Data: karakteristik individu, sangat sulit diinterpretasikan karena jumlahnya sangat banyak dan beragam bentuknya [nominal, ordinal, interval] dan sifatnya.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
INDIKATOR KESEHATAN PRODUKSI
Advertisements

PRESENTASI BUPATI LINGGA Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
DIREKTORAT STATISTIK KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN
SIKLUS HIDUP, KESEHATAN DAN PERAN SOSIAL
Tujuan Pengaturan Upaya Kesehatan Anak:
DISAMPAIKAN PADA SOSIALISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
MDGs Goal 5 IMPROVE MATERNAL HEALTH Kelompok 6 IKMA 2010 Anggi Rekha Ulya April Yenni Angga Rizka Nova Indi.
PARDOMUAN B.M.SIANIPAR MORTALITAS.
PENCAPAIAN INDIKATOR KINERJA
Enny Zuliatie Die-J YPI (Drop in Center Cijantung Yayasan Pelita Ilmu)
Indikator Kesejahteraan Masyarakat
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012
INDIKATOR, INTERPRETASI, DAN KETERBATASAN DATA
PERAN BKKBN DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN JAMPERSAL.
DIREKTORAT STATISTIK KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN
Data: karakteristik individu, sangat sulit diinterpretasikan karena jumlahnya sangat banyak dan beragam bentuknya [nominal, ordinal, interval] dan sifatnya.
APA BEDA INDIKATOR DAN STATISTIK?
DIREKTORAT STATISTIK KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN
HASIL PENCAPAIAN INDIKATOR SPM BIDANG KESEHATAN TAHUN 2008
SURVEI INDIKATOR KINERJA PROGRAM KKB (RPJMN) TAHUN 2014 PUSLITBANG KB DAN KELUARGA SEJAHTERA BKKBN, 2014  
KEBIJAKAN PROGRAM KB PASCA SALIN
KEBIJAKAN DAN PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI
Pertemuan ke-5 Pengertian Indikator Definisi indikator
INDIKATOR PEMANTAUAN Sasaran yang di gunakan dalam PWS KIA berdasarkan kurun waktu 1 tahun, dengan prinsip konsep wilayah - maka untuk PWS Provinsi memakai.
KELUARGA BERENCANA DAN KESEHATAN REPRODUKSI Drs. Heru Susanto PKB Program Keluarga Berencana telah diterima oleh masyarakat.
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN OLE h Dr.Hj.Musdiawaty HR RoE,M.Kes Watansoppeng, 19 Maret 2014.
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (Sdki) 2012
Laporan Pendahuluan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 BADAN PUSAT STATISTIK.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gunungkidul
Pertemuan ke-8 Indikator kesehatan Validasi dan akurasi
SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN LB-3 (2)
Menyongsong Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017
PETUNJUK TEKNIS PEMBUATAN PROFIL KABUPATEN
PROGRAM KIA Kesehatan Ibu dan Anak.
Pertemuan ke-5 Pengertian Indikator Definisi indikator
Pentingnya Data Terpilah Dalam Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring dan Evaluasi Kebijakan dan Program Pembangunan Dr. Soedarti Surbakti.
PENDUDUK & KETENAGAKERJAAN
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2013
PENGUKURAN KESEHATAN Definisi indikator
MASALAH PELAYANAN KEBIDANAN di TINGKAT PELKES PRIMER
KESEHATAN REPRODUKSI Analisis & Hasil RISKESDAS 2010.
ILMU KESMAS X (PROGRAM2 KESEHATAN)
Epidemiologi-Susanto, 2012
PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI
Sistem kesehatan Sesi 8 Dikutip dari Sistem kes, WikuAdisasmito, PhD.
PENGANTAR KESEHATAN REPRODUKSI
KONSEP KESEHATAN REPRODUKSI
MORTALITAS ( KEMATIAN)
Dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc
Silabus…??? Kesehatan Reproduksi
Oleh Dr. Nugroho Susanto, M.Kes
KETERKAITAN PERTUMBUHAN PENDUDUK DENGAN KESEHATAN
MORTALITAS ILSA WAHYUNI ( ) KELOMPOK 6 FITRIANI AHMAD
PEMANFAATAN DATA SURVEI DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN
INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN PERTEMUAN 11
oleh: NI’MAL BAROYA, M. PH.
ICPD dan MDGS Indikator dan Pencapaian di Indonesia
STATISTIK KESEHATAN (ANGKA KEMATIAN) PERTEMUAN 11
KEPERAWATAN KELOMPOK & PEGEMBANGGAN PENGORGANISASIAN MASYARAKAT
Balikpapan, 01 Nopember 2018 BAPPEDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
SISTT(SEKOLAH IBU SEHAT TERPADU) PUSKESMAS MUNTOK.
KONSEP DASAR KEBIDANAN KOMUNITAS Oleh : WIDYA PANI, SKM,SST.,M.Kes.
KESEHATAN ANAK di indonesia
KEBIJAKAN DINAS KESEHATAN
Upaya akselerasi pencapaiaN SDGs. SDGs ( Sustainable Development Goals ) sebuah dokumen yang akan menjadi sebuah acuan dalam kerangka pembangunan dan.
KONSEP KESEHATAN REPRODUKSI Oleh Susianti Asry, S.ST.,M.Keb.
Standar Pelayanan Minimum Bayi Baru Lahir
Transcript presentasi:

