olahraga Atletik
Olahraga dan Kesehatan
GERAK DASAR JALAN, LARI DAN LOMPAT
PENJASORKES WINDA CANTIKA.
Evakuasi Cabang Olahraga Atletik
Dari Mana Dimulai… I. REFLEKSI II. MASALAH created by_Deyner Mengga.
Sepakbola Oleh: Nawan Primasoni
Pertemuan ke Atletik.
HAKEKAT PENDIDIKAN JASMANI
PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER DINAS PENDIDIKAN KKG GUGUS 04 RAMBIPUJI
PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN PERANGKAT PENILAIAN PSIKOMOTOR
Chandra Setya Nugraha SMAK PENABUR HI
RENANG GAYA DADA Oleh: AGUS Supriyanto.
Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan
BIOMEKANIKA LOMPAT JAUH Oleh: Aris Priyanto, M.Or
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
ATLETIK : LARI SAMBUNG, LEMPAR CAKRAM
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
KONSEP DASAR GERAK.
Oleh : TOFIK TRIANTARA PGSD PENJAS FIK UNY 2010
Oleh : Ndaru Joko Prabowo
NAMA. :. MUNIYATI NPM. : JUDUL. :
Assalamu’ Alikum Wr. Wb..
Pembuatan Proposal Skripsi (PTK) versi PGSD UMP
Penjaskes Jilid 2 Penjaskes Permainan
PENGGUNAAN MEDIA PAPAN PERMAINAN MONOPOLI SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN PAIKEM UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR KIMIA PADA KONSEP STRUKTUR ATOM.
بسم لله الرحمن الرحيم Dengan menyebut asma Allah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG KEBERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU PADA PEMBELAJARAN.
METODE PENGEMBANGAN FISIK
LOMPAT JAUH Nazerul Ramadanni, S.Pd.
Disusun Oleh : Virsa Bili Putu Pramono
1. Mengenal karakteristik peserta didik
BAHAN AJAR PENDIDIKAN JASMANI
PENGGUNAAN JURNAL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL RANCANGAN ALAT UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI KEBAKKRAMAT.
RENCANA PEMBELAJARAN SD Dr. RATNAWATI SUSANTO., M.M., M.Pd
TEORI BELAJAR Teori Keterampilan Proses Oleh : Iswadi, M. Pd.
Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Sekolah Dasar Di Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Yuda Pratama PENDIDIKAN.
PENERAPAN METODE SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD NEGERI NGOYOG 1 Intan Tri Agung Wijaya PROGRAM STUDI.
Kemampuan Gerak Dasar.
KONTRAK PEMBELAJARAN PJOK KELAS XI SMT I SMA NEGERI 10 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018 UMAR SIDIK, M. Pd NIP
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTU MEDIA GAMBAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 04 JAMBANGAN.
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK PADA SISWA KELAS V SDN SUMOGAWE 04 KECAMATAN GETASAN KABUPATEN.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TEKNIK PICTORIAL RIDDLE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA oleh imelda wea PROGRAM.
Di Susun Oleh : Reni Diyah Arumsari
MATA KULIAH PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )
PPPPTK I TK DAN PLB PTK 1.
PENERAPAN MODEL STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II SDN SAWOJAJAR 1 KOTA MALANG OLEH MUARIF.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE SISWA KELAS VIIIA MTs. MUHAMMADIYAH.
Cabang Atletik Lari.
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
SMPN I SUKARAJA SUKABUMI TAHUN 20
“TINGKAT KEBUGARAN KARDIOVASCULER ANTARA SISWA KELAS ATAS SD NEGERI BATURAN I DENGAN SISWA KELAS ATAS SD NEGERI JAMBON I TAHUN PELAJARAN 2013/2014” Disusun.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
ATLETIK TOLAK PELURU.
TEORI BELAJAR Teori Keterampilan Proses Oleh : Iswadi, M. Pd.
Didalam atletik ada berbagai lintasan diantaranya yaitu: A. Lintasan dan Lapangan Dalam Ruangan Ada dua musim dalam lintasan dan lapangan. Ada musim.
OLEH: AGUS SUPRIYANTO RENANG GAYA DADA. Sejarah renang gaya Dada Gaya dada merupakan gaya renang yang paling kuno dan merupakan salah satu dari gaya-gaya.
ZAMALUN AFZAL Pendidikan merupakan suatu hal penting karena semua orang harus memperolehnya guna menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman.
AKTIVITAS GERAK BERIRAMA MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA & KESEHATAN By. Nina Aprianti, S. Pd.
Kerangka Proposal Penelitian Penerapan Model Pembelajaran REACT Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Fisika Kelas X MIPA.
Selintas Sejarah Perkembangan Cabang Olahraga Atletik Materi Pembelajaran 1 ATLETIK 1.
Transcript presentasi:

