PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSI Disajikan oleh Margono Slamet Institut Pertanian Bogor.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PEMBELAJARAN AKTIF DI PERGURUAN TINGGI Dr. Johannes, S.E., M.Si November 2011.
Advertisements

Disajikan oleh Margono Slamet SUATU PENGANTAR HAL-HAL YANG PERLU DIJAMIN MUTUNYA.
PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN
MAGANG KERJA DAN SKRIPSI SERTA TAHAPANNYA
Rambu-Rambu Pengisian FORMAT KURIKULUM Berbasis Kompetensi
POKOK – POKOK PENTING PERUMUSAN KOMPETENSI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM (INDRIANTY SUDIRMAN) SLIDES INI DIKOMPILASI & DIADOPSI DARI PRESENTASI TIM KBK.
KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI : SEBUAH PENYEMPURNAAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Oleh : Trisakti Handayani.
PRAKTIKUM oleh : Machmud SYAM PELATIHAN PROGRAM APPLIED APROACH (AA)
Apa yang dimaksud dengan pembelajaran diperguruan tinggi?
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN PARTISIPATIF
PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN SOSIALISASI HIBAH KURIKULUM 2014.
Metode Penemuan Terbimbing
KOMPETENSI DIPLOMA 3 KEPERAWATAN
Tugas keprofesian untuk Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Adriy.weebly.com.
AGENDA: 1.Persiapan re-desain kurikulum S1 Biologi Pengarahan proposal & skripsi ke 2.
SEMINAR SAP DAN GBPP PHP-PTS INSTITUT MANAJEMEN KOPERASI INDONESIA
Peranan pendidikan Fungsi Pendidikan Tujuan Pendidikan
“Mewujudkan Universitas Kutai Kartanegara Yang Unggul dalam Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat untuk Menghasilkan Lulusan yang Bertaqwa.
WORKSHOP PASCA KKNI FIRDAUS.
Rachmat Kriyantono, Ph.D
OELH Tim Instruktur PLPG UNP
THERE IS NO BETTER SYSTEM THERE IS ALWAYS BETTER SYSTEM
STANDAR KOMPETENSI GURU
KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
Dosen: Unang Wahidin, M.Pd.I
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
KURIKULUM INTI TEKNIK SIPIL BMPTTSSI draft-Februari 2015
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI
MATA KULIAH SEMINAR TUJUAN MATA KULIAH SEMINAR , 2 SKS DIMAKSUDKAN UNTUK MEMBEKALI MAHASISWA AGAR TERBIASA MENGEMUKAKAN PENDAPAT DAN MENYELESAIKAN MASALAH.
Pendidikan Integritas di Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi
KORPUS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN
PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
KAJIAN PENGEMBANGAN STANDAR KOMPETENSI DOSEN DAN LULUSAN UNTIRTA
Konsep Dasar PKM & Penyelenggaraannya
MATAKULIAH ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
by Rahmad Salahuddin, M.Pd.I
FORMAT PENYUSUNAN KERANGKA KURIKULUM PERGURUAN TINGGI
AZAS PROGRAM KEAKSARAAN
REGULASI UNTUK KURIKULUM
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
EMPAT PILAR PENDIDIKAN
MATERI 1 URAIAN SINGKAT KBK DAN PEMBELAJARAN SCL.
STANDAR KOMPETENSI GURU
STANDAR KOMPETENSI GURU
disajikan oleh : Machmud SYAM
PELATIHAN & PENGEMBANGAN
4 PILAR PENDIDIKAN MENURUT UNESCO
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
APLIKASI PENELITIAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN
DAFTAR PUSTAKA Dison, L Ilmu Budaya Dasar: Surabaya: Bina Ilmu.
HAKIKAT BELAJAR & PEMBELAJARAN
Apa yang dimaksud dengan pembelajaran diperguruan tinggi?
Bahan Workshop Kurikulum Pendidikan Ekonomi Berbasis KKNI
KOMPETENSI PROFESIONAL
KONSEP DASAR PENYUSUNAN KARYA ILMIAH
SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA
EMPAT PILAR PENDIDIKAN
PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN
PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN
PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK
Warahmatullahi Wabarakatuh
PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN
STANDAR KOMPETENSI GURU
disajikan oleh : Machmud SYAM
PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) PPG TAHUN 2019 PRAJABATAN Tim PPG Universitas Mulawarman 2019.
PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN
Modul 4 - TOT RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
KURIKULUM DAN KERANGKA KOMPETENSI PENDIDIKAN MENENGAH OLEH: KELOMPOK 2 1. ASEP TUTUN USMAN 2. YUFI MOHAMMAD NASRULLAH.
Transcript presentasi:

PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSI Disajikan oleh Margono Slamet Institut Pertanian Bogor

 Dalam Kepmendiknas No.045/U/2002 kompetensi diartikan sebagai “seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melak- sanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu”.  Kompetensi dapat pula diartikan sebagai ciri-ciri pengetahuan, keterampilan dan kepribadian yang diperlukan untuk mencapai performansi (kinerja) yang tinggi. PENGERTIAN KOMPETENSI

