Kaulana Kaulan Pembimbing Dr. Diah K.M.Sp.S(K)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
THE BASICS OF ELECTROMYOGRAPHY
Advertisements

Role Of The Vestibular System In Postural Control
Yuliarni Syafrita Bagian Neurologi FK Unand
Kaulana Kaulan Pembimbing Dr. F.X Soetejo Sp.S (K)
Yuliarni Syafrita Bagian Neurolog FK Unand
Oleh : Titian Rakhma Pembimbing : dr. Diah Kurnia Mirawati Sp.S(K)
REPETITIVE NERVE STIMULATION (Electromyography & Neuromuscular Disorders, 2005) REPETITIVE NERVE STIMULATION (Electromyography & Neuromuscular Disorders,
DIABETES MELLITUS DYAH UMIYARNI P, SKM, M.Si.
PRODUK TEKNOLOGI YANG TERKAIT DENGAN KELAINAN OTOT
Encephalopathy With Status Epilepticus During Sleep: Unusual EEG Pattern Oleh Kaulana Kaulan Pembimbing dr. Diah Kurnia Mirawati. Sp.S(K) Roberto Horacio.
Posterior Interosseous Neuropathy: Electrodiagnostic Evaluation
POMPE DISEASE (Glycogen Storage Disease Type II)
Pengaruh Vetsin Terhadap Saraf Masyarakat ekonomi menengah banyak mengomsumsi glutamat eksogen berupa garam monosodium glutamat (lebih dikenal dengan vetsin)
Bookreview 2 poliklinik (Adams and Victor’s Principles of Neurology
DIAGNOSTIC PROCEDURE For musculoskeletal system
ANGINA PECTORIS.
DASAR BIOMEKANIKA Otot Bereaksi terhadap tulang
Interictal Electroencephalography
Migrain.
INTERVIEWING & TAKING HEALTH HYSTORY. COMPONENT OF THE HEALTH HYSTORY ► ► Proses Pengambilan Data :   Alo/hetero anamnesa   Identitas   Keluhan.
POLIOMIELITIS.
JURNAL READING Oleh: dr Immaculata A.W Pembimbing:
DIACONT.
Oleh M. Iccha Kertawari B Pembimbing dr. Diah Kurnia M, Sp.S(K)
Yuliarni Syafrita Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK-Unand/RS DR M Djamil
ORAL DIAGNOSA OLEH: Drg. EMMA. K, MDSc..
Rematik (Arthritis).
PUSKESMAS, SEBELUM CACAT.
Pendahuluan dan Kontrak Belajar Patology Kesehatan Masyarakat
ELEKTRO CONVULSIVE THERAPY
Fatigue in early Parkinson’s disease: the Norwegian ParkWest study
SDC SEBAGAI SARANA DIAGNOSIS DALAM FISIOTERAPI
Ninis Indriani,M.Kep., Ns.Sp.Kep.An
Dermatitis Atopik Peradangan kulit yang melibatkan perangsangan berlebihan (alergi) Melibatkan limfosit dan sel mast Histamin dari sel mast menyebabkan.
Dr.hj.Suzan Pakpahan.M,Kes
Respon Sistem kerja tubuh terhadap latihan fisik
Kelainan Perdarahan Hemophilia A Hemophilia B von Willebrand Disease
Pemeriksaan Deep Tendon Reflex
Cryotherapy.
PROSES FISIOTERAPI PADA SMA ( SPINAL MUSCULAR ATHROPHY )
LATIHAN ICD 10 (SISTEM OTOT) PRODI RMIK, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
Sindrom Guillain–Barré
PENANGANAN FISIOTERAPI PADA PENDERITA GANGGUAN HERNIA DISKUS
Sindrom Cri Du Cat & CML Created By : Dicky Dandy P. Ramdhyva Rizqan.
ALZHEIMER Aloysia Martha Dessy Nadia Ermelinda Soares Grace Ludji Leo
ASUHAN KEPERAWATAN “Guillain-Barre’ Syndrome”
Distribution of Clinical Symptoms in Carpal Tunnel Syndrome
Yuliarni Syafrita Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK-Unand/RS DR M Djamil
DIABETES MELLITUS “The Best Prescription is Knowledge"
APLIKASI STRENGTH-DURATION CURVE DALAM KLINIS ABDURRASYID,SSt. FT
MYASTHENIA GRAVIS.
Pembimbing : dr. Nurtakdir Kurnia Setiawan, Sp.S, MSc
Fudjiwati Ichsani, SKM. SSTFT.
Carpal Tunnel Syndrome
Muhammad Mirza Muhammad Zulfikri
OLEH : WITRI HASTUTI, S.Kep, Ns STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2008
Kelainan pada Gen Autosomal
DIABETES MELLITUS kiki hardiansyah, S.kEP,ns
THE MOTOR SYSTEM, FLACIDITY, SPASTICITY
DIABETES MELLITUS DYAH UMIYARNI P, SKM, M.Si.
Jurnal Reading Comparison of short-term clinical and electrophysiological outcomes of local steroid injection and surgical decompression in the treatment.
KELOMPOK 1 Yunika Kasyaningrum indriana Rahma Meimuna Siti m Prisma
dr. Nurtakdir Setiawan, Sp.S
Epidemiologi Penyakit tidak Menular “REMATIK”
B. RUDY UTANTIO UNIVERSITAS WIJAYA SURABAYA 2012
PENYAKIT DEGENERATIF. Apa itu PENYAKIT DEGENERATIF?  Merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan.
FISIOLOGI OTOT RANGKA GERAK TUBUH KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT.
Migrain Without Aura; A New Definition
Asma Bronkiale & PPOK dr. Ketut Aditya R. Puskesmas Lindi.
Asam urat adalah penyakit yang berasal dari sisa metabolisme zat purin dari sisa makanan yang kita konsumsi secara berlebihan.
Transcript presentasi:

Kaulana Kaulan Pembimbing Dr. Diah K.M.Sp.S(K) Myopathy Kaulana Kaulan Pembimbing Dr. Diah K.M.Sp.S(K)

Pendahuluan Pemeriksan EMG dapat mengkonfirmasi adanya myopathy. Pemeriksaan EMG juga dapat berguna untuk mengevaluasi gejala yang dapat menyerupai myopathy. Pemeriksaan EMG juga dapat berguna untuk memberikan arahan untuk biopsy pada pasien myopathy.