NAMA : PAINO, S.Pd NIP : 1966 1219 1988 0310 08 NAMA SEKOLAH : SDN 2 BULUREJO TEMA : PENJASKES KELAS / SEMESTER : 4 (EMPAT) / 2 (DUA)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan secara keseluruhan harus mencakup pendidikan secara mental spiritual dan fisik. Penyelenggaraan pendidikan yang hakiki adalah proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, tepat kiranya apabila sekolah mulai sejak dini telah mendidik para siswanya untuk peduli arti penting kesehatan. Pendidikan jasmani dapat menjadi media dalam mendorong perkembangan ketrampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai (sikap-mental-emosionalspiritual-sosial), dan pembiasaan pola hidup sehat yang dapat merangsang pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang. Usia – usia sekolah merupakan usia yang sangat produktif dan tepat sekali apabila siswa di didik agar memiliki kemampuan – kemampuan tersebut diatas.

Seorang guru harus mampu membangkitkan motivasi belajar siswa supaya tertarik untuk mempelajari apa yang disampaikan oleh guru. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis mengambil judul “Penerapan Metode Discovery Untuk Meningkatkan Kemampuan Lari Jarak Pendek Pada Siswa Kelas V Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan suatu masalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar pendidikan jasmani bagi siswa dengan diterapkannyametode discovery. 2. Bagaimanakah pengaruh metode discovery terhadap motivasi belajar pendidikan jasmani pada siswa. C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui peningkatan prestasi belajar pendidikan jasmani pada siswa. 2. Mengetahui pengaruh motivasi belajar pendidikan jasmani lari pada siswa.

D. Rumusan Masalah Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat : 1. Memberikan informasi tentang model pembelajaran yang sesuai dengan mata diklat Penjas. 2. Meningkatkan motivasi pada pelajar Penjas. 3. Mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan mata diklat Penjas. E. Asumsi Dalam penelitian ini diasumsikan bahwa : 1. Siswa mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh dari awal sampai akhir pelajaran. 2. Siswa menerima semua penjelasan yang disampaikan guru dengan baik. 3. Dalam mengerjakan soal tes tanpa dipengaruhi orang lain.

F. Batasan Masalah Pembatasan masalah yang meliputi : 1 F. Batasan Masalah Pembatasan masalah yang meliputi : 1. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa ………… 2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari 2010 semester ganap tahun ajaran 2010/2011. 3. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan lari jarak pendek.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Lari Jarak Pendek Adalah lari yang menempuh jarak antara 50 m sampai 40 m.Kecepatan dalam lari jarak pendek adalah hasil kontraksi yang kuat dan cepat dari dari otot-otot yang dirubah menjadi gerakan yang efisien. Seorang pelari jarak pendek itu dilahirkan /bakat, bukan dibuat.suatu analisa struktural prestasi lari jarak pendek dan kebutuhan harus dilihat sebagai suatu kombinasi yang kompleks dari proses biomekanika dan energetic.

B. Prestasi Belajar Penjaskes Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar siswa di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991 : 768 ), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dikerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan yang diciptakan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Sejalan dengan prestasi belajar, maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar penjaskes adalah nilai yang diperoleh siswa setelah melibatkan secara langsung seluruh potensi yang dimilikinya. C. Tahap – tahap Berlari Pada Lari Jarak Pendek Seorang atlet harus mampu menguasai teknik setiap tahapan dengan baik. Tahap reaksi dan dorongan Tahap percepatan Tahap transisi /perubahan Tahap kecepatan maksimum

Tahap pemeliharaan kecepatan Finish Tujuan lari jarak pendek adalah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal, yang dihasilkan dari dorongan badan kedepan. D. Urutan Gerak Keseluruhan Pada Lari Jarak Pendek Urutan gerak dalam berlari bila dilihat dari tahap – tahapnya adalah tahap topang yang terdiri dari topang depan dan satu tahap dorong, serta tahap melayang yang terdiri dari tahap ayun ke depan dan satu tahap pemulihan atau recovery. E. Tahap – tahap Pembelajaran Lari Jarak Pendek Pembelajaran lari jarak pendek terdiri dari beberapa tahapan, yaitu : Tahap bermain (Game) Tahap teknik dasar ( Basic of Technic)

