PENYAKIT PARASIT HEWANI PADA MANUSIA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KULIAH II KUTU DAN PINJAL PADA TERNAK DAN HEWAN KESAYANGAN
Advertisements

PENYAKIT PARASITER (NEMATODOSIS I)
PEMBEKALAN FIELD LAB SEMESTER IV
Kelompok rabu : Andrean Dwi audini Mariana Meyske Pala
NEMATHELMINTHES Guru pembimbing : Arina Ernawati, S.pd Kelas : X-5
Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu
ZOONOSIS [PENYAKIT PARASIT HEWANI] dr.Wydya,Sp.KK
Presentasi Kasus Dipersiapkan Skabies
PRURIGO Dr. Qaira Anum, SpKK.
Eksim: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan
LUKA BAKAR.
HELMINTOLOGI Oleh DR. Mudatsir, M. Kes
PROPOSAL PENELITIAN ? Loading... GAMBARAN KEJADIAN SKABIES BERDASARKAN KARAKTERISTIK DI PONDOK PESANTREN ATTAHIRIYAH.
PATOFISIOLOGY SEMESTER IV KE - 9.
Penyakit kulit bulosa ( yang immunobullous )
OLEH : MARLINA CATUR RAHAYU NIM : G0C016059
HELMINTOLOGI.
Kelompok 11 Anisa Carolin Fitroh Amandini Novi Kurnia
PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR
Pathobiocenosis ; Interaksi tikus, artropoda dan manusia
1. HEMONCHIASIS Etiologi : Haemonchus contortus Gejala :
VARISELA (chickenpox)
1. HEMONCHIASIS Etiologi : Haemonchus contortus Gejala :
ZOONOSIS Bagian / SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
PENYAKIT KULIT DARURAT SINDROMA STEVEN JOHNSON. Definisi.
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
VARISELA OLEH NUGROHO.
HIV / AIDS Penanganan dan Pencegahan Penularan
Filum Nemathelminthes
INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)
Kelompok 2B Arruhul Amini Faizal Luthfi Akhyar Fitri Sri Wulandari
MALARIA.
Erupsi Obat Alergi By : dr Rina Gustia, SpKK.
Dermatitis Atopik Peradangan kulit yang melibatkan perangsangan berlebihan (alergi) Melibatkan limfosit dan sel mast Histamin dari sel mast menyebabkan.
VARIOLA Sinonim : cacar, small pox Definisi - penyakit sangat menular
Pediculus humanus capitis (Kutu rambut)
INFEKSI CACING TAMBANG
Kelompok 4 Ilmu Kesehatan Anak 1. Nabila Berlianzi 2. Nadia Opriana 3. Novita Sari 4. Nurul Amalia 5. Poppy Dinata.
SATUAN ACARA PENYULUHAN PENYAKIT CACINGAN
TRICHOMONIASIS VAGINALIS
Phylum Nemathelminthes
MUHAMMAD ABDILLAHTULKHAER
PATOFISIOLOGY SEMESTER IV KE - 9.
PENYULUHAN SCABIES PUSKESMAS CISAAT 2017.
Diagnosis dan Penatalaksanaan Terkini Pada Dermatitis Seboroik
by Dr. Sari Handayani Pusadan, Sp.KK, M.Kes
KLAMIDIASIS (CHLAMYDIAE)
Dermatitis Numularis Peradangan kulit yang bersifat kronis, ditandai dengan lesi berbentuk mata uang (koin) atau agak lonjong, berbatas tegas, dengan efloresensi.
NEURODERMATITIS SIRKUMSKRIPTA
KECACINGAN.
ILUSTRASI KASUS Seorang pasien laki-laki datang ke poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP DR. M. Djamil Padang pada tanggal 23 Desember 2014 dengan: Nama :
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Scabies
Eritroderma et Causa Dermatitis Kontak Iritan Jurnal Oleh Suci Ramadhani S.ked Pembimbing dr. Mainiadi Sp.KK.
INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) dr. A.M. Multazam Mustari, M.Kes. BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROPINSI SULAWESI SELATAN 2009.
Ilmu Penyakit Menular Sifilis.
KLAMIDIASIS (CHLAMYDIAE)
ZOONOSIS [PENYAKIT PARASIT HEWANI] dr.Wydya,Sp.KK
dr. Sari Handayani Pusadan, Sp.KK, M.Kes
MILIARIA Dr. Qaira Anum, SpKK.
Phylum Nemathelminthes
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL. Apa itu Penyakit Menular Seksual? Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan salah satu jenis Infeksi Saluran Reproduksi (ISR),
Ruam Kulit. Ruam kulit atau lesi kulit Untuk mempelajari ilmu penyakit kulit mutlak diperlukan pengetahuan tentang ruam kulit. Karena tahapan – tahapan.
PROGRAM PENGENDALIAN KECACINGAN TERINTEGRASI
PROGRAM PENGENDALIAN KECACINGAN TERINTEGRASI
Luka Bakar (Combutio) dr. Ketut Aditya Rahardja Puskesmas Lindi.
ASUHAN KEBIDANAN KASUS RADANG PADA GENETALIA EKSTERNA
ASUHAN KEBIDANAN PADA KASUS RADANG GENETALIA INTERNAL CERVISITIS
PENYAKIT MENULAR | KECACINGAN
Transcript presentasi:

PENYAKIT PARASIT HEWANI PADA MANUSIA dr. Danny A. Hermawan, Dip Derm Medical Faculty of Ukrida JAKARTA

Pendahuluan Penderita penyakit kulit di Indonesia tinggi Menkes RI: no.3 setelah: penyakit saluran pernapasan dan penyakit saluran pencernaan Skabies & pedikulosis (ektoparasit) merupakan penyakit rakyat Zainal Hakim, dkk (1978):”Skabies No.1 di RSU Dr. Jamil, Padang” Siti Aisah (1981 & 1982): “Skabies No.2 di Subbag kulit anak, RSCM Jakarta” (1986 – 1988): “Peringkat sama, setelah dermatitis”

Pendahuluan Segi epidemiologi: penting, sangat menular  epidemi Gatal hebat  produktivitas kerja menurun Willcox (1981): Skabies & pedikulosis  STD (PHS/ PMS) Perlu dikenal & didalami  pengobatan tepat & pemberantasan tuntas

Manifestations of Parasites Infestations Mites Demodex folliculorum  normal flora of facial hair follicles Sarcoptes scabei  Human/animal scabies Food mites  Grain itch, grocer’s itch House dust mite  Possible role in atopic eczema Cheyletiella  Papular urticaria Ticks  Tick bites; ricketsial vector infections & erythema migrans Insects Hymenoptera  Bee & wasp stings; Ants bites Lepidoptera  Caterpillar dermatitis Coleoptera  Blister from cantharidin Diptera  Mosquito & Myasis Aphaniptera  Human/animal fleas Hemiptera  Beg bugs Anaplura  Lice infestations Ref: J.A.A. Hunter et all; Clinical Dermatology

SKABIES Sinonim Scabies; “Itch Mite” Gudik, kudis, penyakit A Go Go Definisi Penyakit kulit menular akibat infestasi & sensitisasi thdp tungau Sarcoptes scabiei serta produknya berada dalam terowongan lapisan tanduk pada tempat predileksi

Sarcoptes (Acarus) scabiei var.hominis Etiologi Sarcoptes (Acarus) scabiei var.hominis Phylum Arthropoda; Class Arachnida; Ordo Acarina; Famili Sarcoptidae Parasitologi Sarcoptes scabiei = tungau atau kutu yang kecil, transulen Bentuk bulat lonjong, konveks bagian dorsal & pipih bagian ventral Ukuran: ♀= 0,20 – 0,25 mm ♂= 0,33 – 0,45 mm

Jantan dan betina berkopulasi. 4 pasang kaki 2 depan + alat isap 2 belakang + bulu keras Jantan dan betina berkopulasi. Stlh kopulasi jantan mati. Mati enak niyee !? Betina membuat terowongan, lalu bertelur 2 – 5 butir/ hari lalu mati Siklus hidup Telur  larva  nimfa  sarkoptes dewasa (tiap siklus berlangsung selama +/- 3 hari)

Epidemiologi Kosmopolit t.u di daerah tropis & subtropis Insiden tinggi pd masy sos-ekonomi kurang dan hygiene buruk Endemis  epidemis Cara Penularan Kontak langsung  lama-erat; seksual (STD or STI) Kontak tak langsung  alat-alat rumah tangga, Kasur, pakaian, dll

Keluhan utama: - gatal hebat t.u malam hari (= Pruritus nokturna ) Simtomatologi Keluhan utama: - gatal hebat t.u malam hari (= Pruritus nokturna ) Predileksi: Sela jari tangan & kaki, ekstensor ekstremitas Lipat ketiak, sekitar pusar dan ikat pinggang Daerah genital dan bokong Pada bayi  seluruh tubuh !! Efloresensi: gambaran polimorf, kecuali infeksi sekunder Papulo-vesikulae Erosi & ekskoriasi + krustae Khas: kunikulus (terowongan) di lapisan korneum

Komplikasi  penyulit diagnosis Infeksi sekunder Pustulae Folikulitis Furunkulosis, dll Pengobatan sendiri a.l dermatitis kontak

Diagnosis Ideal Temukan terowongan pada kulit Buktikan adanya sarcoptes dewasa, larva dan telur Praktis: atas dasar keluhan + data klinis Gatal hebat malam hari Anamnesis keluarga  Efloresensi polimorf pada tempat predileksi