 Pendidikan harus menghasilkan kemampuan bertindak yang benar & cerdas; tindakan yang produktif, yang efektif, yang mampu memecahkan masalah nyata dalam kehidupan.  Menguasai pengetahuan tidak sama dengan memiliki kompetensi. Kompetensi berkaitan dengan kemampuan bertindak yang cerdas.  Pekerjaan/profesi/jabatan dalam masyarakat mensyaratkan kompetensi-kompetensi ter- tentu bagi orang-orang yang bersangkutan. Pengertian …….. (lanjutan)

 Pendidikan tidak sekedar mengajarkan dan mempelajari pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan aspek-aspek kepribadian lain. Pendidikan tidak untuk sekedar menjadi tahu, tetapi untuk menjadi mampu bertindak cerdas. (Memecahkan masalah nyata dalam kehidupan) Pengertian …….. (lanjutan)  Dalam ilmu pendidikan dikenal adanya 3 kawas- an tujuan pendidikan yang perlu dicapai melalui kegiatan belajar/ pendidikan, yaitu: cognitive, psycho-motoric dan affective. Pendidikan yang baik adalah yang mencakup ketiga kawasan tu- juan itu, yang menjamin dikuasainya kemampu- an bertindak cerdas, dan bukan sekedar menge- tahui (cognitive).

 Kepmendiknas tsb di atas bertolak dari adanya kritik masyarakat luas bahwa pendidikan kita umumnya baru mengajarkan pengetahuan (teori), belum mengajarkan kemampuan dan mengembangkan kompetensi dalam arti sebenarnya.  Jadi kompetensi harus dijadikan tujuan pembe- lajaran, yang diartikan sebagai kemampuan ber- tindak cerdas dan bertanggungjawab dalam bi- dang pekerjaan yang relevan dengan bidang studinya. Pengertian …….. (lanjutan)

HAKIKAT PENDIDIKAN  UNESCO merumuskan adanya empat pilar utama pendidikan, yaitu: 1.Learning to know  Belajar untuk mengetahui; 2.Learning to do  Belajar untuk dapat melakukan; 3.Learning to be  Belajar memerankan sesuatu; 4.Learning to live together  Belajar hidup bersama, berkomunikasi, berinteraksi, bekerja- sama. Keempatnya harus dapat dicapai melalui setiap pendidikan / program studi.

 Kurikulum pendidikan tinggi harus relevan dengan kehidupan nyata yang penuh dengan masalah, kendala, dan tantangan. Pendidikan harus membekali mahasiswa untuk mampu mengatasi semua itu.  Agar bisa mendapat tempat yang terhormat di masyarakat, PT harus berusaha keras agar mampu membekali mahasiswanya dengan kompetensi-kompetensi yang relevan untuk setiap program studi yang diselenggarakan. Hakikat Pendidikan ……. (Lanjutan)

 Selama ini barangkali yang banyak dibekalkan adalah pengetahuan (ilmu, teori, teknologi, filosofi, dsb) dan kurang aspek yang lain. Dan karena itu belum mampu menumbuhkan kemampuan bertindak atau kompetensi tertentu.  Pembaharuan kurikulum ini harus dilakukan sendiri oleh kalangan PT, dan pelaksanaan kurikulumnya dilakukan oleh dosen-dosen yang bersangkutan. Karena itu sebaiknya semua dosen perlu dilibatkan dalam perombakan kurikulum ini. Hakikat Pendidikan ……. (Lanjutan)

 Kemungkinan besar sesudah perombakan kurikulum ini perlu ditinjau kembali kemampuan-kemampuan dosen, terutama dalam hal “to do” dan “to be”. Peningkatan kemampuan dosen dalam hal-hal itu menjadi persyaratan penting. Bagaimana mungkin seorang dosen mengajarkan suatu kemampuan kalau dia sendiri tidak menguasai kemampuan itu.  Inipun barangkali merupakan tantangan baru bagi pendidikan tinggi Indonesia, yaitu mengajarkan kemampuan bertindak atau kompetensi (kecuali untuk Fak.Kedokteran dan sejenis). Sebelumnya hanya sekedar mengajarkan pengetahuan, teori, rumus, prinsip, dan bukan kompetensi. Bahkan mungkin kurang mengajarkan bagaimana menggunakan pengetahuan dan teori-teori tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

PENDIDIKAN PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP MENTAL BELAJAR MENTRANSFER KOMPETENSI MASALAH PROBLEM SOLVING Metoda Belajar

METODA PEMBELAJARAN Tujuan: Pengetahuan (To know) Keterampilan (To do) Sikap Mental (To be) Mengamalkan (To tranfer) Sosialisasi (To live together) Metoda Pembelajaran : Kuliah, diskusi, buku, Jurnal, laboratorium, prak. lapang, tugas tulis, dll Nilai-nilai, manfaat, ke tempat kerja, problem solving, role playing, magang Problem solving, praktek, Menggunakan di lapangan Interaksi dgn orang lain

STRUKTUR KOMPETENSI  Sesuai Kepmendiknas No.045/U/2002 maka Kompetensi yang dimiliki oleh setiap sarjana terdiri atas : a. kompetensi utama a. kompetensi utama b. kompetensi pendukung c. kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama.  Setiap kompetensi di atas memiliki elemen- elemen yang terdiri atas : a. landasan kepribadian a. landasan kepribadian b. penguasaan ilmu dan keterampilan c. kemampuan berkarya d. sikap dan perilaku dalam berkarya e. pemahaman kaidah kehidupan bermasyarakat.