Tahap ini bertujuan untuk mengenalkan masalah gerak lari jarak pendek langsung, dan cara lari jarak pendek yang benar ditinjau secara anatomis, memperbaiki sikap berlari jarak pendek serta meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Dalam bermain ada beberapa bentuk yang dapat diberikan, yaitu bentuk perorangan, kelompok kecil atau kelompok besar. F. Tahap Teknik Dasar Latihan dasar ABC Tahap ini bertujuan mengembangkan dasar lari jarak pendek. Adapun latihannya adalah : A) Tumit menendang pantat, B) Gerak ankling, C) Lutut diangkat tinggi, D) Lutut diangkat tinggi dan kaki diluruskan. Latihan dasar koordinasi ABC Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan dan koordinasi lari cepat.

Lari cepat dengan tahanan Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan tahap dorong atau support phase dan kekuatan khusus. Lari mengejar Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kecepatan reaksi dan percepatan lari. Lari percepatan Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan lari percepatan dan kecepatan maksimum. Start melayang lari sprint 20 m Tahap ini bertujuan mengembangkan kecepatan maksimum. G. Metode Discovery Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yang memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan memberikan informasi singkat (siadari, 2001 : 7). Selain itu, belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa, memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafiudin, 2002 :19)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Menurut Oja dan Sumarjan (dalam Titik Sugiarti, 1997 : 78), ada 4 macam bentuk penelitian tindakan, yaitu : 1) Penelitian tindakan guru sebagai peneliti 2) Penelitian tindakan kolaboratif 3) Penelitian tindakan simulatif terinteratif dan 4) Penelitian tindakan social eksperimental. Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah meningkatkan hasil pembelajaran di kelas dimana peneliti secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dalam perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

A. Tempat, Waktu dan Subjek Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini bertempat di SD Negeri 2 Bulurejo Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari semester genap tahun pelajaran 2010/2011. 3. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa-siswa kelas V SD Negeri 2 Bulurejo Tahun Pelajaran 2010/2011. B. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut tim pelatih proyek PGSM, PK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, serta memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan (dalam Mukhlis, 2003 : 3). Menurut Mukhlis (2003 : 5) PTK adalah suatu bentuk kajian

yang bersifat sistematis reflektif oleh pelaku tindakan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. PTK terdiri atas 4 tahap yaitu : planning (rencana), action (tindakan), observasi (pengamatan), dan reflection (refleksi). C. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : 1) Silabus 2) Rencana Pembelajaran (RP) 3) Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar, a) Lembar observasi pengelolaan metode discovery, b) Lembar observasi aktifitas siswa dan guru. D. Metode Pengumpulan Data Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengelolaan metode discovery, observasi aktivitas siswa dan guru angket motivasi siswa dan tes praktek.

E. Teknik Analisa Data Pada penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau presentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa tes praktek pada setiap akhir putaran.

ATLETIK Atletik adalah salah satu cabang olahraga tertua yang telahdilakukan oleh manusia sejak zaman purba sampai sekarang ini. Bahkan boleh dikatakan sejak adanya manusia di muka bumi ini atletik sudah ada, kaarena gerakan-gerakan yang terdapat dalam cabang olahraga atletik, seperti berjalan, berlari, melompat, dan melempar adalah gerakan yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-sehari. Nomor-nomor yang diperlombakan dalam cabang olahraga atletik meliputi jalan dan lari, lompat, dan lempar.

Sejarah Atletik Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama ditahun 776 sebelum Masehi dimana satu-satunya event adalah perlombaan lari atau stade. Di abad 19 organisasi formal dari event modern dimulai. Ini termasuk dengan olahraga reguler dan latihan di rezim sekolahan. Atletik modern biasanya diorganisir sekitar lari 400m di trek di hampir semua even yang ada. Acara lapangan (melompat dan melempar) biasanya memakai tempat didalam trek. Wanita pertamakali dibolehkan berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event Olimpiade tahun 1928.

Badan pengelola internasional yang dibentuk : IAAF dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor di tahun 1983. Ada beberapa pertandingan regional seperti kejuaraan Eropa, Pan-American Games dan Commonwealth Games. Sebagai tambahan ada sirkuit Liga Emas professional, diakumulasi dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan seperti World Indoor Championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya Olimpiade, tetapi yang lain kurang populer. AAU (Amateur Athletic Union) adalah badan pengelola di Amerika Serikat sampai runtuh dibawah tekanan profesionalisme pada akhir tahun 1970. Sebuah badan baru bernama The Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya dinamai USA Track and Field (USATF atau USA T&F). Sebuah tambahan, organisasi dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Di masa modern, atlet sekarang bisa menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme” yang ada sebelumnya.