Diagnosis Banding Pitiriasis rosea Liken planus Pedikulosis korporis Pioderma Prurigo

Terapi 1. Umum Kebersihan perorangan Kebersihan lingkungan Obati keluarga & kontak personal 2. Anti Skabies obat tidak toksis & tidak iritatif membunuh semua stadium Preparasi belerang (4 – 10%) Emulsi benzil benzoas (15-25%) Gama benzen heksa klorida ( ½ - 1%) Krotamiton 10% Permethrin 5% 3. Antibiotika: bila ada infeksi sekunder, dermatitis

Bentuk-bentuk Klinis Scabies Scabies Impetigenisata  scabies + infeksi sekunder Scabies pada bayi  seluruh tubuh + infeksi sekunder Scabies hewan  pada peternak anjing, kucing, ayam, babi, kuda, dll Scabies bentuk STD  pada genitalia orang dewasa

Bentuk-bentuk Klinis Scabies 5. Scabies nodular  nodul post scabies 6. Scabies norwegika atau scabies hiperkeratotika (Norwegian scabies; Hyperkeratotic scabies; Crusted Scabies) akibat penurunan respons imunologik tubuh Antara lain: malnutrition kelainan neurologik: mongolism kelainan immunologik: terapi steroid/sitostatik AIDS, T-cell leukemia penderita lepra

Prognosis Dengan terapi adekuat  baik kecuali ada kelainan immunologik

Obat-obat anti scabies 1. Salap 2-4 Murah dan aman Tidak bunuh telur Bau belerang  iritasi Minimal 3 hari

2. Benzil benzoas emulsi 20% Efektif utk semua stadium Iritasi  gatal > Jangan diberi kpd anak < 6 tahun 3 malam 3. Scabicid, Scabex Efektif semua stadium Neurotoksik (SSP) Jangan diberi kpd anak-anak dan wanita hamil 2 malam

4. Crotaderm, eurax 5. Nix Anti gatal Anti bakteri Iritasi mukosa Obat baru Paling aman dan efektif

PEDIKULOSIS Sinonim: Pediculosis; Phthiriasis Definisi: Penyakit kulit menular akibat infestasi pedikulus (tuma), sejenis kutu yang hidup dari darah manusia, pada rambut kepala & kemaluan atau baju, memberi keluhan gatal akibat gigitannya

Etiologi ada 2 jenis yaitu: 1. Pediculus humanus Var. Capitis = Pedikulosis kapitis (Head Louse; tuma kepala) Var. Corporis = Pedikulosis korporis (Body louse; tuma badan) 2. Phthirus pubis = Phthiriasis pubis (Crab louse; tuma kemaluan)

Tuma  parasit obligat manusia Kosmopolit tidak dipengaruhi musim Epidemiologi Tuma  parasit obligat manusia Kosmopolit tidak dipengaruhi musim Insiden: kebersihan << (org dan lingk), sos ekonomi << Penularan Kontak langsung erat (tmsk STD) Melalui alat-alat a.l topi, sisir, tempat tidur, dll Di EROPA tuma sebagai vektor dari: Ricketsia: Tifus epidemik, demam parit Spirochaeta (Borrelia recurrentis) menyebabkan demam berulang

Pedikulosis Kapitis Sinonim: Pediculosis capitis; Penyakit tuma kepala Etiologi: Pediculus humanus var. capitis (Head louse) Insiden: Anak dan wanita berambut panjang

Pedikulosis Kapitis Simtomatologi: Gatal digaruk lalu infeksi, keluar serum  terjadi infeksi sekunder dan timbul impetigo atau furunkulosis Predileksi di regio occipital & post-auricular Rambut kering & tak mengkilap Jika bernanah + krusta + bau busuk  Plica polonica (rambut gimbal)

Pedikulosis Kapitis Diagnosis: Gatal  pada predileksi Telur/ tuma  (diagnosis pasti) Impetigo; furunkulosis + KGB > pada anak

Pedikulosis Kapitis DD/: Pioderma Tinea kapitis Dermatitis seboroika Hair casts Trichorrhexis nodosa

Pedikulosis Kapitis Penatalaksanaan: (hilangkan/ basmi kutu dan telurnya) Umum: jaga kebersihan rambut  cukur Topikal: emulsi/ bubuk DDT 5 – 10% emulsi benzyl benzoas 20 – 25% Gameksan 0,5 – 1% Gama Benzen Hexachloride 1% Bubuk malathion 1% Sistemik: antibiotika/ kemoterapeutika  infeksi sekunder

Pedikulosis Korporis Sinonim: Vagabond’s disease; penyakit kutu badan Etiologi: Pediculus humanus var. capitis (Body Louse)