Data: karakteristik individu, sangat sulit diinterpretasikan karena jumlahnya sangat banyak dan beragam bentuknya [nominal, ordinal, interval] dan sifatnya [obyektif/terukur, subyektif/persepsi] Statistik: penyederhanaan [summarizing] data individu ke dalam bentuk aggregasi: persentase, proporsi, rata-rata, rate, rasio, menjadi lebih mudah diinterpretasikan walaupun tidak selalu dapat memberikan gambaran besarnya permasalahan Indikator: statistik yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran besaran permasalahan: % penduduk miskin, PDRB per kapita, % pertumbuhan ekonomi, angka kematian bayi, produksi padi per hektar, dll

Indikator Kec A Kec B - Jumlah P5+ 75.000 30.000 - P5+ yg sekolah 2.250 1.200 - % P5+ yg sekolah 3,0% 4,0% Indikator yang tepat untuk menjawabnya adalah ‘Persentase P5+ yang bersekolah’ bukan ‘Jumlah P5+ yang bersekolah’ Pada kasus di atas, maka Kec B mempunyai partisipasi sekolah P5+ yang lebih tinggi dibanding Kec A

Pengertian Besaran/nilai yang menggambarkan/mendeteksi kecenderungan suatu fenomena/keadaan atau mengidentifikasi hubungan antara beberapa elemen Syarat indikator yang baik Valid, sahih, absah Reliable, andal, terpercaya, konsisten Sensitif, mendeteksi perubahan kecil Spesifik, untuk permasalahan tertentu Data tersedia, keberlanjutan monev Tidak semua indikator yang diperlukan tersedia datanya, sehingga harus menggunakan indikator proksi

Indikator Rujukan: informasi statistik tentang besaran kelompok sasaran program Indikator Input: informasi statistik tentang besaran sumberdaya yang digunakan dalam implementasi program dan kebijakan contoh: jumlah murid, jumlah guru Indikator Proses: informasi statistik tentang besarnya partisipasi kelompok sasaran pada impelementasi suatu program dan kebijakan contoh: ‘rata-rata jam belajar’ Indikator Output: informasi statistik tentang hasil dari implementasi program dan kebijakan contoh: ‘persentase anak yang lulus’ - hasilkan ‘banyak anak yang diterima di pt’, manfaatnya ‘banyaknya pekerja terdidik’ dan dampak ‘produktivitas kerja’ Indikator Outcome: informasi statistik tentang dampak dan manfaat yang diperoleh kelompok sasaran dari program/kebijakan