Nomor-nomor cabang olahraga atletik Lempar Tolak peluru Lempar lembing Lempar Cakram Lompat Lompat tinggi Lompat Jauh Lompat Galah Lompat ganda Lari dan Jalan Lari jarak pendek (sprint) Lari jarak menengah Lari jarak jauh Lari Estafet Halang rintang

Lari jarak pendek (sprint) Pengertian umum Lari jarak pendek adalah lari yang menempuh jarak antara 50 m sampai dengan jarak 400 m. oleh karena itu kebutuhan utama untuk lari jarak pendek adalah kecepatan.

Lari jarak pendek bila dilihat dari tahap-tahap berlari terdiri dari beberapa tahap yaitu : -tahap reaksi dan dorongan (reaction dan drive) -tahap percepatan (acceleration) -tahap tansisi/perobahan (transition) -tahap kecepatan maksimum (speed maximum) -tahap pemeliharaan kecepatan (maintenance speed) -finish tujuan lari jarak pendek adalah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal, yang dihasilkan dari dorongan badan ke depan. Kecepatan lari ditentukan oleh panjang langkah dan frekuensi langkah (jumlah langkah persatuan waktu). Oleh karena itu, seorang pelari jarak pendek harus dapat meningkatkan satu atau kedua-duanya

Lari jarak menengah Gerak lari jarak menengah (800 m- 1500 m) dan sedikit berbeda dengan gerakan lari jarak pendek .terletak pada cara kaki menapak. Lari jarak menengah, kaki menapak ball hell-ball, ialah menapakkan pada ujung kaki tumit dan menolak dengan ujung kaki. Star dikakukan dengan cara berdiri

Yang perlu diperhatikan pada lari jarak menengah: Badan harus selalu rilaks atau santai. Lengan diayun dan tidak terlalu tinggi seperti pada lari jarak pendek Badan condong ke depan kia-kira 15º dari garis vertical. Panjang langkah tetap dan lebar tekanan pada ayunan paha ke depan, panjang langkah harus sesuai dengan panjang tungkai. Angkat lutut cukup tinggi (tidak setinggi lari jarak pendek). Penguasaan terhadap kecepatan lari (pace) dan kondisi fisik serta daya tahan tubuh yang baik. Dalam lari jarak menengah gerakan lari harus dilakukan dengan sewajarnya, kaki diayunkan ke depan seenaknya, panjang langkah tidak terlalu dipaksakan kecuali menjelang masuk garis finis.

Lari jarak jauh (maraton) Lari jarak jauh dilakukan dalam lintasan stadion jarak 3000m, ke atas, 5000m, 10.000m, sedangkan marathon dan juga cross-country, harus dilakukan diluar stadion kecuali star dan finis, secara fisik dan mental merupakan keharusan bagi pelari jarak jauh. Ayunan lengan dan gerakan kaki dilakuakan seringan-ringannya. Makin jauh jarak lari yang ditempuh makin rendah lutut diangkat dan langkah juga makin kecil.

Lari ESTAFET Lari Estafet atau dengan kata lain disebut "Lari sambung menyambung sambil membawa tongkat" adalah salah satu jenis olahraga yang berinduk pada bidang atletik. Pelarinya berjumlah lebih dari 1 orang & kurang dari 5 orang yang tergabung dalam 1 tim, dimana masing- masing pelari sudah diatur dalam jarak tertentu untuk kemudian bersiap-siap menunggu ato memerima tongkat Estafet dari teman dan kemudian berlari untuk menyerahkan tongkat tersebut kepada teman 1 tim dan seterusnya saling mengoforkan tongkat hingga memasuki garis finis. Siapa yang pertama mencapai garis finis maka Tim tersebutlah yang menang.

Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari

Lari halang rintang (gawang) Lari steeple – chase 3000 m termasuk kedalam lari jarak jauh dengan melalui rintangan-rintangan. Pelari steeple – chase harus memiliki kecepatan seperti pelari 1500m, tetapi juga harus memiliki daya tahan seperti pelari 5000 meter, dan harus memiliki kemahiran khusus dalam melewati rintangan-rintangan tersebut. Cara untuk melampaui rintangan gawang yang banyak digunakan adalah : Seperti lari gawang biasa, Melampaui gawang dengan menginjakkan sebelah kaki di atas gawang.

Matur Nuwun Thank You Terima Kasih