Elektromagnetika 1 Pertemuan ke-5

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Advertisements

KINEMATIKA Kinematika adalah cabang ilmu Fisika yang membahas gerak benda tanpa memperhatikan penyebab gerak benda tersebut. Penyebab gerak yang sering.
PERSAMAAN GERAK LURUS smanda giri.
Vektor dalam R3 Pertemuan
Fluk Listrik dan Hukum Gauss
Bab 7 Medan dan Gaya Magnetik
Bab 7 Medan Magnetik dan Gaya Magnetik
Prinsip Newton Partikel
SOAL ESSAY KELAS XI IPS.
ALJABAR.
BAB 3 HUKUM GAUSS PENGERTIAN FLUKS FLUKS MEDAN LISTRIK HUKUM GAUSS
Pengantar Persamaan Diferensial (PD)
LUAS DAERAH LINGKARAN LANGKAH-LANGKAH :
Materi Kuliah Kalkulus II
Fisika Dasar Oleh : Dody
Dimensi tiga jarak.
Fisika Dasar Oleh : Dody
MODUL KULIAH MATEMATIKA TERAPAN
Fisika Dasar Oleh : Dody,ST
Fisika Dasar Oleh : Dody,ST
Fisika Dasar Oleh : Dody
INTEGRAL PERMUKAAN.
Fisika Dasar Oleh : Dody,ST
Luas Daerah ( Integral ).
Bab V INTEGRAL TERTENTU
MEDAN LISTRIK.
MEDAN LISTRIK.
LISTRIK STATIS HUKUM GAUSS.
MEDAN LISTRIK.
Pertemuan 5 P.D. Tak Eksak Dieksakkan
Hukum Maxwell Pertemuan ke-7.
Medan Magnetik dan Gaya Magnetik
DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS INDONESIA
20. Kapasitansi.
Medan Listrik dan Medan Magnet
6. INTEGRAL.
MEDAN LISTRIK Fandi Susanto S.Si.
6. INTEGRAL.
MEDAN LISTRIK.
20. Potensial Listrik.
FISIKA LISTRIK DAN MEKANIKA
Persamaan Garis Lurus Latihan Soal-soal.
18. Hukum Gauss.
BAB 3 RAPAT FLUKS LISTRIK
BAB V (lanjutan) VEKTOR.
Kerapatan Fluks Listrik, Hukum Gauss dan Divergensi
INTEGRAL PERMUKAAN.
FLUKS LISTRIK HUKUM GAUSS DAN DIVERGENSI
Bab 1 Elektrostatis.
HUKUM GAUSS 13 October 2017.
INTEGRAL GARIS SKALAR DAN INTEGRAL PERMUKAAN
FLUKS LISTRIK DAN HUKUM GAUSS
FLUKS LISTRIK, HUKUM GAUSS, dan TEOREMA DIVERGENSI
MEDAN LISTRIK Fandi Susanto S.Si.
SISTEM KOORDINAT VEKTOR
FLUKS LISTRIK DAN HUKUM GAUSS
GGL IMBAS 1/5/2018 Stttelkom.
Akibat Muatan Garis dan Muatan Bidang
BAB 4 : ENERGI DAN POTENSIAL
Energi dan Potensial oleh : zaini kelas G
ENERGI DAN POTENTIAL ASRORI ARSYAD KELAS E.
Matakuliah : D0696 – FISIKA II
FLUKS LISTRIK, RAPAT FLUKS LISTRIK, HK. GAUSS
BAB 3 RAPAT FLUKS LISTRIK
KERAPATAN FLUKS LISTRIK, HUKUM GAUSS DAN DIVERGENSI
SISTEM KOORDINAT SILINDER
BAB 1 SISTEM KOORDINAT Disadur dari Magdy Iskander, Electromagnetic fields and waves.
BAB I ANALISIS VEKTOR 1.1 SKALAR DAN VEKTOR Skalar Vektor Medan skalar
Kerapatan Fluks Listrik, and Hukum Gauss
LATIHAN04-1 Soal 1 : Diberikan D = dalam koordinat bola .
Transcript presentasi:

Elektromagnetika 1 Pertemuan ke-5 Integrasi pada Vektor Elektromagnetika 1 Pertemuan ke-5

Integral garis (1) - Besaran skalar Integral adalah penjumlahan yg dapat melibatkan besaran skalar dan vektor Pada sebuah contour (lintasan) c terdapat besaran skalar A(l ) Untuk menghitung jumlah total dari besaran A pada lintasan c dilakukan integrasi:

Integral garis (2) – Besaran vektor Sepanjang lintasan c terdapat vektor-vektor kecil Integrasi vektor pada lintasan c menghasilkan vektor lurus dari titik a ke b

Integral garis (3) - Besaran vektor Salah satu aplikasi penting dari konsep integral garis pada besaran vektor di bidang ilmu elektromagnetik adalah : Integral garis dari komponen vektor yang arahnya tangential terhadap lintasan Notasi : t merupakan vektor satuan yang arahnya tangential/paralel/sejajar terhadap lintasan integrasi

Integral garis (4) - Besaran vektor Contoh kasus : Berapa besar daya yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan dari titik a ke b sepanjang lintasan c jika diberikan medan listrik seperti diatas ???

Integral garis (5) - Besaran vektor Rumus dasar daya : W = F . s = q E . S Karena arah medan listrik tidak searah dengan arah lintasan yang akan ditempuh oleh muatan, maka utk menghitung daya total dibutuhkan interasi garis yang melibatkan besaran vektor

Integral garis (6) - Besaran vektor Solusinya adalah dengan menghitung daya di setiap segmen lintasan Komponen E yang searah dengan lintasan

Integral Garis untuk Besaran Vektor pada sistem koordinat (1)

Integral Garis untuk Besaran Vektor pada sistem koordinat (2) Cartesian A = Ax ax + Ay ay + Az az dl = dx ax + dy ay + dz az

Integral Garis untuk Besaran Vektor pada sistem koordinat (3) Silinder A = A a + A a + Az az dl = d a +  d a + dz az

Integral Garis untuk Besaran Vektor pada sistem koordinat (4) Bola A = Ar ar + A a +A a dl = dr ar + r d a + r sin  d a

Integrasi Luas untuk Besaran Vektor (1) Penerapan : menghitung vektor yang menembus suatu bidang dengan tegak lurus Pada integrasi luas ini dikenal besaran differensial area si yang terletak pada bidang s Distribusi garis vektor pada seluruh permukaan bidang s dapat uniform dan atau nonuniform Distribusi garis vektor pada differensial area si dapat diasumsikan uniform

Integrasi Luas untuk Besaran Vektor (2) Flux yang dihitung adalah yang arahnya normal (tegak lurus) terhadap bidang si Tembus semua Tidak ada yang tembus

Integrasi luas untuk besaran vektor (3) n = vektor satuan dengan arah tegak lurus terhadap bidang si

Integrasi luas untuk besaran vektor (4) Contoh: Diketahui vektor B pada suatu sistem koordinat cartesian dimana B = (x + 2) ax + (1 – 3y) ay + 2z az Hitunglah jumlah vektor B yang menembus keluar kubus dengan batas 0 ≤ x ≤ 1; 0 ≤ y ≤ 1; 0 ≤ z ≤ 1

Integrasi luas untuk besaran vektor (5) Jawab : Jumlah vektor B yang menembus bidang kubus adalah vektor B yang tegak lurus terhadap bidang yang ditembus X c a d b f e g z Y h Untuk perhitungan digunakan persamaan sbb :

Integrasi luas untuk besaran vektor (6) Bidang abcd, x = 0, ds = dsx = - dy dz ax

Integrasi luas untuk besaran vektor (7) Bidang efgh, x = 1, ds = dsx = dy dz ax

Integrasi luas untuk besaran vektor (8) Bidang aehd, y = 0, ds = dsy = - dx dz ay

Integrasi luas untuk besaran vektor (9) Bidang bfgc, y = 1, ds = dsy = -dx dz ay

Integrasi luas untuk besaran vektor (10) Bidang aefb, z = 0, ds = dsz = -dx dy az

Integrasi luas untuk besaran vektor (11) Bidang dhgc, z = 1, ds = dsz = dx dy az Total