Indikator Tunggal: statistik yang dihitung berdasarkan satu variabel, S: evaluasi program sektoral; W: eksekutif tertinggi, bupati/ walikota, memerlukan indikator lain untuk memantau kemajuan keseluruhan satu aspek angka buta huruf, % balita diimunisasi, multi aspek: angka kemiskinan, angka kematian bayi, status gizi , PDRB per kapita, pertumbuhan ekonomi Indikator Komposit: statistik yang dihitung dengan formula tertentu dari beberapa indikator: IPM, IMH, IPJ, IKM, IDJ, W: tidak dapat digunakan untuk evaluasi program spesifik, perlu beberapa angka => intertemporal dan interspatial S: sederhana, satu angka menjelaskan pencapaian, kemajuan dari banyak aspek, untuk bupati , anggota DPRD

Isu Kesehatan reproduksi ada di MDG’s: Tujuan 4: menurunkan angka kematian balita, Tujuan 5: meningkatkan derajat kesehatan ibu Tujuan 6: memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya Kesehatan reproduksi (ICPD,1994) didefinisikan: Keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh, Tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan Berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsi dan prosesnya

Kebijakan nasional mengenai kesehatan reproduksi di Indonesia menetapkan bahwa kesehatan reproduksi mencakup lima komponen/program terkait yaitu: program kesehatan ibu dan bayi baru lahir keluarga berencana kesehatan reproduksi remaja pencegahan dan penanganan penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS kesehatan reproduksi lanjut usia Saat ini prioritas kesehatan reproduksi di Indonesia baru mencakup empat komponen/program pertama, tidak termasuk kesehatan reproduksi lanjut usia

Indikator yang dicakup Kespro: Angka Kematian Bayi/AKB (Infant Mortality Rate/IMR) Angka Kematian Ibu/AKI (Martenal Mortality Rate/MMR) Kunjungan pemeriksaan ibu hamil (K4) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (dokter, dokter ahli kebidanan dan kandungan, bidan, perawat, dan bidan di desa) Prevalensi kontrasepsi pada PUS Perkawinan usia dini (PUD) Kesehatan reproduksi remaja (KRR) Penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS Proporsi Penduduk dengan Pengetahuan Komprehensif tentang HIV/AIDS (PPK-HIV/AIDS)

Sumber Data: Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota bersumber dari registrasi dan pelaporan seperti jumlah kelahiran yang ditolong tenaga kesehatan, pemeriksaan ibu hamil (K-4), imunisasi TT, surveilans HIV/AIDS BKKBN bersumber dari pelaporan seperti jumlah PUS, jumlah PUS yang ber-KB, prevalensi KB menurut cara/alat KB BPS bersumber dari survei (Susenas, SDKI, Supas) dan sensus (Sensus Penduduk)

Masalah utama Kespro remaja adalah Kehamilan yang tidak dikehendaki dan biasanya diakhiri dengan aborsi tidak aman Hamil di usia muda yang berisiko tinggi Seks bebas yang dapat berakibat penularan IMS dan HIV/AIDS Pelayanan Kespro remaja saat ini ditekankan pada upaya promotif dan preventif yang terfokus pada pelayanan KIE atau konseling

1. AKB/IMR: Definisi AKB/IMR adalah banyaknya kematian bayi berumur kurang dari satu tahun per seribu kelahiran hidup Rumus perhitungan: Do = Banyaknya kematian bayi di bawah usia satu tahun pada tahun tertentu B = Banyaknya kelahiran pada tahun tertentu. Contoh hasil SDKI 2007: AKB/IMR Indonesia saat ini sebesar 34 per 1.000 kelahiran, artinya dari seribu kelahiran hidup pada tahun 2003-2007 terdapat kematian 34 bayi sebelum mencapai usia satu tahun