Pedikulosis Korporis Simtomatologi: Gigitan menyebabkan bintik merah di dada & perut, bahu & punggung Papel  urtika + gatal hebat Erosi & ekskoriasi + infeksi sekunder Likenifikasi dan hiperpigmentasi  Vagabond’s disease (kronis, kering, pada orang tua, kebiasaan menggaruk)

Pedikulosis Korporis Diagnosis: Rasa gatal hebat Lesi-lesi di predileksi Kutu & telur +  pakaian

Pedikulosis Korporis DD/ : Skabies Pioderma Gigitan kutu busuk (Bed bugs; kutu bangsat)

Pedikulosis Korporis Penatalaksanaan: Umum : pakaian & peralatan tempat tidur direbus, autoklaf (> 60C, 15’), fumigasi (Metil bromida) Obat-obat: insektisida Bedak DDT 10%  tuma Bedak BHC 1%  dewasa & telur Bedak malathion 1%

Phthiriasis Pubis Sinonim: Pediculosis pubis; penyakit Tuma kelamin Etiologi: Phthirus pubis (Crab louse) Insiden: Dewasa muda (seksual aktif)

Phthiriasis Pubis Simtomatologi Gigitan  papel kecil + krusta  gatal hebat !!! Gigitan juga mengeluarkan liur yang mengubah bilirubin menjadi biliverdin. Maculae caerulae: bercak biru abu-abu, bulat,  3 – 15 mm, ditekan tak hilang Predileksi: regio genital & perianal yang berambut, rambut ketiak, alis/ bulu mata Penularan: kontak seksual, alat-alat (tempat tidur, handuk)

Phthiriasis Pubis Diagnosis: Gatal hebat !!! (biasa pada malam hari)  predileksi Maculae caerulae Tuma & telur 

Phthiriasis Pubis Diagnosis diferensial: Skabies Dermatitis kontak + infeksi

Phthiriasis Pubis Penataksanaan: Cukur rambut pubis + obat sesuai P.kapitis Untuk bulu mata + sol isoflurofanat 0,025% Gunakan forsep (pinset) alis/ bulu mata Obati partner sex

LARVA MIGRANS (= Creeping Eruption ) Larva Migran Cutan Larva Migran Visceral

Larva Migran Cutan Sinonim: Cutaneus Larva Migrans, Sand Worms Eruption, Creeping Eruption Etiologi: Ankilostoma brasiliense Ankilostoma caninum Ankilostoma duodenale Necator americanus Strongyloides sterconalis

Larva Migran Cutan Epidemiologi Daerah tropis & subtropis  tanah pasir a.l pantai, pertambangan Faeces + telur  larva  lesi kulit (di bawah stratum Basale)

Larva Migran Cutan Simtomatologi Papel gatal (port d’entre) digaruk terjadi migrasi larva ke sub-epidermis, lalu membuat terowongan berkelok-kelok Lesi serpiginosa + eritematosa  bekas hiperpigmentasi Vesikulasi  pecah  skuama

Larva Migran Visceral Etiologi Simtomatologi Toxocara canis & Toxocara cati Ascaris lumbricoides Simtomatologi Lesi papular & urtikaria Granuloma milier pada hepar & hepatomegali Eosinofilia & hiperglobulinemia

Larva Migran Visceral Penatalaksanaan Thiabendazole 50 mg/ kgBB/ hari  2 x sehari/ oral (2-3 hari) Bedah beku  klor etil, CO2, N2 cair Bedah kimia (kaustik)  asam triklor asetat Bedah listrik  elektro-kauterisasi

AMUBIASIS KUTAN Etiologi Entamoeba hystolitica Epidemiologi Insiden jarang Frekuensi <  daerah endemis, disentri amuba

AMUBIASIS KUTAN Patogenesis Primer: genitalia eksterna, akibat PMS Sekunder: penjalaran amubiasis dari tempat lain misalnya fistula akibat amubiasis hati & disentri amuba

AMUBIASIS KUTAN Simtomatologi Ulkus kronis, fagedenis yang nyeri  tak sembuh-sembuh Batas tegas & dikelilingi cincin eritema Dasar banyak eksudat & hemo-purulen Di abdomen, gluteal, genitalia & bekas operasi perut

AMUBIASIS KUTAN Diagnosis Kerokan lesi  pewarnaan gram & preparat basah Pemeriksaan faeces Biopsi & pemeriksaan PA Tes serologi

AMUBIASIS KUTAN Penatalaksanaan Emetine HCl 1 mg/kgBB/ hari  dosis max 60 mg/ hari I.M Diiodo-hidroksikinolin 3 x 650 mg/ oral/ hari  20 hari Metronidazole 3 x750 mg/ hari  10 hari Topikal: kompres rivanol & PK Antibiotika untuk infeksi sekunder

Finish