Biasanya muncul gangguan motor murni Gejala besifat bilateral KLINIS MYOPATHY Biasanya muncul gangguan motor murni Gejala besifat bilateral Bisanya tidak mempengaruhi ganggun sensori dan otonom Penderita biasaya susah untuk naik dan turun tangga, bangkit dari kursi.

Drug induced and toxic myopathies Endocrine associate myopathy Muscular Dystrophies Drug induced and toxic myopathies Endocrine associate myopathy Inflammatory myopathies Congenital Myopathies Jenis myopathy Metabolic Myopathies Myopathies assoiated with periodic paralysis

Study Konduksi Hantar Saraf Pemeriksaan Konduksi hantar saraf harus dilakukan untuk menentukan kelainan myopathy. Pada myopathy didapati adanya demyelinating polyneuropathy, conduction block, penurunan CMAP, perlambatan pada latensi distal konduksi velocity.

Pendekatan EMG Pada pasien dengan myopathy pemeriksaan dengan needle EMG sangat dianjurkan. Hal yang patut diperhatikan : tidak boleh langsung memeriksa CK setelah needle EMG, biopsi otot setelah needle adalah pada otot yang kontralateral.

Spontaneus activity in myopathies Fibrillary potential dan positive sharp waves biasanya muncul pada pasien dengan neuropathy, motor neuron disease. Pada pasien dengan inflammatory myopathies di dapatkan juga fibrillary potential dan poitive sharp waves.

Con’t Myotonic discharge dapat muncul pada myotonic dysrophy(tipe 1 dan 2), myotonia congenital, hyperkalemic periodic paralysis, acid maltase deficiency, myotubular myopathies, drug induced myopathies.

Con’t Contracture, merupakan spontaneus activity untuk menilai otot pada saat kontraksi Terjadi karena adanya kekurangan energi pada otot untuk memecah actin-myosin untuk mengembalikan posisi otot menjadi relaksasi.

Motor Unit Action Potential Analysis in Myopathies Pada myopathy dapat terjadi pemanjangan durasi MUAP, penurunan amplitudo MUAP, kenaikan dari phase MUAP. Pada myopathy juga penting untuk memperhatikan adanya early recruitment pattern

Single-fiber EMG Single fiber EMG sangat membantu jika pada pemeriksaan rutin dan needle EMG ditemukan normal. Jika pada pemeriksaan single fiber EMG didapatkan kelainan, maka dapat disimpulkan bahwa kelainananya mengarah ke NMJ.

polyomyositis Kelemahan motorik subakut, skin rash Bisa terjadi mild atrofi, kesusahan untuk neck fleksi. Adanya kelainan jantung: cardiomyopathy, aritmia, pericarditis.

Dermatomyositis. Kelemahan motorik adanya skin rash yang hiperkertotik pada kelopak mata atas , bahu dan dada bagian atas. Adanya patch pada elbow, medial maleoli

Con’t Pada PM dan DM akan dijumpai adanya kelainan pada needle EMG. Dapat diumpai adanya fibrilary potential, positive sharp waves. Aut dan subakut : MUAPs kecil dan pendek, polyphasic, early recruitment. Pada kondisi kronis dijumpai adanya MUAP yang besar dan panjang. PM: polymyositis DM: dermatomyositis DM: dermatomyositis

Inclusion Body Myositis IBM adalah penyakit inflamasi idiopathic, dan sangat susah untuk membedakan dengan polyomyositis. Biopsi otot menunjukkan adanya : inflamasi, intranuclear dan inklusi sitoplasma.

KLINIS IBM Predileksinya pada quadricep dan fleksi pada jari-jari slow progresif weakness Men and women (3:1) Biasanya pada dekade 6 Predileksinya pada quadricep dan fleksi pada jari-jari Bisa terjadi adanya disfagia.

Steroid Myopathies Steroid adalah obat yang paling sering menyebabkan myopathy. Gejalanya adalah adanya kelemahan proximal, biasanya mempengaruhi otot panggul. Pada pemeriksaan needle EMG biasanya normal pada kondisi akut.

Con’t Pada kondisi kronis dijumpai adanya amplitudo yang rendah, MUAP yang pendek dan cepat. Yang dapat dilihat pada EMG adalah jika terjadi aktivitas spontan yang berlebihan menandakan kearah Polyomysitis, daripada steroid myopathy.

Critical illness myopathy Critical illness myopathy terjadi karena adanya penggunaan steroid dalam dosis tinggi. Gejala klinis: adanya kelemahan motorik, biasanya flaksid atau areflek, oto dital dan proksimal terlibat, neck flexor, bifacial weakness.

Con’t Pada laboratorium terjadi peningkatan serum CK. Pada pemeriksaan EMG didapati adanya CMAP dengan amplitudo yang rendah. Pada pemeriksaan Needle EMG dijumpai adanya short duration dan low amplitude MUAP.

TERIMA KASIH